Jiyong terbangun saat ia mendengar seseorang mengetuk pintu kamar dorm-nya begitu keras. Kontan lelaki mungil itu mengerang, telungkup, kemudian menutupi seluruh wajahnya dengan bantal.

Dan ya, tentu saja Jiyong tak beranjak dari tempatnya. Dia tak peduli siapa yang di luar sana, sama sekali tidak. Dia hanya ingin melanjutkan mimpinya yang seingatnya ia tengah mencium Selena Gomes tadi. Tapi satu tendangan mengejutkan jantungnya, disusul gedoran dan teriakan yang membuat seisi kamar seolah bergoyang.

Jiyong mengggeram. Ia meraba-raba sisi kanannya untuk menemukan ponselnya, dan begitu mendapatkannya, ia berteriak kesal. "SIAL, BEDEBAH MANA YANG MEMAKSA MASUK PUKUL 3 PAGI?!"

Siapa pun itu, Jiyong bersumpah akan meludahinya tepat di wajah.

Mengenakancoat-nya penuh emosi, Jiyong menyeret kakinya menuju pintu tak lupa membawa setongkatbaseballdi tangan.

"Jiyong," satu suara menghentikan tangan Jiyong yang hendak membuka kunci. "Buka pintunya, aku kehilangan kunciku."

Itu adalah Choi—bajingan—Seunghyun.

Jiyong tersenyum keji. "Biarkan saja manusia sialan itu mati membeku di luar." gumamnya pada diri sendiri. Ia lalu menaruh kembali tongkatbaseballke tempatnya berada.

"Aku tahu kau sudah bangun, Kwon. Cepat bukakan atau pintu ini kudobrak."

"Shit!" Jiyong segera berbalik dan membukakan pintu. Bukan, bukannya dia takut dengan ancaman Seunghyun, dia hanya tak ingin si tolol ini benar-benar membuat keributan dini hari buta dan membuat mereka pada akhirnya diusir dari dorm oleh pihak kampus.

Ngomong-ngomong, siapa bajingan yang mengatur Seunghyun menjadi teman sekamarnya? Jiyong ingin sekali membakar bulu pubisnya dan mematahkan batang zakarnya. Sejak tinggal bersama Seunghyun, hidup Jiyong yang semula damai berubah menjadi neraka jahanam. Ditambah lagi sikap menyebalkan pria itu acap kali membuatnya stress sampai ingin membuatnya membenturkan kepala ke dinding berkali-kali.

Harusnya dari awal, Jiyong kabur dan memutuskan untuk menyewa kamar alih-alih dorm. Dia ingat kali pertama ia menginjakkan kaki di kamar ini, saat itu liburan musim panas. Jiyong yang kelelahan selepas mengangkut box-box berisi barang bawaannya dibuat termangu di depan pintu saat ia menyadari bahwa seseorang sudah terlebih dahulu menghuni kamar ini. Pihak kampus tak ada yang memberitahunya soal ini.

Jiyong mengamati baju serta celana yang berserakan di seluruh penjuru kamar, sepatu dan kaus kaki yang terlempar dari rak, juga lemari baju yang terbuka lebar menampakkan isi yang tak kalah berantakan. Atau bungkus snack dan sisa-sisa makanan yang teronggok di atas meja hingga sekumpulan lalat beterbangan di atasnya.

Siapapun dapat dengan mudah menarik asumsi bahwa penghuni kamar ini pastilah orang yang jorok, sangat-sangat jorok. Jiyong nyaris menarik mundur kopernya andai saja suara berat Seunghyun tak mengehentikan niatnya.

"Oh, hai,pretty boy. Kau pasti teman sekamarku."

Jiyong bingung harus senang atau kesal mendengar sambutan itu. Seunghyun sama sekali tak terlihat bersalah atas pemandangan menjijikkan ini di saat Jiyong sendiri hampir menahan mual. Alih-alih minta maaf, dia malah mengatakan, "Oops, aku tak tahu kau datang secepat ini, jadi aku belum sempat bersih-bersih."

Jiyong mengabaikannya, dia memilih berjalan menuju ranjangnya dan menemukan satu bokser bersarang nyaman di atasnya. Mengepalkan tangan, Jiyong berbalik dan hendak menegur teman sekamarnya ini tapi Seunghyun sudah lebih dulu merampas boksernya dan menyembunyikannya di balik punggung.

"Kenapa celana dalamku ada di situ?" pertanyaan bodoh yang membuat Jiyong ingin melempar kopernya tepat di depan wajah Seunghyun. "Silahkan." dia menepuk-nepuk ranjang Jiyong dan memberinya satu cengiran menyebalkan.

Jiyong memutar bola matanya. Dia lantas mengeluarkan barang-barangnya dari box dan kopernya lalu menatanya dengan rapi. Saat ia mengeluarkan boneka anjing dari dalam kopernya, ia bisa merasakan suara tawa tertahan yong berasal dari belakangnya.

Dia menertawakannya?

Jiyong menghentikan pergerakannya dan berbalik ke arah Seunghyun. "Ada yang lucu?"

"Tidak,"

Jiyong memberinya tatapan tak menyenangkan sementara Seunghyun menatapnya intens dengan smirk di wajah. "Kau terus memperhatikanku sejak tadi. Apa aku semenarik itu?" sarkasnya.

Seunghyun melipat lengannya di dada, seringai masih setia hadir di bibirnya. "Melihat dan memperhatikan adalah dua hal yang berbeda,pretty boy."

"Oh ya?" Jiyong bertanya.

"Ya."

"Then back off!" nada bicara yang Jiyong gunakan seolah ia benar-benar teriritasi dengan keberadaan Seunghyun dan berharap enyah sekarang juga.

"Apa kau sedang pms? Kenapa sejak tadi kau marah-marah padaku?" mulut Jiyong terkatup kesal. Sekarang dia sadar bahwa Seunghyun sengaja membuatnya kesal. Bodohnya dia karena telah menanggapi permainan bodohnya.

Choi Seunghyun memang manusia paling menyebalkan di muka bumi ini—dan itu masih berlaku sampai sekarang.

Jiyong menarik napas demi menetralkan emosinya kemudian memutar kunci. Kepala Seunghyun yang terkulai ke bawah menjadi penampakan pertama yang Jiyong lihat sesaat setelah pintu terbuka. Aroma alkohol menyerbak kuat saat tubuh besar itu berjalan melewatinya.

Iris Jiyong menjelajahinya dan seketika ia menyadari adanya bekas lipstik di leher jenjang itu.Bad attitude,pemabuk, dan sekarang tukang zina. Bagus.Roomate-nya itu benar-benar sesuatu.

Tapi ya, toh ini bukan pertama kalinya ia menjumpai Seunghyun dalam keadaan mabuk seperti ini. Justru dia lebih kaget kalau Seunghyun tiba-tiba datang ke kampus dengan buku di tangan atau mengikuti kebaktian di gereja.

"Lakukan lagi maka akan kuhancurkan wajah berhargamu itu." Jiyong mendelik, mengancam pria tinggi itu sebelum naik ke kasurnya dan mengubur tubuh mungilnya dengan selimut.

"Haha,peaceYongie."

Dan cengengesan Seunghyun serta suara tabrakan antara badannya dengan kepala ranjang ialah dua hal yang Jiyong dengar sebelum dirinya tak sadarkan diri. Memimpikan Cardi B dan Nicki Minaj yang berlomba melakukan twerk di hadapannya.

A nice start with a complete asshole.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hai,long time no see!

Gimana prolognya? Maapkeun saia yang secara absurd kepikiran buat chapter love-hate gtop. Keknya seru aja gitu ngeliat mereka berantem, kalian pasti bosen kan ngeliat mereka lovey dovey terus? Kwkwk

Gue tau cerita macem gini pasaran bgt tp gue berusaha buat ga cringe af ala2 sinetron. Dan gue jg udh perkirain book ini cuma sampe 5-8 chapter, jd kalian tolong pantau book ini supaya ga keluar jalur yaww!

Oiya, ini chapter pertama gue setelah 4 tahun. So, be easy with me plz. Daannnn, karena gue orangnya moody abis, gue takut di tengah jalan bakal nyetop book ini tiba2, jd feel free to pm dan teror gue buat up kalo udh sebulan gue ga nge-up. Mohon kerjasamanya, oke?

And last, thanks for your kind attention. See u on the next chapter️