Yo, Cuma pengen bilang terima kasih buat anda semua yang membaca fanfic pertama saya...

btw kayanya saya bakal skip intro HOTDnya dan cerita aslinya saya ubah dikit karena saya lagi ada urusan jadi harus saya rush ceritanya, tapi untuk chapter selanjutnya saya usahain untum tetap stay on line.

PERINGATAN : OC OP, Bahasa agak amburadul

dah ya gitu aja, selamat membaca.


11.34

SMK Swasta 4

"Dah lah, peduli amat sama sekolah." Reza bilang. Baru-baru ini Reza di Drop Out oleh kepala sekolah karena masalah absensi dan selalu mencari masalah dengan sekolah lain, Mau tidak mau kepala sekolah harus memberi hukuman yang berat seperti D.O agar dapat membuat dirinya menjadi lebih disiplin.

Reza dengan santainya berjalan menuju rumah, saking santainya ia tidak melihat keadaan sekitar dan menabrak seseorang.

"WOI! KALO JALAN LIAT KEDEPAN!" terlihat Seorang pria yang memakai Hoodie hitam memarahinya.

Reza langsung berdiri dan mengabaikan pria tersebut. Tentu saja pria tersebut tidak akan tinggal diam. Dia berdiri dan berlari ke arah Reza dan mendorongnya sehingga Reza terjatuh. Namun parahnya, Reza terjatuh mengarah ke jalanan dan sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. Dan seketika itu, ia tewas ditempat.


15.20

Tempat tak diketahui

"Anjir... kepala gua sakit parah..." Reza terbangun sembari mengelus kepalanya.

Ia pun mengecek keadaan sekitar, Tetapi ia mulai panik karena dia berada di tempat yang ia tak ketahui, dan lebih anehnya, dia terbangun tepat ditengah sungai.

"Bentar-bentar..."

"Gua ada dimana ini?! perasaan gua jatih di jalan raya, kok gua malah ada disini?"

setelah beberapa menit, akhirnya dia bisa menenangkan dirinya, dia sadar dia bukan berada dinegaranya karena dia tau tata kota dan gaya rumah yang sama sekali berbeda dari negaranya. Namun... ada sati hal yang janggal, seperti Asap dimana-mana, suara tembakan yang tiada hentinya, teriakan yang terdengar teriakan ketakutan. Dia tahu bahwa sesuatu sedang terjadi dan dia butuh senjata karena apa yang terjadi sekarang itu pasti sangat buruk.

"Ck, padahal gua lagi enak-enak santai malah dikirim kesini... gua juga butuh senjata... oh iya!" Reza membuka tasnya dan voila, Sebuah keris dan Belati!

Kenapa bisa dia membawa senjata di tasnya itu karena kehidupan sekolahnya... Ya lu pasti taulah.

Dia memegang kerisnya di tangan kanan, untuk belati ia taruh di kantong celananya karena kebetulan kantong celananya lumayan dalam.

Dia langsung bergegas pergi dari sungak tersebut dan memutuskan untuk pergi menghindari kota. Setelah beberapa jam

dia menemukan sebuah sekolah yang bernama Fujimi Academy. nama sekolahnya tercantum didepan gerbang sekolah lengkap dengan bahasa Inggrisnya.

'Bentar... Akademi Fu.. Ji.. Mi.. keknya gua di jepang yak... apa cina?' Reza kebingungan karena dia tidak pernah bertemu seseorang selama perjalanannya.

'Gerbangnya roboh... ada yang maling apa gimana ini, sampe ada darah disini...' Reza pikir.

Mau tidak mau Reza harus memasuki sekolah tersebut karena dia ingin mendapatkan petunjuk atas apa yang terjadi selama ini. Ketika Reza berada di depan akademi, dia melihat sebuah wanita yabg memakai seragam sekolah yang mungkin seragam akademi ini. Entah kenapa cara wanita tersebut berjalan agak aneh seperti pincang.

Reza harus menanyakan wanita tersebut karena wanita tersebut satu-satunya petunjuk.

"Er... Oi, you over there!" Reza teriak

'Waktunya jadi sarjana bahasa inggris' Reza menyeringai.

Wanita tersebut langsung berhenti.

'NICE!' Reza tersenyum

"Excuse me, miss... do you know what is goi-" Reza jeda omongannya, si Wanita masih diam berdiri.

"Uh... Miss??"

Si Wanita berbalik badan dan berjalan mengarah Reza, Matanya seperti kena katarak, hidung dan mulut yang berdarah, dan jalannya yang pincang memaksa Reza melangkah ke belakang.

"Miss, are you alright?" Tanya Reza.

Tidak ada jawaban dan wanita tersebut tetap berjalan ke arah Reza.

"Miss, this ain't funny... You better stop right now!"

Tidak ada jawaban.

"Miss, you leave me no choice, you better stop or i will fuck you up!"

Tidak ada jawaban, si wanita terus berjalan dan mendekat sehingga Reza kehabisan tempat untuk mundur.

'Tuh cewek udah gak normal, lehernya kayaknya kerobek terus dia jalannya biasa aja. Apa iya gua ngehadapin zombie sekarang?' Reza bingung.

Tiba-tiba 'mayat' wanita tersebut berada didepannya dan Membuat reza menusuk perut wanita tersebut karena reflex dari tubuhnya. Dan sama saja, 'mayat' tersebut tetap mengejar Reza seakan tidak terjadi apa-apa.

'Fix udah, Zombie ini... pantesan sepi dijalanan terus banyak suara tembakan di kota' Reza pikir. Ia langsung mempersiapkan Battle-style nya. Keris miliknya berada di tangan kanan dan belatinya ia pakai untuk tangan kirinya.

'Kebetulan gua mau latihan, lu pada bisa jadi alat latih gua kayaknya... mau lu zombie atai jin atau apalah itu gia sekaramg gak peduli lagi'

Reza siap-siap dan langsung berlari ke mayat wanita tersebut, dengan keris di tangan kanannya ia dengan mudah menusuk kepalanya dari bawah lalu dengan belatinya ia menusuk dari samping kepala mayat tersebut, dan menarik kedua senjata tajamnya sehingga dapat merobek tengkoraknya.

'Mampus lu!' Reza menyeringai sembari melihat mayat tersebut. Dan mayat tersebut tidak bergerak lagi.

'Kepala ya...' Reza akhirnya menemukan titik lemah mereka.

Seketika dibelakang Reza terdapat segerombolan zombie yang datang, tetapi jatak satu sama lain cukup terbuka yang artinya kesempatan untuk kabur untuk berjaga-jaga jika keadaan memburuk cukup besar. Reza tersenyum, sudah lama sekali ia ingin menjadi One-man army karena ia dapat melawan dan menghancurkan musuh dalam jumlah yang banyak.

15.20

Akademi Fujimi

"HISASHI, KITA AKAN PERGI KE ATAP!" Teriak seorang pria.

"Baiklah! Ayo, Rei!" Ia menjawab dan memegang tangan wanita tersebut.

"I-Iya" Wanita tersebut mengangguk.


15.20

Akademi Fujimi

"Hey, gendut! jangan pernah mencoba untuk menyentuh ku dengan tangan mu!"

teriak wanita.

"Baiklah, Takagi-san... Kau tetap berada dibelakangku" jawab seorang pria.

"Kau itu siapa yang berani memberiku preintah?!"


15.25

Akademi Fujimi

"Nyonya Shizuka, Kau tidak apa-apa? aku akan melindungimu dari orang-orang ini!" Teriak seorang pria

"Kenapa ini bisa terjadi kepadaku, banyak sekali murid yang sakit" Dia merasa lelah karena mengurus semua murid yang 'sakit'.

"MARIKAWA-SENSEI, INI BUKAN SAATNYA UNTUK BERPIKIR SEPERTI ITU KAN?!" Pria tersebut kaget apa yang wanita tersebut katakan.

CLANK*

Kacanya tidak dapat menahan serangan tersebut dan pecah sehingga pria tersebut tergigit.

"Huh... AAAAAAAAAAAAAARRRRGGGGG... SENSEI, PERGI!!!" Teriak pria tersebut.

"A-ahh... S-siapa namamu tadi?!" Wanita tersebut tak bisa melakukan apa-apa.

"HUH?!"

Seketika sebuah grup zombie berjalan mengarah Wanita tersebut.

"T-tunggu" Wanita tersebut ketakutan.

Tiba-tiba salah satu zombie terpental dari tempatnya dan datanglah seorang wanita berambut ungu dan memakai sebuah pedang, dia menyerang mayat tersebut dengan gerekan yang elegan.

"Siapa namamu?" Tanya wanita berambut ungu kepada pria yang tergigit.

"K-Kazu... Ishii... guok" dia menjawab dan memuntahkan darah.

"Ishii-kun ya... Kau telah menyelamatkan Marikawa-sensei, aku kagum atas keberanianmu. Kau tahu apa yang terjadi ketika tergigit? Apakah kau mau keluarga dan teman-temanmu melihatmu seperti itu? aku tak pernah membunuh seseorang sebelumnya, tetapi aku akan membantumu." Wanita berambut ungu tersebut menepuk pundak pria tersebut dan menatapnya.

"Tolong... Lakukan..." Jawab pria tersebut, Dia pasrah dan tersenyum.

Wanita tersebut mengangguk dan berdiri, Perawat heran apa yang dia lakukan.

"T-Tunggu, apa yang akan kau lakukan?" tanya perawat.

"Tolong jangan mengganggu, Pria ini akan mati secara hormat" dia bersiap menebas Pria tersebut.

"T-Tungg-"

SPLASH*


15.37

Akademi Fujimi

'Gila njir, banyak amat ini... tapi worth it lah... udah lama gua gak ngerasain kayak gini' Dia bersender ke dinding dan menghela napas, dia berhasil membunuh mayat-mayat tersebut, jumlah yabg ia bunuh 19 mayat.

'Ya... terus sekarang gua harus ngapain?'

Dia bingung harus kemana karena ada total 3-5 gedung di akademi. akhirnya dia memilih gedung yang paling dekat. Pada saat menjelajahi gedung dan membersihkan beberala zombie, Reza mendengar sebuah jeritan wanita. Iablangsung lari menuju tangga dan menemukan sepasang wanita dikelilingi zombie, Reza segera mengeluarkan belati dan Kerisnya lalu melompat untuk mendang salah satu mayat tersebut. kedua wanita tersebut terkejut akan apa yang terjadi, laku memfokuskan pandangan mereka ke lelaki tersebut.

'Ngincer cewek bos? banci' Dia senyum lalu melompat lagi dan menusuk salah satu mayat tersebut dari atas menggunakan keris, dan belati di tangan kirinya menusuk kepala mayat lainnya dari samping. Setelah beberapa detik, hanya tersisa tiga mayat, lalu Reza memutarkan dirinya sehingga mengenai salah satu leher mereka sehingga kepala mereka terpisah dari bahunya, hal ini berlaku untuk dua mayat lainnya karena Reza terus berputar. Kedua gadis syok dan kagum melihat penyelamatnya dapat mengalahlan semua mayat disekeliling mereka. Reza akhirnya berhenti memutar dan menghela nafas, gerakan tadi tetap saja membuat dirinya pusing. Setelah beberapa detik dan akhirnya pandangan Reza membaik, dia lalu mngalihkan pandangannya ke kedua gadis tersebut.

kedua gadis tersebut melamun dan baru sadar saat dilihat oleh Reza.

"(N-Namaku Toshimi Niki, T-Terima kasib karena sudah menolong kami (Dalam Bahasa Jepang))" Salah satu gadis dengan tambung di kepang menangis.

"(Namaku Misuzu Ichijou, Aku juga berterima kasih atas apa yang kau perbuat)" Jawab salah satu gadis lainnya

"Er... English?" Reza kebingungan.