Sejujurnya aku hanya berpura-pura mengabaikanmu, mengacuhkan dirimu.
Andaikan kamu tahu rasa yang begitu menyiksaku ini..
Aku sangat merindukanmu..
.
.
CALL ME BRAT!
.
HikariVailleEstelle Fanfiction
.
Shingeki No Kyojin© Isayama Hajime
.
Cast :
Mikasa Ackerman
Levi Ackerman
.
Don't plagiat my creation. Maaf apabila absurd, ooc ,cerita pasaran dan sedikit(?) menistakan karakter Mikasa, tolong jangan timpuk saya. selamat membaca ^^
.
-II-
Di sebuah kamar bercat pink blossom dengan campuran biru pastel yang teramat girly seorang gadis bersurai hitam pekat sedang tiduran di atas ranjang. Gadis itu tiduran sambil menatap layar ponselnya dengan mata melotot, bibir di manyun-manyunkan mengikuti irama musik yang dia dengarkan di radio bututnya.
Lagu mellow yang menurut pemilik kamar sama sekali tidak menghibur hatinya yang sedang galau gunda merana bahkan terdengar sangat menyindir. Hampir saja di tendangnya radio itu, namun gadis itu merasa hampa jika tidak ada alunan lagu yang menemaninya saat sedih seperti ini. " Betapa malang nasibku la la la "
Namanya Mikasa Ackerman ( 21th ) seorang Mahasiswi Teknik di salah satu universitas yang terkenal di Jepang. Meskipun terbilang pintar nyatanya gadis itu tampak bodoh jika berurusan yang namanya cinta. Mikasa memegangi ponselnya dengan erat , seakan sebuah ponsel sangatlah berharga daripada nyawanya sendiri. Sesekali Mikasa melirik layar ponselnya dan berharap panggilan dari nomor kekasihnya menghiasi layarnya. Mikasa terlihat seperti orang yang nafsu hidupnya sudah hampir di ujung tanduk, terlihat dari kerutan kerutan di dahinya menunjukkan kegelisahan yang teramat dalam.
.
" Apaan ini dasar cebol sialan,sudah hampir seminggu brengsek!." Umpatnya seolah tidak senang dengan LDR yang tengah di jalaninya hampir 5 tahun ini.
" Dia bilang sibak sibuk terus. Memang apa yang dia lakukan di sana sampai-sampai tak menghubungiku." Kata Mikasa tidak terima dengan alasan setiap hari yang di berikan oleh kekasihnya itu padanya.
Levi Ackerman- mantan wakil ketua kedisplinan paling tersohor dan merupakan satu dari 10 pria most wanted di SMA Scouting Legion. Pria paling menyebalkan dalam hidup Mikasa dan setiap dia bermasalah dengan sesuatu pria itu selalu muncul di hadapannya untuk memukul bahkan membelanya. Pria aneh yang entah kenapa membuat Mikasa terus -terusan memikirkannya bahkan terkadang memimpikannya. Dan setengah tahun melakukan gencatan senjata mengenalnya dengan di iringi berbagai jenis pertengkaran akhirnya Mikasa memutuskan berpacaran dengannya. Meskipun awalnya dengan cara tak wajar seperti perbudakan namun Levi berhasil membuat Mikasa bucin setengah mati sekarang. Hubungan awet dari bangku SMA berlanjut sampai sekarang. Meskipun keduanya berada di tempat yang sangat berjauhan komunikasi keduanya masih terjalin baik. Hingga suatu hari Levi mengatakan kalau Minggu depan dia akan sibuk dengan berbagai kegiatan. Dia tidak memberi penjelasan detail pada Mikasa kesibukan apa yang di jalani olehnya. Hal ini jelas membuat Mikasa uring-uringan dari kemarin. Bisa sajakan Levi tergoda dengan bule sexy di Amerika dan melupakan Mikasa di sini. Jika mendengar hal itu membuat Mikasa mendidih, ingin sekali dirinya mengikuti berbagai macam senam aerobik, zumba ataupun hal yang lain yang bisa menunjang fisiknya agar lebih semlohai.
" Ah tidak mungkin, atau aku saja yang menelfonnya duluan." Ucapnya singkat sambil memiringkan kepalanya berusaha menimbang keputusannya barusan.
"Cuih, kau gila Mikasa dimana harga dirimu heh." Gumamnya sendiri seperti orang sinting.
" Tapi kangennnn , aku benar-benar kangen dengan Levi." ucapnya kini dengan nada manja manja najis seperti anak kecil yang mulutnya minta di taboki ibunya.
.
Ucapan seperti itu jelas jarang dia tunjukkan di depan sang kekasih . Boro-boro mau bersikap manis yang ada Mikasa bersikap jual mahal, mulut tanpa saringan dan bersikap menyebalkan di hadapan Levi. Walaupun sebenarnya Mikasa tidak bermaksud seperti itu kecuali terpaksa meminta di notice.
Dan jangan di kira Mikasa tidak di notice oleh Levi, Levi sangat menoticenya dengan luar biasa . Terkadang satu tamparan maupun tendangan mematikan cukup membuat Mikasa meringis, tapi dia sama sekali tidak marah bahkan terlihat begitu senang.
Sejujurnya Mikasa ingin mengakui bahwa dirinya memang Maso dan mungkin level kemasoannya sudah di atas normal. Kecintaannya pada sosok Levi Ackerman membuatnya berubah 180 derajat dari yang dulu Maso biasa berubah semakin parah menjadi Tsundere Maso.
Kehidupan cinta mereka berdua selama ini penuh dengan warna warni kehidupan. Terkadang adem ayem mirip suasana kuburan waktu malem malem, kadang anget seperti tai ayam bahkan terkadang juga bisa berubah bak petir di siang bolong terjadi pertengkaran hebat mengalahkan perang dunia ke II hanya karena masalah sepele. contoh kecil saja seperti cemburu pada seekor kucing. Kadang Levi dan Mikasa sendiri tidak habis berfikir kenapa juga mereka harus cemburu pada hewan yang kata orang lucu dan penurut ini.
.
Aku hanya tidak terima jika kekasihku lebih banyak waktu membelai kucing kesayangannya daripada membelaiku. Eh!
.
Walaupun terkadang terjadi pertengkaran yang tidak bisa di cerna akal sehat, Hebatnya kisah cinta mereka mampu bertahan selama 8 tahun hingga sekarang. *cie cie langgeng*
Mikasa mulai mengotak atik ponselnya lagi, kali ini gadis itu menatap wallpaper handphonenya cukup lama. Photo wallpaper yang di ambilnya 2 tahun lalu saat perpisahannya dengan Levi. Saat itu Levi terpaksa belajar keluar negeri untuk segera memulai mengurus bisnis ayahnya. Sebelum pergi Levi menyuruh Mikasa untuk menunggunya sampai kembali dari Amerika. Levi juga berjanji akan berusaha menghubungi Mikasa setiap hari.
Dia janjinya begitukan, tapi dasar mulut kardus.
Namun harapan itu harus sirna karena kenyataanya Bang Levi tidak pulang pulang sampai 7 x puasa 7 x lebaran . Sampai-sampai kepulangan Bang Toyib saja kalah lama dengannya. Mikasa hanya berharap setiap hari setidaknya Levi mau meluangkan waktu sebentar saja untuk menelfonnya. Namun naas karena alasan harga pulsa naik dan tower di Amerika runtuh akhir-akhir ini membuat keduanya jarang berkomunikasi.
" Dia yang bilang sendiri akan menghubungiku setiap hari dan apa-apaan ini sudah hampir 1 minggu, Dasar cebol sialan! " gerutu Mikasa kesal sambil di gigiti bantal berbentuk chibi Levi aot kesayangannya itu.
.
Selama ini Mikasa cukup bersabar dan mencoba setia kepada Levi. Bahkan banyak orang yang mengajaknya berselingkuh tapi selalu di tolaknya mentah-mentah. Walaupun setelahnya Mikasa sebenarnya menyesal juga, kan lumayan buat anget-angetan sebentar gitu. Apalagi Eren yang notabene merupakan mantan pacar terindah mencoba menggoda Mikasa lagi. Beruntung iman Mikasa sangat kuat kala itu jadi dia menolak Eren dan membuat pria itu menangis. Hal itu di karenakan jumlah persenan kebuncinan untuk Levi sangatlah besar melebihi dosis keinginannya untuk berselingkuh. Yang lain lewat mungkin seperti itu cara berfikir seorang Mikasa Ackerman. Terlalu garang nan menggoda untuk di tinggalkan.
.
" Sepertinya aku memang harus menghubunginya duluan , lagipula sekarang sudah tidak ada jaman emansipasi wanita." Ucap Mikasa meyakinkan diri, di raihnya ponselnya lagi dan berusaha menekan nomor Levi. Namun lagi-lagi Mikasa ragu dan tertunduk lesu.
" Ini salah ayolah Mikasa otakmu bermasalah."
Mikasa menjambak rambutnya sendiri hingga rontok di tangannya kemudian menaburkannya ke sembarang tempat dengan alaynya.
.
" Memalukan , bagaimana kalau si cebol tai itu menertawakanku. Ini benar-benar membuatku gila." Mikasa menggaruk rambutnya efek 3 hari belum keramas mungkin ketombe sudah menjamur di rambutnya. Mikasa meraih bantal chibi titan kesayangannya lalu di peluknya dengan sangat erat sampai bantal itu mulai kempes.
.
" Kau sedang apa sekarang, Levi?, Apa kau merindukanku di sana? tidak? , Jujur saja sekarang aku sangat me-rin-du-kan-mu." gumamnya terbata-bata dan terkadang terdengar begitu menyedihkan.
.
Beberapa saat kemudian ponsel Mikasa bergetar hebat di tambah volume deringnya sengaja di buat memuncak dan alunan nada dering berkumandang kencang di kamarnya. Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
Dengan secepat kilat mengalahkan rudal nuklir yang di kirimkan rusia Mikasa bersalto menyambar ponselnya dan berguling -guling lagi di atas ranjangnya. Mikasa nyengir dengan anehnya. Wajah Mikasa yang semula kusut bak cucian yang belum di seterika langsung berubah berbinar mirip kucing kesetanan. Matanya menatap layar ponsel yang menunjukkan nama si penelfon –
.
MyCebolayangkupalingperkasa.
.
" Aaaaa...! " Mikasa berteriak histeris, wajahnya memerah penuh nafsu. Degup jantungnya kembang kempis tak menentu mirip seperti korban yang mau di bunuh pembunuh di serial killer favoritnya.
Mikasa sengaja terbatuk untuk mengendalikan suaranya agar tidak terdengar gugup.
" Tes..tes..satu..dua..tiga.."
Dengan wajah di buat datar sedatar panci gosong di dapurnya, Mikasa segera menekan tombol hijau.
.
" Hallo." Ucapnya setenang mungkin dan cukup terdengar manis.
" Apa aku sedang bicara dengan Miss Ackerman?."
" Tidak ada ,salah sambung." kata Mikasa dingin.
" Bisa bicara dengan pacarnya Levi? "
" Di bilangan gak ada,bawel anjing." jawab Mikasa penuh emosi. ups setelah itu Mikasa menutup mulutnya dengan tangan.
" Lalu suara merdu siapa yang sedang berbicara denganku barusan?"
" Sri Asih."
" Slepet aku dong. Aku kira suara kuntilanak barusan."
" Kalau aku kuntilanak kau genderuwonya dasar sialan!" Mikasa langsung cemberut ,sedangkan Levi diseberang telfon tak bisa menahan tawanya lagi.
" Bagaimana kabarmu,Mikasa?" terdengar suara yang sangat di rindukan Mikasa selama seminggu ini . suaranya semakin hari semakin sexy dan berat mengingat usia Levi yang sudah menginjak 24 tahun.
.
" Biasa saja." Ucap Mikasa dengan nada jutek.
.
" Maaf aku baru bisa menghubungimu malam ini, jadwal kuliahku sedang padat sekali, Apa kau baik-baik saja di sana, brat? "
Memangnya aku peduli BAKA!
Mikasa terdiam mau mewek tapi malu, mau ngamuk takut di putusin. kan sayang udah 8 tahun cuy gak lucu tiba-tiba Mikasa nyanyiin lagu kandas. Intinya Mikasa sekarang jadi serba salah.
" Aku benar-benar minta maaf, Mikasa."
Mikasa tidak menyahut.
" Oi bocah kau budek ya?"
Mikasa masih bersikeras diam membisu.
" Bukannya aku sudah bilang kalau wajahmu sangat jelek kalau kau sedang marah terutama hidungmu yang kembang kembis itu tch! mengacalah." ucapan Levi barusan membuat Mikasa ingin menendangnya jika saja orang yang bersangkutan ada di hadapannya. Mikasa kembali terdiam sambil menahan kepalan tangannya. Dasar iblis bantet!Apa tidak bisa bersikap manis sedikit huh!
" ... "
" Oi brat, kau benar-benar marah denganku? " Levi di sebrang sana mulai tampak khawatir dengan kebisuannya .
"..."
" Mikasa..." panggil Levi lirih membuat Mikasa sedikit merasa kasihan.
" Sepertinya kau tak ingin bicara denganku-, padahal aku benar-benar merindukanmu,Mikasa. "
.
Habis sudah kesabaran Mikasa mendengar ucapan terakhir Levi yang begitu menggelitik hati kecilnya. Siapa yang tak tergugah hatinya mendengar ucapannya yang begitu lembut dan menenangkan. Levi memang dari luar terlihat dingin, sangar , ddan sulit di dekati namun sebenarnya dalam hatinya sangat lembut selembut pewangi pakaian Motto.
.
" AKU KESAL PADAMU , AKU LELAH TAU ... KENAPA KAU TIDAK MENGHUBUNGIKU... HIK HIK...AKU SANGAT RINDU PADAMU BODOH , CEBOL SIALAN DASAR BODOH!BODOH!... " Levi segera mengamankan telinganya, menjauhkan ganggang telfonnya sebelum Mikasa berteriak semakin kencang tepat di gendang telinganya .
.
Mikasa tidak mampu lagi menahan tangisnya, hingga mengeluarkan suara tangis cempreng bahkan tidak elit sama sekali untuk di dengar oleh Levi. Untung saja Levi yang terlahir dengan sikap penuh refleksi masih mau menerima dengan berbesar hati sebelum tangannya mencengkram mulut bawel kekasihnya itu.
Levi di seberang hanya bisa terkekeh walaupun dalam hati kecilnya dia juga merasa sakit menahan kerinduannya kepada Mikasa. Levi merasa sangat bersalah beberapa hari ini mengabaikan Mikasa di karenakan pekerjaan Kenny pamannya yang tak kunjung selesei. Levi melakukan ini semua demi kebaikan mereka berdua. Sebagai seorang pria jantan tentu Levi ingin membahagiakan Mikasa bagaimanapun caranya. Meskipun harus mengorbankan waktu, uang maupun pulsanya Levi tidak akan melupakan janji terakhirnya pada Mikasa.
Levi mencoba menenangkan Mikasa, andaikan saja dia berada di dekat gadis itu mungkin Levi langsung mendekapnya dalam pelukan , mencium setiap inci tubuhnya bahkan berakhir anu anu juga tak masalah. Apapun akan Levi lakukan demi membuat Mikasa berhenti menangis.
Setelah setengah jam Mikasa bisa mengontrol dirinya kembali. Rasanya Mikasa ingin sekali tertawa melihat wajahnya di cermin. Matanya sembab bahkan mungkin Mikasa tidak bisa membedakan mana matanya mana hidungnya sekarang. Sumpah wajah habis menangis yang perlu sekali dia sembunyikan dari levi. Bukannya apa-apa Mikasa hanya tidak ingin melihat Levi nafsu melihat wajahnya yang astajim ini.
.
" Sudah lebih baik?" Tanya Levi sedikit khawatir.
.
" Iya " balas Mikasa lirih ,suaranya sedikit parau.
.
" Mikasa, mungkin ini terdengar kejam untukmu-,bisa kau menungguku sedikit lagi, Aku akan menyeleseikan kuliahku di sini dan kembali ke Jepang secepatnya."
.
Kali ini Mikasa terlihat berfikir, Menunggu lagi?
.
" Berapa lama lagi aku harus menunggu Levi?" tanya Mikasa lirih, hatinya serasa diiris.
.
" Satu tahun lagi Mikasa. Aku berjanji aku akan kembali padamu." pinta Levi teramat serius.
"..."
" Apa kau bisa menungguku setahun lagi ,Mikasa?"
.
bukannya Mikasa tidak ingin menunggu Levi, hanya saja sampai kapan dia harus menyiksa dirinya sendiri seperti ini. Mereka berpisah hampir 5 tahun lamanya. selama itu pula Levi tidak pernah datang bahkan sehari saja hanya untuk menemuinya saat ulang tahun. Levi hanya mengirimkan surat beserta hadiahnya saja padahal bukan hal itu yang diinginkan Mikasa. Terkadang mereka berdua hanya saling berbicara lewat telfon itupun karena gratisan dari operator telcumcel yang mahalnya naudzubillah.
Sanggupkah Mikasa menahan deritanya lagi?
Bahagiakah Mikasa jika orang yang di sampingnya bukan Levi?
Sanggupkah Mikasa hidup tanpa sosok Levi di sampingnya?
Pertanyaan –pertanyaan seperti itu selalu berputar di kepala Mikasa.
Mikasa merenung beberapa saat,
.
Kata orang jarak bukan halangan, jodoh atau tidak semua aku percayakan pada Tuhan. Untuk sekarang aku hanya ingin bersama orang yang ku cintai. Hanya satu tahun lagi , iya setahun lagi dan kami akan bersatu. Aku percaya aku bisa melaluinya, Mikasa kau pasti bisa.
.
" Levi..apapun yang terjadi aku akan menunggumu ,aku akan mendukungmu karena aku percaya padamu, dan aku.. aku..aku.. Aku Mencintaimu ." Ucap Mikasa dengan senyuman lembut, wajahnya merona najis setelah mengucapkan kata-kata barusan.
.
1...
.
2...
.
3...
.
loading Complete
.
BHAA! Apa yang barusan aku memalukan dasar mulut bodoh.
.
" Pfft.. kata-kata yang bagus , aku sudah merekamnya bocah."
Levi tertawa lepas mendapat hadiah istimewa dari sang kekasih tsunderenya. Hati Levi sangat bahagia mendengar ucapan Mikasa yang sangat langka.
.
" Cepat hapus itu memalukan brengsek!. " teriak Mikasa dari seberang telfon hingga membuat Levi lagi-lagi menjauhkan sedikit ponselnya karena teriakan cemprengnya mampu merusak gendang telinga.
.
" Cium dulu." Ucap Levi menggoda.
.
" Tidak mau." Tolak Mikasa dengan cepat , wajahnya semakin memerah.
.
" Kiss me Mikasa, please.." Levi memohon , Mikasa yang mendengar permintaannya mau tidak mau luluh lantah.
.
" Muaah. Sudah." Ucap Mikasa singkat.
.
" Apa? Aku tidak dengar"
.
" Kau pasti sengaja kan."
.
" Ulang Aku tidak dengar ,Mikasa."
.
" Muaaaaahhh.." kali ini Mikasa lebih memonyongkon bibirnya , bahkan tidak peduli layar ponselnya kecipratan air liurnya.
.
"Muaahh. " balas Levi.
.
" Emmmuahhh...muaahhh...muaahhh,,,,," balas Mikasa lagi sambil menahan isak tangis bahagia.
.
Keduanya menghabiskan waktu berbicara hingga tanpa sadar membuat Mikasa mengantuk dan tertidur dengan wajah polosnya. Levi masih bisa mendengar suara dengkuran kecil Mikasa dan beberapa saat samar-samar Levi mendengar Mikasa terus memanggil namanya. Hal itu membuat Levi tersenyum kecil.
.
" I'm sorry but I love you, Mikasa. " gumamnya perlahan sebelum mengakhiri panggilan telfonnya.
.
KLIK.
.
.
TBC.
.
.
Harusnya aku buat oneshot tak apalah lumayan buat hiburan 2 chapter tamat kok. Absurd?emang kok penulisnya emang absurd dari jaman bahala jadi gak usah kaget . Berharap kalian menyukai versi Rivamika ini . Jangan lupa di vote and follow ya . terima kasih semuanya yang sudah mampir.
