Perhatian seluruh mahasiswa kontan teralih ke arah pintu, tempat munculnya penampakan-eh, bukan, seorang mahasiswi berhoodie tertutup yang kemudian berjalan santai dengan kurang ajarnya. Sang dosen melongo melihat tingkah salah seorang mahasiswinya itu. Untuk 10 pertemuan ditambah 20 pertemuan di semester-semester sebelumnya, ia tak mau ambil pusing lagi.

"Semuanya, kembali fokus," perintahnya.


[ Disclaimer ]

Semua karakter yang digunakan adalah milik sang pencipta Masashi Kishimoto

.

A Naruto Fanfiction by maggiellezk

.

Historia Universitaria

.

Warning :

Alternate Reality, Out of Chara, Multichap (Insyaa Allah #plak), College!AU, Indonesia!College, Sinetronable, Kotjak, Humor receh tida mencapai standar, Dark Humor, Garing krenyes-krenyes, too much drama, contain kalimat non-baku, banyak romcom sampe fujoshi, a lil bit harassement chara #awkoawokawok and then, harshword kadang kelepasan :v, absolutely kaku in humor~

.

Tidak bermaksud menyinggung pihak manapun, semuanya berupa fiksi dan karangan penulis semata kecuali tokoh yang diambil dari Anime Naruto karya Masashi Kishimoto.

.

I don't take any profit from this fanfiction

.

Just for Fun

.

Summary

Historia Universitaria! Apa jadinya jika seorang mahasiswi gamers plus nolep tukang ngaret ditaksir mahasiswa famous sekaligus paling tajir di kampus? Jurnalis kampus merilis Ino yang putus dengan Sai karena dugaan sang pria gay menyebabkan sekretariat UKM jurnalis hampir hancur. Ada skandal apa antara Naruto dengan Kakashi-senpai yang kepergok mojok minum teh di workshop?

.


Chapter 1

.

Orientasi

.

Salah satu penyebab malasnya Sasuke Uchiha adalah segerombolan mahasiswi yang menyambutnya dari gerbang 1 kampus hingga ke tempat duduknya. Bukannya seseorang harus senang diperlakukan seperti itu? Iya, jika itu tidak berarti mereka akan mencubit atau mencoba menyentuhmu dengan kikikan genit ala kuntilanak. Sasuke merinding. Membayangkan kuman-kuman yang menempel di tubuhnya pasca disentuh secara ganas oleh gadis-gadis maniak itu. Hii ... geli cyiiin~

Kehancuran image di awal cerita. Hari ini memang hari sialmu SasUKE.

Tambah merindinglah Sasuke karena nama kebanggannya dinistakan sampai-sampai Shikamaru, sohibnya yang terkenal tukang pelor (nempel langsung molor) itu menatapnya seperti alien. Pada akhirnya mereka saling tatap-tatapan, mengedip beberapa kali lalu membuang muka dan merinding berjamaah. Maka bersyukurlah mereka tak ada fujoshi maupun anggota UKM jurnalistik di fakultas mereka. Berita-berita yang mereka rilis terkenal nendang-able.

Iya, minta ditendang.

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kita beralih ke Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik.

Para mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komunikasi mendengarkan kuliah dari dosen yang sedang membawakan materi Pengantar Ilmu Komunikasi. Heran, ngambil Ilkom kok tapi materi intinya gak minat? Malah kepikiran surga-eh, kantin. Iya, karena sejujurnya mereka bukan minat Ilmu Komunikasi, melainkan Ilmu Perbacotan Ilmu Pergibahan. Mendiskusikan berita ter-hot plus hits yang diangkat di acara infotaiment atau kelakuan anak-anak eksakta yang gila tugas dengan metode Focused Group Discussion atau yang dikenal FGD yang bahasa kasarnya gibah. Mana sudi mereka menggibah tentang berita-berita yang diangkat UKM jurnalis kampus?

Jadi kambing hitam lagi lah kau UKM Jurnalis.

Di sebelah gedung, para mahasiswa dan mahasiswi jurusan Ilmu Administrasi Negara yang mumet dengan hafalan demi hafalan tanpa henti. Berjodoh dengan teknik yang selalu mumet dengan tugas tanpa henti. Eh, kok malah teknik? Ini garing pemirsa, skip aja.

Mumpung ini bab orientasi jadi mari kita menelusuri berbagai fakultas dan hal-hal baru di kampus ini.

Peringatan, semuanya sableng!

Berpindah di Fakultas Ilmu Budaya. Eh, kok ada anak-anak Fakultas Seni dan Desain juga?

Ok pemirsa, ternyata tengah terjadi bentrok antara mahasiswa budaya dengan mahasiswa seni. Unik sih, biasanya yang bentrok itu teknik lah, sospol lah, lah ini malah seni dan bahasa. Mau nuntut apa mereka? Memperdebatkan bagaimana seni dalam budaya?

Tapi serius!

Kericuhan sedang terjadi di depan Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Seni dan Desain. Para mahasiswa berkoar-koar entah apa di jalanan. Apalagi yang pake toa itu, ngomong kayak lagi kumur-kumur. Cocoklah sama yang dari kubu Seni yang entah apa. Ngomong pake estetik-estetik, halah estetik ee*! Dan konyolnya lagi, beberapa anggota UKM Jurnalis tampak meliput berita itu. Wait ... beritanya, perdebatan antara Seni dan Budaya karena masalah ketua BEM Seni digosipkan mempunyai hubungan khusus dengan salah satu dosen karena kepergok makan malam sama-sama di hotel berbintang. Padahal memang dosen itu kakaknya. Ajaib sekali. Ajaibnya lagi, sang dosen ternyata lelaki saudara-saudara. Betul-betul ini anak Budaya, fujoshi isinya!

Lupakan kegilaan yang terjadi di sini. Ayo pindah.

Himpunan fakultas eksakta yang mencakup Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, rata-rata pada kalem. Tidak seperti Sospol yang hedon nan hobi bacot, atau kegilaan Budaya dan Seni, mereka belajar dengan anteng-anteng. Tapi, bukan berarti tidak ada persaingan atau konflik di dalam sini.

Ayo kita sorot salah satunya yaitu Fakultas Kedokteran.

"Yang benar itu intercostal 3!"

"Interupsi, intercostal 5!"

Beda kepribadian, beda persoalan. Rata-rata memiliki stereotip Burank alias Buru Ranking. Semua diperdebatkan. Bahkan tulang pun diperdebatkan padahal tulangnya masih tetap di sana. Apalagi dirimu yang ada di situ~ ea ea~

Tapi tidak semuanya loh. Ada juga kok yang hedon dan hobi gibah. Ada yang sableng juga, contohnya para anggota jurnalistik kampus. Eh tapi jangan salah, para anggota Jurnalistik itu pada tajir-tajir njir. Hp flagship everywhere~

Anak teknik beda lagi. Jago bentrok tapi anteng kalau diberi tugas asistensi.


Sekarang selesai keliling kampus dan mengenal berbagai Fakultas dengan kesablengannya, bukan! Kelebihan masing-masing, sekarang waktunya mengenal para mahasiswa dan mahasiswi nyentrik dalam cerita ini.

Yang pertama ada Sakura Haruno. Si gadis gamers kebo yang nolep. Datang kuliah pas materi sudah jalan setengah dan kerjaannya pun cuma tidur. Heran aja tiap tahun bisa lolos DO. Punya rambut pink yang agak nyentrik dan kepribadian yang super duper cuek.

Kemudian ada Sasuke Uchiha, Uke tertjintah kita, eh bukan, si tajir anak pemilik kilang minyak. Wah gelaseh~

Cool as always tapi bakal berubah jadi kucing garong kalau kau mengambil stok tomatnya. Anteng ketika diberi sekeranjang tomat dan pinternya engga neko-neko. Hiahiahia. Dan tentu saja pujaan kaum hawa. Gak tau aja mereka kalau dia lagi boker!

Ada Shikamaru alias si jenius tukang pelor. Dari buku, meja, kursi, lantai, hingga pundak Sasuke pernah menjadi tempat bersandarnya. Ea~

Lalu ada Queen of Gossip alias Ino Yamanaka. Sohib Sakura yang punya kepribadian bersilangan. Feminim, punya doi dari Fakultas Seni namanya Sai. Orangnya agak aneh. Kayak baru dikeluarin dari kulkas setelah sekian abad lamanya. Mau dibilang albino kagak, emang dasarnya pucet aja gitu.

Lalu ada si duren nyentrik a.k.a Naruto Uzumaki. Anak yang lumayan tajir. Bapaknya salah satu petinggi kampus tidak jelas ini, eh salah, yang terkenal se-antero Jepang. Hiperbola banget gak sih. Bodo amat.

Kemudian ada Kakashi Hatake, si laki-aki aneh yang suka bawa bacaan mesum di kampus. Pernah sekali sebuah cangkir hampir melayang mengenainya ketika rapat BEM dengan sejumlah civitas akademik kampus karena file yang seharusnya ia bawakan justru tertukar dengan file bajakan Icha-Icha Tactics versi baru. Shi, Shi, dasar emang!

Para anggota jurnalistik tidak perlu dijelaskan deh. Bisa di demo penulis kalau gini. Yang rese mereka yang kena batunya penulis nolep binti mager ini.

Sekian orientasi kampus kita hari ini, sampai jumpa di perkuliahan besok!

Sampai jumpa di chapter depan!

tbc

sangad-sangad memaksakan~