Myself
Disclaimer:
Naruto (Masashi Kishimoto)
Highschool DxD (Ichiei Ishibumi)
A/N:
[Fanfic ini dibuat hanya untuk kesenangan]
[Karya Fiksi]
Warning:
(Maybe) Alternate Universe!
Out Of Character!
Typo everywhere!
SmartNaru!
Non-canon Naru!
Rating: M
[Chapter 0]
{The Beginning}
[Naruto's POV]
~Wuuuuuush~
Angin dengan lembut melewati tubuhku, membuatku merasakan ketenangan yang sangat nyaman.
Aku, kebingungan ketika melihat pemandangan di depan mataku, padahal seharusnya aku saat ini berada di medan perang dalam pasukan aliansi shinobi untuk mengalahkan Madara Uchiha, tapi entah kenapa aku malah berada di padang rumput yang luas ini.
"Nii-sama! Ayo kesini, apa yang kau lakukan berdiri disana sendirian?"
"Menma benar, Apa yang kau lakukan disana berdiri sendirian Naruto? Geez, Minato aku tidak paham dengan pikiran anak kita yang satu ini."
Aku memalingkan wajahku ke arah sumber suara, lalu semakin kebingungan saat melihat Menma serta Pria dan Wanita yang terlihat sepert- Tidak mungkin, aku kaget setengah mati ketika melihat pasangan tersebut, mereka benar-benar mirip dengan orangtua ku dan Menma, Hokage ke-4 Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki . Aku selama ini melihat mereka hanya dari foto hasil penyelidikanku, aku tidak percaya melihat mereka benar-benar terdapat di hadapanku.
"Naru? Apa kau sedang sakit? kau terlihat seperti baru saja melihat hantu. "
"Haha, bukankah Naruto-nii memang orang yang suka berpikir? ya kan Tou-san?"
Kushin- tidak, maksudku wanita yang terlihat seperti ibuku mulai bertanya dengan cemas diikuti dengan ejekan Menma yang ceria. Sementara itu, Yondaim- maksudku ayahku menanggapi nya sambil tertawa masam.
"Haha, kuharap kau baik-baik saja Naru. Kau tidak ingin melewatkan momen piknik keluarga kita kan? Naruto?."
Aku terdiam, lalu tersenyum. Begitu ya, apa ini surga? aku masih tidak mengerti dengan semua ini. Tiba-tiba Menma menarik tanganku dan menyodorkan semangkuk ramen.
"Oi, Nii-san. Kurasa meskipun kau sakit, pasti setelah memakan ramen ini pasti kau akan kembali sehat lagi kan, hahahaha..."
"Geez, berhenti bercanda Menma. Bagaimana kalau kakakmu benar-benar sakit."
Ibuku terlihat memarahi Menma sambil menatapnya dengan tatapan mengerikan. Diikuti dengan Ayah yang menenangkan mereka berdua,
"Hey, kalian tenanglah."
Aku meneteskan air mata melihat kelakuan mereka. Lalu menjawab,
"Kalian tenanglah, aku baik-baik saja kok."
Mereka bertiga terdiam, lalu menatap diriku dengan tatapan yang dalam. Ibu lalu tiba-tiba menaruh punggung tangannya di dahiku. Sementara Menma meminta maaf dan besujud kepadaku.
"Kau yakin baik-baik saja Naru? Ibu bahkan lupa kapan kau terakhir kali meneteskan air mata."
"OOH, Maafkan aku Naru-nii. Maafkan kelakuan bodoh adikmu."
Aku tersenyum, aku berhenti meneteskan air mata lalu memeluk mereka bertiga dengan erat.
"Aku benar-benar baik-baik saja, aku hanya merasa bahagia melihat keluarga kita dapat berkumpul dengan lengkap begini."
Tou-san yang kupeluk dengan erat lalu balas memeluk ku juga sambil mengatakan perkataan yang penuh dengan kasih sayang.
"Tenanglah Naru, Kami pasti akan selalu berada disampingmu. Bukan begitu? Kushina? Menma?"
"Ya, tentu saja. Kau dan Menma adalah anak kesayangan kami tahu."
"Haha, mana mungkin aku meninggalkan kakak terbaik di dunia."
aku yang mendengar perkataan mereka merasa sangat bahagia, sebenarnya aku tahu ada sesuatu yang salah dengan ini semua. Tapi, aku akan membiarkan diriku menikmati kenyamanan dan kehangatan yang telah lama tidak kurasakan dihatiku ini. Kuharap ini semua nyata, sehingga aku dapat menikmatinya selamanya...
-Wake up-
"Hnghhh,..."
Aku membuka mataku lalu terdiam, aku mencoba memahami apa yang barusan terjadi dan apa yang kualami barusan.
'Sigh, begitu ya. Sudah kuduga itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Aku pasti telah kembali ke dunia nyata ya..'
Saat aku sedang berpikir apa yang baru saja terjadi dan mulai mengamati sekelilingku yang sekarang dipenuhi oleh akar raksasa dengan banyak kepompong, tiba-tiba seseorang muncul dihadapannya sambil tersenyum lalu menyapa dengan ceria. Tidah hanya ia, Para Kage edo tensei juga ikut mendekat kepadaku.
"Yo Nii-san, sepertinya aku telah berhasil melepaskanmu dari Mugen Tsukuyomi ya?"
"Naruto, kau berhasil lepas dari Mugen tsukuyomi ya? Sepertinya rencana Menma berhasil."
"Yah, bagaimanapun ia adalah keturunan Uzumaki bukan? Hahaha, darah keturunan Mito memang hebat."
"Hmph, anak itu tidak buruk juga.. "
"Guahaha, tidak sia-sia dia dulu kusayangi."
Menma dan para Kage terdahulu muncul dihadapanku sambil berbicara, aku tersentak kaget ketika melihat mereka.
"Menma?! Apa yang dirimu lakukan disini? Kamu seharusnya sedang bertarung dengan Madara kan? Serta Tou-sama dan para Kage apa yang telah terjadi?
Ya, orang yang baru saja datang ialah adik kembarku atau Sang Pahlawan Konohagakure, yaitu Menma Uzumaki serta diikuti dengan para Kage terdahulu dari Konohagakure yang dibangkitkan oleh Orochimaru. Aku kebingungan melihat keadaan disekitarku, lalu sedikit tersentak ketika melihat mereka muncul disini, padahal seharusnya ia sedang bertarung bersama rival-nya Sasuke Uchiha si rambut pantat ayam serta para Kage seharusnya membantu aliansi menghadapi Madara Uchiha. Aku semakin kebingungan karena tidak melihat keberadaan Madara dan Tim 7.
"Heh, sepertinya hal ini mengacaukan pikiranmu ya Nii-sama? biar kujelaskan..."
Bunshin Menma lalu menjelaskan apa yang telah terjadi, dimulai dari fakta bahwa Madara Uchiha telah mati setelah dikhianati oleh zetsu hitam dan dijadikan tumbal untuk membangkitkan Kaguya Ootsutsuki Sang Dewi Bulan setelah berhasil mengaktifkan mugen tsukoyomi. Hanya tim 7 saja yang tidak terpengaruh mugen tsukuyomi dan mereka pergi melawan Kaguya di dimensi milik Kaguya. Meskipun begitu, sepertinya Menma meninggalkan bunshinnya untuk membebaskanku dari jutsu Mugen Tsukuyomi dengan kekuatan Ashura meskipun sepertinya chakra bunshinnya hanya cukup untuk membangungkan aku seorang saja dari Mugen Tsukoyomi. Begitu ya, jadi Menma di depanku ini ialah bunshin miliknya. Aku mendecih kesal, sempat-sempatnya ia memikirkan diriku saat akan bertarung dengan Kaguya.
"Tcih, sial aku memang kakak terburuk ya..."
Menma (Bunshin) yang melihat keadaanku tertawa mengejek kepadaku.
"Hahaha, Apa-apaan ini? Bos pasti tertawa melihat kakak kesayangannya kesal begini. Lagipula kau itu bukan kakak terburuk, bukankah kemampuan otak milikmu dapat menyaingi otak keturunan klan Nara, lalu kamu juga memiliki kemampuan yang hebat dalam fuinjutsu dan juga jangan lupakan fakta bahwa kamu dapat menguasai teknik hiraishin milik Yondaime saat masih muda -masih kurang? kamu juga membangkitkan Kekkei Genkai klan Uzumaki kan, Kongeki Fusa. Dan yang terpenting ialah dengan dukungan dan kasih sayangmulah Bos dapat menjadi seperti sekarang."
Tou-san mengiyakan kata-kata bunshin Menma lalu tersenyum hangat sambil memberikanku semangat,
"-Ya Naruto, kau telah berhasil menguasai teknik yang telah kuciptakan, Itu adalah prestasi yang hebat dan aku yakin Menma menganggapmu sebagai kakak terbaik."
lalu tiba-tiba saja tubuh para Kage termasuk Tou-sama mulai bercahaya.
"Tou-sama?! Dan yang lainnya? Apa yang terjadi pada kalian?."
Hokage ke-2, Tobirama Senju menjelaskan sambil menutup matannya,
"Begitu ya, segel edo tensei myulai memudar..."
Mendengar hal itu, Hokage Pertama, Hashirama Senju memberikan nasehat terakhir,
"Begitu ya, waktu kami sepertinya telah habis. Kurasa ini sekarang giliran kalian generasi muda untuk berjuang."
Hokage ke-3, Hiruzen Sarutobi mengiyakan perkataannya,
"Ya, kau ada benarnya Hashirama-dono."
Para Kage perlahan mulai menghilang, sebelum menghilang Tou-sama menepuk pundakku sambil berkata,
"Naruto, kau dan Menma adalah anak kesayangan diriku serta Kushina. Bantulah dia sekarang sebagai kakak untuk menyegel Kaguya."
Setelah menyelesaikan perkataannya Tou-sama menghilang diikuti para kage terdahulu.
Aku yang melihat Tou-sama menghilang hanya dapat tersenyum dan bergumam, 'tentu..., aku berjanji akan menjaga Menma.'
Bunshin Menma melirikku lalu berkata,
"Aku juga akan menghilang karena tugasku sudah selesai, Omong-omong Bos bilang bahwa ia masih menyimpan segel hiraishin di tubuhnya agar kau dapat teleportasi ketempat dirinya berada."
Aku menganggukan kepala mendengar informasi yang diberikan bunshin Menma, aku lalu mulai memfokuskan chakra milikku bersiap untuk menggunakan jutsu hiraishin.
"Tentu saja, aku pasti akan membantu Menma, Baiklah saatnya menjadi kakak yang mendukung adik-nya. Yosh, ayo maju! saatnya menunjukkan kekuatan dari anak Minato Namikaze."
~Wuuuuush~
-At Kaguya's Dimension-
[Third Person POV]
Di sebuah tempat yang terlihat seperti gurun eksotis terdapat pertarungan dahsyat, terjadi pertarungan sengit antara dewi bulan dengan Tim 7. Dewi Bulan melayang di langit diikuti dengan Menma dan Sasuke menyerang mereka.
"Sasuke! Serang sekarang dengan chidori!"
"Kau tidak perlu memerintahku Menma!"
Menma menyerang Kaguya lalu terpental kebelakang namun ia sempat melempar kunai, saat itulah Sasuke menggunakan jutsu Amenotojikara untuk bertukar tempat dengan kunai yang telah dilempar oleh Menma.
"-CHIDORIIII!"
Saat Sasuke berteleportasi lalu mengarahkan chidorinya, secara tiba-tiba Kaguya menggunakan jutsu penghanucur molekul miliknya.
"Hmph, Tomogoroshi no Haikotsu!."
Sasuke membelalakan matanya, mustahil menghindarinya dalam jarak sedekat itu.
"Gawat!..."
"SASUKE! AWAS!."
"MENGHINDARLAH SASUKE!"
Seluruh orang tersentak kaget melihat Sasuke yang terpojok, lalu tiba-tiba kilatan jingga muncul...
BUAKKKKK...
Seseorang berhasil memukul Kaguya di kepala bagian kanannya, pukulan itu membuat Kaguya kehilangan keseimbangan dan menyebabkan jutsu Kaguya meleset dari Sasuke, sepersekian detik kemudian orang yang telah memukul Kaguya meraih Sasuke lalu berteleportasi ke tempat Menma.
"Yo semuanya! Sepertinya aku tepat waktu kali ini ya, untungnya aku juga menaruh segel Hiraishin di punggung baju rambut pantat ayam ini!"
Semuanya terkejut lalu tersenyum melihat orang yang baru saja muncul.
"Naruto-nii!? Kau berhasil lepas dari Mugen Tsukuyomi ya? Berarti bunshinku berhasil melaksanakan tugasnya ya."
"Naruto?"
"Akh?! Naruto-san?"
Orang yang baru saja datang ialah Naruto Namikaze/Uzumaki Kakak dari Menma atau biasa dipanggil Si Kilat Jingga, ia menggunakan hiraishin untuk teleportasi kesini serta menyelamatkan Sasuke Uchiha disaat yang bersamaan. Sementara itu Kaguya yang melihat kedatangan Naruto menatapnya dengan tatapan tajam diikuti dengan decihan Zetsu Hitam.
"..."
"Tcih, Kaa-san sepertinya kutu pengganggu yang lain datang lagi.
Naruto yang menyadari tatapan tajam Kaguya balas menatapnya dengan tatapan menantang, "-Kheh, lihat siapa yang tidak suka dengan kedatangan diriku."
Naruto lalu melirik yang adiknya dan bertanya
"Apa kau kesulitan melawan tante-tante itu?"
"HUH?Kau meremahkanku Naru-nii? Biar kutunjukkkan padamu kekuatan dari Uzumaki Menma."
Naruto hanya tersenyum mendengar balasan adiknya, ia lalu menatap mereka, "Apa kalian masih sanggup bertarung?"
Mereka membalas dengan balasan yang berbeda namun dengan inti yang sama-
"Hn.."
"Yare-yare, sebenarnya aku sedikit lelah. Tapi sebagai guru kalian, aku tidak mungkin hanya melihat kalian bertarung."
"YA!, tenang saja Naruto-san, sebagai ninja medis aku sudah terbiasa dengan hal yang melelahkan."
Naruto yang mendengar perkataan mereka mengangguk,"Begitu-, kalau begitu maka ayo kita kalahkan Si Dewi Bulan itu!."
Mereka membalas dengan anggukan lalu menyiapkan kuda-kuda masing-masing.
Kaguya yang melihat mereka bersiap untuk menyerangnya tidak tingggal diam, ia mulai bertransformasi menjadi Juubi. Zetsu Hitam menyeringai melihat transformasi ibunya "Guahahaha, Bersiaplah untuk menemui kematian kalian semua!"
Naruto yang melihat transformasi Kagura lalu memberikan komando kepada mereka semua untuk bersiap. "Kalian semua siap? Jangan biarkan ia berubah sepenuhnya menjadi Juubi!"
Semua nya lalu mulai menyerang dimulai dengan Kakashi yang mengaktifkan Susano'o hasil pemberian Obito diikuti dengan terjangan Menma dan Sasuke. Melihat pergerakan musuhnya Kaguya mulai menyerang dengan tangan juubi Raksasanya menyasar ke arah Menma dan Sasuke. melihat hal itu Kakashi tidak tinggal diam ia mengeluarkan shuriken berbentuk raksasa di kedua tangan susano'o nya lalu ia melemparkan ke arah tangan juubi milik Kaguya, seketika saat shuriken itu menyentuh tangan juubi tiba-tiba saja terjadi distorsi ruang yang menghisap tangan juubi Kaguya, jutsu itu ialah Kamui Shuriken. Kaguya yang melihat tangan juubi nya menghilang terbelalak kaget,
"-Apa yang!? "
Menma dan Sasuke yang menyadari hal itu tidak menyia-nyiakan kesempatan di hadapan mereka, dengan segera mereka menyiapkan jutsu gabungan mereka. "-Sasuke! Ayo maju!" "-Hn"
Menma menciptakan Rasenshuriken raksasa diikuti sasuke yang berubah menjadi susano'o lalu menyiapkan panah berbalut api hitam. Sasuke memanah ke arah Rasenshuriken Menma..
"MAJU!Shakuton : Kourin Shippu..."
"-Shikkoku No Ya Zero Shiki!..."
Kaguya yang melihat ancaman datang ke hadapannya bersiap untuk berteleportasi, Kakashi yang hal itu tidak tinggal diam. Kakashi menutup portal dimensi Kaguya dengan menggunakan Kamui. "-Tidak akan kubiarkan, Kamui!"
Pada akhirnya Kaguya terkena telak serangan gabungan Menma dan Sasuke, jutsu itu mengenai Kaguya dengan telak. Terjadi ledakan raksasa yang meninggalkan api berwarna hitam. Mereka semua memicingkan mata untuk melihat hasil dari jutsu barusan, Sakura lalu menyadari bahwa Kaguya tidak ada ditempatnya, "Dimana Kaguya? Apakah kita sudah menang?"
Pertanyaan Sakura dibalas gelengan oleh Naruto,
"Tidak..., tidak mungkin ia kalah semudah itu tanpa di segel.."
Perkataan Naruto menjadi kebenaran, Kaguya kembali muncul dengan keadaan terluka. Melihat hal itu, Mereka mulai bersiaga kembali untuk bertarung.
"Tcih, dia masih hidup ya.."
Kaguya menatap mereka semua dengan tatapan marah, ia bergumam lalu akhirnya berteriak dengan marah,
"-akan kubunuh, akan kubunuh, KALIAN SEMUA AKAN KUBUNUH!"
Kaguya lalu mulai kembali bertransformasi menjadi Juubi lagi untuk menghabisi mereka, Tubuhnya satu persatu mulai kehilangan bentuk. Saat hal itu terjadi, Naruto menyuruh mereka Menma dan Sasuke menyegel Kaguya, "Kalian! Cepat segel Kaguya sebelum ia benar-benar berubah menjadi juubi.!"
Menma dan Sasuke membalas dengan anggukan,
"-Baik!, Ayo Sasuke Maju!"
"Ya!"
Mereka melesat maju, Sasuke mengaktifkan Sharingan miliknya lalu membakar Kaguya dengan Amaterasu. Itu sukses menggagalkan transformasi Kaguya, sementara itu Menma juga melemparkan Rasenshuriken ke arah Kaguya, Kaguya gagal menghindar, Menyebabkan dirinya kehilangan tangan kiri nya tempat zetsu hitam bersembunyi.
"-Akh! Kaa-san!"
Melihat anaknya terjatuh Kaguya mencoba meraihnya, namun tiba-tiba Naruto datang lalu menyambar tangan kiri kaguya yang telah terpotong. Dia tersenyum mengejek pada Kaguya, "Heh, tidak akan kubiarkan kau bersama dengan anakmu yang suka membuat perpecahan ini ."
Naruto segera berteleportasi kembali ke samping Kakashi dan Sakura tidak lupa ia juga menyegel Zetsu hitam bersamaan dengan tangan kiri milik Kaguya. Kaguya yang melihat apa yang dilakukan Naruto pada anaknya terdiam sambil menatap Naruto dengan tatapan penuh kebencian.
"?!..."
Menma dan Sasuke yang melihat Kaguya teralihkan segera bersiap untuk menyegelnya, "Sasuke! Ayo segel dia"
Sasuke membalas dengan menganggukkan kepalanya, "YA!"
Mereka berdua lalu mengapit Kaguya dari dua sisi, Kaguya dengan cepat menyadari hal itu, lalu ia segera mencoba untuk menghindari Menma dan Sasuke dengan melayang keatas. Namun, seseorang tiba-tiba muncul diatasnya-,
"Tidak akan kubiarkan kau kabur, YAAAAAAAHHH! SHANAROOOOO!"
Sakura muncul dari atas memberikan pukulan penuh tenaga, sementara itu Naruto yang melihat Kaguya terlempar ke bawah segera mengeluarkan Kongeki Fusa miliknya untuk menahan pergerakannya di udara,"Kheh, jangan kemana-mana kau, Fuinjutsu : Uzumaki Fuinjutsu [Kongeki Fusa]."
Rantai chakra milik naruto dengan cepat mengikat Kaguya, Tidak hanya itu bahkan Kakashi ikut serta membantu dengan membuat distorsi dimensi disekitar tubuh Kaguya untuk memberikan tekanan pada tubuh Kaguya. Naruto dan Kakashi segera menyeru,
"Menma, Sasuke! SEKARANGLAH-"
"-SAATNYA!"
Menma dan Sasuke lalu menyentuh Kaguya dengan telapak tangan mereka lalu mereka segera mengaktifkan jutsu penyegelan, "CHIBAKU-"
"-TENSEI!"
Tiba-tiba seluruh daratan mulai tertarik ke arah Kaguya, menyebabkan Kaguya tidak dapat bergerak lagi, saat itu juga Kaguya kehilangan kendali atas kekuatannya dan membuat para bijuu terlepas. Lama kelamaan daratan yang tertarik ke Kaguya mulai tertumpuk dan membentuk sebuah bulan berukuran kecil di langiit, setelah itu para bijuu yang terlepas kembali ke wujud asli mereka, lalu mereka segera mendekati Menma dan yang lainnya. Seluruh bijuu tersenyum melihat Menma berhasil menepati janjinya, Kurama menyeringai senang, "Heh, tidak kuduga kau benar-benar berhasil menyegelnya Gaki-"
para bijuu yang lain juga menimpali,
"Ya, kau memiliki jinchuriki yang hebat Kurama."
Menma yang mendengar hal itu tersenyum sambil menggaruk rambut merahnya, "Aku juga berhasil karena dibantu oleh yang lainnya kok, bukan begitu kak?
Naruto yang ditanya Menma sedikit tersentak lalu ikut tersenyum, " Hm, tumben kau mengatakan sesuatu yang bijak kali ini baka-Menma."
Menma yang diejek oleh Naruto tertawa, "Haha, tentu saj-." Menma berhenti tertawa lalu menyadari sesuatu, "Hey hey, kau barusan mengejek diriku ya? awas kau Naru-nii!."
Naruto yang melihat reaksi adiknya hanya tersenyum, diikuti dengan Sasuke yang juga mengejek Menma, "Kau masih payah seperti biasa ya Menma.."
Menma yang mendengar hal itu terlihat kedutan muncul di dahinya seraya menatap Sasuke, "Sial kau Teme-, kau mengejekku juga ya?"
Sasuke membalas dengan gumaman sambil tersenyum tipis, "Hn..."
Menma dan Sasuke yang bertengkar membuat tempat itu segera penuh dengan gelak tawa, Mereka semua bersuka cita karena telah berhasil menyegal Kaguya. Setelah puas tertawa, Naruto berkata kepada yang lainnya,
"Kurasa ini saatnya pulang semuanya, Aku akan menggunakan jutsu Hiraishin untuk kembali ke dimensi kita."
Semuanya mengangguk mendengar perkataan Naruto, "Ya, mari pulang.."
Naruto segera menyiapkan jutsu hiraishin setelah mendengar persetujuan mereka semua, namun tiba-tiba saja-
[Naruto's POV]
Aku dengan segera menyiapkan susunan hiraishin setelah puas merayakan keberhasilan kami menyegel Kaguya, sementara itu Menma dan yang lainnya terlihat masih bercanda ria. Bagaimanapun ini adalah prestasi yang hebat bagi kami semua untuk menyegel Ibu Chakra. Sakura lalu mulai mendekatiku serasa bertanya,
"Apa kau perlu bantuan Naruto? sigh, dasar Menma itu, bukannya membantumu ia malah bertengar dengan Sasuke."
Aku yang mendengar pertanyaan sekligus omelan Sakura hanya tersenyum, "Tenang saja, aku baik-baik saja. Beristirahatlah, kau telah berjuang dengan hebat Sakura,"
Sakura yang mendengar perkataanku mulai melihat keadaannya sendiri lalu menganggukkan kepala, "Kau ada benarnya Naruto, baiklah aku akan mengistirahatkan diri ku sebentar."
Aku tersenyum membalas perkataan Sakura, aku lalu kembali memfokuskan diri untuk menyusun formula hiraishin. Aku hampir menyelesaikan formulanya;
"Baiklah, tinggal sedikit lagi. Kalian bersiaplah."
Mereka lalu mulai mendekat kepadaku -sampai tiba tiba seseorang berteriak.
"SIALAN KALIAN SEMUA !, BERANINYA KALIAN MENYEGEL IBUKU!"
Orang it- tidak, maksudku makhluk yang barusan berteriak dengan penuh kebencian itu ialah Zetsu Hitam. Anak Kaguya yang berasal dari hasrat Kaguya untuk bangkit. Sepertinya ia berhasil melepaskan diri dari segel yang kutaruh pada tangan kiri Kaguya sebelumnya, Sepertinya ia masih bisa melepas fuinjutsu tingkat tinggi ya... Saat aku sedang berpikir, Menma membalas teriakan Zetsu Hitam dengan ejekan, "Hoi Zetsu Hitam, apa yang ingin kau lakukan sekarang? Apa kau ingin bergabung dengan ibu mu yang ada di langit itu?"
Zetsu Hitam yang mendengar ejekan Menma terdiam, "...'
Menma yang melihat ia terdiam segera melirikku sambil bertanya, "Naru-nii, apa yang akan kita lakukan padanya? Apa kau dapat menyegelnya dengan Fuinjutsu tingkat tinggi?
Aku terdiam, setelah berpikir aku membalas pertanyaan Menma, "Itu agak sulit Menma, aku sudah banyak menghabiskan Chakraku tadi. Tapi sepertinya dengan keberadaan para Bijuu mungkin mereka dapat membantuku, itupun jika mereka mau."
Menma mengangguk, "Baiklah, tenang saja Naru-nii. Akan kupastikan mereka mau melakukannya."
Ia segera melirik para Bijuu lalu berteriak, "HOI! Kalian dengar apa yang dikatakan Kakakku? Bisa kalian membantunya?"
Kedelapan Bijuu seluruhnya menatap Shukaku, sang ekor 1. Shukaku yang merasa seluruh tatapan kepadanya segera berkata dengan malas, "Grrrrr, Baiklah. Hanya karena ini berhubungan dengan Fuinjutsu aku akan melakukannya."
Aku yang mendengar konfirmasi dari bijuu ekor 1 segera berjalan mendekati Zetsu Hitam, saat aku sudah dekat dengannya aku baru menyadari sesuatu- Bahwa dia rupanya dari tadi tidak diam, tapi sedang menggumamkan sesuatu. Aku yang melihat tindakannya yang mencurigakan itu dengan segera mencoba menyegelnya,
"Kau?! Apa yang ingin kau lakukan? Tidak akan kubiarkan kau menyelesaikannya, Fuinjutsu : Uzumaki Sh-."
Sebelum aku selesai mengaktifkan fuinjutsu milikku tiba-tiba saja ia menahan tanganku lalu menatapku. Tatapan itu, ia menatapku dengan senyum yang sangat mengerikan. Saat itu juga aku dapat mendengarkan bergumam, 'MATILAH KALIAN SEMUA'
Ketika aku masih terkejut, Menma dan Sasuke muncul lalu menyerang Zetsu Hitam sampai tubuhnya tidak berbentuk lagi. Menma segera memegang pundakku, "NARU-NII, Kau baik-baik saja? Apa yang telah terjadi.?"
Aku segera sadar, saat aku ingin berkata, "...Itu-"
tiba-tiba saja Zetsu Hitam yang tubuhnya telah tercerai-berai tertawa mengerikan, "GHUAHAHAHA,..."
Sasuke yang sepertinya terganggu dengan tawa Zetsu Hitam mengarahkan katana miliknya ke arah kepala Zetsu, "Apa yang lucu bodoh? Apa kau sangat bahagai karena akan bertemu dengan ibumu lagi?"
Zetsu Hitam masih tertawa dengan keras, "GHUAHAHAHAUAUHAUU.." Sampai akhirnya ia berhenti lalu tersenyum mengerikan,"Tentu saja aku bahagia, KARENA KALIAN SEMUA AKAN MAT! Hahahahaha."
Aku yang mendengar hal itu berteriak kepada Menma, "Menma, Sasuke cepat hentikan ia sebelum-"
Menma dan Sasuke segera bereaksi dengan mengerahkan serangan kepada Zetsu Hitam. Melihat hal itu Zetsu Hitam masih tidak menghilangkan senyum mengerikan itu dari wajahnya, "Sayang sekali, kalian sudah terlambat."
NGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGG
Suara dengungan terdengar sangat nyaring, lalu sebelum kematiannya Zetsu Hitam tertawa untuk terakhir kalinya, " GHUAHAHA, matilah kalian semua. Maafkan aku ibu karena telah gagal, tapi tenang saja kubuat mereka semua merasakan kehancuran! HAHAHAHA."
Tiba-tiba dilangit-langit muncul berbagai retakan dimensi dengan berbagai ukuran, tidak hanya itu, bahkan daratan tempat kami berpijak juga mulai kehilangan bentuknya. Kami semua panik saat melihat apa yang terjadi,
"Gawat?! Apa yang sebenarnya si sialan itu lakukan?!, Menma berteriak kaget serta marah melihat apa yang terjadi. Tidak hanya Menma, bahkan Sasuke, Sakura, dan Kakashi sensei pun terkejut melihat hal ini.
"Tcih, kukira ini semua telah berakhir."
"APA YANG SEBENARNYA TERJADI?!"
"Huh?! Apa-apaan ini?"
Saat kami sedang panik tiba-tiba saja seseorang muncul, itu- Menma yang melihat orang muncul sepertinya mengenalinya, "ITU?! Hagoromo-Jii-sama?!"
Aku yang mendengar perkataan Menma lalu sadar bahwa orang inilah yang disebut Penemu Ninshuu serta orang yang memberikan Chakra Ashura dan Indra kepada Naruto dan Sasuke. Para Bijuu yang melihat kedetangannya juga terlihat hormat, "Kau datang ya pak tua."
Hagoromo-dono yang datang menganggukan kepala lalu segera menatap kami semua dengan tatapan serius, "Baiklah hal ini benar-benar serius, Zetsu Hitam sepertinya mengaktifkan jurus penghancur dimensi dengan menggunakan sisa kekuatan pohon shinjuu yang masih tertanam di dunia."
Kami yang mendengar hal itu benar-benar shok, jadi maksudnya perjuangan kami selama ini sia-sia?, Tidak- pasti ada suatu cara, semua teknik memiliki kelemahan.
"Hagoromo-dono, apa tidak ada cara untuk menggagalkan teknik ini?"
Hagoromo-dono yang mendengar pertanyaanku hanya dapat diam lalu bergumam,"Sayangnya teknik ini dilakukan dengan sempurna, tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menggagalkannya."
Aku yang mendengar hal itu tersungkur ke tanah dengan tatapan tidak percaya, jadi benar segala hal yang kami lakukan sia-sia.., diikuti dengan yang lainnya juga menampakkan ekspresi ketidak percayaan serta kekecawaan yang mendalam. Hagoromo-dono lalu angkat suara, "Memang tidak ada cara untuk menghentikan hancurnya dimensi kita, namun-"
Menma yang mendengar hal itu segera menyela dengan penuh harapan, "Namun apa?!."
Sebelum melanjutkan perkataannya Hagoromo-domo menghembuskan nafasnya sambil menatap mata, "-meskipun tidak dapat menghentikan kehancuran, kita masih dapat meniggalkan seseorang untuk tetap hidup di lorong dimensi dan menjadi wakil dari dimensi kita sebagai bukti bahwa dunia kita pernah ada..."
Aku yang mendengar hal itu berpikir, begitu ya.. Jadi masih ada yang dapat selamat diantara kami semua. Kalau begitu sudah pasti- , "Menma ,Sasuke siapa diantara kalian yang akan pergi?"
Menma yang kutatap terlihat tersenyum, senyuman yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Dia melirik Sasuke , Sasuke membalas lirikan itu dengan anggukan. Lalu setelah itu ia menatap Hagoromo-dono.
"...Begitu ya, aku mengerti. Naruto Namikaze kau akan pergi sebagai wakil dari semuanya."
Aku kaget setengah mati mendengar hal itu, "APA!? Apa anda tidak salah Hagoromo-dono? Kenapa aku? Kenapa bukan Menma atau Sasuke?"
Hagoromo-dono yang melihat keterkejutanku hanya tersenyum, "Itu adalah permintaan adikmu, Menma."
Aku yang mendengar pengakuan Hagoromo-dono langsung menatap Menma dengan tatapan tidak percaya,"Apa-apaan ini Menma?! Apa kau tau apa yang telah dirimu putuskan?"
Menma menanggapi diriku dengan senyuman penuh makna, "Tenang saja untuk pertama kali dalam hidupku aku benar-benar yakin dengan keputusanku, aku dan Sasuke telah menyetujui hal ini.'
Lagi-lagi aku menatap Sasuke dengan tatapan terkejut, maksudku- Sasuke Uchiha? Keturunan klan Uchiha yang terkenal dengan ego mereka yang tinggi?.
Sasuke lalu memberikan alasan dengan lirih, "Kau adalah kakak yang baik, kau selalu mendukung Menma. Kau membuatku teringat dengan Itachi, hanya saja kurasa kau sedikit lebih baik darinya."
Saat aku masih benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan kudengar, Kakashi-sensei menepuk pundakku, " Kau sudah melakukan semuanya dengan baik, ini saatnya kamu menerima hadiahnya. Lagipula kurasa sudah waktunya aku menyusul Obita dan Rin."
Sakura juga mendekat dan tersenyum, "Bagaimanapun Menma dan Sasuke telah setuju, Kau harus menerimanya Naruto."
Saat masih bimbang, tiba-tiba saja retakan dimensi semakin meluas dan mulai pecah-
TTRRKK...PRAk
Hagoromo-domo membuka matanya lalu menatapku dengan tatapan serius, "Dimensi ini sebentar lagi hancur, Inilah saatnya dirimu memutuskannya."
Aku semakin bimbang saat mendengar perkataan Hagoromo-dono, Maksudku- bagaimana bisa aku bertahan dengan kekuatanku yang payah ini.
Hagoromo-dono tertawa kecil lalu berkata seolah-olah ia dapat membaca pikiranku, "Tenang saja tentang hal itu Naruto, Kau itu terlalu memandang rendah dirimu sendiri. Kalau kau masih tidak yakin maka aku akan mengirim bijuu untuk ikut denganmu. Dan omong-omong, aku memang bisa membaca pikiranmu."
Saat aku mendengar hal itu aku melirik para bijuu, para bijuu yang sadar akan lirikanku segera menanggapinya, "GRRRR, Bagaimanapun ini adalah perintahnya.""Ya, aku mengerti" "Aku ikut saja..." .
Kurama juga menganggukkan kepalanya, "Aku akan mengikutimu sebagaimana aku mengikuti Menma.". Setelah mengatakan itu Kurama melirik Menma, "Kau pasti juga ada yang ingin kau sampaikan kan gaki?"
Menma membalas pertanyaan Kurama sambil melirikku, "Ya, Naru-nii aku dan Sasuke juga akan memberikan seluruh kekuatan kami padamu, bukan begitu teme?"
Sasuke menutup matanya sambil bergumam, " Hn, kau benar dobe."
Aku yang mendengar hal itu tidak bisa berkata-kata lagi, "A-aaku-,"
PRAAAAANG...!
Retakan dimensi mulai pecah dengan mengerikan terlihat kekosongan mulai menelan dimensi kami
Hagoromo-dono lalu mulai mengaktifkan suatu teknik seraya berkata, "Inilah saatnya Naruto, saatnya kalian semua berpisah."
Aku menarik nafas lalu menatap mereka semua, "Aku..., Maaf jika aku tidak sesuai harapan kalian. Terima kasih karena telah menjadi teman, pembimbing, maupun musuh yang membuatku menjadi seperti ini.", Aku lalu menatap Menma dengan tatapan sendu, "Maafkan aku Menma karena tidak menjadi kakak yang baik bagimu."
Menma menggelengkan kepalanya, ia lalu memelukku dengan erat seraya berkata,
"Tidak, kau salah Naru-nii, Kau adalah kakak terbaik yang pernah ada. Tou-san dan Kaa-san juga pasti sangat bangga denganmu."
Aku tidak bisa berkata apa-apa kepada Menma, aku hanya dapat meneteskan air mata.
Lalu sebuah portal dengan yang dikelilingi oleh formula muncul, Hagoromo-dono lalu berkata, "Ini saatnya, Para Bijuu masuklah ke tubuh Naruto dan bantu dia dalam menjalani kehidupannya di dunia yang akan ia tinggali. Serta Menma dan Sasuke! Taruh telapak tangan kalian di punggungnya, itu akan mentransfer seluruh kekuatan kalian kepadanya."
Para Bijuu, Menma, dan Sasuke mengangguk paham setelah mendengar arahan Hagoromo-dono. Mereka segera melakukan apa yang disuruh olehnya.
Para bijuu mulai masuk kedalam tubuhku, aku dapat merasakan suatu ikatan terbentuk. Lalu saat Menma dan Sasuke menaruh tangannya di punggungku, aku dapat merasakan kekuatan yang dahsyat memasuki tubuhku dan juga membuat seluruh tubuhku merasakan kesakitan yang luar biasa.
Setelah selesai diberi kekuatan, aku yang sudah mulai kehilangan kesadaranku didorong oleh Hagoromo-dono ke dalam portal. Saat memasuki portal aku dapat melihat dimensiku mulai ditelan kekosongan sepenuhnya.
Sebelum benar-benar kehilangan kesadaran aku dapat melihat Menma tersenyum kepadaku seraya berkata, "Berjuanglah Naruto-nii kami akan selalu bersama mu..."
To Be Continued
A/N:
Di Naruto Universe ini, Menma dan Naruto adalah saudara kandung. Serta yang mengambil sebagian besar peran Naruto di cannon ialah Menma sementara Naruto menjadi orang yang bergerak dibalik bayangan.
Sedangkan setting waktu Fanfic ini dimulai saat Kaguya telah bangkit dan obito telah memberikan Mata Sharingannya kepada Kakashi.
Hal yang lainnya akan terungkap ketika Naruto mulai mengenang masa lalunya.
Penutup
Halo semuanya, kalian bisa memanggilku Hans atau Hanseld. Ini adalah Fanfic kedua yang saya buat setelah Fanfic pertama saya yang bisa dibilang gagal, Jadi saya minta maaf kalau seandainya Fanfic ini menjadi kegagalan saya yang kedua kalianya. Bagaimanapun dari kegagalan lah saya harus mencapai keberhasilan. Sekali Lagi saya minta maaf apabila Fanfic ini tidak tersusun dengan rapi ataupun plot yang berantakan karena ilmu saya yang masih sangat sedikit.
Mohon komentari dan berikan saya saran, bahkan flame juga tidak apa-apa selama masih berbobot dan berisi poembelajaran bagi diri saya.
Sekian terima kasih, Ciaaaaa~
