[ Naruto Second Chance ]

Naruto mendapat kesempatan kedua hidup di Dunia. Sayangnya dia harus menjadi wanita remaja.

Ingatan Naruto kepada teman-teman dan pacaranya yang bernama Hinata Hyuuga, memanglah tidak dihapus namun dengan fisik seorang wanita remaja dan rahasianya tidak boleh terungkap jika terungkap sang Dewa Kematian akan menjemputnya kembali. Apakah semua akan berjalan lancar? Dan apa tujuan Naruto menerima kesempatan keduanya karena dia sosok yang baik maka mendapat kesempatan kedua.

( Sudut pandang Naruto. )

Nama ku Naruto Uzumaki. Aku hanyalah Siswa biasa seperti yang lainnya namun sejak kecelakaan bis saat aku akan pulang sekolah semua kehidupan ku berubah. Sebenarnya aku telah tiada karena 'kesempatan kedua' aku masih ada di Dunia ini.

( Sudut pandang Naruto selesai. )

"Namaku, Naruko Namikaze. Salam kenal semuanya. Semoga kita bisa menjadi teman baik."

Gadis remaja bersurai pirang, bermata biru langit dan memiliki 3 garis tipis di kedua pipinya itu kini dia sedang memperkenal diri di kelas. Para murid di kelas itu seakan dibuat terdiam olehnya, untuk mengingat salah satu teman mereka yang 3 hari lalu pergi meninggal mereka semua selamanya.

"Baiklah Naru, kau bisa duduk di bangku paling belakang dekat nona Hinata," kata seorang guru yang bernama Kakashi Hatake.

"Terima kasih Sensei," balas Naruto sebelum menuju bangkunnya.

'Aku kembali lagi bangku kesayangan ku,' kata batin Naruto.

Semua tidak bisa beralih pandangan ke arah lain sampai gadis remaja yang bernama Hinata Hyuga itu juga melakukan hal yang sama dengan yanglainnya fokus melihat sosok Naruko mirip sekali dengan Naruto.

"Salam kenal ya," ucap Naruto sambil tersenyum kepada Hinata.

"Iya salam kenal juga," jawab Hinata.

'Kelihatannya Hinata baik-baik saja syukurlah,' gumam batin Naruto saat ia duduk ditempat duduknya.

Ke'esokan harinya.

Naruto tidak menyangka bahwa dirinya langsung menjadi populer dikalangan siswi saat berhasil mengalahkan Sakura Haruno, kapten team basket siswi. "Luar biasaaa!!" Teriakan histeris yang ada di ruangan olahraga tepatnya di lapangan basket.

"Ki-kita kalah dengan murid baru," gumam Sakura.

"Dia terlalu hebat. Gaya bermainnya jadi mengingatkanku pada Naruto," ucap Ino, yang kini berada disebelah Sakura.

"Itu hanya kebetulan," sahut Sakura.

Sejak saat itu Naruto yang kini telah di kenal sebagai Naruko, ia menjadi pemain inti tim basket.

Selesainya jam olahraga, Naruto pun pergi menuju kantin sekolah.

'Permainan Sakura dan Ino lumayan juga,' pikir Naruto, Saat dia menyusuri koridor sekolah.

"Minggir!!" teriak Naruto saat bersiap menerobos gerombolan murid yang ada di kantin.

Dari kejauhan seseorang yang sedang duduk disudut ruangan kantin. Ketika melihat Naruto, seseorang itu terlihat sedikit membulatkan mata.

Selesainya Naruto mendapat yang dia cari di kantin, roti dan susu kotak instan rasa stroberry yang sering dia pilih. Naruto lantas menuju atap sekolah.

"Uwaahhh segarrr!" gumam Naruto saat menikmati susu stroberry kesukaannya.

Naruto kali ini memilih untuk sendirian dan menghindari para fans girl yang terus menguntitnya saat jam pelajaran olahraga selesai.

"Dari dulu aku ingin punya fans girl. Tapi kenapa pas saat aku berubah jadi perempuan malah punya fans girl." Naruto mengeluh dengan apa yang terjadi pada dirinya.

Sepoi angin di atap sekolah langsung membuatnya tersenyum sambil memejamkan mata. Dan menikmati semuanya saat duduk di bangku berwarna kecokelatan yang tersedia di atap sekolah yang tiap sisinya dikelilingi terali besi.

"Naruko Namikaze?!" Naruto menoleh ke arah asal suara. Terlihat sosok remaja laki-laki bersurai merah bata kini sedang menuju kearahnya.

"Ga-gaara? Kenapa dia kesini?" kata batin Naruto.

"Iya, kau siapa ya?" tanya Naruto seakan tidak kenal.

Gaara berdiri dihadapan Naruto yang masih tenang duduk di bangku. Gaara yang dulunya adalah rival kedua Naruto kini sedang memberinya secarik amplop yang langsung membuat Naruto menganga lebar dalam batinya.

"Surat?" gumam Naruto.

"Terimalah," ucap Gaara.

Saat Naruto membaca surat itu alangkah terkejutnya dia. Karena dalam surat itu Naruto kini telah ditembak oleh rivalnya sendiri.

"Astaga! Kami-sama kenapa jadi pisang makan pisang begini," gumam batin Naruto.

Jadilah pacarku dan tidak ada kata penolakkan.

By Gaara

Gaara menunggu jawab dari Naruto yang terlihat panik dalam diamnya. Dia membayangkan menjadi pacar seorang Gaara yang terkenal suka berkelahi di sekolah.

"Kenapa kau diam? Aku menunggu jawabanmu," kata Gaara yang kini sedang duduk di sebelah Naruto.

'Sial aku harus jawab apa?!' kata batin Naruto.

"Ano.. Maaf sepertinya aku tidak bisa menjadi pacarmu," jawab Naruto yang langsung mendapat tatap aneh dari Gaara.

'Astaga, dia seperti memaksa,' gumam batin Naruto.

"Beri aku alasan kenapa kau menolak?"

"Be-begini kita tidak saling kenal. Dan ini sangat aneh kenapa kau memintaku menjadi pacarmu?" tanya Naruto.

"Karena aku menyukaimu saat pertama melihatmu," jawab Gaara terlihat sedikit tersenyum darinya.

'Hah! Su-suka aku? Dan Dia tersenyum?' kata batin Naruto.

"Tapi aku tidak mengenalmu. Lagian aku ini murid baru," ujar Naruto.

"Aku menyukaimu, jawablah isi suratku."

"Sekedar alasan suka saja kan? Gaara-kun, maaf aku menolakmu. Mungkin kita lebih baik berteman," ucap Naruto.

'Sial, aku asal bicara. Dan kenapa aku memanggilnya dengan embel-embel kun?' gumam batin Naruto.

Naruto beranjak dari duduknya dan melangkah pergi tanpa satu patah kata pun.

"Naru-chan?!"

'Degh'

Naruto berbalik sambil tersenyum. Tanpa Naruto sadari senyumnya itu membawanya pada masalah yang baru karena yang dia beri senyuman itu, kini sedang terdiam karena pesonanya Naruto.

'Nasibku sangat tragis dan kini aku dipanggil Naru-chan,' gumam batin Naruto.

"Sepertinya aku jatuh cinta padamu," gumam Gaara.

Naruto hanya mematung terdiam seakan sedang tersambar petir setelah mendengar kata-kata Gaara.

"Matilah aku! Seorang Gaara cinta padaku. Aku ini laki-laki! Hoaaaa! Pisang makan pisang!" teriak batin Naruto tidak terima.

Naruto bergegas meninggalkan Gaara. "Sial, kenapa semuanya jadi aneh!" Naruto berlari melewati tiap koridor kelas saat dia berbelok ke kiri menuju lorong arah kelasnya.

'Duugh!'

Nasib buruk menimpan Naruto karena yang terjadi saat ini dia tidak segaja menabrak siswa paling populer di sekolah. Ditambah lagi adegan ciuman tidak segaja itu membuat masalah baru untuknya.

'Hnn? Dia pingsan,' gumam Sasuke Uchiha yang kini menggendong rivalnya itu menuju ruang UKS.

BERSAMBUNG