FEEL SPECIAL

Chapter 1

By Awlolli

"Hei, jalang. Jangan lupa sepulang kau sekolah ambil barang titipanku dari Susano!", perintah seorang paruh baya kepada seorang gadis yang berada di kamarnya.

"Baik….

Ayah…", ucap seorang gadis dengan sedih.

Gadis tersebut memandang pantulan dirinya dicermin, ia memperhatikan penampilannya hari ini. Seragam Konoha Senior High School yang kebesaran, rok seragamnya yang panjang dibawah lutut. Lalu ia memperhatikan rambut panjang sepinggang yang sedikit bergelombang itu, ia telah menguncirnya dengan rapih tak lupa ia mengambi kacamata besar serta tebal dari meja dan memakainya. Kacamata itu menyembunyikan mata hijau nya yang redup terpendam kepedihan yang dalam.

Setelah ia merasa sudah siap, ia memperhatikan lagi dirinya itu. 'Tak apa Sakura… Hari ini akan berlalu dengan cepat, seperti biasanya' Batinnya.

Gadis itu adalah Haruno Sakura, seorang gadis berusia 18 tahun yang bersekolah di Konoha Senior High School. Ia seorang gadis yang rajin , pintar, tetapi ia juga adalah seorang gadis yang pendiam, tidak percaya diri, dan tidak pandai mengekspresikan dirinya.

Orang yang memberikan perintah itu adalah ayahnya, ya.. ayah kandungnya, Haruno Kizashi. Sakura tinggal berdua dengan ayahnya disebuah rumah kecil dan minimalis. Ibunya? Ibunya telah meninggal setelah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan Sakura kedunia. Semenjak ibunya meninggal, ayahnya menjadi membenci Sakura. Ayahnya merasa bahwa Sakuralah yang merenggut semua alasan kebahagiannya didunia ini.

Pernah suatu ketika ayahnya ingin sekali membunuh darah dagingnya sendiri. Tapi ia tak kuasa setelah melihat mata anaknya, mata itu mengingatkannya akan mendiang istrinya. Mata anaknya begitu mirip dengan istrinya. Tapi mata yang begitu mirip itu tidak membuat ayahnya berubah mencintai Sakura layaknya seorang ayah yang sesungguhnya. Kizashi membesarkan Sakura tanpa cinta.

Meski hidup tanpa cinta seorang ayah dan sesosok ibu, Sakura tumbuh menjadi gadis yang pintar, berkat hidup keras yang telah ia jalani, membuatnya menjadi seorang gadis kuat dan sabar. Dan yang terpenting, seberapapun ayahnya membencinya, Sakura tetaplah mencintai ayahnya. Sakura selalu berfikir akan ada saatnya, ayahnya akan berubah untuk menerima dan mencintainya.

Sakura menjalani hari-harinya dengan keras. Ia bukanlah gadis yang berasal dari keluarga berada. Ayahnya hanya seorang pedagang sayuran yang tidak memiliki pendapatan tetap, ia dan ayahnya hidup di rumah sewa yang kecil. Sakurapun sudah sangat bersyukur karena pemilik rumah sewanya adalah orang yang dermawan, saat ia kesulitan pemilik rumah tersebut bahkan pernah ingin mengratiskan biaya sewa, tapi karna ayahnya yang masih tahu diri, ayahnya tetap membayar biaya sewa rumah tersebut. Pemilik rumah sewa itu adalah sepasang suami istri yang tidak dapat menghasilkan keturunan, tetapi mereka sangat bahagia dan saling mencintai, sepasang suami istri tersebut adalah Dan Senju dan Tsunade Senju.

" Aku berangkat." Teriak Sakura dan tentunya tak mendapat respon dari sang ayah.

Setiap pagi Sakura selalu berangkat kesekolah menggunakan sepeda lamanya. Ia mengayuh sepeda itu selama 20 menit. Jarak antar sekolah dan rumahnya terbilang lumayan jauh. Tapi ia tetap menggunakan sepedanya untuk menghemat uang transportasi.

Sakura telah sampai di depan gerbang sekolahnya. Konoha Senior High School merupakan sekolah terbaik di Konohagakure. Ia masuk kesekolah ini tentunya karena otaknya yang encer. Ia mendapatkan beasiswa dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Sakura tak mau menambah beban ayahnya, jadi sebisa mungkin untuk semua keperluan ia harus mencukupinya sendiri.

Ia memarkirkan sepedanya, yang tentunya hanya segelintir sepeda yang ada disana, rata-rata murid KSHS selalu diantar jemput oleh keluarga, pacar, teman ataupun supir mereka. Sepeda yang terparkir rapi dan menemani sepeda Sakura semua adalah milik cleaning service atau satpam sekolah.

Sakura masuk kedalam kelasnya 3-A, ia duduk paling depan , berhadapan langsung dengan meja guru.

"Ohayo gozaimasu…" ucapnya lirih.

Tentu tak ada yang mendengar ataupun merespon kedatangan Sakura. Sakura tak memiliki teman ataupun sahabat seperti kebanyakan remaja lainnya. Ia dikenal sebagai gadis cupu, miskin, dan aneh oleh teman sekelasnya. Well… untuk kata cupu dan miskin memang benar adanya, tapi untuk sebutan aneh, Sakura merasa ia tidaklah aneh sama sekali. Ia hanya merasa gugup dan memasang wajah kaku apabila orang baru mengajaknnya berbicara. Sakura juga tidak pandai mengekspresikan diri, sehingga ia selalu memasang muka datarnya.

Tapi Sakura tidak perduli dengan sebutan itu, ia hanya ingin focus pada pendidikannya dan ingin segera lulus agar ia mendapatkan pekerjaan yang layak.

" Selamat pagi anak-anak", sapa hangat guru biologi sekaligus kepala sekolahnya.

" Ohayo gozaimasu Tsunade-sensei", sapa balik anak-anak satu kelas Sakura.

" Oke, melanjutkan bab minggu lalu, kita akan membahas….."

Pelajaran akhirnya telah dimulai.

" Nah, karena minggu depan aku tidak akan bisa mengajar, maka kelas minggu depan akan digantikan oleh Kakashi-sensei."

" Yuhuu.. kelas kosong." Riuh murid-murid.

" Jangan bersenang-senang dulu kalian… Hah, aku tau aku tidak bisa berharap banyak pada sensei pemalas itu, untuk itu aku akan memberikan kalian tugas."

Para murid yang bergembira menjadi sedih " Yahhhhhh…. "

" Aku ingin kalian membuat sebuah karya ilmiah mengenai sebuah penemuan kecil, atau mungkin terobosan dan inovasi baru yang menyangkut dengan bab yang telah kita pelajari. Tugas akan berbentuk kelompok, satu kelompok terdiri dari 2 orang. Tugas dikumpulkan tepat 2 minggu setelah ini. Ingat, bagi kalian yang tidak membuat tugas ini dengan benar, kalian otomatis akan kuberikan nilai F." tegas Tsunade-sensei.

" Hai… sensei."

Setelah menjelaskan mengenai tugas dan meninggalkan kelas, para murid menjadi gaduh. Disaat seperti inilah murid-murid malas akan mulai mencari dan menargetkan partner kelompok yang tentu saja pintar serta rajin, ciri-ciri ini sesuai dan pas sekali pada Haruno Sakura.

Para murid langsung berhamburan ke meja Sakura dan memohon-mohon untuk menjadikannya partner kelompok mereka. Sakura yang kebingungan karena sangat kaget serta terlalu tiba-tiba menjadi diam dan kaku di tempatnya.

" Ne. Sakura, ayo sekelompok denganku."

" Hei, Sakura itu partner kelompokku."

" Tidak-tidak, kalian bahkan tidak akrab dengannya."

" Memang kau sendiri akrab?"

" Yah, paling tidak aku pernah membalas ucapan selamat paginya."

" Aduh kalian berisik sekali. Jelas-jelas ia mau sekelompok denganku, aku yang mengajaknya pertama."

"…"

Riuh kelas semakin menjadi. Tiba-tiba…

" Minggir kalian…" seorang lelaki dengan wajah dinginnya menghampiri meja Sakura.

" Hei, mau sekelompok denganku ?"

Sakura menengadahkan wajahnya dan terpaku sejenak. Dia lelaki yang selalu mencuri perhatiannya di sekolah. Diam-diam ia selalu memperhatikan lelaki itu dan tanpa ia sadari, Sakura telah menyukai dia, cinta pertamanya.

" Ano…"

.

.

.

.

Tbc