"Gaada yang sehari langsung beres gitu?"

"Lu kira bikin kopi? Gaada lah, anjir! Makanya, hapalin!"

Air berdecak. Menatap pada sehelai kertas di tangannya, menghela napas kemudian. Ia tidak bisa melakukan apapun selain menuruti apa yang Gopal bilang. Jika boleh jujur, ini merepotkan. Sama sekali bukan gayanya untuk bermain-main musik sekalipun itu 'hanya' bernyanyi sambil memetik gitar. Tapi bila kembali diingat tujuannya ingin tampil saat pensi nanti, mau tidak mau Air harus mengesampingkan rasa malasnya.

"Gaada yang instan. Kalo mau hasilnya sempurna, perlu latihan, Ir." Teguran dikeluarkan dari sang vokalis. Hal itu membuat Air merotasikan matanya.

Kembali pada rangkaian lirik di hadapannya, Air bergumam mencoba menghapal kalimat-kalimat yang rasanya susah sekali menerap pada kepalanya.

"Yu, coba sekali lagi."

Waktu istirahat sudah habis, Fang mengambil posisi duduk di sebelah Air. Ia menyetel gitar, diikuti oleh Taufan di seberang dengan bass yang sudah ada di pangkuannya. Gopal juga menarik Cajon, dan mengambil posisi.

"Ayo bisa, Ir! Demi pujaan hati." Taufan bersuara. Mencoba memberi semangat walau dengan senyum anehnya.

Air mengernyit, lalu menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal. Ia, ragu.

"Tiba-tiba ngantuk, gais."

Semua alat musik yang dipegang personil band itu diangkat, Fang, Gopal, ataupun Taufan siap menimpa Air dengan alat mereka bila perlu.

Refleks menutupi kepala dengan kedua tangannya akibat takut, pada akhirnya Air menyerah. "Iya, iya!"

0o0

why if in the first place our eyes met

why if i have courage to tell you the truth

but well, in the end you love him anyway

-It's Hurt Anyway by Midnight Miracle

0o0

Midnight Miracle, band indie populer terutama di kalangan remaja, yang mendiami sekolah yang sama dengan Air. Para personilnya pun merupakan teman dekatnya, termasuk Daun sang gitaris yang belakangan ini tidak ikut latihan karena sakit.

Dua minggu lalu, Air mengatakan seandainya ia bisa membawakan lagu yang mencurahkan isi hatinya untuk seseorang. Sebenarnya hal tersebut iseng ia ucap, namun karena Taufan yang mendengarnya, maka asal ucap berubah menjadi doa. Dan band lelaki itu mewujudkannya walau dengan segudang paksaan. Alasan bagi mereka sih sederhana, yaitu demi kelanjutan pensi agar tambah meriah. Namun bagi Air maknanya lain, karena ada perasaan yang selama ini ia pendam, ditahan selama bertahun-tahun. Yaitu mencintai seseorang, yang bahkan tak bisa ia miliki.

Dan disinilah ia sekarang. Berdiri menggantikan posisi Fang, sebagai lead vocalist sambil memegang gitar. Empat temannya yang lain juga mengisi penuh panggung dengan peran masing-masing. Mereka saling melempar senyum satu sama lain.

Suara riuh penonton menuntut agar lagu segera dinyanyikan. Single terbaru dari Midnight Miracle, berjudul It's Hurt Anyway.

Lampu-lampu kecil gaya tumblr menggantung memenuhi udara, berpendar warna warm white yang membuat acara ini terkesan hangat namun meriah disaat yang bersamaan.

Degup jantung Air berpacu lebih cepat dari biasanya. Kepalanya pening, bahkan perutnya mendadak mual.

Masih terpaku pada posisinya, teriakan-teriakan tersebut berubah menjadi dengungan pada telinga Air.

"Air!"

"Air!"

Namun kemudian matanya berlabuh pada gadis yang tersenyum lebar di bawah, berdiri di tengah kerumunan, tampak paling bersinar dengan bando kuning yang ia pakai.

"Ying," gumam Air.

"Air!"

Penampilannya cantik hari ini. Membuat tatapannya tak bisa lepas dari sana untuk beberapa detik. Sampai akhirnya, seorang pemuda lain datang merangkul gadis itu. Halilintar, kekasihnya.

"Air!"

"Hah?"

Lihat, bahkan karena jatuh cinta membuat halu-nya tampak menyakitkan.

"Jangan ngelamun, fokus! Ayo lanjut latihan." Gopal bersungut.

"Jadi ga mood, sumpah."

end

#dailydrabblechallenge

Prompt by himmedelweiss

ok, apa ini!?

Extra:

It's Hurt Anyway Lyric by Midnight Miracle

[chorus: all]

it's hurt it's hurt anyway

but i keep my feeling that way

your eyes still same from that day

oh man why u did this to me again

[verse 1: Air]

don't you know it's hard to believe

don't you know there's not an excuse to admit

don't you know it's freakin out right here

don't you know i'm trying to tell you something

[pre-chorus: Air]

why if in the first place our eyes met

why if i have courage to tell you the truth

but well, in the end you love him anyway

[back to chorus]

[bridge: Air, Fang, Taufan]

i want to hate you but i want to love you

it's a kind of feeling that i got everyday

seeing you with him from here it's wasting

but well, it's still hurt anyway

[back to chorus]