Haikyuu © Haruichi Furudate

Rambut © Franada Aland

WARN: typo, genderbend, OOC, Fem!Kenma, dll

Pairing: Kuroo Tetsurou x Kozume Kenma


Hampir satu tahun Kenma tak pernah memotong rambut, padahal dia biasanya akan ke salon ketika rambut sudah melewati bahu. Namun, kini, rambut gadis itu sudah hampir menyentuh pantat, bahkan setiap kali berlatih voli harus susah mengikat walau terkadang dibantu yang lain. Bahkan sahabatnya—yakni Kuroo Tetsurou sudah menyarankan Kenma untuk memotong rambut saja, tapi Kenma selalu menolak.

Terkadang, tidak tega melihat bagaimana perjuangan Kenma untuk mengurus rambutnya itu. Seringkali Kuroo melihat ketika Kenma hendak berangkat sekolah, dia kesulitan untuk memakai sepatu sehingga harus menyibakkan rambutnya ke belakang telinga beberapa kali. Gadis dengan rambut pudding itu juga terkadang kesulitan untuk menyisir rambut. Pernah sekali ketika olahraga berenang, rambut Kenma benar-benar kusut dan sulit untuk disisir, mendengar ceritanya mau tidak mau membuat Kuroo ingin tertawa.

Padahal, Kenma tidak suka dengan hal-hal menyusahkan begitu, tapi kenapa sekarang dia rela mengurus rambut panjang yang membuat stress? Menghabiskan banyak shampo, air dan waktu. Namun, bisa diakui bahwa Kuroo sedikit terhibur karena wajah Kenma menjadi lebih sering mengeluarkan ekspresi (walaupun asam) ketika stress rambut melanda.

Meskipun menghibur begitu, tak pernah sekalipun Kuroo berhenti untuk menyarankan pemotongan rambut saat Kenma mulai stress.

"Bukan nya lebih baik dipotong saja? Aku tak tega melihat wajahmu yang setiap hari dipasang ekspresi asam begitu," ucap Kuroo selagi membantu Kenma menyisir rambut; sedikit dusta agar dirinya tak terlihat jahat.

"Tidak," respon Kenma singkat seperti biasa, mengambil sisir dari tangan Kuroo ketika dirasa rambutnya sudah rapih, "Aku malas ke salon."

Alis Kuroo terangkat, baru kali ini dia mendengar alasan Kenma, setelah puluhan kali menyarankan potong rambut, "Bukankah dulu kau rajin ke salon untuk potong rambut?" tanya nya.

"Jadwal di Nekoma lebih padat," jawab Kenma ketus.

Kali ini dahi Kuroo mengerut, memikirkan jawaban Kenma yang cukup masuk akal. Jadwal ketika masih SMP dan sesudah SMA itu memang berbeda. Bisa dikatakan bila SMP, Kenma memiliki banyak waktu untuk bermain PSP dan game-game kesayangan nya sementara saat SMA—dia masih bisa memainkan semua game itu. Tidak ada bedanya? Mata Kuroo memicing.

"Kenma ... jangan bilang kalau kau punya orang yang disukai?" goda Kuroo dengan intonasi menyebalkan yang sukses membuat Kenma hampir tersedak air yang sedang diminum.

"Hah?"

"Kau rela mengurus rambut menyusahkan itu, kenapa lagi jika bukan karena menyukai orang hm hm hmmm?" lagi-lagi Kuroo menggunakan intonasi yang sama, membuat Kenma kesal dibuatnya.

"Tidak! Aku sudah bilang sedang malas ke salon," bantah Kenma dengan rona di wajah yang tak luput dari pandangan Kuroo.

Senyuman jahil kapten voli putra Nekoma itu terukir, memilih untuk berpura-pura tak melihat rona Kenma dan mengambil tas nya.

"Yahh! Lebih baik untuk segera pulang dan kau bisa membicarakan orang yang disukai itu sepuasnya!" ujar Kuroo lalu mendapat tatapan tajam dari Kenma, "Jangan lupa kenalkan padaku! Ayo!"

Kenma yang telah selesai membereskan barang-barangnya menghela nafas, dia melihat punggung Kuroo yang mulai menjauh dari pandangan, keluar dari gedung olahraga yang tadi hanya tersisa mereka berdua. Mengambil tas dan berlari kecil menyusul Kuroo, Kenma membatin:

'Kuroo bego, kapan sadarnya?'

Tentu yang bersangkutan hanya memasang senyum dengan gumaman tidak jelas.

.

.

.

.

.

OMAKE

Latihan voli telah berakhir, putra dan putri disatukan karena gedung yang lain tengah mengalami renovasi. Seperti biasa, Kenma selalu menunggu Kuroo untuk pulang bersama. Sebagai pengusir rasa bosan, PSP pun dia keluarkan dari tasnya. Memainkan beberapa game ringan yang dapat menghiburnya.

"Aku tak menyangka siswi anak kelas satu banyak yang menyukai Kuroo," sebuah suara berhasil membuat Kenma mengalihkan fokus, dia melirik sumber dan tampak seorang pemuda yang dia tahu sebagai Morisuke Yaku.

"Oh benarkah?" tanya yang lain, kalau tidak salah ... dia itu Nobuyuki Kai?

"Yups! Bahkan banyak yang menanyakan tipe nya Kuroo hahahaha!" tawa Yaku terlihat lepas.

"Hmm ... lalu bagaimana?"

"Aku bilang saja kalau dia menyukai wanita berambut panjang."

Rambut panjang, ya?

Kenma termenung sejenak, dia melirik ke arah rambutnya sendiri yang mencapai bahu saja tidak. Kali ini dahinya sedikit berkerut, bahkan mengabaikan tulisan Game Over di layar PSP. Setelah cukup lama berpikir, Kenma mengangguk pada pikiran nya sendiri.

Mulai saat itu, dia tak akan pernah memotong rambut.

END

A/N: halo aku baru di fandom ini~ dan langsung suka KuroKen saat melihat mereka, akhirnya memutuskan untuk membuat ini sebagai konstribusi/? semoga pembaca sekalian menyukai cerita nya!

Terima kasih telah membaca!