A/N :
Seseorang ngasih tantangan, bikin FF Yaoi
Me : Oke. Ga masalah. Yaoi adalah hidup-
Chanyeol Ukenya.
Me : Oke. Masalah:'D
Nb : Jadi intinya, ini adalah FF Chanbaek- ralat! Ini adalah FF Baekchan. Chanyeol yang jadi ukenya, saudara-saudari~ Ugh! Air mataku:'D Awas gila, karena genrenya ff ini juga 'gila', bukan? Ga percaya silahkan scroll(!):D
"Chanyeol. Namaku Byun Chanyeol." Chanyeol membungkuk ramah kemudian menampilkan senyuman semanis gulanya. *muntah dong!:)
Dan Baekhyun langsung tersedak oleh liurnya sendiri kala mendengar penuturan itu. Lain halnya dengan teman-teman seperkemahannya yang lain. Mereka menanggapinya dengan biasa dan bahkan bertepuk tangan setelah pria itu memperkenalkan diri.
"Manisnya~"
"Chanyeol? Pria cantik yang menduduki posisi teratas di mading utama sekolah kita?!"
"Daebak! Senyumannya membuat juniorku menegang." *juniormu ga waras demi tuhan.
"C-C-Chanyeol~ kenapa kau sangat cantik, sayang?"
Suasana perkemahan sekolah tersebut tampak riuh oleh nama pria yang baru saja perkenalan. Sedangkan pria manis yang disinggung hanya tersenyum malu-malu. Iya, Chanyeol. Yang kumaksud adalah Chanyeol.
Aku juga tidak percaya. Tapi lanjut baca saja, ya?
"Ok, baiklah. Terimakasih atas perkenalanmu, manis. Kau boleh duduk. Sekarang kita akan berlanjut ke perkenalan siswa lainnya." Ujar Lay.
Chanyeol kembali mendudukkan bokongnya di atas tanah lembab yang berada di sisi api unggun itu. Ia mengambil posisi di samping Baekhyun, pria yang menatap datar orang-orang yang menggoda Chanyeol.
"Kenapa kau memakai margaku di awal namamu?" Tanya Baekhyun sedikit ketus.
Chanyeol mengerucutkan bibirnya lucu, "Tidak boleh, ya? Lagian itu untuk latihan sebelum kau menikahiku nanti!" Ujar Chanyeol yang hanya dibalas gelengan heran oleh Byun Baekhyun
"Baek, aku dingin~" Gumam Chanyeol seraya menggesek-gesekkan tangannya. Wajah manisnya tersiram oleh cahaya rembulan yang menambah kesan anggun pada pria itu.
"Lalu?" Balas Baekhyun datar. Ia kembali menyesap kopi di gelas stereofom dengan mata yang kini beralih pada pria yang tengah memperkenalkan diri.
"Hangatkan aku!" Chanyeol mengerucutkan bibirnya, sebal. Ia begitu jengkel dengan Baekhyun yang sangat tidak peka. "Baek!"
Kini mata Chanyeol mengikuti arah pandang kemana Baekhyun menatap.
"Dia manis." Gumam Baekhyun seraya tersenyum tampan, menyimak pria yang tengah memperkenalkan dirinya malu-malu.
"Huh? Kim Jongin yang itu maksudmu?" Chanyeol menatap tidak rela pada Jongin yang tengah tersenyum manis kemudian membungkuk sebagai akhir dari sesi perkenalannya.
Baekhyun mengangguk pelan, "Hn."
Chanyeol mencebikkan bibirnya, "Dia itu tidak ada apa-apanya, tau! Byun Chanyeol jauh lebih manis, ugh."
Baekhyun sedikit berjengit kaget kala merasa pundaknya tiba-tiba lebih berat.
Chanyeol memeluk lengannya erat, seakan takut kehilangan pria tampan itu. Menjadi alasan kenapa Baekhyun tersenyum geli sekarang.
Baekhyun mengusak surai halus Chanyeol gemas, "Yeollie-ku cemburu, hm?" Tanya Baekhyun kala mendengar rengekan di balik lengannya.
Chanyeol hanya mengangguk tanpa mau menatap pria itu. Sesekali Ia akan mengusap-usapkan wajahnya pada lengan sweater pria tampan itu.
Cabut nyawaku, Ya Dewa:')
Baekhyun mendengar kekehan dari sisi kanannya. Baekhyun menoleh, mendapati Luhan yang tengah memangku dagu seraya tersenyum.
"Dia sedang merajuk?" Tanya Luhan menunjuk Chanyeol dengan dagunya.
"Yaah~ begitulah."
"Menggemaskan sekali." Baru saja Luhan hendak menyentuh kepala Chanyeol, namun sebuah tangan lebih dulu menepisnya kasar.
"Dilarang menyentuh milikku." Tegas Baekhyun dengan tatapan menusuk.
"Wow, santai, bung. Aku tidak akan mengambil Chanyeol-mu itu. Aku sudah punya yang lebih manis di dalam tenda sedang tertidur pulas." Ujar Luhan.
"Cih, kalau begitu urus si Sehunmu itu. Kenapa malah mengganggu Uke orang hah?" Dengus Baekhyun.
"Ada apa sih? Kenapa ribut sekali~" Rengek Chanyeol seraya mengucek matanya yang tampak sayu karena mengantuk.
Baekhyun tersenyum kemudian mengecup singkat bibir Chanyeol. Alhasil membuat pria mungil itu bersemu merah. Kata mungil untuk mendeskripsikan tubuh Chanyeol, serius.
"Yeollie sudah mengantuk?" Baekhyun mengelus sayang pipi putih nan mulus itu.
Chanyeol mengangguk pelan dengan wajah muram, "Tapi acaranya belum selesai. Yeollie akan dimarahi kalau tidur di tengah acara. Yeollie takut dengan Suho-sunbae."
Baekhyun menggeleng, "Tidak perlu takut. Aku akan meminta izin pada Suho agar kau lebih dulu tidur di tenda."
Chanyeol mengangguk setuju.
Baru saja Baekhyun akan beranjak, namun sebuah tangan mungil lebih dulu menahannya. "K-kau juga minta izin, ya?"
"Huh?" Bingung Baekhyun.
"T-temani Yeollie di tenda." Cicit Chanyeol.
Baekhyun terkekeh, "Nee."
"Suho-ah, aku mohon izin agar diperbolehkan lebih dulu istirahat di tenda. Chanyeol sudah sangat mengantuk, dia memintaku untuk menemaninya saat di tenda nanti, jika kau mengizinkan." Ujar Baekhyun seraya mengusap tengkuknya yang sedikit meremang karena suhu malam hari yang dingin.
"I-itu..." Suho menggigit bibir bawahnya ragu. "A-aku tanya Lay dulu saja sebaiknya!" Ujar Suho dibalas anggukan singkat oleh Baekhyun.
"Ada apa, sayang?" Tanya Lay yang ternyata sedari tadi sedang menyimak pembicaraan.
"C-Chanyeol minta izin tadi. Dia dan Baekhyun izin agar lebih dulu istirahat. Menurutmu bagaimana?" Tanya Suho.
"Hn? Ne, tentu saja boleh. Pergilah, tapi jangan berbuat yang tidak-tidak selama di tenda, nee. Mengingat Baekhyun sangat perkasa di atas ranjang, uhuk." Goda Lay sontak membuat Baekhyun tertawa canggung. Astaga.
"Kalau begitu, aku pamit dulu, ya."
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Kyungsoo pada pria mungil yang tengah duduk meringkuk di depan tenda.
Pria itu mengusap hidungnya, "Sedang menunggu Baekhyun-nya Yeollie! Apa kau melihatnya? Ini sudah lebih dari sepuluh menit. Yeollie rindu-hiks..."
Kyungsoo mengerjapkan matanya kala melihat pria itu terisak pada lipatan tangannya di atas lututnya yang tertekuk. Menggemaskan.
Kyungsoo tidak tahan untuk tidak menyentuh surak lembut itu, "Gwenchana, Baekhyun-mu pasti akan segera tiba. Ngomong-ngomong siapa namamu?"
Chanyeol mendongak, mendapati pria jangkung yang tengah tersenyum tampan ke arahnya. Kyungsoo jangkung, kalian mengalami kesulitan dalam memvisualisasikannya?:'D
Sama.
"C-Chanyeol. Byun Chanyeol." Bibirnya bergetar akibat kedinginan, mengundang senyuman simpul di bibir Kyungsoo.
"Namaku Do Kyungsoo, panggil saja Kyungsoo." Ujarnya. "Kau kedinginan?"
Chanyeol mengangguk, mengeratkan pelukannya pada lengannya sendiri. "Yeollie sudah mengadu pada Baekhyun kalau Yeollie kedinginan. Tapi Baekhyun tidak peduli."
Kyungsoo memandangi pria itu beberapa detik. Entah apa yang begitu mendorongnya untuk melepaskan jaket yang Ia pakai kemudian menyampirkannya pada punggunh sempit Chanyeol.
Chanyeol sedikit berjengit kala merasakan kehangatan menjalar di punggungnya, bahkan hingga ke relung hatinya tatkala Ia mendapati sebuah senyuman lembut yang ditujukan padanya.
Namun...
BUGH!
"Baekhyun!" Pekik Chanyeol.
Dada Baekhyun kembang kempis, tak terima Chanyeol diperlakukan manis oleh orang lain. Byun Baekhyun adalah pria dingin, yang sebenarnya sangat irit bicara, namun kalau sudah dihadapkan dengan keadaan seperti ini, Ia tidak akan bisa diam.
Baekhyun menyeringai kala Kyungsoo tersungkur di lantai dengan luka lebam pada ujung bibirnya. Pukulan Baekhyun memang tidak pernah melesat.
"Baekhyun, apa yang kau lakukan?!" Panik Chanyeol, Ia segera menghampiri Kyungsoo yang tampak tidak baik di sana.
Baekhyun berantem sial:')
Byun Baekhyun memasukkan kedua tangannya pada saku, menatap datar pada Chanyeol yang membantu Kyungsoo untuk bangkit.
"Kau suka diperlakukan seperti itu dengan pria lain?" Baekhyun mendecih. "Kalau tahu begitu, kenapa kau tidak menyuruh priamu itu untuk meminta izin pada Suho agar kau lebih dulu istirahat?"
"Baekhyun, aku tidak-"
"Dia sudah lama menunggumu." Ucap Kyungsoo. Ia bangkit, berdiri di depan Baekhyun. "Dia kedinginan, dan kau tidak peduli. Bukankah kau terlihat bodoh karena masih tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini?"
Baekhyun mendecih geli, kemudian maju satu langkah untuk meraih kerah baju Kyungsoo, "Kalau aku tidak peduli, aku tidak akan memohon izin untuknya pada Suho, sial." Bisik Baekhyun penuh penekanan. Setelahnya, Ia menghempaskan tubuh Kyungsoo, membuat pria itu mundur dua langkah.
"Aku pergi." Ujar Baekhyun kelewat datar.
"Baek..." Lirih Chanyeol dengan nada pilunya.
Baekhyun berjalan, meninggalkan Chanyeol dan pria jangkung itu. Rasanya jantung Baekhyun begitu berkecamuk mengetahui Chanyeol yang merona akibat perbuatan pria lain seperti tadi.
"Ta-tapi Yeollie sudah menunggu Baekhyun dari tadi. A-apa Yeollie masih harus tetap ditinggalkan?" Tukas Chanyeol pada Baekhyun yang masih tetap berjalan.
Namun beberapa langkah kemudian, Baekhyun berhenti. Kepalanya menoleh ke kanan, melirik Chanyeol dari ekor matanya.
"Cepatlah, sebelum aku benar-benar meninggalkanmu." Ujar Baekhyun.
"A-apa?"
"Tidak mau, ya sudah aku-"
"Yeollie mauuu~"
Brugh!
Ujung bibir Baekhyun ditarik kala merasakan sepasang tangan mungil melingkari pinggangnya. Itu Chanyeol.
"Jangan tinggalkan Yeollie terus!" Dengus Chanyeol menggemaskan.
"Ne... ne..." Kekeh Baekhyun.
"Janji?" Cicit Chanyeol di punggung sang dominan.
Baekhyun segera menarik Chanyeol ke tempat yang lebih sepi. Membalikkan tubug pria itu untuk menghadapnya.
"Aku janji, tapi ada syaratnya." Ucap Baekhyun, tersenyum simpul.
"Eung?" Chanyeol memiringkan kepalanya bingung.
Baekhyun menunjuk bibirnya dengan telunjuk, sontak membuat wajah pria mungil itu bersemu merah.
"Cium daddy. Di sini."
'A-apa-apaan panggilan itu!?'
Chanyeol menggigit bibir bawahnya, melangkah maju untuk mendekati Baekhyun. Kemudian berjinjit untuk mengikis jarak antara mereka berdua. Berjinjit, sial:)
CUP.
"Oke, sud-heummmphh~" Baru saja Chanyeol melepaskan, namun tangan Baekhyun lebih dulu menahan tengkuknya.
Baekhyun melumat bibir tipis itu, meraupnya seakan hari ini adalah hari terakhir Ia dapat mencicipi bibir manis itu. Kepalanya Ia miringkan ke kiri dan ke kanan untuk mengeksploitasi rongga mulut Chanyeol lebih lagi. Mengajak lidah pria manis itu untuk bertarung.
"Baek-heumphh s-sesakhh~" Chanyeol mendorong-dorong dada Baekhyun saat merasa pasokan oksigen sangat minim.
Baekhyun mengerti, Ia segera mengakhiri pagutan panas itu dengan kecupan singkat.
"Aku mencintaimu." Baekhyun mengecuonya sekali lagi, kemudian menautkan jemarinya pada jemari Chanyeol.
"Yeollie juga cinta daddy Baek!" Chanyeol menyengir lucu. Kayak minta digampar gituabaikan.
"Mau ke tenda?" Tawar Baekhyun dibalas anggukan semangat oleh Chanyeol.
"Ne!" Chanyeol memeluk lengan Baekhyun, membiarkan pria tampan itu membawa dirinya. Entah itu ke tenda, perkemahan, atau bahkan hingga ke pelaminan, Chanyeol tidak akan keberatan.
Selama itu Byun Baekhyun, dan dia sendiri adalah Byun Chanyeol, pria manis itu tidak akan pernah keberatan.
Bintang-bintang-yang bahkan tak lebih indah dari kehidupan mereka-bertaburan di langit biru tua di sana. Menambah kesan euforia meski dingin tetap menjalar pada tubuh keduanya.
FIN.
Buat yang merasa gila karena baca FF ini, kuanjurkan untuk membaca EPILOGUE-nya. Tenang~ tenang~ aku tanggung jawab kok atas ketidakwarasan kita bersama.
Mari mewaraskan diri sejenak.
[Epilogue]
"Baek... Yeollie t-takut..." Lirih pria manis itu seraya memeluk erat lengan pria di sampingnya.
"Wae? Apa yang membuat-"
"Meteor!" Seru Chanyeol.
"Apa?"
"Me-meteornya datang ke arah kita!"
"Mana-GYAAAAA!" Pekik Baekhyun tatkala sebuah meteor raksasa memercik cahaya, menghampiri dan menghantam seluruh penggalan bumi.
BRAK!
"Meteor! Meteor! Meteor!" Rusuh Chanyeol dengan kepala menggeleng ke kiri dan ke kanan.
"METEOR JIDATMU! INI METEOR!"
"Hah-"
BYUURR
"B-Baek apa yang kau lakukan pada Yeollie?" Tanya Chanyeol sontak membuat mata Baekhyun membelalak.
"Yach! Sejak kapan kau menyebut dirimu sendiri dengan panggilan menggelikan itu!? Cepat bangun, dan habiskan sarapanmu!" Omel Baekhyun.
"Ta-tapi kenapa?"
BLETAK!
"ANAK-ANAK SUDAH MENUNGGU HAMPIR SETENGAH JAM HANYA UNTUK DIANTAR OLEH TUKANG TIDUR SEPERTIMU, SIALAN!" Mata Baekhyun melotot layaknya akan keluar dari rongganya.
"K-kau sudah masak sarapan? K-kenapa tidak membangunkanku? Mian aku tidak bisa melayanimu dengan baik." Chanyeol menunduk sedih. Tidak tahu saja bagaimana emosi Baekhyun yang meluap-luap.
"KAU?! BUAT SARAPAN?! CUIH, MONGRYEONG SAJA MATI KELAPARAN KARENA TIDAK DIBERI MAKAN SELAMA AKU ARISAN DI RUMAH LUHAN!"
Chanyeol mendongakkan kepalanya dengan cepat, "A-arisan? Kau dan Luhan? Kenapa bukan Sehun dan aku? Sejak kapan Seme ikut arisan, Baek?"
Hening.
Masih hening.
Hening.
"Appa! Eomma! Cudah bangun belum? Yuan mau ketemu teman-teman di cekolah nih. Boleh cepat tidak?" Teriak Park Yuan, anak dari Park Baekhyun dan Park Chanyeol.
Baekhyun tersenyum miring kemudian mengangguk-angguk penuh emosi. "Geurae! Aku yang seme, kan?"
"Eung. Kan memang begitu." Chanyeol mengerjapkan matanya.
Baekhyun mengerjapkan matanya sejenak. Kemudian tertawa senang. Begitu senang. Sampai-sampai Ia memukul pundak Chanyeol, begitu tergelitiknya dengan penuturan Chanyeol.
Horor. Kini tawa Baekhyun berubah menjadi tatapan datar. Mencekam.
"Tidak ada jatah hari ini."
"Apa?" Sedangkan Chanyeol masih terbawa efek mimpinya. Belum sadar akan kenyataan yang Ia hadapi. "Baek, bukannya kau sem-"
"Bersetubuh dengan bokongmu sendiri, sial. Aku tidak akan sudi menungging sampai pagi lagi!" Ucap Baekhyun melancarkan ultimatumnya.
BRAK!
Pintu tertutup, bersamaan dengan Chanyeol yang mulai mengernyit berpikir. Mencoba mencerna setiap perkataan yang Baekhyun lontarkan.
Chanyeol mengusap tengkuknya.
Basah.
Oh, iya, Baekhyun menyiramnya tadi.
Kenapa?
Karena Chanyeol tidak mau bangun.
Dan...
Itu artinya semuanya hanyalah mimpi; perkemahan, Baekhyun adalah Seme, Kyungsoo jangkung, Suho yang pemalu, Jongin si pria manis, Chanyeol yang Uke. Semua adalah mimpi.
'Bersetubuh dengan bokongmu sendiri, sial. Aku tidak akan sudi menungging sampai pagi lagi!'
Dan, sialnya. Kalimat di atas, tidak.
Itu nyata, dan Chanyeol-pun frustasi.
END.
Authorpun gila:'D Aku nangis nulisnya yaampun:'D Geli, jijik, ilfeel, pas nulis Chanyeol yang sok manis.
Maap dah kalo kurang ngefeel:v Ini juga gegara postingan si Tiara Fitria Pangesti ntuh. Aku minta tantangan, trus dia ngasih tantangan beginian:') Udah halal banget ya buat di sleding nih anak:' Gg canda~
Ini sebenarnya udah selesai dr semalam, gapake epilog. Cuman tau ga sih?:') Malamnya aku mimpi buruk. Mana mimpinya berasa kea nonton b*kep lagi? Aslinya ga pernah.
Masa aku mimpi Baekhyun nyolok Ceye sih?! Au ah.
Makanya aku bikin epilognya. Biar malam ini tidurku agak lebih tenang sedikit. Semoga.
Tinggalin jejak ya, mau krisar juga gapapa. Keluarkan uneg-uneg kalian:')
Kenapa coba, harus nih FF Gila yang jadi postingan pertama aing di FFN?
