Chapter 1: Start The Game
Disclaimer :
Naruto Masashi Kishimoto
Re:Zero Tappei Nagatsuki
Summary: Namikaze Naruto seorang remaja yatim piatu yang sangat membenci kehidupan social di dunianya namun memiliki sifat ramah dan perhatian kepada orang-orang terdekatnya dan juga dia memiliki guru kendo yang sangat hebat di Jepang, terkenal dengan keahliannya menggunakan nodachi dan sekarang dia dihadapi dengan situasi aneh yang dimana tiba-tiba ia berada di dunia lain sehabis latihan dengan gurunya.
Game over or Restart?
Pair :
…..x…..
Genre:Isekai!,Adventure!Semi-Thriller!,Fantasy!,Mystery!,Humor!,Dll…
Rate: M
Warning:OOCNaruto!,Typo!,SmartNaru!,Author baru belajar!,Dll…
Di bawah terangnya sinar matahari dan banyaknya orang yang berada di kota ini ,Namikaze Naruto berdiri kebingungan dengan bokken dan Katana yang tersarung di pinggangnya kenapa ia membawa Katanai? Karena ia baru saja di beri hadiah oleh senseinya sehabis menguasai jurus terhebat senseinya.
Flashback On
"Naruto itu merupakan hadiahku kepadamu ,katana itu bernama Murasame,Katana itu merupakan barng turun-temurun keluarga kami jadi tolon dirawat dan dijaga sebaik mungkin ya"Kata Kojiro
"Kalau begitu kenapa kau berikan katana ini kepadaku Kojiro-sensei"Tanya Naruto
"Kau telah kuanggap sebagai anakku sendiri Naruto"Kata Kojiro dengan senyum ramahnya
"Baiklah sensei akan ku jaga dan rawat Katana ini seperti sahabatku sendiri"Kata Naruto dengan Mantap
Flashback Off
Pada beberapa detik sebelumnya dia tidak berada disini, di alun-alun kota asing ini melainkan di depan sebuah supermarket yang baru saja ia kunjungi untuk membeli beberapa beberapa langkah keluardari supermarket tersebut dia mengecek kembali barang belanjaannya namun tiba-tiba pandangannya memburam dia berkedip beberapa kali tapi pada saat kedipan ketiga ada cahaya yang menyilaukan sehingga ia menggunakan tangannya untuk melindungi matanya.
Dan saat ini tokoh utama kita ini berdiri kebingungan
"Ano…Umm aku berada dimana-ttebayo?" kata Naruto sembari melihat keadannya sekitarnya.
"Tunggu dulu,bukankah itu lizardman yang ada di game yang sering ku mainkan, dan disini orang-orang masih menggunkan kereta kuda…..Masaka?!"
"Inikah yang namanya dipanggil ke isekaiiii!?"Teriak Naruto
"Kaa-chan kenapa nii-chan disitu berteriak sendiri"
"Jangan di liat Miu,kita sebainya menjauh dari orang aneh itu"
Naruto yang mendengar itu lekas pergi dari situ,saat berjalan dia mengamati keadaan sekitar
"Disini bisa kuanggap dunia fantasy yang kebudayannya dan teknologinya masih cukup kuno,berarti disini pasti terdapat sihir dan berbagai macamnya"Naruto bermonolog.
Dan dia pun berhenti di depan toko buah yang di dalamnya ada seseorang laki-laki dengan wajah sangar yang lebih mirip dengan tukang pukul di dalam kawanan bandit.
"aku tidak bisa membaca tulisan yang ada di took ini"Batin Naruto
"Oni-chan bajumu aneh sekali ,apa kau seorang petualang?" kata tukang pukul tersebut eh-maksudku penjaga toki tersebut semabri melihat pakaian naruto dan katana yang Naruto Bawa.(Disini Naruto menggunakan baju olahraga dan membawa tas yang isinya baju dojonya)
"Ini apa-ttebayo?"Tanya Naruto sambil menunjuk buah tersebut
"Itu Namanya Apel"
"Dia bisa mengerti bahasaku,tapi akan kucoba yang ini…"Batin Naruto
Naruto pun mengeluarkan uang yang ada di sakunya dan memperlihatkannya ke penjual tersebut.
"Hah? Uang model apa itu?"Tanya penjual tersebut
"Benda begituan tidak bisa di pakai di Lugunica dan jangan-jangan kau ini bokek ya? Kalau begitu pergi sana jangan ganggu jualanku!"Sambungnya Keras
Narutopun lekas pergi dari situ
"Sudah kuduga uang Jepang tidak berlaku disini….hah,lebih baik aku mencari informasi terlebih dahulu-ttebayo"Ucap Naruto
Saat terus berjalan dia tidak sadar sedang melewati sebuah gang yang cukup gelap dan kemudian duduk untuk istirahat sebentar dan mengeluarkannya Hp-nya
"Tidak ada sinyal…ya iyalah ini kan isekai-ttebayo"
Tiba-tiba muncul tiga orang dibalik bayangan gang yang tak terkena sinar matahari yaitu orang berbadan gendut berada yang ada sebelah kanan dan ada yang sedang kurus di tengah dan ada yang cebol dikiri.
"Wuah… Apa in?i ada trio doremi yang muncul"Batin hambar Naruto
"Sepertinya kau membawa barang yang menarik,berikan itu semua kalau kau masih sayang nyawamu"Kata yang kurus
Sebelum Naruto sempat menjawab dia tiba-tiba di interupsi sebuah suara yang agak melengking
"Minggir!"Teriak dari kejauhan seorang loli eh!? maksudku seorang gadis berambut pirang dan ia pun berhenti depan Trio Doremi dan Naruto yang memandang bingung gadis tersebut.
"Sepertinya ada yang menarik disini, tapi karena aku sedang terburu-buru…"kata gadis tersebut dan melompati mereka semua
"Hidup itu penuh cobaan Nii-chan jadi biasakanlah"Ucap gadis itu lagi ke Naruto sebelum pergi
Dan mereka pun masih memandang kejadian yang cukup absurd tersebut
"Oke sampai mana kita tadi oh!? aku ingat….Coba saja kalau kau memang mampu-ttebayo"Kata sembari berdiri dan mengambil bokkenya
"Kau mau melawanya baiklah….terima ini hiyyah…!"kata yang Kurus sambil mengambil pisau dan menyerang Naruto
Naruto yang melihat itu mundur satu langkah dan langsung mengayunkan bokkennya kearah ke kepala si Kurus dan Si kurus pun tidak bisa menghinadari serangan tersebut alhasil…
CTAAK!
Dengan hantaman kuat Sikurus pun langsung pingsan
"Beraninya Kau!"Marah Si Gendut yang tak terima rekannya dibuat pingsan oleh Naruto tanpa pikir panjang Si Gendut langsung menerjang kearah Naruto dia menayunkan tangannya kearah kepala Naruto tapi dengan reflek yang terlatih Naruto langsung menghindar kearah samping kiri Si Gendut dan langsung menebas bokkenya ke telinga Si Gendut dengan cukup kuat,mendapat serangan telak tersebut Si gendut pun juga langsung jatuh pingsan dan pandangan Naruto beralih ke Si Cebol,Si Cebol melihat itu pun langsung keringat dan tanpa aba-aba lari tunggang langgang meninggalkan rekannya
"Cih..Sampah"Gumam Naruto
Naruto yang merasa semua sudah beres pun merencanakan untuk beristirahat kembali sebelum ia mendengar sebuah langkah kaki dan di barengi sebuah suara
"Ano…pemuda yang ada disana"Di balik kegelapan gang muncul lagi sesosok Gadis cantik berambut perak.
"Apkah kau yang melakukan semua ini?"Tanya gadis tersebut
"Ya itu Benar"Jawab tenang Naruto
"Tapi kenapa?"Tanya gadis itu sambil memiringkan kepalanya
"Katakan saja mereka itu siap menyerang tapi tidak siap untuk di serang
Gadis yang mendengar jawaban itu pun hanya mengangguk dan langsung mengecek Si duet DoRe karna si Tri Mi sudah kabur (Sorry kalau Garing)
"Apa yang kau lakukan ?"Tanya Naruto melihat gadis tersebut seperti sedang mencari sesuatu di saku dua orang tersebut samba meletakkan kembali bokkenya di dekat tas dan barang belanjaan miliknya
"Aku hanya sedang mencari barangku yang di curi"Jawab gadis tersebut
"Apa sebelumnya mereka telah mencuri sesuatu dari mu "Tanya kembali Naruto
"Aku tidak yakin?"Jawab gadis itu resah
"Apa yang curi darimu itu barang yang berharga dan mahal"
"Iya barang itu sangat berharga"
"Memang kalau itu di jual berapa uang yang bisa di perolah?"
"Aku tidak tau,tapi yang pasti sudah bisa untuk hidup enak dalam beberapabulan kedepan"
"Wuah…Sekaya apa gadis ini sampai bisa memiliki barang seperti itu"B atin Naruto
"Kalau begitu aku pikir bukan mereka yang mencurinya "
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu"
"Kalau harganya memang semahal itu mereka pasti tidak perlu repot-repot memalak orang lain lagi ,pasti mereka lebih memilih berfoya-beroya terlebih dahulu"
"Jadi mereka ini menurut mu tidak mencuri barangku?"
"Ya tentu saja-ttebayo"
Lalu gadis itu pun berjalan kearah ku
"Tapi bisa saja kan kalau mere-"
"Awas!" dengan sigap Naruto mendorong gadis itu kearah samping
Jleb
Bunyi tusukan pun terdengar, da rupanya telapak tangan kiri Naruto yang menjadi korban tusukan tersebut yang saat ini sedang menahan sekaligus mencekram si penuskuyang rupanya Si Kurus yang baru saja sadar
Gadis berambut perak yang melihat itu pun terkejut
Tanpa basa-basi lagi tangan kanan Naruto langsung mencekik Si Kurus tidak terlalu erat sehingga Si Kurus masih bisa mengeluarkan suara
"Kebetulan kau bangun aku ingin bertanya dank au harus menjawab secara jujur atau kau tidak bisa melihat hari esok lagi"Tanya dingin Naruto tanapa mengindahkan rasa salit dan perih yang mulai menggerogotinya
"Ba-ba-baik!"Dengan tercekat Sikurus menjawabt dan jangan lupa keringat dingin mulai keluar
"Apa kau atau temanmu itu ada mencuri sesuati dari gadis itu"Tanya Naruto lagi sembari mengarahkan pandanganya kea arah gadis tersebut.
"Ti-t-Idak ada …aaku berani ber-berani bersumpah"Selama beberaoa saat Naruto memandangi Si Kurus untuk mencari kebohongan kemudian menghempaskan Si Kurus kea rah Si Gendut yang masih terkapar dan tentu saja dengan pisau yang masih menancap di telapak tangan kirinya
"Pergi dan jangan pernah lagi kau dan teman-temanmu muncul dihadapanku kalau tidak kau akan tau akibatnya"Kata Dinign Naruto sambil melepaskan pisau di tangan kirinya yang menambah kesan mengerikan di diri Naruto Si Kurus yang melihat itu spontan menggeret Si gendut dan kabur secepat mungkin
"Ano tangan mu.."Kata gadis perak tersebut dan langsung menarik Naruto untuk duduk
SRAKK!
Tiba-tiba gadis tersebut menyobek baju lengannya dan langsung memperban telapak tangan kiri Naruto untuk menghentikan pendarahan Naruto sementara.
"Eeh apa yang kau la—"
"Puck keluarlah" Setelah gadis tersebut mengatakan hal itu muncullah sesosok makhluk imut yang keluar dari liontinnya.
Naruto yang melihat itu pun terkejut namun langsung bisa mengontrol emosinya
"Hoam..Lia ada apa sampai kau membangunkan tidurku"Kata makhluk yang di panggil Pack oleh Gadis tersebut
"Pack tolong sembuhkan tangan pemuda ini"Pintanya
"Eeh?! Tidak perlu lagi pula ini kesalahan ku dan lagi pula kamu sudah menyumbangkan pakaian bagusmu untuk memperban tanganku jadi sudah cukup"Kata Naruto tak enak
"Mana bisa begitu kautelah menolongku dari tusukan pisau tadi jadi tidak apa-apa"Jawab Tegas Gadis itu
"Tapi kan mereka itu adalah masalahku kau hanya terlibat jadi tidak apa-apa"Balas Naruto
"Sudah jangan banyak protes biarkan Pack menyembuhkan tanganmu"
"Tapi dengan cara apa? Bukankah tangan ku sudahkamu perban?"
"Menggunakan sihir tentunya tapi hanya bisa untuk menghindari infeksi saja dan menutup luka"
Naruto hanya ber-Oh ria setelah itu Pack langsung menyembuhkan tangan Naruto setelah selesai dia langsung bertengger di kepala gadis tersebut
"Wah terimakasih….dan ngomong-nogmong kita belum berkenlan….Perkenalkan Namaku Namikaze Naruto panggil saja Naruto senang berkenalan dengan mu."Kata Naruto sambil menjulurkan tangan kanannya ke arah Gadis itu
"Namaku adalah umm…Satella senang juga berkenalan dengan mu."Kata gadis itu yang katanya bernama Satella sambil menjawab jabat tangan Naruto
"Dan aku bernama Pack senang berkenalan dengan mu anak muda"Jawab Makhluk imut itu
"Ano..bukan bermaksud apa-apa tapi Satella-san apa itu nama aslimu? Soalnya tadi mendengar Pack-san memanggilmu Lia? Atau ada hal yang lain?"Tanya Naruto
Satella yang mendengar itu cukup terkejut dan dia pun terlihat ragu untuk menjawab
"Tidak dijawabpun tidak apa-apa kalau kau tidak mau menjawabnya karena itu menurutku setiap orang memiliki rahasianya masing-masingkan?"Kata Naruto dengan senyum ramah dan Satella hanya mengangguk kecil.
"Oh satu lagi Naruto-san aku minta kapada mu untuk jangan lagi lewat digang-gang kecil dan gelap seperti ini lagi bukannya aku khawatir atau apa tapi jika nanti kamu terluka lagi seperti tadi nanti tidak ada yamg bisa membantumu, ingat itu ya Naruto-san"Kata Satella
Naruto hanya diam ketika diceramahi seperti itu
"Kau orang yang sangat baik Satella-san"Kata Naruto dengan senyum yang menawan dan Satella yang melihat itu merona dan langsung mengalihkan pandangannya
"Baiklah sebagai permohonan maaf dariku aku akan membantumu mencari barangmu yang hilang itu Satella-san"
"Eeh tapi kenapa?"Tanya Satella
"Karena ada masalahku tadi kau jadi terhambat mencari pencuri barang mu kan maka aku akan membantumu bolehkah?"Tanya Naruto
Satella hanya melirik Pack
"Lebih banyak orang bukankah leih baik?" Saran Pack
"Baiklah Kalau begitu tolong bantuannya Naruto-san"
"Oke pertama-tama kamu kehilangan barang mu dimana Satella san?"
"Di pasar dekat alun-alun kota"
"Oke langsung saja kita kesana"
"Kenapa?"
"Tentunya untuk mencari informasi."
Dan merekapun pergi ke sana tidak lupa Naruto membawa barang-barangnya s,aat di perjalanan Naruto terus saja menatap penasaran Pack
"Naruto aku tau aku imut tapi aku bisa jengkel pula kalau diliat terus-terusan seperti itu"
"Ah..gomen aku cuma penasaran makhluk apa sebenarnya kamu Pack"
"Aku adalah Roh"
"Roh?"Kata Naruto dengan Penasaran
"Roh adalah makhluk dari hasil pengabungan pecahan roh yang bisa mengunkan mana yang ada di udara untuk menciptakan sihir"Kata Satella
"Oh begitu"
Saat di perjalanan menuju alun-alun kota Satella melihat seorang anak kecil ang nampaknya kebingungan dan sedang tersesat
"Ano…Naruto-san anak itu kelihatannya sedang tersesat apakah bisa kita bantu dia"Kata Satella
"Aku sih tidak masalah tapi bagaimana denganmu bukankah kita sedang buru-mencari pencuri barang mu itu?"Kata Naruto
"Tidak apa-apa kok anak itu kelihatannya lebih butuh bantuan"
"Okelah kalau begitu"
Kemudian Naruto dan Satella pergi menuju anak itu
"Permisi apa kamu tidak apa-apa?"Tanya Satella ke anak kecil itu
Anak kecil yang melihat satella itu melangkah mundur dan wajahnya mulai menunjukkan bahwa ia akan menangis Satella yang melihatitu pun panic
"Eeh jangan menangis kami disini Cuma mau membantu mu"Kata Satella
Naruto yang melihat itu pun langsung bertindak
"Ne Ojou-chan jangan menangis dulu Nii-chan akan menunjukkan sesuatu yang sangat hebat jika Ojou-chan tidak menangis mau melihatnya?"Tanya Naruto dengan ramah dan senyum kecil di wajahnya dan anak kecil itu mengangguk
"Baiklah perhaikan koin ini baik-baik"dengan cekatan Naruto menyembunyikan koin itu di tangannya dengan sebuah trik ketika tangan itu di buka koin itu menghilang,melihat itu anak itu pun terkejut
"Dimana koin itu Nii-chan"Tanya anak kecil itu
"Koinnya ada di telinga Ojou-chan"sambil mengambil koin yang berada di belakang daun telinga anak kecil itu
"Wah Nii-chan hebat"Kagum anak itu
"Nah Ojou-chan apakah kamu tersesat"Tanya Naruto dengan ramah
Anak kecil itu mengangguk
"Kau tau berada dimana orang tuamu"
Anak kecil itu mengangguk
"Mereka ada di pasar dekat alun-alun kota"Kata anak kecil itu
"Baiklah Nii-chan dan Nee-chan yang baik ini akan mengantarmu kau maukan?"Kata Naruto dan anak itu kembali mengangguk
"Kau tipe yang di sukai anak-anak ya Naruto-san"Kata Satella dengan senyuman kecil di bibirnya
"Begitulah"
Skip
Setelah sampai pasar anak itu melihat kedai orang tuanya dan mengajak Naruto dan Satella kesana, ternyata orang tua anak itu adalah pedagang yang mirip tukang pukul yang ditemui Naruto
"Arigato kautelah membantu anakku dan maaf telah mengusirmu dari toko tadi"Kata Penjual itu
"Tidak apa-apa Oji-san aku juga tidak mempermasalahkan hal itu…. Dan aku ingin bertanya apakah Oji-san tau siap saja yang bisa melukan pencurian di derah sini?"Kata Naruto
"Aku tidak tau pasti siapa saja orangnya tapi ada satu pencuri yang cukup terkenal di daerah ini namanya adalah Felt dia tinggal bersama dengan Pak tua Rom di pinggir kota"
"Oh Begitu terimakasih ya Oji-san"
"Sama-sama Nii-chan"
"Jadi bagaimana Satella-san mau mencoba mengeceknya?"Tanya Naruto
"Tidak ada salahnya untuk mengecek,ayo kita kesana"
Skip Time
Saat ini Naruto dan Satella sedang berada di sebuah toko yang cukup besar dan hari pun sudah senja terlihat matahari yang mulia terbenam
"Lia nampaknya aku sudah tidak sanggup lagi aku mau tidur dulu nanti kalu ada apa-apa kau bisa memanggil lewat Odo"Kata Pack yang semkin lama semakin hilang
"Umu...Pack beristirhatlah"
"Ya sudah, tolong bantu dia ya,Naruto"Kata Pack sebelum menghilang
"Serahkan Kepada ku"Balas Naruto dan Pack menghilang seluruhnya
"Baiklah Satella-san apakah kau sudah siap?"Kata Naruto
"Ayo Naruto-san"
Saat Naruto membuka pintu toko semua mata tertuju kepada merekaberdua dan terlihat di sana ada tiga orang yang pertama seorang gadis pirang kecil yang ditemui Naruto yang ada di gang siang tadi sedang memegang sebuah lencana dan seorang wanita dengan pakaian cukup terbuka memperlihatkan belahan dadanya sampai pusar dan seorang lagi seperti kakek tua tapi memiliki badan raksasa dan berotot Satella yang melihat itu pun langsung bereaksi
"Itu adalah lencanaku "Kata Satella
Gadis kecil yang memegang lencana itu pun langsung tersentak dan dengan senyum grogi dia menjawab
"Si-si-siapa Kalian"
"Tunggu dulu sebelum itu duduklah kalian dulu disini"Kata Kakek tau Berotot itu Naruto dan Satella pun langsung duduk sesuai interuksi kakek itu Namun enah kenapa Naruto mempunyai firasat buruk tentang ini apa lagi wanita itu yang menatap Satella dengan aneh.
"Baiklah Kalian ini siapa?"Kata Kakek itu
"Namaku adalah Namikaze Naruto dan lencana itu adalah milik Gadis yang ada di sebelahku ini bukankah begitu"Kata Naruto sembari melirik Satella
"Benar lencana itu milikku"Kata Satella
"Begini karena Lencana ini sudah ada di tangan Felt dan ada seseorang yang inigin membeli lencana ini jadi kalian harus bersaing untuk mendapatkannya dengan memberikan harga tertinggi."Kata kakek tua itu
"Mana bi-"
"Baiklah aku setuju"Ucapan Naruto terpotong oleh Satella yang menatap tajamyang akan menjadi lawan negoisasinya ini
"Baiklah kalau begitu Elsa-san berapa harga kau tawarkan untuk lencana ini"Tanya kakek tua itu
"20 koin Suci"Kata Elsa sambil mengeluarkan uangnya
Kakek tua itu dan Si pencuri itu terkejut
"Lalu kau berapa yang kau tawarkan gadis perak?"Tanya kakek tua itu
"30 Koin Suci"Kata Satella yang juga mengeluarkan uangnya
Kakek tua itupun langsung menghitung kedua uang yang dimiliki mereka
"Oke dengan begini pemenangnya adalah sang gadis perak Felt kau bisa menyerah kan lencana itu kepadanya dan maaf saja kepada kau Elsa san kau nampaknya kalah dalam negoisasi ini"Kata Kakek tua
"Hm…tdak apa-apa karena aku kalah dengan adil tapi saying sekali"Kata Elsa sambil meminum susu yang memang telah di sediakan di meja
PYARR!
TINGG!
Tiba-tiba saja Elsa memecahkan gelasnya dan mencoba menusuk leher kakek tua itu sebelum di hentikan oleh Naruto dengan Murasame-nya
"Tidak kusangka kau bisa menghentikannya"Kata Elsa dengan senyum Psikopatnya
"Begitulah"Balas Naruto tenang
Elsa langsung melompat menjauh dan mengeluarkan dagger, Kakek tua yang tiba-tiba diserang itu meskipun masih terkejut langsung mengambil gada besar yang ada di tokonya
"Beraninya kau!" Kakek tua itu menyerang Elsa dengan membabi buta namn tiba saat memukul Elsa untuk kesekian kalinya gada besar kakek tua itu tersangkut melihat kesempatan ini Elsa langsung menebas daggernya ke leher kakek tua itu.
"Tak akan kubiarkan begitu saja"Kata Felt sambil melempar pisaunya tapi…
CRASHH!
BRUKK!
"Rom-Jii!"Teriak Felt yang melihat kakek tua itu terjatuh dengan luka cukup panjang yang ada di lehernya.
"Dasar anak nakal,kalau tidak punya keberanian atau pun kekuatan sebaiknya kamu meringkuk saja seperti serangga ketakutan"Kata Elsa yang kesal serangannya di ganggu
"Felt segera keluar dari sini dan bawa Satella-san juga aku akan mengulur waktu untuk kalian"Kata Naruto sambil mengacungkan katananya
"Tidak Naruto-san aku akan bertarung denganmu dan Felt-san kaburlah"Kata Satella dengan tatapan serius
Naruto yang melihat itu hanya mengangguk bukan saatnya untuk berdebat pikirnya.
"T-ta-tap.."Gagap Felt
"PERGILAH! "Teriak Naruto
Felt yang diteriaki begitu langsung lari.
Elsa langsung menerjang Naruto dengan segera ia mencoba menebas area perut Naruto dengan dagger yang di pegangnya.
TING!
Tapi masih bisa ditahan oleh Naruto dengan dorongan pada katanya dia berhasil membuat Elsa kehilanagn Naruto tidak menyia-nyiakan kesemapatan itu lansung mencoba menebas dengan badan Elsa.
TING!
Ternyata Elsa bisa menahan serangan itu dengan dagger kedua yang ada di tangan kirinya melihat serangan keduanya di gagalkan Elsa kembali melompat mundur sesat setelah melompat tiba-tiba ada beberap panahes yang megarah ke arahnya namun masih bisa di hindari dengan mudah oleh
"Satella-san bisakah kau menyembuhkan kakek tua itu"Kata Naruto dengan raut wajah yang berbeda yang selama ini dilihat Satella dingin,tenang dan serius sembari melihat kakek itu masih bernapas namun sanagat pelan
"Baiklah dan berhati-hatilah Naruto-san"Kata Satella dengan raut wajah khawatir dan pergi menuju kearah kakek yang diketahui bernama Rom dan mulai menggunakan sihir penyembuhan kepadanya
Elsa yang melihat itu tidak membiarkannya dan langsung menyerang kearah Satella namun di halangi oleh Naruto
"Lawanmu adalah aku"Kata Naruto
"Bocah seperti mu takkan mampu mengalahkanku"Remeh Elsa
"Kita liat saja nanti"Tantang Naruto
Mendengar itu dia langsung menyerang Naruto dengan menggunakan dagger di tangan kanannya dia langsung menebas perutnya namun masih ditahan oleh katana Naruto namun tidak sampai situ saja dia langsung menggunakan dagger yang satu lagi untuk menebas leher Naruto, Naruto yang melihat itu pun langsung melompat mundur.
"Ara..kenapa mundur merasa takut bocah"Kata Elsa
Naruto tidak menggubrisnya dan kemudia mulai maju untuk menyerang jual beli seranganpun terjadi selaa hampir seperempat jam peratarungan itu di diisi dengan bunyi dentingan pedamg beradu.
Namun dilihat keadaan sekarang pihak Nerutolah yang merasa di rugikan karena kita bisa mendengar deru nafasnya yang mulai berat sedangkan Elsa hanya sedikit berkeringat saja
"Kenapa bocah sudah lelah ….bagaimana kalau kita akhiri saja"Tantang Elsa
Mendengar kalimat provokatif seperti itu Naruto tetap tenang ,merasa diacuhkan Elsa merasa kesal dengan emosi dia langsung menerjang Naruto,melihat itu Naruto menahan napas sesaat Elsa tepat berada di depannya dia menggunakan teknik yang selama ini mati-matian dia pelajari oleh menutup matanya…membayangkan sesuatau…
"Nani..! melancarkan tiga tebasan hanya dengan sekali ayunan katana itu mustahil"Seru Naruto kepada Kojiro
"Tidak ada yang mustahil Naruto selama kau berjuang dan tidak akan menyerah maka tidak ada yang mustahil bagimu"Bijak Kojiro
"Jadi apa nama teknik itu?"Tanya Naruto
"Namanya adalah….
Naruto membuka matanya…
[Tsubame Gaeshi]
Elsayang melihat itu langsung terkejut dia melihat tiga tebasan hanya dalam sekali ayunan dengan reflek dia kembali melompat mundur namun serangan itu masih cukup cepat,Sedangakan Satella yang melihat itu terperangah akibat keindahan teknik itu
CRASHH!
Sayatan lebar bersarang di daerah bahu sampai pinggang Elsa dan membuatnya harus terduduk sambil menundukkan kepalanya.
Melihat itu Naruto mendecih pelan…
"Pijakan dan kuda-kudaku kurang rata dan aku masih harus menyempurnakan teknik ini" batin Naruto
Dengan nafas berat Naruto berlutut teknik ini terlalu membebani paru-parunya Satella yang melihat itu pun khawatir..
"Naruto-kun!"Khawatir Satella mencoba menghampiri Naruto
"Satella awas!"
Melihat kesmpatan itu Elsa langsung menyerang nya namun Naruto dengan energi yang tersisa dia berlari ke arah Satella dan berdiri di depannya Elsa yang melihat itu segera menagyunkan deggernya namun ditahan oleh katana Naruto tetapi akibat kalah stamina Naruto harus merelakan tubuhnya terlempar kaearah dinding banguna kayu yang membuat dinding tersebut patah tapi tidak sampai jebol.
"Naruto-kun!"Teriak Satella
Elsa yang melihat itu hanya menyeringai bersiap untuk melancarkan serangan sekali lagi namun di hentikan oleh sebuah suara..
"Cukup hentikan sampai di situ"
DUARR!
Muncul dengan menjebol atap toko tersebut seseorang pria cukup tampan berambut yang melihat itu mencoba bangun dan langsung dihampiri oleh Satella dan membantunya berdiri
"Apa kau baik-baik saja?"Tanya khawatir Satella, Naruto hanya membalas dengan senyuman.
"Elsa Greinhart sebaiknya kau menyerah ,kau tau kan kau tidak akan menang meawanku"kata Pemuda berambut merah tersebut.
"Reinhard cihh…baiklah untuk saat ini aku akan mundur tapi suatu saat nanti aku akan mencabik dan mengeluarkan isi perut kalian"Kata Elsa sebelum kabur.
"Kau baik-baik saja"Tanya Reinhard kepada Satella yang sedang membopong Naruto untuk berdiri
"Dari pada itu yang kau katakan lebih baik kau periksa kakek itu dan juga bagaimana kau bisa kesini?"Kata Satella
"Aku kesini karena ada gadis kecil yang meminta tolong"
"Oh Felt kah? Dan kau Naruto-kun apakah kau cukup kuat untuk berjalan"Tanya Khawatir Satella
"Saat ini saja untuk menjaga kesadaranku sudah sangat sulit Satella-san"Ucap lemah Naruto
"Emilia"
"Huh?!"
"Namaku yang sebenarnya adalah Emilia"
"Souka…Emilia kah nama yang sangat indah-ttebayo"Ucap Naruto yang membuat Satella atau bisa di bilang sekarang Emillia merona hebat namun tak berlangsung lama karena tiba-tiba Naruto pingsan
"Semua baik-baik sajakah"Ucap seseorang yang ternyata Felt, Reinhard dan Emilia yang mendengar itu hanya mengangguk
"Bagaimana dengan Rom-jii dan Nii-san yang tadi?"Tanya Khawatir Felt
"Mereka berdua baik-baik saja kau tenang saja"Balas Emilia
Kemudian berjalan kearah Emilia dan mengeluarkan lencana berencana untuk mengembalikannya ke Emilia
"Ini aku kembalikan, akibat peristiwa ini aku tidak akan mau mencuri apapun lagi darimu"Kata Felt yang memegang lencana itu yang nampaknya bersinar.
"Terima kasih"Balas Emilia sesaat akan mengambl lencana itu dari Tangan Felt
Tiba tangan Felt ditahan Oleh Reinhard dengan tatapan serius berkata kepada Felt
"Kau apa marga mu dan berapa usia mu?"
"Ehh! Aku tidak punya apa yang di sebut marga itu dan umurku 15 tahun dan lepaskan tanganku!?"Kata Felt sambil meronta-ronta
"Maaf tapi setelah ini kau harus ikut denganku"Kata Reinhard dan Emillia hanya memandang bingung kejadian itu
Skip Time
Naruto Pov On
Ahhh…badanku terasa sangat lelah sekali dan kucoba membuka mataku dan hal yang pertamakali kulihat adalah atap-atap kamar yang cukup mewah beberapa kali aku mengejapkan mataku berharap ini bukan mimpi… tunggu ahal terkhir yang kuingat adalah aku berada di toko melawan Onee-san milf yang psikopat lalu ada seseorang bertampang sok keren dating membant….terus ini dimana apa di rumah Emillia ata di rumah Pria sok keren itu….selagi hanyut dalam pikiran aku mendengar sebuah suara
"Nee-sama, Nee-sama,sepertinya tamu kita bingung dengan apa yang terjadi"Kata suara A
"Rem, Rem spertinya kau benar lihat saja wajah bodohnya ketika berpikir" Kata suara B yang sukses mebuatku merasa kesal denagn seketika aku bangun dari tidurku dalam posisi duduk dan kulihat dua orang gadis kembar berpakaian maid dengan yang membedakannya adalah warna saat ini berpose dengan saling menggenggam tangan dan menempelkan pipi mereka….
"Ano…..Siapa kalian"Tanyaku
TBc
Hola! Saya minta maaf kalu ff ini tidak seseuai selera masih banyak typonya dan ada beberapa scene yang kurang pas maklum athor baru
Untuk kekuatan [Bankit kembali setelah kematian] akan muncul di chapter depan jadi mohon kasih saran dan kritik yang sopan biar saya bersemangat melanjutkan ff ini
So Keep Respect and Happy Reading….
Bye…Bye…
