"Hey, Apa kau tahu disekolah kita itu ada pintu masuk ke Dunia Wonderland lho"
"Apa ?! aku baru dengar hal itu, Coba ceritakan semuanya padaku ~"
"Ya. Ya. Dengar dengan seriusnya ~. Apa kau tahu Undermyth, katanya tempat itu mirip Wonderland lho ~. Apapun yang kita inginkan akan terwujud di Undermyth Keren'kan ? ~ "
"Benarkah ?! Oh aku ingat sesuatu, kata beberapa siswa banyak orang hilang belakangan ini, apa mungkin mereka berhasil ke Undermyth ? Kalau memang iya, beruntung sekali mereka. Aku jadi ingin kesana ~"
"Jangan banyak berkhayal hal aneh, hanya orang tertentu saja yang bisa kesana. Ngomong-ngomong ayo pulang, Hari sudah mulai gelap"
"Yap ~"
Disclaimer: Boboiboy bukan milik saya, namun milik Monsta. Saya disini hanya meminjam karakternya saja
.
.
.
Warning: Typo dimana-mana, Plesetan Merk dagang OOC tingkat tinggi, Bahasa Indonesia kacau balau, Tidak sesuai KBBI dan Norma yang ada, Newbie
.
.
.
Enjoy ~ !
ƈɦǟք օռɛ: ʍʏ𐀀ɦ
Solar memandang rangkaian bunga yang ada dihalaman sekolah dengan heran. Pasalnya siapa yang menanam bunga merah nan mematikan itu, Jika memang tumbuh sendiri itu mustahil. Pasalnya ini bukan di jepang melainkan Malaysia, mana mungkin bunga itu tumbuh di negara beriklim tropis seperti Asia Tenggara yang panasnya setara dengan Afrika selatan. Sial, dia jadi teringat lagu Waka Waka (This Time For Africa) yang dinyanyikan Shakira dalam Official FIFA Word Cup 2010 lalu
"Lar, kenapa kau berhenti. Ayo cepat jalannya"Seru Pemuda beriris hijau menarik lengan bajunya
"Kak Thorn, Apa kakak tau siapa yang menanam bunga ini ? Atau salah satu dari anggota Klub kakak ada yang menanamnya ?"Tanya Solar pada pemuda disebelahnya
"Seingatku tidak ada yang menanam bunga seperti ini. Memangnya kenapa Lar ?"Tanya Thorn dengan bingung sembari menatap kedua objek yang dimaksud. Solar dan Bunga itu.
Jadi bukan Kak Thorn yang menanamnya lalu siapa ? Batin Solar kembali melihat kearah bunga yang kini memenuhi sebagian taman sekolah. Jikalau Pak Tukang kebun yang biasanya mengurusi Taman sekolah tidak mengambil cuti mungkin ia bisa bertanya pada beliau tentang siapa yang menanam bunga ini dalam waktu semalam saja. Huh, dia benar-benar dibuat bingung pagi-pagi begini
"Solar,Apa kau baik-baik saja ?"
"Ya kak, aku baik-baik saja. Kak ayo kita ke kelas" Ucap Solar sembari melanjutkan jalannya
Seluet manusia di sela-sela batang pohon hanya memperhatikan keduanya dalam diam, Entah apa yang dia lakukan dibalik sana. Senyuman terukir diwajah yang tertutup bayang- bayang pepohonan yang rimbun
"Aku menemukan kalian... Daun.Cahaya"
Benar saja, Seharusnya ia fokus mendengar materi yang Bu Mawa jelaskan namun nyatanya dirinya malah termenung sembari memikirkan siapa yang menanam bunga itu di taman sekolah. Bukannya ia melarang atau tak memperbolehkan menanam bunga di Taman sekolah, namun menurut buku yang ia baca bunga itu-
Brak !
"Lar, Ayo ke kantin !"
Solar terhenyak kaget lalu menoleh kearah dua pemuda yang kini menggebrak mejanya keras tak lupa dengan tatapan kesal miliknya, jika jantung bisa bicara maka sudah dari tadi Jantung Solar mengeluarkan kata-kata indah yang merusak kesucian telinga
"Bisakah kalian berdua tidak mengagetkanku Kak Blaze. Kak Upan"Geramnya menatap nyalang kedua pemuda yang kini tengah meredakan tawa mereka
"Hah... Habis kau dipanggil gak nyaut-nyaut sih"Ucap pemuda bernuansa merah terang yang dipanggil Kak Blaze sembari memasang cengirannya
"Ya. Memang apa yang kau pikirkan sih Tuan Jenius" Lanjut pemuda lain bernuansa biru muda yang dipanggil Kak Upan atau Taufan
"Bukan. Bukan apa-apa, dimana yang lain ?"Tanya Solar sambil melihat yang lain
"Kantin. Ayo cepet kesana sebelum Gempa memarahi kita"Ucap Taufan sembari menarik tangan keduanya dengan kuat
Lorong-lorong kelas kali ini lumayan sepi dari biasanya ditambah suasananya begitu dingin dan mencekam, membuat mereka bertiga nampak was-was dan terus menoleh ke segala arah. Sial, kenapa tiba-tiba suasana sekolah berubah drastis seperti ini. Suasananya mirip seperti game Dret Out yang pernah anak ketiga dari saudara kembar mereka mainkan. Ya, siapa lagi kalau bukan Al-Mukkarram Gempa
"Lar, Cuma perasaanku saja atau memang seluruh tempat ini semakin berbeda ya"Ucap Taufan sambil melihat kesegala arah
Sontak saja Solar langsung menolehkan pandangannya kearah yang dilihat Kakaknya barusan dengan seksama, dinding yang tadinya berwarna putih mulai berubah menjadi warna pudar begitupun dengan lantai dan jendela yang ada dilorong-lorong, asap berwarna hitam kelabu mulai muncul dan menyelimuti lorong bersamaan dengan asap berwarna merah yang bercampur dan entah muncul darimana
"Kak Upan. Solar. Sebaiknya kita lari saja deh"Ucap Blaze pelan menoleh kearah dua saudaranya
"Kak Blaze benar, selain untuk mempercepat kita bertemu Kak Gempa kita juga memperkecil hal-hal aneh yang akan terjadi selanjutnya"Ucap Solar membenarkan kacamata visornya
"Kalau begitu tunggu apalagi. Ayo lari"
Prang !
Mereka bertiga langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati vas-vas bunga yang tersusun dijendela jatuh kelantai. Tak sampai situ saja Papan mading, loker sepatu bahkan sampai papan nama kelas bergerak secara misterius ditambah dengan lampu lorong dibelakang mereka yang juga mati. Tentu semua itu menambah kesan bahwa keadaan seperti mereka saat ini jauh dari kata aman. Taufan yang memang berada dibelakang Solar dan juga Blaze langsung menarik tangan mereka kemudian berlari, entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak ditambah dengan suasana Lorong bak suasana Komplek kuburan jeruk purut. Lengkap sudah semuanya ibarat Paket Ayam KPC ditemani oleh kentang goreng renyah dan Co*a co*a dingin, Wuuih banget pastinya'kan. Aduh, Author jadi laper bayangin ini :v
"Api... Angin... Cahaya..."
"Su-Suara siapa itu ?!"Seru Taufan sembari melihat ke saudaranya yang lain
"GAK DENGER. GAK DENGER. AKU GAK DENGER APA-APA"Seru Blaze sembari menutup kedua mata dan telinganya. Lah kok"Kak Blaze buka matanya Kak, Gimana mau liat jalan kalo ditutup !"Seru Solar yang berada disebelahnya
"Oh ya lupa. TAPI TADI SUARA APA ?!"Lanjutnya lagi sembari melihat kearah Solar dan Taufan
"MENEKETEHE BLAZE BROTHER"Seru Solar tak peduli
"KALEM WOY AND BAHASA HELP YA DI CORRECT IT DULU"
"BASTARD, YOU SENDIRI !"
"TOLONG YA KALIAN BERDUA DI KONDISIKAN. HADOH... AYA AYA WAE DUA BARUDAK TEH"Seru Taufan dengan bahasa yang Author saja tidak tau apa artinya :v
Suara langkah kaki terdengar dari belakang mereka bertiga. Mau tak mau mereka harus melihatnya, siapa tahu itu teman saru sekolah mereka atau mungkin saja Gempa yang menyusul mereka karena lama.Yah mereka berharap itu Gempa yang murka karena lama menunggu mereka menjemput Solar yang letak kelasnya tidak terlalu jauh dari kantin, dengan perlahan mereka kembali melihat kebelakang dan langsung saja menambah kecepatan berlari ketahap Maksimum. Mereka gak salah liat'kan ?! Mana... Mana mungkin Setan di Game Dread Out tiba-tiba nyasar kedunia nyata, Parahnya kesekolah mereka lagi ! Muri Muri*
"APA-APAAN INI SEMUA YA ALLAH !"Seru Blaze sembari menambah kecepatan larinya bahkan mendahului Taufan dan Solar yang tadi ada di depannya. Namanya juga atlet bola yang kerjaannya lari keliling lapangan, wajarlah kalo larinya cepet bak cacing kepanasan
"CK. SOLAR KAU BAWA PONSEL GAK"Seru Taufan sembari menatap Solar yang memasang ekspresi panik
Sumpah, Taufan pingin ketawa ngeliat muka Solar yang biasanya bikin mual, muntah, mata merah, hidung tersumpat dan diare berubah jadi mirip patung harimau lucu di Indonesia (Lah) . Ugh, Tahan pan, Tahan ! Jangan Ketawa Taufan ! Jangan ketawa ! Kalo lo ketawa, Bensin Pertamax gak bakal minjemin Hpnya dan kalo hpnya gak dipinjemin mampus lo semua. Batin Taufan meredakan urat tawanya
"Bawa, Emang mau buat apa" Solar merogok saku seragamnya kemudian menyerahkan ponsel Bermerek HuaMei Nova 6 miliknya
"Ada deh"
"CK. AWAS YA KALO RUSAK GANTI" Taufan hanya memandang malas adiknya
"Terserah"
Dengan lihai Taufan menggerakkan jarinya men klik icon foto pada layar kemudian membidik monster berbentuk aneh itu dengan kamera ponsel yang sudah dilengkapi dengan fitur B612, Jadi makin cantik deh foto dari penampakan yang diambil Taufan. Kayak realistis gitu, Moga aja tuh penampakan gak minta fotonya dicuci. Kalo dicuci kan repot, yang harus ke tukang fotocopy siapa ? Ya Taufan. Yang nungguin siapa ? Ya Taufan Trus yang harus bayar juga siapa ? Ya Taufan juga. Misquen dah Taufan, Udah disuruh ganti bantalnya Ice yang gak sengaja kerobek, Ganti Touch Screeennya Solar yang rusak karena Manusia tampan macam dia dan terakhir harus ganti teflonnya Gempa yang bolong karna yah... Manusia tampan juga, Ya'kan. Kalo penampakannya orang lebay kayak Solar mending dia gak usah difoto, kalo difoto ntar minta dicuciin lagi... Kan mager. Oke Oke lanjut
Suara rengekan dari sosok itu menggema dalam lorong yang membuat Solar dan Blaze menatap Taufan yang masih memotret sosok itu dengan ponselnya, partikel cahaya kuning melapisi sosok itu saat dipotret dan seketika raganya menghilang bersama partikel cahaya tersebut. Sungguh magic ya...
"Dia hilang"Gumam Blaze
Mereka bertiga tersentak saat ada yang menyenggol bahu mereka, Terlihat siswi perempuan tengah meminta maaf pada mereka kemudian mulai bergabung dengan gerombolan siswi-siswi lainnya
"Suasananya juga kembali normal, kita kembali ke dunia kita"Gumam Taufan
"Kak Taufan, sebaiknya kita segera beritahu Kak Gempa soal kejadian barusan. Kalau perlu kita beritahu Yaya dan yang lain"
"Itu terserahmu dan ini. Hpmu aman'kan kalo aku pake"Ucap Taufan memasang cengiran khasnya
"Terah. Jom ke kantin lagi, aku lapar"
"Yuk"
.
.
.
𐀀օ ɮɛ ƈօռ𐀀ɨռʊɛɖ
Keterangan;
Muri-Muri* : Artinya Tidak mungkin dalam bahasa jepang ( Kanji : 無理 )
