I'm a Sex Angel!
by
Yamaguchi Suguri
CHEERS!
"Hey, hey, Chanyeol-ssi apakah kau mempunyai kekasih?"
"Kekasih?"
Pertanyaan semacam itu sudah sering Chanyeol dengar dari para pengunjung di restoran tempatnya bekerja paruh waktu. Ia bahkan sudah memiliki jawaban yang sama yang akan selalu ia gunakan untuk menjawab rasa penasaran orang-orang.
"Untuk sekarang aku belum menemukan seseorang yang tepat."
"Sayang sekali, padahal kau begitu tampan. Benar kan?" seorang gadis bertanya pada temannya yang dijawab dengan anggukan tanda ia menyetujui pendapat itu.
"Pergilah keluar denganku, Chanyeol-ssi!"
"Huh? Hey! Itu tidak adil, mulailah dari awal!"
"Kau sudah memiliki kekasih, omong-omong."
"Itu tidak ada hubungannya dengan ini."
"Apa-apaan, kau mengerikan."
"Hey, Chanyeol-ssi, siapa yang lebih kau sukai? Aku atau dia?"
Chanyeol hanya bisa tersenyum kikuk dan perlahan mulai menjauh dari meja kedua gadis tersebut saat keduanya masih belum berhenti untuk berdebat. Ya, kira-kira obrolan seperti itulah yang harus Chanyeol saksikan tiap ia mengantarkan pesanan ke meja pengunjung, terlebih kepada para gadis-gadis genit yang tidak pernah berhenti untuk menggodanya.
"Hey, aku membutuhkan sedikit bantuan di sini!"
"Ah, okay!"
Sebuah suara dari arah dapur mengalihkan perhatian Chanyeol, sambil membawa piring dan gelas yang kotor ia memasuki dapur dan menemukan Sehun—teman kerja paruh waktunya yang sedang menyiapkan pesanan.
"Terima kasih Sehun, kau menyelamatkanku."
"Meskipun sebenarnya aku ingin menontonnya sedikit lebih lama, berhentilah mendapatkan hiburan dari itu."
"Aku buruk jika berurusan dengan gadis menyebalkan seperti itu," kata Chanyeol sambil mencuci peralatan kotor yang ada di wastafel.
"Aku tidak memahamimu. Itu sempurna ketika mereka sedikit mengganggu, kau tahu? Tidak menarik jika seseorang acuh tak acuh pada segala hal," Sehun membuka suara dan segera mendapat atensi Chanyeol. "Siapa tahu, mungkin seseorang yang aneh atau sedikit menyebalkan akan membuka sebuah dunia baru untukmu."
"Apa maksudmu dengan 'sebuah dunia baru'?" Chanyeol hanya menatap bingung pada Sehun tak begitu memahami maksud ucapan lelaki yang lebih muda darinya itu.
Sedang Sehun hanya bergumam tak jelas dan mengangkat bahunya acuh.
DING DONG
Chanyeol mengerang mendapati seseorang memencet bel flatnya tanpa sabaran, terlebih lagi yang membuatnya kesal adalah siapa gerangan yang tengah malam seperti ini mengunjunginya. Ia bahkan baru beberapa saat mengistirahatkan badan lelahnya. Sambil bergerak malas ia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah gontai untuk membuka pintu flatnya.
"Ya...?"
Setelah membuka pintu flatnya, Chanyeol mendapati seorang lelaki mungil yang terlihat kebingungan di hadapannya.
"Ah, Um..." lelaki mungil tersebut menghentikan ucapannya dengan ragu dan menelisik ke arah Chanyeol. "Apakah kau Park Chanyeol-ssi?"
"Uh benar... Siapa kau?"
"Um, kumohon..."
"TOLONGLAH BERCINTA DENGANKU!"
Lelaki mungil yang ternyata memiliki sepasang sayap berwarna putih di punggunggnya itu menautkan kedua tangannya didepan dada sambil memohon pada Chanyeol. Sedangkan Chanyeol yang mendengar penuturan mahluk mungil didepannya hanya bisa melebarkan kedua matanya, terkejut. Lalu tanpa menunggu lama Chanyeol berusaha mengabaikan lelaki tersebut dan mencoba untuk menutup pintu flatnya. Namun usahanya gagal karena ternyata lelaki mungil tadi mencoba menahan pintu yang seakan menjepit badannya.
"Tolonglah setidaknya dengarkan aku..."
Masih dengan kedua tangan yang saling bertautan didepan dadanya, lelaki mungil tersebut memohon pada Chanyeol sambil terisak. Matanya yang bening bahkan sudah berkaca-kaca karena menahan tangisnya. Chanyeol yang tak tega melihatnya pun akhirnya mau tak mau membiarkan lelaki mungil itu untuk masuk ke dalam flatnya.
"Um... Namaku Baekhyun, dan aku seorang malaikat."
"Malaikat?"
Lelaki yang ternyata bernama Baekhyun itu menganggukkan kepalanya antusias. "Aku datang kesini demi studiku."
"Kami para malaikat menghadiri akademi untuk menjadi archangels."
"Okay..."
Kemudian Baekhyun menceritakan secara detail tujuan ia datang menemui Chanyeol. Bahwa di akademi malaikat, mereka diajarkan hal-hal seperti peraturan untuk archangels, regulasi dan pedoman. Tapi pada saat ini mereka dikirim ke bumi untuk menyelesaikan studi sosial mereka. Tak lupa Baekhyun juga menjelaskan bahwa gurunya mengatakan apabila ingin menjadi archangels, mereka harus memahami ekologi manusia secara menyeluruh. Hanya yang berpengalaman saja yang bisa mengambil ujian untuk menjadi archangels.
"Pertama-tama, kita harus menemukan pasangan yang akan bekerja sama dengan kita... tapi... aku sudah di sini untuk sementara waktu tapi... tidak ada satupun yang mau mendengarkan apa yang aku katakan."
Chanyeol mendengarkan semua ucapan Baekhyun tapi sejujurnya ia tidak terlalu memahaminya. Sedangkan lelaki mungil tadi menjelaskan dengan antusias bahkan ia sempat menangis saat menceritakan bahwa manusia-manusia yang telah ia temui sebelumnya tidak ada yang percaya dengan perkataannya bahkan mendengarkannya pun tidak.
Apakah Baekhyun berpikir bahwa Chanyeol akan memercayainya? Tidak semudah itu.
"Kau adalah orang pertama yang mendengarkanku dengan baik seperti ini..."
"Tunggu sebentar, terpikir olehku bagaimana kau tahu namaku? Itu tidak tertulis di luar."
"Aku tahu itu karena aku melihatmu. Di surga, ada jumlah basis data yang tak terbatas yang bisa kau akses jika melengkapi persyaratannya." Tiba-tiba Baekhyun mengeluarkan sebuah buku yang ternyata berisi biodata lengkap tentang Chanyeol. "Lihatlah! Seperti inilah profilmu terlihat, Chanyeol-ssi!"
Chanyeol mengernyit mendapati semua yang tertulis dalam buku tersebut adalah benar. Mulai dari nama lengkap, tempat tanggal lahir, umur, golongan darah, berat dan tinggi badan. Kemudian yang paling membuatnya terkejut adalah di buku tersebut bahkan tertulis bahwa Chanyeol kehilangan keperjakaannya saat berusia 16, mantan pasangannya adalah seorang kakak kelas yang 2 tahun lebih tua, setelah itu ia berkencan dengan 3 orang namun tidak berlangsung lama atau pada tahapan yang serius dan saat ini sedang tidak memiliki kekasih.
"Bukankan ini menakjubkan?"
"Tidak mungkin..."
"Chanyeol-ssi..."
Baekhyun merangkak mendekat pada posisi Chanyeol duduk, ia harus menengadah untuk menatap wajah lelaki tinggi tersebut, "Aku datang kesini untuk menjadi malaikat agung eros, dan untuk mencapainya aku membutuhkan bantuan manusia, dan itu adalah kau Chanyeol-ssi." Chanyeol masih setia menatap wajah Baekhyun yang mulai menunjukkan wajah memelasnya, "Tolonglah bercinta denganku."
"Tidak. Itu tidak akan terjadi." Chanyeol menolaknya dengan tegas. Ia berdiri dan menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun.
"Kenapa tidak?! P-PLEASE! 99 ORANG MANUSIA YANG AKU MINTA SEBELUMNYA MENOLAKNYA! KAU ADALAH KANDIDAT TERAKHIRKU!"
Baekhyun langsung berteriak histeris dan bahkan sudah mulai menangis. Air matanya berlomba-lomba keluar membasahi pipi tembamnya yang membuatnya sungguh terlihat menggemaskan.
"Akademi yang kau bicarakan terdengar mencurigakan dan sangat jauh dari kenyataan. Aku merasa sulit percaya bahwa kau adalah seorang malaikat."
"Aku bahkan memakai lingkaran cahayaku," jelas Baekhyun. Ia langsung menyentuh lingkaran cahaya yang ada tepat di atas kepalanya dengan kedua tangannya, berusaha meyakinkan Chanyeol.
"Sudahlah, itu mencurigakan."
Tak tinggal diam, Baekhyun yang masih menangis langsung menarik ujung kaos yang dikenakan Chanyeol, "Jika aku tidak mendapatkan pasangan secepatnya, mereka akan memutuskan bahwa aku tidak punya bakat untuk ini dan mereka mungkin tidak akan membiarkanku untuk mengikuti ujian..."
Chanyeol mengusak rambutnya kasar, ia merasa frustasi menghadapi seseorang yang mengaku sebagai malaikat dengan permintaan anehnya. Lelaki itu berdehem dan kembali membuka suara.
"Awalnya aku heran apakah aku dipermainkan oleh seseorang yang bekerja di industri seks, tapi kurasa aku salah," Chanyeol menepuk dahinya merasa heran pada dirinya sendiri. "Aku bahkan mendengarkan keseluruhan ceritamu, pasti ada sesuatu yang salah denganku."
Baekhyun terus saja merengek dengan wajah yang masih dipenuhi dengan air mata, ia juga berulang kali menghentakkan kedua kakinya. "Jika dipikir-pikir kau masih dibawah umur kan? Ini sudah larut lebih baik kau pulang, atau aku akan menelpon polisi, Baekhyun."
"TIDAK! Aku akan gagal pada tingkat ini. Aku tidak akan pulang sampai kau mau menjadi pasanganku!"
"Lepaskan mejanya," perintah Chanyeol.
Mendengus pelan, Chanyeol sedang berusaha melepaskan Baekhyun saat si malaikat mungil tersebut justru memeluk erat kaki meja di ruang tamunya, bersikeras tidak ingin meninggalkan flat milik Chanyeol. Jujur Chanyeol cukup terperangah dengan kelakuan ajaib Baekhyun, ia bahkan mengancam akan menelpon polisi. Tanpa disadari, tiba-tiba Chanyeol jatuh dengan posisi terlentang dengan jel berwarna hijau lengket yang menempel di beberapa bagian tubuhnya yang seolah memenjaranya sehingga tubuhnya menempel pada lantai.
"Apa ini?"
"Ini adalah sihir. Aku tidak mengharapkan ini terjadi... tapi aku melakukan ini untukmu, jadi aku tidak punya pilihan lain..." Baekhyun menunduk dengan wajah yang ditekuk, terlihat tidak senang. "Ini karena kau tidak percaya bahwa aku adalah malaikat."
"Baiklah, aku percaya bahwa kau adalah malaikat. Jadi sekarang, bisakah kau lepaskan aku?"
Baekhyun tak benar mendengarkan perkataan Chanyeol, kedua tangannya justru sudah membuka kaitan dan risleting celana yang dikenakan Chanyeol sehingga membuat lelaki tinggi itu terkejut. Lelaki mungil tersebut memanfaatkan keadaan Chanyeol yang tak mungkin melawannya. Tanpa aba-aba Baekhyun sudah melepas celana yang melekat pada kaki panjang Chanyeol dan menurunkannya sampai batas mata kaki.
"T—tunggu! Kenapa kau menelanjangiku?!"
"Maaf, tapi aku tidak bisa berhenti sekarang."
"Jika aku tidak menemukan pasangan secepatnya, aku benar-benar akan gagal dalam studiku. Aku tidak bisa membujuk orang sebaik malaikat yang lain, dan aku selalu mengacaukannya tapi..." Baekhyun menjeda kalimatnya saat dengan kurang ajarnya tangan kanannya sudah menyentuh kejantanan milik Chanyeol. "Aku cukup percaya diri pada area ini."
"Ah, tunggu..."
Tak lama kemudian wajah Baekhyun sudah berada tepat didepan selangkangan Chanyeol yang sudah terbuka lebar. Lelaki mungil itu menggenggam kejantanan Chanyeol lalu menjilatnya dan tanpa ragu langsung memasukannya ke dalam mulut mungilnya.
"Ini mengeras," kata Baekhyun sambil terus memainkan kejantanan Chanyeol yang sudah mulai mengeras.
"Ngh, lepaskan aku."
"Tapi ini belum cukup untuk kita membentuk sebuah ikatan."
"Ah—"
"Ah—mph."
"Kejantananmu menjadi sangat besar," Baekhyun mengenggam kembali kejantanan yang sudah mengeras tersebut dengan kedua tangan lentiknya, kembali mengurut dan mengocoknya dengan perlahan. Membuat Chanyeol mendesah seksi dengan suara beratnya yang tertahan. Si tinggi sudah mulai menikmati perlakuan Baekhyun yang memanjakan kejantanannya, sedangkan si mungil cukup puas memainkan kejantanan Chanyeol yang berukuran besar dan membuatnya gemas. Bahkan cairan pre-cum milik Chanyeol sudah mengotori mulut Baekhyun.
"Cairan tubuh malaikat memang memiliki efek seperti afrodisiak, kau benar-benar membuat wajah yang mesum, Chanyeol-ssi," Ya, afrodisiak adalah sejenis zat yang mampu membangkitkan gairah seksual, tak heran Chanyeol kelimpungan dibuatnya. Lelaki mungil tersebut bangkit dan menelanjangi dirinya sendiri, membuatnya sudah telanjang bulat di hadapan Chanyeol.
"Aku senang kalau kau menikmatinya."
"Tunggu dulu, ini—"
Berbeda dengan Baekhyun yang sudah telanjang bulat, Chanyeol masih mengenakan kaosnya. Tak menunggu lama, Baekhyun segera memposisikan dirinya diatas tubuh Chanyeol yang terlentang di lantai dengan lubangnya yang berada tepat di atas penis Chanyeol yang sudah mengacung dengan gagahnya —seakan menantangnya. Lelaki mungil itu langsung memasukkan penis Chanyeol ke dalam lubangnya yang berkedut dan sudah sangat basah.
"Aku tidak bisa menunggunya lagi."
Dengan posisi yang berada di atas tubuh Chanyeol, Baekhyun mulai menggerakakkan tubuhnya demi mendapatkan kenikmatan yang diinginkannya. Matanya yang sipit merem-melek keenakan dan bibirnya yang tipis tak berhenti mengeluarkan desahan erotis.
"Ah—"
"Ahn—ngh."
"Chanyeol-ssi, kau begitu licin," desahan keduanya saling bersahut-sahutan saat Baekhyun menggerakkan tubuhnya dengan tempo yang lebih cepat, hal itu membuat ujung penis Chanyeol tepat mengenai titik sensitifnya.
"Bagaimana denganmu, Chanyeol-ssi? Ahn— Apakah... terasa enak berada di dalamku?" Masih terdiam dan menonton tubuh Baekhyun yang masih terlonjak-lonjak diatasnya, Chanyeol tanpa disangka-sangka membalikkan posisi sehingga sekarang ia yang menindih tubuh mungil Baekhyun.
"Wah!" Baekhyun berjengit kaget.
"Ouch!"
"Beri aku waktu istirahat."
Seolah tuli dengan perkataan Baekhyun, Chanyeol justru langsung menghentak masuk penisnya dengan kasar. Kedua kaki Baekhyun terbuka lebar mengangkangi Chanyeol, lelaki mungil tersebut bahkan sudah menjilati jari-jari tangannya sendiri—menahan kenikmatan yang menyerangnya. Ia bahkan sudah terisak pelan tak kuasa menahan gejolak gairah yang begitu memabukkan.
"Aku tidak suka hal-hal seperti pemerkosaan terbalik," setelah beberapa saat akhirnya Chanyeol membuka suara.
"Ah—aku ingin keluar."
"Atau apakah mereka mengajarimu untuk melakukannya di akademi?"
"Tidak."
"Ah—"
"Chanyeol-ssi..."
Mereka mengubah posisi sehingga saat ini Baekhyun duduk diatas pangkuan Chanyeol—tanpa melepaskan penyatuan mereka. Tangan kanan Chanyeol meremas pantat sintal Baekhyun sedang tangan kirinya digunakan untuk mengelus pelan punggung mulus Baekhyun.
"Apa kau suka disentuh di pangkal sayapmu?"
"Aku menyukainya. Tolong sentuh aku."
"Bagaimana dengan di dalam? Dan nipplemu?"
"Tolong sentuh aku di manapun."
Baekhyun benar-benar kehilangan kewarasannya, ia tak tahu bahwa bercinta bisa senikmat ini. Kedua tangannya ia kalungkan pada leher Chanyeol, sedang si tinggi masih terus menggerakkan bagian bawah tubuhnya terus menyentak si mungil sambil mulutnya bekerja untuk mengemut nipple Baekhyun. Kembali Baekhyun menjilati jari-jari tangannya merasa kewalahan menghadapi nafsu Chanyeol.
"Chanyeol-ssi, aku... aahh... ingin keluar lagi—"
"Aku juga."
"Aaaaahhhnnnnnnn—"
Keduanya keluar secara bersamaan, cairan sperma milik Chanyeol memenuhi lubang Baekhyun, bahkan saking banyaknya si mungil merasakan cairan milik Chanyeol mengalir melewati lubangnya, sedangkan cairan milik Baekhyun berhasil mengotori perutnya sendiri.
"Chanyeol-ssi," Baekhyun kembali membuka suaranya sambil berusaha mentralkan deru nafasnya yang memburu, "Ini pertama kalinya aku merasakan kenikmatan ini... aku benar-benar belajar banyak."
Pagi harinya, Chanyeol terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di atas tempat tidur. Ia pikir hal yang terjadi antara dirinya dan malaikat yang bernama Baekhyun mungkin hanya mimpinya saja. Namun, hal itu terbantahkan saat secara mengejutkan tiba-tiba seorang bocah malaikat muncul.
"Aku minta maaf karena mengejutkanmu. Selamat pagi," ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya beberapa saat.
"...Apa kau menyusut?"
"CHANYEOL-SSI!" Secara mengejutkan, Baekhyun muncul dengan wajah yang begitu menggemaskan walaupun ia sedang menangis. "Kau tidak bangun-bangun cukup lama jadi kupikir kau sudah m—mati!"
"Baekhyun Hyung tenangkan dirimu," bocah malaikat yang tadi mengejutkan Chanyeol menginterupsi.
"Hyung?"
"Tolong perkenalkan, aku adalah adiknya, Jaemin. Atas permintaan Ibu kami, aku datang hari ini untuk memeriksa kakakku."
"Dia menggemaskan sepertiku, kan?" Baekhyun tak henti-hentinya mencubit kedua pipi Jaemin dengan gemas, membuat adiknya sebal. "Terlepas dari penampilannya, Jaemin sangat bisa diandalkan! Bahkan baru-baru ini dengan Ibu yang agung..."
"HYUNG, TOLONGLAH SERIUS SEDIKIT! AYAH, IBU, DAN SEMUANYA MENGKHAWATIRKANMU, KAU TAHU? BAGAIMANA BISA KAU MASIH BERSIKAP RIANG? APA KAU MENYEPELEKAN SITUASI TERKINI?"
Baekhyun yang merasa bahwa adiknya marah, hanya bisa terdiam mendengarkan ucapan Jaemin. Ia bahkan mencebikkan bibirnya yang membuatnya terlihat sangat lucu.
"Aku juga... khawatir saat tidak bisa menghubungimu," lanjut Jaemin dengan suaranya yang terdengar melemah.
"Dia juga cengeng sepertiku, kan?" Jaemin hanya menatap sebal pada kakaknya yang kembali mencubit kedua pipinya.
"Maaf untuk menganggu reuni antar saudara kalian tapi... kau sudah selesai dengan pekerjaan studi sosialmu, kan?" Chanyeol yang terdiam cukup lama akhirnya membuka suara dan membuat Baekhyun dan Jaemin menatapnya bingung. "Bisakah kau pergi sekarang?"
"...Apa kau tidak memberitahunya Baekhyun Hyung?"
"Chanyeol-ssi, persyaratan studi sosial malaikat adalah mengumpulkan sejumlah poin pengalaman yang ditentukan oleh akademi. Poin-poin tersebut dikumpulkan oleh kinerja di berbagai mata pelajaran lain juga dan akan meningkat melalui kerja keras malaikat. Jika tindakan mereka dinilai tidak positif, mereka juga bisa kehilangan poin," jelas Baekhyun panjang lebar.
"Ini catatan hasil Baekhyun Hyung ada di sini... ada pengukur pengalaman yang direkam di sini juga." Jaemin menunjukkan sebuah buku yang merupakan buku laporan studi milik Baekhyun dan segera menunjukannya pada Chanyeol.
"Di sini adalah jumlah poin pengalaman yang ditentukan, ini adalah jumlah poin milik Baekhyun Hyung saat ini," Jaemin mencoba menjelaskan sambil menunjukkan poin yang dimaksud. "Selama poin pengalaman ini tidak penuh maka tidak bisa mengikuti ujian, juga sekali kau sudah terikat dengan pasangan, pemutusan ikatan ini tidak dapat dilakukan."
"Jadi artinya..."
"Artinya Baekhyun Hyung masih memiliki cara untuk pergi sebelum dia bisa kembali," Chanyeol hanya terdiam mencoba mencerna perkataan Jaemin. "Aku ingin mengucapkan terima kasih karena kau sudah menerima kakakku sebagai pasanganmu. Tolong terus jaga dia mulai sekarang."
"MENGAPA INFORMASI PENTING SEPERTI INI TIDAK DIKATAKAN DI AWAL?!"
"Kau tidak mengatakan apa-apa tentang tinggal disini, kan?"
"T— tapi aku bilang aku perlu mendapatkan banyak pengalaman."
"Berapa banyak lagi yang kau butuhkan untuk mencapai kata 'banyak'? Kau hanya memiliki sesedikit itu."
"Aku tidak setuju dengan skor itu sama sekali! Aku akan memprotesnya!" Sambil sedikit berteriak Baekhyun mencoba meyakinkan Chanyeol, ia bahkan mengenggam kedua tangan Chanyeol dan menunjukkan tatapan memohonnya pada lelaki bertelinga peri itu. "Terlepas dari semua itu, aku akan bekerja keras."
"Aku akan tinggal banyak, dan menjadi archangel yang luar biasa." Baekhyun yakin bahwa jika ia berada bersama Chanyeol maka ia bisa mencapai semua tujuannya, ia benar-benar berusaha untuk meyakinkan Chanyeol. "Aku akan berada dalam pengawasanmu mulai sekarang."
"Kau pasti bercanda," desis Chanyeol pasrah.
To be continued.
Hello aku balik lagi bawa remake cerita dengan cast chanbaek!
Btw monmaap kalo penulisannya masih jelek dan monoton yaaa huhuhu
Kalo kalian mau baca cerita aslinya bisa baca di mangago dengan judul yang sama tapi disana pake bahasa inggris guys hehe
