~ SUKEBE ( Otak Mesum ) ~
Romance.
School.
Reverse-harem.
Adult.
Namikaze High School adalah sekolah SMA terpopuler di Konoha. Sekolah ini berdiri sudah hampir 5 tahun dan sudah menjadi sekolah paling dipilih oleh kalangan menengah ke atas.
Pemiliki sekolah ini adalah seorang milyarder yang dulunya menjabat sebagai walikota di Konoha. Namikaze Minato seorang yang kaya raya memiliki seorang putri dan istri yang cantik dan terkenal ramah tamah nya.
Putrinya bernama Namikaze Naruko yang memiliki paras lumayan cantik dengan tiga garis di tiap pipinya jadi terlihat menggemaskan bak anak kucing yang minta di punggut.
Dia tidak populer dan tidak pintar malah kepintarannya sama sekali di bawah rata-rata biarpun dia anak yang punya sekolah. Tiap hari mendapatkan ceramah panjang dari guru dan kedua orangtuanya karena sangking bodohnya si Namikaze Naruko.
Cita-citanya ingin punya pacar yang mau menerima apapun kekurangan dan selalu menghabiskan waktu bersamanya. Cita-citanya sangat sederhana tapi sangat sulit untuk ia wujudkan karena kebodohannya dan tingkah anehnya Naruko.
Rambut panjang berwarna pirang dengan gaya twintail panjang sampai punggung. Naruko sangat bangga dengan panjang rambutnya walaupun sangat rumit ketika ia berdandan tiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Naruko bangun pagi-pagi buta hanya untuk dandan dulu. Dan sarapan tiap pagi cukup dengan roti ditemani segelas susu.
Dia sangat menjaga postur tubuhnya yang langsing dan selalu memiliki kebiasaan memastikan asetnya terus berkembang. Itulah keanehan pertama yang sangat mementingkan agar bisa membuat para kaum Adam tergila-gila pada dirinya tapi malah tak ada satupun yang tergila-gila. Naruko tidak menyerah, dia tetap melakukan hal yang sama setiap harinya.
Dan yang paling aneh lagi ia selalu suka menonton dan membaca sesuatu yang berbau mesum padahal ia sama sekali belum pernah melakukan hal mesum kelawan jenis. Dan ketika ada yang bertanya apakah dia masih perawan? Dengan bangganya ia telah kehilangan kesucian waktu SMP tapi itu kebohongannya belaka. Nyatanya ia masih sendiri dan selalu gagal di kencan pertama.
Alasan Naruko melakukan itu agar tidak terlalu menjadi wanita yang aneh. Karena tidak punya pacar? Kesampingkan keanehan yang tolol seperti itu. Naruko menghabiskan jam istirahat di perpustakaan bukan untuk membaca ataupun untuk belajar namun ia melakukan hal bodoh yaitu masturbasi sambil menonton video di handphone'nya yang ia bawa diam-diam dengan cara menyogok penjaga sekolah.
"Ah, andai aku punya pacar. Sshh..sshh..."
Naruko menahan desahannya sendiri dengan imajinasinya yang semakin menggila mengikuti gerakan jemari tangannya. Dia selalu berada di pojok ruangan perpustakaan yang ia yakini tak akan ada yang bisa mendengar desahannya sekarang.
Pertama kali ia melakukan hal itu ketika masih duduk di bangku kelas satu. Dan kini ia sudah kelas tiga. Awal ia melakukan seminggu sekali namun sekarang ia melakukanya bahkan hampir tiap hari.
Entah dedemit apa yang menempel di pikiran Naruko yang semakin hari semakin parah dan untungnya ia belum pernah ketahuan masturbasi.
Dia benar-benar menghayati hobinya yang mesum itu sampai tak peduli sekitarnya karena ia pikir tak akan ketahuan.
Tempatnya seperti sebuah ruangan kosong yang ia temukan ketika mencari tempat yang aman dulu. Hanya Naruko dan penjaga perpustakaan yang tahu. Naruko sudah memastikan kalau penjaga perpustakaan tak akan ketempat itu saat jam sekolah. Tempat itu hanya di bersihkan tiap Minggu dan itu sudah Naruko cari tahu lebih dulu.
"Huuuft, akhirnya klimaks juga hehe..."
Naruko pandai di bidang mesum buktinya ia pasti membawa celana dalam cadangan. Benar-benar terencana dengan matang dan tak berguna.
~ SUKEBE ( Otak Mesum ) ~
Naruko keluar dari perpustakaan dengan riang gembira dengan senyam-senyum tidak jelasnya puas dengan hobinya yang mesum.
Siswi SMA, Haruno Sakura yang panik mencari keberadaan Naruko. Sakura dengan terburu-buru berlari ke arah Naruko.
"Naru!"
"Eh, Sakura?"
Dengan sigap Sakura meraih tangan dan membawa Naruko untuk mengikutinya. Sakura mengajak Naruko ke ruangan anggota klub. Fans setia Uchiha Sasuke pasti masuk klub yang Sakura dirikan. Klub yang membahas hobi dan apa saja mengenai Sasuke.
"Ini penting! Kau harus dengarkan aku baik-baik ya!"
Sakura menyandarkan tubuh Naruko di tembok sebelah pintu keluar ruangan klub. Naruko tidak mengerti dengan tingkah Sakura yang terlihat sangat serius melebihi biasanya.
"Emangnya ada apa?"
Sakura menyentuh kedua pipinya sendiri dengan rona merah yang amat terlihat jelas. Naruko sudah merasa akan ada sesuatu yang membuatnya kesal akan tiba dalam hitungan mundur dari tiga sampai satu.
"Kau tau tidak? Aku tadi dan Sasuke, ka-kami ciuman!"
"APAAAAA! Mpph!"
Sakura refleks membungkam mulut Naruko agar tidak berisik. Sakura menceritakan detailnya dan sebenarnya Sasuke juga menyukai Sakura. Mereka memutuskan pacaran dan diawali dengan ciuman bahkan sampai lebih.
Naruko sakit hati mendengarkannya bukan karena cemburu tentang hubungan Sakura dan Sasuke. Tapi karena kenapa bukan Naruko yang mengalami hal yang ia idamkan tiap malam. Ciuman dengan lawan jenis adalah salah satu yang Naruko inginkan tapi belum kesampaian.
"Terus, kau mau pamer kalau habis ciuman dan main grepe-grepean gitu kah?!" tanya Naruko tersulut oleh rasa iri.
"Hahaha..., Kau langsung judes gitu. Kan aku cuma mau kasih tau kabar baik ini, Naru."
"Apanya yang baik? Aku sama sekali tak mengerti malah jadi panas rasanya. Daa, aku mau ke kelas dulu!"
Naruko angkat kaki, melengos pergi. Sakura benar-benar puas karena bisa membuat sahabatnya jadi iri sampai marah seperti itu. Naruko menghentak kaki dan mempercepat langkahnya.
'Sial, awas saja nanti kalau aku punya pacar aku bakal buat Sakura iri sampai tujuh turunan!' kata batin Naruko menggerutu panas.
Note : waduh, emang bisa ya?
Termenung sendiri di kelas yang sepi. Hari pun sudah semakin sore dan teman sekelas dengan jadwal piket yang sama sudah pulang. Hampa rasanya hidup Naruko karena semua temannya selalu bercerita tentang kemesraan mereka dengan pacar masing-masing bahkan Sakura kini sudah punya pacar.
"SIAL! DUNIA INI BENAR-BENAR TIDAK ADIL AWAS SAJA KALAU ADA YANG MASUK KE KELAS SEKARANG, LANGSUNG AKU PACARIN!"
Naruko menyambar tasnya dan memutuskan untuk pulang. Di pintu keluar kelasnya berdiri seorang siswa baru. Baru Seminggu ia berada di sekolah entah kenapa siswa itu bisa ada di sana padahal tadi tidak ada siapapun.
'Aduh, aku pasti dianggap sudah frustasi karena jones akut!' gumam batin Naruko. Naruko pura-pura tidak ada siapapun dan ia putuskan menganggap kalau murid baru itu adalah patung.
"Maaf apa kau ada waktu sebentar, aku ingin bicara."
"Eh, iya ada. Mau bicara apa ya?" tanya Naruko dengan polosnya agar sang lawan bicara lupa kejadian tadi. Taktik polos agar seseorang lupa dengan tingkah bodoh Naruko yang memalukan.
Siswa baru itu bernama Gaara, ia mengajak Naruko pulang bersama. Gaara bercerita ia tadinya diluar menunggu Naruko tapi tidak ada keluar dari sekolah ia pun masuk dalam sekolah untuk memastikan kalau Naruko masih berada di kelas.
Naruko hampir pingsan ditempat karena mendengar ia sampai di tunggu di luar sekolah ingin pulang bersama. Berdebar tak menentu semoga saja kali ini si tolol ini mendapatkan pacar bahkan mungkin mereka akan langsung berciuman mesra di sekolah yang sepi saat sore hari.
Pikiran Naruko mulai dengan kemesumannya yang kemana-mana dan impiannya akan terwujud kali ini. Gaara saat melirik Naruko yang tersenyum-senyum dengan khayalan sendiri terlihat agak aneh tapi Gaara menganggap itu hal yang lucu.
Naruko mengirim pesan kepada pelayanan dan sopirnya agar tidak menjemputnya dan ingin pulang sendiri saja. Jika mereka membantah maka akan dipecat semuanya.
Mereka berdua sampai di halte bis dan menunggu disana. Naruko bertanya kenapa Gaara sampai mau menunggu Naruko seperti itu. Jawaban begitu simple karena Gaara suka dengan Naruko dan berharap Naruko mau menjadi kekasihnya.
Naruko yang mendapat pengakuan cinta di halte bak novel picisan. Dia sangat senang rasanya Tuhan begitu adil dan mendengar doa-doa yang ia panjatkan tiap malam.
"Aku selalu memikirkanmu karena sikapmu sangat lucu di kelas."
'Ya Tuhan dia bilang aku lucu. Semoga saja dedemit yang merasuk dalam tubuh anak baru ini tak akan pernah hilang! Yes akhirnya punya pacar Cok!' batin Naruko kegirangan bersyukur sangat dalam.
Naruko benar-benar senang sampai-sampai rasanya ia ingin menerkam seseorang yang ada disebelahnya sekarang. Naruko yang tanpa basa-basi langsung menarik Gaara, pergi untuk kencan?
Naruko tidak ingin pulang ia ingin menghabiskan waktunya bersama pacarnya. Gaara hanya menurut saja dan ikut kemana tujuan Naruko akan pergi.
"Gaara, ayo kita nonton film!"
"Iya."
Sebenarnya Gaara sempat mendengar kalau Naruko adalah gadis yang nakal dan gosip bahwa si pirang itu tidak perawan juga semua telah tahu. Kebodohannya Naruko lah yang menyebabkan ia dicap seperti itu tapi ia tidak pernah tahu bahwa hal itulah yang menyebabkan ia semakin jauh untuk memiliki pacar.
Menonton film, makan di restoran semua Naruko yang bayar sampai-sampai Gaara tidak enak hati. Setiap Gaara ingin bayar Naruko malah terlihat kesal.
Gosip apapun yang menyelimuti Naruko. Gaara tidak peduli yang ia pedulikan sekarang ia yakin kalau ia sudah jatuh hati saat ini oleh seorang gadis yang periang dan ceplas-ceplos tidak jelas.
Waktu semakin larut banyak panggilan masuk di handphone Naruko yang diabaikan. Naruko sengaja mengabaikannya sementara Gaara sudah tidak enak hati karena sampai terlalu larut.
"Naruko, aku antar kau pulang ya?"
"Kau mau mengantarku?"
Menghabiskan waktu untuk berkeliling kota sangat menyenangkan tapi Naruko belum ingin pulang entah apa penyebabnya ia tak ingin semua selesai sampai sini saja.
Sebelum mereka sampai di halte tiba-tiba Naruko menarik Gaara ketempat yang sepi di gang yang sunyi. Gaara hanya tersenyum dengan kelakuan Naruko menyandarkannya di tembok gang.
"Sebaiknya kau berhenti Naruko."
"Berhenti?" tanya Naruko yang tak tahan dengan khayalan mesumnya.
Mereka berdua saling memandang dan ingin mencari tahu hal yang rumit. Gaara tersenyum puas karena ia yakin bahwa si pirang ini jauh dari gosip itu. Naruko memang memiliki daya khayalan tingkat tinggi dan mesum tapi ia hanya sebatas itu saja. Ketika ia mengalami secara langsung perasaan gelisah dan takut mulai ia rasakan.
Kecup di bibir seketika membuat hati Naruko berbunga-bunga. Dia baru pertama kali mengalami hal yang mendebarkan seperti sekarang tapi ia sangat gelisah ketika Gaara mulai melumat bibirnya. Entah kenapa ia berontak untuk melawan tapi Gaara bersikeras agar Naruko lebih tenang dan menikmati ciumannya.
Ciuman yang hanya terjadi sesaat karena Gaara tahu kalau Naruko tidak bisa ciuman. Naruko yang malu-malu hanya bisa tersenyum dengan bodohnya karena ingin sekali pamer ke Sakura.
"Naruko, kau menerima ku jadi pacarmu kan?"
"Tentu saja!" Naruko tersenyum lebar karena senang. Ia tidak berpikir akan menolak seseorang yang menyukainya.
Gaara mengantar Naruko pulang sampai rumah. Gaara tidak menyangka kalau rumah Naruko sangat besar. Gaara tidak tahu kalau semua yang ia lihat sangat jauh dari bayangannya.
Ketika Gaara dan Naruko berpisah di pintu gerbang rumah keluarga Namikaze. Naruko mendapat ceramah panjang dari kedua orangtuanya dan tamparan di pipi. Naruko meminta maaf karena keegoisannya tapi ia meyakinkan tak terjadi apapun. Naruko hari ini sangat senang sampai bekas tamparan dari ayahnya tak terasa sakit.
Naruko tak peduli apapun hanya keinginannya yang menjadi utama sekarang. Dia senang akhirnya mendapatkan pacar sekaligus ciuman pertamanya. Semoga besok semua yang ia alami bukanlah mimpi mesum yang semu lagi.
Chapter selanjutnya tunggu aja ya!
Note : Hahahaha Thor kok ngakak plus gimana gitu nulis pas buat Naruko terlalu genius gini ya :v
