8.57 am.
Pagi yang cerah untuk mengawali hari. Berkerja, sekolah, dan kegiatan lainnya. Tidak ketinggalan Shinobi terkuat, Uzumaki Naruto. Ia bersiap-siap menjalani misi dari Hokage ke-6, Kakashi.
"Aku berangkat, Hinata."
"Hati-hati, Touchan."
"Dah, Boruto." Naruto sudah menghilang dari hadapan ibu satu anak itu.
Uzumaki Boruto, ia masih berusia 7 tahun. Ia masih butuh banyak bimbingan. Ia disukai banyak orang, terutama Killer Bee. Ia tengah bermain, menghibur Boruto setelah ayahnya pergi 30 menit yang lalu. Gelak tawa terdengar sampai dapur tempat Hinata memasak. Ia akan menyiadakan menu makan siang untuk keluarga kecilnya sekaligus untuk Killer Bee yang sedang mampir.
.
.
.
( . Y . )
.
.
.
1.00 pm.
Makan siang telah usai. Kini, Boruto harus tidur siang. Anak kecil itu terlelap dalam tidur yang damai. Tapi, ia seperti tidak bisa tidur. Boruto bangun dari tidurnya, turun dari kasur, berjalan keluar. Ia ingin buang air kecil. Ia menuju kamar mandi bawah. Setelahnya, ia berniat ke kamarnya lagi. Tapi, ia mendengar suara desahan dan erangan Hinata tepat di depan kamarnya.
Pintu sedikit terbuka, ia masuk ke dalam kamar. Boruto melihat, ibunya tengah bersetubuh dengan Killer Bee. Mereka telanjang. Ibunya ditindih Killer Bee dan penis hitam itu menyodok-nyodok vagina Hinata. Namun, Boruto tidak mengerti apa yang dilakukan mereka.
"Kaacahan sedang melakukan apa?"
Bee dan Hinata seketika menoleh ke arah Boruto. Terlihat, anak itu kebingungan. Hinata buru-buru menarik selimut menutupi tubunya dan Bee. Panik, Hinata dilanda panik. Tidak tahu harus menjawab apa.
"Kami sedang melakukan Yoga, Boruto," jawab Bee.
"Yoga? Yoga itu apa?"
"Yoga itu semacam olahraga yang menyehatkan badan."
"Boleh aku ikut?"
"Uh, sebaiknya jangan. Karena olahraga ini khsusu orang dewasa."
"Hah, sayang sekali. Padahal aku ingin ikut."
"Sayang, kau kembalilah tidur siang. Nanti selepas ayah pulang, kita akan makan ramen sama-sama."
"Benarkah? Yeay, baiklah. Silakan dilanjut Yoganya." Dan Boruto pun meninggalkan mereka. Bee kembali meneruskan persetubuhannya yang tertunda. Ia mengganti posisi Hinata menungging dan Bee menyodokan lagi penis hitam besarnya menusuk-nusuk vagina Hinata tidak lupa meremas kuat payudara kesukaan Naruto.
.
.
.
( . Y . )
.
.
.
5 tahun kemudian.
Naruto dikejutkan dengan kedatangan Boruto. Putra sulungnya yang membawakannya makan siang. Biasa Hinata dan Himawari yang menantarkan bekal ke kantor. Agak mengherankan.
"Ibu ke mana, Boruto?"
"Ibu bilang, dia dan nenek sedang melakukan Yoga. Dan tidak boleh diganggu."
"Di mana?"
"Di rumah nenek."
.
.
.
Sementara itu di rumah Minato.
Ay dan Bee tangah melakukan team-up menyetubuhi Hinata dan Kushina. Bee bersetubuh dengan Hinata, dan Ay dengan Kushina.
Dua pria kulit hitam itu menyodok-nyodok vagina masing-masing istri Hokage tersebut.
"Kau benar, Hinata-chan! Ini Yoga terbaik yang pernah aku rasakan! Ahhnn... Sodok terus, Raikage-sama!" ucap Kushina, ia tengah disodok dalam posisi menungging.
"Yeah, aku ketagihan dengan rutinitas Yoga ini, Okaasan! Sodok yang dalam, Bee-sama!" timpal Hinata, ia menggoyangkan pinggulnya di atas tubuh Bee, penisnya menancap sangat dalam ke vagina Hinata.
"Untung Minato tengah menjalankan misi! Ahhn... Sodok yang keras, Raikage-sama!"
"Ahhhnn... Bee-sama, aku keluar!"
"Raikage-sama, aku keluar!"
"Kita keluar sama-sama di dalam, Bee!"
"Oh, yeah!"
Croot! Croot!
"Ini Yoga terbaik!"
.
.
.
( . Y . )
END.
