"Oh.. Maaf.. Maafkan Aku.." Ucapku sembari membersihkan tumpahan kopi.

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Aku harus bekerja ekstra karena harus menyelesaikan semua laporan yang akan diserahkan besok pagi.

Aku berdiri dari kursiku untuk sejenak merenggangkan tubuh.

"Ah.. Hanya tinggal Aku sendiri" Aku melihat sekeliling ruangan. Kuputuskan pergi ke pantry, membuat secangkir kopi untuk menemaniku menyelesaikan pekerjaan.

"Oh.. Maaf.. Maafkan Aku.." Ucapku sembari membersihkan tumpahan kopi.

"Tidak apa"

"Seharusnya, Aku memperhatikan jalan" Aku tersandung kursi saat akan keluar pantry bersamaan Jongin membuka pintu. Kopi yang kubawa tumpah mengenai kemeja putih Jongin

"Bagaimana ini, kemeja putihmu terkena noda" Ucapku khawatir

"Tidak masalah Kyungsoo, besok bisa ku cuci" Jelasnya

"Sebentar.." Segera Aku mengambil tissu basah yang tergelatak dimeja pantry "Kukira hanya Aku sendiri yang ada di kantor"

"Aku harus menyelesaikan laporan" Sahut Jongin

"Ahhh.." Aku menggosok tisu basah dengan harapan noda kopi itu bisa hilang

"Aku bilang tidak per.."

"Padaat.." Gumamku saat membersihkan dan merasakan perut sixpack Jongin

"Ya?"

Aku mendongak menatapnya "Sepertinya Kau mempunyai tubuh yang bagus" Ucapku nyengir

"Tidak sepertiku, perut buncit begini" Aduku sembari memperlihatkan perut yang sedikit menyembul dibalik kemeja

"Imut.. Perutmu sangat imut" Ucapnya.

Aku menunduk malu, segera melanjutkan membersihkan noda kopi.

Tanpa sadar tanganku perlahan turun, membersihkan celana Jongin yang sedikit terkena tumpahan kopi

"Apa yang Kau lakukan?" tanya Jongin

"Tentu saja untuk membersihkan no.." Aku menghentikan ucapanku karena menyadari bagian yang sedang kubersihkan "Maaf" Ucapku malu

"Kenapa tidak Kau lanjutkan?"

"Ya?" Tanyaku heran

Jongin menuntun tanganku, . Aku menelan ludah, apa yang harus ku lakukan selanjutnya.

"Kau bisa menggosoknya seperti tadi" sarannya

"Eummm" Tanpa sadar, Aku menuruti apa yang disarankan oleh Jongin "Sepertinya ini besar"

"Kalau penasaran buka saja"

Tanganku mulai menuruti perintah yang diajukan Jongin, membuka celana nya dan mengeluarkan miliknya. Aku memandangi benda itu tanpa berkedip

"Kenapa hanya diam?" Tanya nya

"Tidak.. Milikmu besar" Ucapku seraya mengedikkan bahu

"Itu akan memuaskanmu nanti"

"Ayo Lanjutkan" Aku melanjutkan aksiku. Aku membelainya perlahan dan sedikit meremasnya.

"Euung.. Kyung.."

Aku menjilat tiap sisi milik Jongin dan memasukkan nya pada mulutku hingga milik Jongin membesar dalam mulutku

"Eung.. Kyung.. Sekarang giliranku" Dia menarikku untuk berdiri dan menciumku panas. Tangan Jongin meremas pantatku dan menggesekkan miliknya dengan milikku yang masih berbalut celana

Jongin berhasil melepas celana yang kupakai, tangannya menggapai milikku dan meremasnya

"Euung.. Jongin.. Terlalu keras" Rintihku

"Aku akan memanjakan milikmu" Jongin duduk berpangku pada lututnya,

Jongin meremas, menjilat dan memasukkan kedalam mulutnya. Apa yang dilakukan Jongin padaku sangat nikmat

"Jo.. ngiin.. Aku.. Aku" Aku mendesah keras mengeluarkan cairan dimulut Jongin.

Aku dan Jongin sudah telanjang bulat. Suasana dalam pantry pun semakin memanas, Jongin memanjakan leherku dengan jilatan dan ciuman, membuatku mendesah hebat.

"Eung.. Joong.. Kita langsung saja"

"Oke" Jongin menelungkupkan badanku pada meja pantry. Dia menjelajah punggungku dengan ciuman-ciuman ringan. Dia menaikkan sedikit pantatku dan meremasnya

"Aku masukkan Kyung" Jongin menggesekkan miliknya pada belahan pantatku

"Eung..." Desahku

"Oh.. Kyungg.. Kau sempit"

"Ahh.. Kyuung.. Oh.. Kyunggg" Jongin mulai menampar pantatku keras

"Kyuungg.. Kyungsoooo" Dia mengucapkan namaku berulang kali dalam desahannya

"Yak Do Kyungsoo" Aku mendengar suara Baekhyun mengalun rendah.. Tunggu.. Baekhyun.. Kenapa bisa..

"Aw.." Aku mengusap pantatku yang telah mendarat indah dilantai "Sakit Baek.." Rintihku.. "Baekhyuuuunnn..." Aku segera berdiri, menunjuk Baekhyun dengan ekspresi kaget "Bagaimana bisa Kau datang kesini?"

"Yak.. Aku memang tinggal disini.. Di Apartemen ini"

"Apartemen? Tapi Aku di.." Aku melihat sekeliling ruangan "Oh.. Tidaaaaakkk" Jeritku