Naruto by Masashi Kishimoto
Warning: Gender bender, OOC, Canon, Typo, Lemon, Smut and lain lain
Pairing: Naruto x Satsuki (Fem!Sasuke)
...
..
.
Naruto tak menyangka sama sekali, dia benar-benar dibuat tak percaya dengan hal semacam ini. Seumur hidupnya, dia hanya tahu rahasia dimana dirinya itu anak dari Hokage keempat.
Tapi itu sudah menjadi rahasia umum di desa Konoha.
Namun, hal ini membuatnya kebingungan setengah mati. Dia saat ini ada di Apartemen milik Rival sekaligus sahabatnya, duduk merenung sembari memikirkan hal yang baru saja terjadi.
"Apa kau lihat-lihat?!"
"Siapa yang melihatmu, brengsek?! Aku sedang berpikir."
"Kau bisa memikirkan sesuatu ternyata."
Suara perempuan itu membuat kepala kuningnya berkedut kesal. "Aku punya otak, Sasuke! Kuulangi, aku punya otak! Dan jangan bermulut pedas seperti itu, sialan!"
Perempuan yang baru saja mengeluarkan kata pedasnya itu adalah Sasuke Uchiha. Gadis itu tersenyum miring mendengar balasan dari Naruto. "Nama asliku, Satsuki Uchiha, kau harus tahu itu, Dobe!"
Uchiha terakhir yang ditinggalkan oleh Itachi adalah seorang perempuan, kakak Satsuki memang sangat perhatian pada adiknya. Naruto sedari dulu memang sedikit curiga dengan tingkah Sasuke, ah maksudnya Satsuki saat masih di Academy, setelah kejadian ciuman pertama itu.
Pemuda pirang itu menyadari jikalau Sasu-Satsuki menunduk malu dengan wajah merona. Dia meneguk ludahnya kasar saat mengingat kejadian masa lalu itu. Seiring berjalannya waktu, Naruto berpikir jika Sasuke-maksudnya Satsuki itu seorang lelaki tulen, kejadian demi kejadian dilewati oleh mereka.
"Makanya saat aku bertemu setelah dua tahun itu, kau terlihat lebih pendek."
"Ap-apa yang kau katakan sialan?!"
Aura tak mengenakkan menguar dari tubuh Satsuki. Nyali pemuda itu langsung menciut ketika ditatap tajam oleh perempuan dengan satu tangan itu. "Kan memang benar kau lebih pendek dariku."
"Ta-tapi jangan mengatakannya tepat di depanku, sialan!"
Oke, Naruto baru saja menemukan satu fakta lain dari perempuan Uchiha ini.
Dia Tsundere.
Naruto tahu, Sasuke-maksudnya Satsuki ini sangat dingin, serta irit kata, lalu dia juga punya ambisi membunuh kakaknya. Sayangnya, sang kakak harus menahan rasa malunya saat pertarungan terakhir mereka.
"Apakah aku harus berbicara dengan Itachi?"
"Untuk apa, idiot?!"
Mungkin ini ide yang bagus, menghidupkan Itachi untuk menguak informasi rahasia tentang Uchiha terakhir yang terkenal tampan ini.
"Jangan seenak jidatmu untuk memutuskan sesuatu, dasar Dobe!"
Naruto mengambil sebuah gulungan, dia pun membuka gulungan itu, lalu menggigit jarinya hingga keluar darah. Pemuda itu lalu mengusap darahnya ke kertas gulungan tersebut, dan menghentakkan tangannya ke kertas tersebut.
Kepulan asap memenuhi ruangan itu, seongok Zetsu putih keluar dari sana. Naruto pun lalu mengambil sebuah benda yang ada di sakunya, dia lalu membuat beberapa segel tangan, dan menghentakkan kedua tangannya ke atas lantai.
"Kuchiyose: Edo Tensei!"
"Naruto sialan!"
...
..
...
Itachi duduk bersila di atas lantai apartemen Sasuke, maksudnya Satsuki. Dia menatap sang adik yang sedang duduk di atas kasurnya sambil memeluk kedua lututnya. Sementara itu, Naruto tersenyum seolah meminta penjelasan terhadap Itachi.
"Bisa kau lihat Naruto, Satsuke memang seorang perempuan."
"Apa-apaan dengan nama Satsuke?!"
Itachi mengabaikan protes dari Satsuki, dia menjelaskan beberapa hal tentang adik perempuannya itu.
"Dia sangat Tsundere, jadi maklumi saja."
"A-apa-apaan de-dengan Tsundere, hah!?"
"Lihat, dia Tsundere."
Wajah tampan Itachi langsung ditimpuk oleh bantal milik Satsuki.
"Satsu-chan, saat ini gendermu masih belum dipublikasikan. Mereka mengira jika kau adalah seorang lelaki tulen nan tampan yang di idolakan banyam gadis."
"Ap-"
"Setidaknya, kau bisa bersembunyi sementara waktu. Biarlah Naruto yang mengetahuinya, dan Naruto."
"Ya? Niisan?"
"Aku percayakan kau untuk menjaga adik kecilku, kau boleh mengapa-apakan tubuh-"
"CHIDORI!"
...
..
...
Naruto cukup puas dengan penjelasan Itachi barusan. Setidaknya, dia sedikit tahu tentang Satsuki yang disuruh Itachi untuk menyembunyikan gendernya yang asli, sedari kecil!
"Lelaki tampan berubah menjadi seorang perempuan Tsundere nan cantik."
Kepala Satsuki meledak, wajahnya merona pekat.
"Kau demam?"
"Idiot!"
Naruto punya pendengaran yang tajam, bibirnya menyeringai tipis mendengar perkataan yang baru saja keluar dari bibir plum Satsuki. Dia baru saja selesai mengeluarkan jasad Zetsu putih itu. Membuangnya ke tempat nan jauh.
Kurama? Sepertinya rubah itu tak terlalu memperdulikannya.
Pemuda pirang itu saat ini berdiri tepat di depan Satsuki, masih di apartemen milik Uchiha. Kedua mata birunya menatap intens Satsuki, membuat gadis itu merona saat dia di tatap oleh Naruto.
"Orientasiku memang masih lurus ternyata."
"..."
"Setidaknya, orang yang kusukai adalah perempuan yang tomboy."
Pemuda pirang itu langsung mendorong Satsuki, punggung perempuan itu menabrak tembok yang ada dibelakangnya. "Sakit, Naruto!" gumamnya mengaduh.
Naruto mendekatkana bibirnya ke telinga Satsuki. "Maafkan aku." Dia mencium aroma wangi yang keluar dari tubuh gadis itu, kulit putihnya membuat Naruto tak bisa menahan diri, dia menggigit kecil daun telinga Satsuki.
"Ahh," desah Satsuki. Gadis itu membalas Naruto dengan sebuah pelukan, tubuhnya serasa kaku tak bisa digerakkan sama sekali, dia terkunci di dalam kungkungan Naruto.
Naruto menarik wajahnya, di tatapnya Satsuki yang terlihat malu saat itu. Dia benar-benar imut, Naruto mendekatkan bibirnya, pemuda itu menabrakkan bibirnya ke bibir Satsuki. Benda lembut milik gadis itu bisa dirasakan oleh Naruto, dia mengecap bibir manis itu, serta menaruh telapak tangannya ke pipi putih Satsuki. Naruto membawa gadis itu melayang ke angkasa.
Kedua mata hitam kelam itu tertutup, Satsuki menikmati bagaimana cara Naruto bermain dengan bibirnya. Dirinya seolah diberikan sebuah kenikmatan yang tiada tara oleh Naruto, rivalnya dalam segala hal.
Keduanya terus berciuman hingga Naruto menarik diri, dia menyentuh dahi Satsuki dengan dahinya. Menatap kedua Iris kelam itu dengan mata birunya yang indah. Senyuman tipis terpatri di wajah Naruto saat Satsuki membalas tatapannya dengan sebuah tatapan sayu. Gadis itu terlihat malu setelah Naruto menciumnya barusan.
"Satsuki... kali ini, aku masih sangat normal karena menyukai seorang gadis.'
"Ma-maaf saja, a-aku juga masih menyukai seorang lelaki, hmph!"
Naruto tertawa kecil untuk membalas perkataan Satsuki barusan, dia kembali mencium bibir manis itu. Kedua tangannya bereaksi untuk meremas dada Satsuki, dia merasakan betapa empuknya kedua benda itu. Walaupun keduanya masih ditutupi oleh tanktop longgar berwarna putih.
Satsuki hanya bisa pasrah saat dia mulai di jamah oleh Naruto, karena memang dia hanya memiliki satu tangan saja, sementara pemuda di depannya itu memiliki dua tangan walaupun itu dari sel Hashirama.
Ciuman Naruto beralih ke leher putih Satsuki, dia menjilati bulir keringat yang keluar dari pori-pori kulit putih itu, serta memberikan beberapa tanda kepemilikan atas dirinya.
"Kau milikku seorang," bisik Naruto.
Satsuki sedikit merinding mendengarnya, dia mengalungkan tangannya di leher Naruto, serta menggigit bibir bawahnya untuk menahan segala macam desahan yang akan keluar dari mulutnya.
"Naru, aku mencintaimu."
...
..
...
Tubuh telanjang Satsuki terus di tatap oleh Naruto, pemuda itu terpesona dengan tubuh indah milik gadis yang saat ini sudah menjadi miliknya itu. Dia segera merangkak di atas tubuh indah Satsuki, lalu kembali menciumnya dengan mesra.
Kedua tangannya bermain-main dengan bagian sensitif dari tubuh Satsuki. Naruto sangat menyukai aroma yang menguar dari tubuh gadis itu, layaknya candu akan aroma yang keluar dari sana. Kedua kaki Satsuki bergerak tak beraturan, dirinya seolah ingin memberontak, tetapi dengan kekuatannya yang saat ini, ia tak yakin jika akan menang melawan Naruto.
Satsuki sendiri dibuat tak berdaya oleh Naruto, pemuda itu sungguh bisa membuat dia tak bekutik seperti ini. "Hey, bersiaplah," bisiknya. Dia bersiap dengan kejantanannya yang sudah ereksi, mengarahkannya untuk masuk ke dalam tubuh gadis Uchiha itu. "Satsu-chan."
"Unggh!"
Satsuki menahan desahannya saat benda besar itu mulai merengsek masuk ke dalam tubuhnya, tangannya memeluk leher Naruto, membawanya ke dalam sebuah pelukan hangat. Gadis itu sekuat tenaga menahan rasa perih yang mulai menjalar dari area kewanitaannya. Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa nyeri itu.
"Satsuki..." Naruto kembali memanggil gadisnya itu. Dia mendorong pinggulnya pelan, disaat yang bersamaan, darah segar keluar dari area kewanitaan Satsuki. "Aku...yang pertama untukmu."
"Um, kau yang pertama Naruto." Satsuki tersenyum tipis, air mata itu keluar dari pelupuk matanya. "Lakukan!" bisik Satsuki.
Naruto mendapatkan lampu hijau dari gadis itu, dia pun menggerakkan pinggulnya. Kejantanannya keluar masuk di dalam tubuh Satsuki, dia merasakan remasan dari dinding rahim Satsuki. Ini adalah kali pertama mereka berdua berhubungan seks, mungkin mereka akan terus ketagihan seperti ini.
"Ahh..."
Desahan keluar dari Satsuki, dia menikmati bagaimana lembutnya Naruto melakukannya, dia sangat menyukai saat dimana pemuda itu memperlakukannya bak seorang putri.
"Naru..."
"Ada apa? Kau mau keluar?"
Satsuki tak menjawabnya, dia merapatkan pelukannya, sementara Naruto mempercepat gerakan pinggulnya.
"Naruto!" Keduanya pun klimaks secara bersamaan, Naruto seolah puas saat dirinya menggagahi Uchiha terakhir itu. "Aku..."
"Aku mencintaimu, Satsuki."
Naruto menempelkan bibirnya ke bibir Satsuki.
...
..
...
Suara ketukan pintu membuat Satsuki terbangun, dia menatap kesamping. Kedua iris kelamnya itu menatap wajah tidur pemuda pirang yang baru saja membuatnya merasakan apa itu cinta. Dia yang tak memakai sehelai kain pun berjalan menuju ke pintu masuk apartemennya, hanya dengan sehelai selimut putih serta bercak darah di sana, dia pergi ke pintu apartemennya, dan membuka pintu tersebut.
"Itachi memang benar."
"Sa-sasuke-kun?!"
Kedua iris gelap itu membulat sempurna melihat mantan guru serta rekannya datang ke apartemen miliknya. Dia juga dikejutkan dengan Naruto yang meletakkan dagunya di bahu polosnya. "Satsu-chan, ada siapa?"
"Idiot! Berpakaianlah terlebuh dahulu!"
"Ohhh, Sakura-chan dan Kakashi-sensei!"
"Pakaianmu mana idiot!"
Sakura tak percaya akan hal ini. Dia langsung menoleh ke Kakashi yang seakan tahu dengan hal ini. Gurunya itu memberikan sebuah kerlingan mata pada Sakura, sial Kakashi tahu akan hal ini.
"Itachi pernah berkata kalau dia menitipkan adik perempuannya padaku, tapi yang kutahu adalah Sasuke itu seorang lelaki."
"Ta-tapi dia saat ini..."
"Ya, dia memang wanita. Sedari kecil, beruntung karena dia Tomboy, jadi tak terlihat seperti seorang gadis."
"A-aku selama ini menyukai seorang, wanita?!" Sakura memijit pangkal hidungnya, sementara Kakashi tertawa kikuk.
Beberapa saat kemudian, Naruto dan Satsuki keluar dengan pakaian lengkap mereka, tetapi Satsuki saat ini memakai rok mini dengan celana pendek di dalamnya, serta sebuah kemeja berwarna biru tua. Rambut panjangnya dikuncir kuda, menambah daya cantiknya.
"Maafkan aku, tapi genderku memang perempuan, aku menyembunyikannya untuk kebaikanku sendiri." Wajah Satsuki merona saat Naruto memeluk pinggulnya. "Jangan dekat-dekat denganku idiot!"
"Ah, Naruto, kau bergerak cepat ternyata."
Naruto memasang wajah sombongnya, lalu mencium pipi merah Satsuki, dan berakhir dengan bogeman mentah dari gadis itu. Sakura menepuk jidatnya melihat kelakuan mereka berdua.
"Sini, kugendong. Selakanganmu masih sakit kan?"
"Dasar kuning Idiot!"
...
..
.
End!
Ini fanfict saya buat untuk mencari ide tentang adegan Action dari Magic x Fist. Saya sebenarnya mau merefresh ide yang ada, jadinya bikin ini untuk sementara.
