Mordred umurnya 8 Tahun, Mamanya Arthuria 28 Tahun. Papa? Modred punya banyak papa… Ada papa Arash, Papa Ozy, Papa Merlin sama Papa Gilgamesh (khusus yang ini kadang di panggil om sih). Kadang Mordred bingung sebenarnya papa dia itu siapa, soalnya mama Janda cantik Mordred yang ingin papa pada manggil mereka semua papa. Jadi sebetulnya siapa sih papanya Mordred?

"Mom, where did I Come From?"

Rating: T

Genre: Comedy

Warning: Geje, Abal, OOC dan aneh

"Mordreddd, Ayo bangun… Sudah waktunya sekolah" Kira kira begitulah teriak Mama Arthuria pagi itu yang sudah menggema di kediaman Pendragon. Seperti biasa Modred bangun dengan muka bantal sambil memeluk boneka singa.

"Ha mama… 5 menit lg maaa masih ngantuk…" Mordred kembali memeluk bonekanya dan menarik selimutnya, namun Arthuria yang single parent ini segera menghampiri kamar Mordred dan menarik selimutnya.

"MORDRED PENDRAGON AYO BANGUN" Begitu teriaknya sambil menarik selimut Mordred dan membuatnya sukses melunjak dari tempat tidurnya

"Mamaaa… Dingin ma… Aku gamau mandi…" Omel Modred sambil menggigil karena dinginnya AC kamarnya yang membuatnya tertidur dengan lelap dan membuatnya semakin malas.

"Bangun, hari ini mama buatkan makanan kesukaan mu dan susu pisang… Ayo bangun" Arthuria melipat selimut Mordred dan membuat Mordred bersungut sungut bangun dari ranjangnya.

"Yah mama…" Keluhnya pelan sambil berjalan menuju kamar mandi.

"Mama mama… Besok hari ayah lho di sekolah" Arthuria menghela nafas pelan mendengar Mordred berkata demikian, berusaha mengingat masa lalunya

"Oh lalu?" Lanjut Arthuria

"Aku boleh Om Lancelot tidak?"

"Tidak…"

"Kalo gitu, aku ajak…"

"Tidak Mordred tidak boleh. Kamu tidak punya papa"

"Lalu ma, kalau aku tak ada papa… Aku lahir dari mana dong?"

Arthuria terdiam lama mengingat kejadian 8 Tahun yang lalu. Kira kira 8 tahun yang lalu, saat itu Arthuria masih duduk di bangku kuliah. Hari itu dia terbangun di hotel tanpa ingat dengan siapa semalam dia disana, dan setelah kejadian itu lahirlah Mordred. Sampai sekarang pun Arthuria masih penasaran siapa papa Mordred.

"Entahlah mungkin mama dulu nemuin kamu di tong sampah…" Mendengar itu mordred langsung cemberut sendiri, dia memajukan bibirnya sambil memasang wajah sok manisnya.

"Mamaaa yang bener dong… Masa aku lahir dari tong sampah terus kata orang kok aku mirip sama mama?" Arthuria mengehela nafasnya.

"Iya Iya sudah sana mandi terus berangkat sekolah… Bosen mama liad kamu di rumah mulu sekolah aja sana" Seketika Mordred mengerutkan wajahnya dan dia mulai berteriak sambil menangis

"MAMA AKU MAU PUNYA PAPAAA… HUWAAA… MAU PAPAAAA" Arthuria memijit kepalanya pelan. Dia pusing kalau Mordred sudah seperti ini dan meminta seorang Ayah.

"Iya nanti mama belikan papa satu ya… Biar kamu diam" Arthuria mengehela nafasnya karena sebentar lagi dia akan berangkat kerja namun Mordred tetap saja ingin menempel padanya, belum lagi sekarang Modred menarik narik rok pendeknya dan sukses membuat sabuk yang dikenakannya melorot

"Hei, jangan tarik sabuk mama dong! Nanti rok mama rusak…" Namun tak berguna, Mordred tetaplah menangis.

"Oi Arthuria, Mordred merengek minta papa lagi?" Suara Merlin menggema dari depan pintu rumah Arthuria. Dia melepas jas nya dan melenggok masuk layaknya yang punya rumah, Arthuria kembali memijit kepalanya. Belum saja dia menyuruh Mordred mandi sekarang ada lagi yang akan mengganggunya, Merlin.

"Yah seperti itulah, kali ini dia merengek minta seorang papa. Kubilang akan ku belikan saja dia nanti. Aku lelah kalau dia sudah merengek begini" Merlin menggaruk pipinya

"Aku single Arthuria, kau tak mau denganku?" Kata Merlin sambil tersenyum nakal namun sok ganteng.

"Aku tak tertarik Merlin, lagi pula aku masih penasaran siapa ayah Mordred…"Arthuria berdehem pelan sambil mengangkat Mordred dengan kakinya dan mendorongnya

"Oi ayo mandi, nanti tidak aku belikan papa…" Mendengar itu Mordred mengangguk pelan sambil meredam tangisannya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Merlin mengambil roti di meja makan Arthuria dan memakannya "Arthuria, kadang aku memang kasihan dengan Mordred yang ingin papa… Kau tidak berencana menikah saja? Lagipula kau sangat seksi, siapa yang tidak mau dengan janda seksi"Arthuria yang sedang memasak untuk Mordred itupun menghela napasnya dan membuat pisau yang dia genggam di tangannya itu melayang menuju Merlin.

"Tanganku licin setiap kali kau berkomentar demikian Merlin" Merlin tersenyum pahit sambil menahan tawa garingnya karena ketakutan dengan pisau yang sudah menancap di meja makan tempat dia duduk.

"Hehehehehe… Iya tak apa Arthuria, ngomong ngomong… Besok siapa yang akan mewakili ayah Mordred untuk ke sekolah?"

"Entahlah, mungkin kalau bukan kau, Gawain, Bedievere, Lancelot atau Bedievere" Merlin mengangguk pelan sambil mengelus dagunya seolah dia memiliki jenggot.

"MAMAAA… Janji ya… Beneran ya besok akan ada papa buat Mordred…" Mordred sudah rapi, lengkap dengan seragam sekolahnya dan tas bentuk singa di punggungnya

"Iya…" Jawab Arthuria sambil meletakkan sarapan di meja tempat Mordred duduk

"Beneran kan ya ma… Aku gamau kalau yang muncul Om Lancelot atau Om Gawain atau Om Tristan apa lagi Om Bedi, soalnya Om Bedi cantik banget kek perempuan" Jelas Mordred sambil membuat Arthuria memijat pelipis. Arthuria mulai curiga kalau Mordred mendengarkan percakapannya dengan Merln barusan

"Iya nak, sudah kau makan saja situ… Jangan banyak bicara kalau makan" Jelas Arthuria sambil menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas kantornya sambil menunggu Mordred sarapan.

"Jadi mama… Hari ini nanti mama anterin aku ke sekolah tidak" Tanya Mordred sambil mengunyah roti di mulutnya

"Tidak" Jawabnya dengan singkat

"Terus, aku berangkat dengan siapa dong ma?"

"Ya berangkat aja sendiri"

"Kalau aku di culik gimana dong ma?"

"Badan kamu berat, pasti ga ada yang mau nyulik, lagian ngerawat kamu susah, jadi pasti yang nyulik males duluan." Jelas Arthuria sambil memakai jas nya.

"Sudah berangkat sekolah situ, setelah ini mama mau kerja. Nanti sore pulang ikut om Ozy aja ya, mama ada rapat sampai malam…" Mordred hanya bisa mengangguk sambil memajukan bibirnya tanda dia tak terima diperlakukan seperti itu. Merlin yang kasihan pun hanya bisa mengelus kepala Mordred sambil berkata dalam hati 'yang tabah ya nak'

Mordred yang malang itupun melangkahkan kakinya sambil berjalan melewati komplek perumahannya. Hingga ia sampai di depan rumah dengan pagar emas, siapa lagi kalau bukan Om Gilgamesh. Om Gilgamesh ini paling sayang sama Mordred alasannya simple, karena Mordred anaknya Arthuria dan Om Gil ini suka sama mamanya Mordred. Walau janda, masih aja cakep kenapa tidak. Begitu pikir Gilgamesh setiap kali dia ingat dengan mamanya Mordred.

"OM GILGAMESHHHH" teriak Mordred dengan lantang di depan pintu rumahnya, namun sayang dia disambut oleh seorang yang gendernya engga jelas mukanya ganteng, tapi rambutnya panjang kek cewe, Om Enkidu.

"Om Enkidu, Om Gil ada di rumah enggak?" Enkidu yang sudah tau kalau Mordred akan modus minta diantar sekolah ke Gilgamesh ini pun langsung saja menyambutnya

"Ada Dong, kamu kangen sama Om Gil ya?"Enkidu segera menggendong Mordred dan membawanya masuk

"Kalo ada Papa Gil panggilin dong… Hehe" Mordred mulai modusnya. Sebetulnya Mordred ini suka dengan Om Gilgamesh karena dia paling suka banget manjain Mordred dan ngasih Mordred mainan karena dia anaknya Arthuria. Namun Gilgamesh sering banget di budakin Mordred biar dia bisa jadi calon papanya Mordred.

"Papa Gil…" Teriak Mordred sambil menatap Gilgamesh yang sedang sarapan di meja makannya, matanya hanyak melirik sebentar ke Mordred kemudian dia langsung menggendongnya

"Anak papa datang lagi… Kok sendirian? Mama mana?" Kata Gilgamesh yang selalu berharap suatu hari Arthuria akan mampir ke rumahnya sambil membawa Mordred.

"Mama kerja dong pa… Papa gamau anterin Modred sekolah? Aku ditinggal mama gitu aja… Mama gamau nganterin aku" Mordred langsung memasang wajah sok sedihnya

"Iya, abis sarapan papa yang anterin deh…" Sambung Gilgamesh sambil memakan sarapannya. Mordred yang malang itupun memulai aksinya karena dia mengingat besok hari Ayah, dan semua anak akan membawa orang tua mereka ke sekolah.

"Papa Gil… Besok kosong tidak? Hehe…"

"Hmmm ya besok Ga ada meeting sih, Ada apa Mordred?"

"Besok kan hari ayah, bagaimana kalau besok papa aja yang datang Boleh kan?" Gilgamesh yang mendengar itupun langsung tersenyum dengan lebar dan mengelus puncak kepala Mordred.

"Bener nih kamu mau papa yang kesana?" Mordred pun mengangguk bahagia tanda dia ingin Gilgamesh ke sekolahnya.

"Iya dong, kan aku gapunya papa. Adanya papa Gilgamesh" Kata Mordred dengan bahagia dan berhasil membuat Gilgamesh tersenyum lebar. Namun berbeda dari Enkidu yang tersenyum kecut melihat kelakuan temannya yang agak salah tingkah itu karena dia ingin cari perhatian pada mamanya Mordred itu.

"Ahaha Gil, kau yakin mau melakukan ini?" Tanya Enkidu sahabatnya.

"Tentu dong Enki, demi jadi Papanya Modred" Jawab Gilgamesh dengan bangga

"Uh… Bukan itu sih yang kutakutkan… Tapi reaksi Arthuria kalau tau kau datang kesana itu lho" Seketika Enkidu Flash back pada masa lalu mereka di saat masih sekolah. Sebetulnya semenjak sekolah dulu, Gilgamesh sudah suka dengan Arthuria. Namun takdir berkata lain mereka selalu saja bertengkar satu sama lain, hingga akhirnya Gilgamesh mengetahui kenyataan pahit kalau Arthuria sudah punya anak. Namun Bukan Gilgamesh namanya jika dia menyerah begitu saja. Dia belum menyerah apa lagi setelah mengetahui Arthuria itu janda.

"Ah sudahlah Enkidu, jangan berlebihan aku sudah terbiasa dengan ini… Lagipula aku kan sayang dengan Mordred, Ya kan mordred?" Panggilanya pelan pada Mordred yang masih minum susu di meja makan milik Gilgamesh.

"Iya, aku senang kok kalau papa Gilgamesh jadi papanya Mordred soalnya nanti Mordred bakal sering di beliin banyak mainan" Enkidu hanya bisa memijit kepalanya sendiri melihat kelakuan mereka berdua yang sama sama urakan itu seolah mereka memang betulan papa dan anak. Namun mana mungkin Mordred anaknya Gilgamesh? Batin Enkidu.

TBC

Jadi Kira kira siapa papa aslinya Mordred? Merlin atau Gilgamesh? Atau malah Ozy?