Orange © Ichigo Takano

Hope

by Ayzahra

Ada banyak hal yang Naho inginkan. Misalnya Naho ingin Kakeru terus di sisinya.

AR, drabble


Ada banyak hal yang Naho inginkan. Misalnya Naho ingin Kakeru terus di sisinya.

Kalau Naho berkata seperti itu pada Kakeru, bisa-bisa pemuda itu menertawakannya. Kenyataannya memang seperti itu. Di atap di tengah-tengah tersulutnya kembang api Naho benar-benar mengatakannya lalu Kakeru tertawa kecil. Diacaknya rambut Naho sebentar. Selanjutnya gerakan tangannya terhenti dan jatuh pada bahu Naho. Pandangannya pun beralih ke langit yang bercahaya.

Tanpa kamu minta pun pasti akan kulakukan.

Kedatangan Kakeru membawa perubahan dalam hidup Naho. Ia terus menimbun perasaannya hingga suatu hari ia ungkapkan pada yang bersangkutan. A-aku tidak tahu, entah itu suka atau... entahlah, di dekatmu aku merasakan hal yang berbeda. Entah dari mana sumber keberanian untuk mengatakan itu muncul.

"Kembang apinya cantik."

Naho harap hubungannya dengan Kakeru akan seindah pemandangan yang ia lihat sekarang, tapi tak berdurasi sebentar. Harapan Naho terus tumbuh seiring kembang api baru bermunculan dan berlomba-lomba mewarnai langit malam. Kembali ke harapannya semula, tentu Naho berharap selamanya bersama Kakeru. Ia mengerti jika di tengah-tengah jalan bisa jadi akan ada batu yang menghambat perjalanannya. Sepeda yang ia naiki bisa jatuh. Barangkali luka akan timbul. Namun, jika ia sabar, ia pasti masih bisa melanjutkan perjalanannya lagi, bukan? Entah itu sambil menahan sakit atau tidak.

Hati Naho sumringah. "Kalau ada apa-apa, ceritakan padaku, ya."

Naho berkata seperti itu tentu karena tak ingin keduanya kurang komunikasi lagi.

"Maaf."

"Untuk?"

"Untuk aku yang pernah memutuskan—"

Naho tidak mau mendengarnya.

"Sudah," potong Naho seraya mengalihkan pandangan dari kembang api,"Jadikan itu sebagai pelajaran, ya. Kalau ada apa-apa, ceritakan padaku, ya."

"Iya. Kalau ada apa-apa, ceritakan padaku juga, ya."

Naho tak bisa lupa ingatan pada hari di mana Kakeru bertekad pergi jauh. Rasa bersalahnya karena nyaris tak bisa menolong Kakeru diam-diam masih tersemat. Kini ia dapat menghela napas lega. Kakeru berada di sampingnya, menggenggan tangannya, dan melempar senyum padanya.

Senyum itu—Naho bertekad akan selalu mengingatnya—menambah rasa hangat pada hati Naho yang sumringah.


Orange adalah salah satu anime yang bikin aku ikut sedih, sih.