Pernah gak kalian belajar dari ulat gatal berbulu hitam yang sangat dibenci hingga bahkan di injak agar tak lagi merayap kemana-mana, padahal kalau saja di biarkan kalau saja kalian perhatikan ia akan berubah jadi kupu-kupu cantik yang bisa terbang kesana-kemari semaunya. Gak pernah kan, karena kita terlalu sibuk pada kehidupan semu yang sekarang. Yang padahal ketawa yang terdengar di malam hari sambil ngumpul dengan secangkir coffee latte bersama teman itu gak akan selamanya, tangisan dan jeritan patah hati karena melihat sang pacar teryata jalan dengan orang lain juga gak akan selamanya begitu kali.

Berlaku pada kehidupan seorang remaja kelas 3 SMA BINUS itu. Tinggi 180an, perawakan ramping keliatan kurus padahal dalem nya berkotak, pahatan wajah nya sempurna idung mancung bibir tebal tipis alis mencolok hitam dan rahang nya tajam. Sekali mengedip 10 cewek bisa kali terlampaui. Namanya Chanyeol Alexandra Putra Hartono, dari keluarga Hartono dan pemilik Hartono Group yang sekarang lagi gencar bikin channel stasiun tv baru. Belum lagi ibunya Yoona Hartono, gencar bikin brand baru ternama "Venus" namanya. Sudah masuk majalah metropolitan loh.

Sudah tampan, terlahir dari keluarga kaya raya, apa coba yang kurang dari Chanyeol yang suka dipanggil Alex ini. Tapi sayang nya wajah dan kelakuan gak compatible banget. Luar tampang surga dalem nya bejad kayak setan bebas dari neraka. Chanyeol ini sering disebut 'playboy sex', maksudnya disini adalah dia gak akan jalan atau berhubungan sama cewek tanpa melakukan sex. Bahkan sempat hampir fatal berita itu terungkap ke media, namun karena kekuatan keluarga Hartono akhirnya aib itu bisa dengan mudah hangus bah ditelan api hingga tak ada jejak. Fyi nih yah Chanyeol ini anak tunggal, so mau gak mau ayah nya Siwon Hartono melindungi si putra sulung satu-satunya itu agar tak terlibat masalah apapun. Harta nya tujuh turunan bisa kandas kalau gak ada penerusnya.

"Anjir ganti mobil lagi lu Lex ?" Sapa Sehun, cs Chanyeol dari geng trio bangsat.

"Kenapa emang ?" Balas Chanyeol yang baru saja turun dari mobil dan sekarang bersender di benda tersebut

"Perasaan kemaren baru lamborgini sekarang udah tesla"

"Lamborgini gue dibawa ke bengkel"

"Kenapa ?"

"Anjing tau gak, masa gue pake ke puncak doang malah ngebul sih. Mana lagi macet terus ada si Rose lagi" Chanyeol bermimik sudah tak menyenangkan sedangkan Sehun hanya bisa cengingiran.

"Sabar boss, mobil mahal emang gitu" lanjut Sehun "ini mobil tesla lo cet ulang Lex ?"

"Maksud lo ?"

"Perasaan lu punya mobil tesla warna nya kagak biru gini deh"

"Beli lagi lah goblok, emang tampang gue miskin banget apa sampe harus ngecet mobil biar warna biru gini"

Sehun menutup mulut tersanjung, mata lelaki itu tak bisa lepas dari si cantik biru didepan milik teman nya itu

"Kapan lo beli?"

"Kemaren, pas lamborgini gue rusak langsung gue telepon gerai mobil langganan bokap gue. Untung nya nih tesla biru ada stok nya di indo jadi gue gak usah nunggu yang di amrik"

"Yakin lo ini ori ?"

"Nih liat koncinya njing" Chanyeol melempar kerincingan benda itu pada Sehun "Belum ada plagiat yang bisa bikin duplikat kunci dari tesla"

"Busetdah, mau gue jadi lo Lex"

"Operasi kelamin dulu lo sana, suntik botox nipple lu baru boleh nguasaiin harta gue"

"Buat apa gue begituan anjing"

"Yah katanya pengen jadi gue"

"Terus ngapa juga gue harus operasi kelamin geblek ?"

"Biar jadi slut gue, mana mau gue sama cowok anjing"

Sehun memeluk tubuh nya sendiri sambil kembali melemparkan kunci mobil itu pads Chanyeol

"Sialan lo, gue kan bilang nya pengen jadi elo bukan jadi pelacur elo goblok"

"Bilang dong"

Di Parkiran khusus mobil itu tak ada yang berani bersanding dengan kendaraan milik geng Trio Bangsat itu, sedan Hyundai atau mobil Honda Jazz saja kabur memilih parkir dideket pohon tua saja. Hingga datang mobil BMW warna hitam terparkir disebelah mobil rider Sehun.

"Njirr udah ngerumpi aja lo para nyai" sahut seorang pria yang baru saja menutup pintu mobilnya. Kemudian berjalan menghampiri Sehun dan Chanyeol.

"Tumben pagi lo Lex"

"Kalau siang nih tesla gak akan keliatan sama orang-orang" Chanyeol memukul mobilnya membuat Kai sontak terdistrack oleh kendaraan biru itu

"Oh lo jadinya biru Lex ?"

"Cantikan ?"

"Bagusan Kuning anjir, lebih mencolok"

"Kayak Tai yang ada geblek"

Ketiga manusia itu terus sibuk mengobrol di parkiran mobil, hingga ada satu pemandangan yang membuat perhatian Chanyeol teralihkan.

"Udah miskin masih aja maksaiin sekolah"

Sehun dan Kai hanya saling bertatap

"Lo ngomong sama siapa anjir ?" Tanya Sehun

"Biasa jalang gue yang sok jual mahal itu, gue kira dia udah kapok sekolah disini"

"Oh si Naraya, eh lo masih ngejar tuh cewek ?" Kai terkekeh kecil melihat tingkah sahabat nya ini

"Gue gak terima di injek-injek sama dia yah anjir, untung cantik makanya gue biarin"

"Setuju" sahut Sehun, Chanyeol melirik ke arah nya langsung dengan kening menyatu "Setuju apanya ?"

"Barusankan lo bilang si Naraya itu cantik, yah gue setuju. Jarang Lex ada cewek masih polos dan virgin lagi anjir" Sehun mengusap iler di mulutnya seperti om-om

"Bangsat semua lo anjing, udah gak perjaka masih ngejar perawan" ucap Kai yang hanya disambut oleh tendangan Sehun disamping nya

"Tanya sama diri lo sendiri juga bangsat, siapa yang sampai sekarang masih pacarin si Diandra terus dengan embel-embel mau menjaga keperawanan nya sampai ke pelaminan tapi main dibelakang ngelampiasin hasrat ikut-ikutan ke club dragon juga lo sengklek"

Kai membalas mendorong Sehun agak kencang "Pelanin suara lo anjing"

Chanyeol yang tak ingin gabung pada keributan kedua teman nya yang bahas perawan dan perjaka itu segera cabut dan membawa tas kosong nya dengan sebelah tangan. Kai dan Sehun mengikuti seperti anak buah, sampai mereka pada koridor sekolah semua mata tertuju pada pandangan ketiga cowok tersebut. Lagi-lagi sudah jadi kebiasaan. Bagai parfum mahal bau mereka dari radius 5 km saja sudah bisa langsung tercium.

Baekhyun Naraya Sesil, duduk dibangku paling belakang. Dia menghindari kaum pamer harta kekayaan orangtua. Baekhyun lebih sibuk dengan bukunya dibanding harus dengki oleh kegiatan orang-orang didepan nya.

"Naraya" panggil seorang perempuan dengan membawa sapu itu kearahnya, Baekhyun yang sering dipanggil Naraya itu melirik ke arah cewek tersebut dengan tatapan menahan amarah.

"Apa lo liat-liat, udah setara lo sama gue?"

"Lu mau apa sih Rose ?"

Lalu tiba-tiba sapu itu dilemparkan ke wajahnya hingga Baekhyun harus mengusap kening nya yang kesakitan

"Bersihin bangku gue cepet"

"Lu punya tangan yah anjir"

Rose yang mendengar itu semakin membuncah amarahnya, tanpa aba-aba cewek cantik dengan rambut berwarna ke merah jambuan itu menarik rambut Baekhyun yang hanya dikuncir biasa sampai kebelakang.

"Ngomong apa lu barusan ?"

"A ah Rose sakit"

"Jangan belagu lo sama gua kampret"

"Please lepasin"

"Gaya lo doang berani sama gua, kayak gak tau siapa gue aja lo"

"Iyah gue minta maaf"

"Sekali lagi lo nantangin gue, botakin juga deh rambut lo"

Kepala Baekhyun dibanting nya keras, manusia-manusia yang hanya melihat kejadian barusan hanya menjadikan nya bahan tontonan. Mereka tau tapi mereka diam.

Mau tak mau Baekhyun melakukan apa yang disuruh perempuan itu. Ia berjalan gontai dengan memegang sapu seperti sudah tanpa tenaga. Disana geng nya Rose antara lain Lisa, Jennie, Jisoo menunggu nya untuk mulai beraksi.

Baekhyun langsung menyapu kolong bangku Rose, sementara perempuan tanpa hati itu tiba-tiba menginjak tongkat sapunya.

"Yang bersih yah bi"

"Jangan ada kotoran tertinggal yah bi" tambah teman nya yang lain. Baekhyun hanya memejamkan mata sambil terus menghembuskan nafas pasrah.

"Eh siapa nih?" Suara berat terdengar disamping nya. Baekhyun melihat kekasih Rose itu teryata sudah ada di kelas dan menghampiri bangkunya.

"Alex sayang, tumben pagi"

"Oh lo maunya gue dateng siang supaya lo bebas berduaan sama si Hanbin hah ?"

"Kok kamu ngomong nya gitu sih, kamu tuh jarang masuk awal kayak gini makanya aku seneng"

"Dusta lo"

"Tapi sayangkan ?" Rose bergelayut dilengan Chanyeol manja, tapi mata lelaki itu menangkap sosok Baekhyun yang masih jongkok dibawah menyapu bangku Rose seperti perintah si ratu.

"Minggir lo anjir" ucap Chanyeol. Baekhyun yang sadar pada siapa lelaki itu berbicara langsung bangkit dari jongkoknya dan menepi sedikit.

"Kenapa lo masih disitu ?" Tanya Chanyeol lagi, Baekhyun kebingungan apalagi coba yang salah

"Ih dasar bego, maksud pacar gue itu lo pergi sana" Rose mendorong Baekhyun keras sampai ia terpental pada kursi lain hingga hambil terjungkal "huh gitu aja susah"

Rose tadinya ingin bergelayut pada lengan Chanyeol namun sontak si cowok menolaknya

"Bersihin tangan lu sana"

"Ihhh aku lupa, arrghhss tangan gue terkontaminasi najis nya si miskin"

Sehun dan Kai yang masih dibelakang dan dari tadi memerhatikan kejadian barusan hanya menggeleng-gelengkan kepala. Rose pergi kekuar kelas dengan anggota geng nya hanya untuk mencuci tangan.

Sehun duduk disebelah Chanyeol, dan Kai didepan nya dengan bangku sebelahnya yang masih kosong.

"Kasar amat lo sama gebetan Lex" sahut Sehun

"Siapa ? Si Naraya ?"

"Yah kali siapa lagi"

"Emang pantes dibegituiin"

Dan tanpa mereka ketahui ada jerit yang tak bisa disuarakan, ada air mata yang tak bisa mengalir keluar karena tertahan pada komitmen bahwa ia harus bertahan disekolah ini sampai kiamat atau kelulusan itu akhirnya tiba mengakhiri penderitaan nya. Baekhyun bersumpah kalau ia sudah lulus dari sekolah ini ia tak ingin satupun dari mereka kembali mengisi kehidupan nya.