Cast: Naruto Uzumaki, Eli Ayase, Nozomi Toujou.
Another Cast: Sasuke Uchiha, Shikamaru Nara, Sabaku Gaara.
...
Liburan musim panas ini, Naruto di ajak oleh sepupunya untuk ikut berlibur di sebuah pantai pribadi. Sepupu dari Naruto ini mempunyai sebuah vila yang nantinya akan menjadi tempat mereka tinggal untuk beberapa hari kedepan.
Eli Ayase, sepupu jauh dari Naruto, dan orang yang memiliki Vila tersebut.
"Eli, apa kau tak lupa untuk menghitung berapa kamar yang ada di Vila? Apakah kita cukup?"
Eli menoleh saat mendengar pertanyaan yang di ajukan sepupunya itu. Gadis itu pun tertawa kikuk mendengar pertanyaan Naruto barusan.
"Hanya ada dua buah, dan itu agak kecil untuk kita berenam."
Naruto menatap datar sepupunya, dia tahu jika Eli akan berbuat ceroboh seperti itu. "Kemarin sudah aku bilang untuk menghitung kamar yang ada di Vila milikmu."
"Aku akan memikirkan caranya nanti setelah sampai!"
Naruto hanya bisa menghela napas pasrah akan hal itu, teman-teman Naruto juga sama dengan teman-teman Eli, kedua orang pirang itu masuk ke dalam satu Fakultas di sebuah Universitas di kota Tokyo.
Eli sendiri hanya mengajak mereka berlima untuk liburan musim panas, karena memang mereka yang paling dekat dengan dirinya serta Naruto.
"Nozomi, ingatkan aku untuk membeli buku catatan supaya aku tak lupa lagi."
Gadis yang bernama Nozomi hanya tersenyum disertai dengan tawa kecilnya mendengar pernyataan dari Eli.
Beberapa saat kemudian, mereka berenam sampai di sebuah Vila dengan ukuran sedang, sama seperti rumah pada umumnya, tetapi sedikit lebih besar.
Naruto memarkirkan mobil keluarga itu tepat di depan Vila, mereka semua mengambil barang masing-masing, dan masuk ke dalam Vila.
"Jadi sudah ditentukan, kami bertiga akan sekamar," ujar Sasuke. Eli mengangguk mengiyakan perkataan Sasuke barusan. "Baiklah, kami akan mengemasi barang terlebih dahulu." Gaara, Shikamaru dan Sasuke membawa barang mereka menuju kamar yang sudah di tentukan oleh Eli.
Saat ini, diruang tamu hanya tinggal Naruto, Nozomi serta Eli. Ketiganya terlihat berkutat dengan alam pikiran mereka, sebelum pada akhirnya Eli memberikan sebuah solusi.
"Naruto, kau akan sekamar dengan kami!"
Dahi Naruto langsung berkerut. "Apa tidak masalah? Kita sudah bukan anak kecil lagi, Eli."
Eli menggeleng pelan, dia memberikan sebuah senyum pada sepupunya itu. "Tidak, kita akan sekamar!"
Naruto kembali menghela napas pasrah, dia melihat arloji yang di kenakannya. Hari semakin gelap, dan tak akan ada waktu untuk berdebat dirinya memilih kamar. "Baik, aku akan membawa barang kalian." Pemuda pirang itu pun membawa barang milik Nozomi serta Eli ke dalam kamar, sementara kedua gadis itu mengikutinya dari belakang.
Tak ada perasaan aneh yang mengganjal hati Naruto, tetapi saat ia masuk ke dalam kamar dan meletakkan barang bawaannya, ia merasakan sebuah perasaan tak enak dari belakang.
Ditambah lagi, Eli yang mengunci pintu kamar, membuat dahi Naruto berkerut heran. Dia pun menoleh ke belakang, Eli dan Nozomi sudah setengah telanjang tepat di belakang pintu.
Wajah Naruto merona, dia menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya. "Ce-cepat pakai baju kalian!"
Eli serta Nozomi seolah tak memperdulikan perkataan Naruto barusan, dia bersama Nozomi berjalan melewati Naruto, untuk mengambil pakaian tidur mereka.
"Kami hanya mengambil baju tidur saja kok, jangan khawatir."
Sedikit demi sedikit, Naruto membuka tangannya, lalu kembali menutup wajahnya lagi. "Ka-kau hanya memakai kemeja yang kekecilan! Nozomi, jangan memakai jaketku! O-oi, kenapa kalian membuka resleting celanaku?!"
Eli tersenyum mesum, dia tak menjawab pertanyaan Naruto, dan terus melakukan aksinya membuka resleting celana Naruto. Gadis pirang itu menurunkan celana serta celana dalam pemuda itu.
"Ahh!"
Naruto mendesah saat penisnya dengan bebas, keluar dari sangkarnya. Eli serta Nozomi merona saat mereka melihat benda milik Naruto yang terlihat marah?
Dengan pelan, Eli menyentuh benda tersebut. "Hoo, inikah yang namanya penis milik Naruto?" Gadis itu memasang wajah mesum disertai sebuah senyuman, dia menggenggam benda tersebut, terasa keras dan hangat di tangan Eli.
"Eli... Kau sedang bercanda 'kan? Ki-kita masih saudara!"
Eli berdiri tepat di depan Naruto, jemari lentiknya memainkan penis Naruto, Eli memberikan sebuah senyuman menggoda. "Tak masalah jika itu sepupu," bisik Eli. Gadis itu merapatkan tubuhnya, kedua buah dadanya menabrak dada bidang Naruto. "Aku sudah lama menahan hasrat ini." Eli membasahi bibirnya.
"E-eli..."
Gadis itu tak membalas panggilan Naruto, dia mengangkat salah satu kakinya, dan mengapit penis Naruto tepat di balik lututnya. Sementara itu, kedua tangannya mulai meraba pakaian Naruto, melepas kancing pakaian yang dikenakan Naruto. Eli mengelus lembut dada hidang Naruto, lalu kedua tangannya beranjak ke atas, menangkup kedua pipi Naruto.
Bibir seksi Eli menyapu bibir Naruto, menghisap bibir bawah pemuda itu. Naruto memenjamkan kedua matanya, menikmati sapuan lembut dari bibir Eli, dia juga mulai menikmati bagaimana penisnya dimanjakan oleh jemari Eli.
Sementara itu, Nozomi duduk di pinggiran kasur sembari menikmati adegan mereka berdua, dia memasang sebuah senyuman tipis melihat keduanya.
"Eli, Nozomi melihat kita..."
Eli seolah tak memperdulikannya, dia terus mencium bibir Naruto dan tangannya mengocok pelan penis pemuda itu, ciuman Eli mulai turun ke leher Naruto, gadis itu memberikan bercak merah di leher pemuda itu.
Ciuman dari Eli berubah menjadi sebuah jilatan, Naruto sendiri melepas kemeja yang dipakainya, membuat dirinya telanjang bulat. Otot-otot milik Naruto mulai dijilati oleh Eli, jilatan itu terus turun hingga sampai pada penis Naruto.
Eli menjilati batang kemaluan sepupunya itu, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, jemari lentiknya tak tinggal diam, dia mengocok pelan sembari terus memasukkan penis itu ke dalam mulutnya.
Naruto memenjamkan matanya menikmati blowjob yang diberikan oleh gadis itu. Tiba-tiba Nozomi memeluk tubuh Eli, gadis berambut ungu itu meremas buah dada Eli dengan lembut, dia tersenyum mesum saat meremasnya.
Kegiatan Eli pun terhenti, Naruto yang merasakannya mulai membuka matanya, dia melihat Eli yang buah dadanya diremas oleh Nozomi. Pemuda itu pun menarik penisnya dari cengkraman Eli, lalu duduk di atas lantai berhadapan dengan gadis itu.
Naruto mencium bibir Eli, kedua tangannya meraba-raba tubuh seksi milik sepupunya itu. Eli menggigit bibir bawahnya menahan segala desahan yang akan keluar, ia saat di tengah dirangsang oleh dua orang yang sama-sama mesum.
Nozomi menggigit leher putih Eli, sembari kedua tangannya terus meremas dada besar gadis pirang itu.
...
..
...
Naruto menatap dua gadis mesum yang saat ini tengah telanjang bulat di atas kasur, mereka berdua tiduran di atas kasur dengan Eli yang berada di bawah Nozomi, dua buah dada mereka saling berhimpitan, serta keduanya menatap balik Naruto.
"Naruto, kemarilah!"
"Ya, kau tak mau kan menyia-nyiakan kami?"
Naruto meneguk ludahnya dengan susah payah, penisnya sangat tegang saat ini melihat keduanya telanjang bulat. Pemuda itu pun berjalan mendekati mereka, dia menaiki kasur besar itu.
Hal pertama yang dilakukan oleh Naruto adalah, menarik tubuh Nozomi dan mencium gadis itu, Naruto merasakan bagaimana lembutnya bibir Nozomi. Kedua tangannya meremas buah dada Nozomi, memilin puting susunya serta mencubit puting yang sudah tegang itu.
Eli memasang wajah cemberut melihat mesranya sang sahabat dengan Naruto, tetapi dia hanya membiarkannya saja, lagipula Eli tahu jika Naruto dan Nozomi saling menyukai satu sama lain.
Naruto mendorong pelan Nozomi untuk tiduran di atas kasur, pemuda itu terus mencium bibir plum Nozomi sembari kedua tangannya bermain dengan bagian sensitif gadis itu.
Naruto pun mengarahkan penis untuk masuk ke dalam liang senggama Nozomi, dia mendorong pelan pinggulnya. "Ugh!" Naruto meringis merasakan sempitnya liang senggama Nozomi.
"Sa-sakit..."
Nozomi memasang wajah kesakitan saat penis Naruto masuk ke dalam. Kedua mata biru pemuda itu menatap terkejut Nozomi.
"A-aku masih perawan," ujar Nozomi dengan wajah malunya.
Naruto langsung melihat bagian yang dimasuki oleh penisnya, di sana ada darah yang keluar dari vagina Nozomi, keringat dingin mengucur deras di tubuh Naruto.
Nozomi dan Eli terdiam sejenak.
"A-aku memperawani anak orang?!"
Sontak saja, Eli memukul kepala Naruto. "Kau juga pernah memperawaniku, bodoh!" balas Eli disertai rona merah di wajah cantiknya. Naruto memang orang yang sedikit polos, dan agak pelupa.
Nozomi memeluk leher Naruto, menarik pemuda itu ke dalam pelukannya, bibirnya berada tepat di telinga Naruto. "Bergeraklah," bisik Nozomi.
Naruto menuruti perintah Nozomi, ia menggerakkan pinggulnya, kedua kaki Nozomi memeluk pinggang Naruto.
Pemuda itu terus menggerakkan pinggulnya, penis miliknya keluar masuk di dalam vagina Nozomi, Naruto sedikit meringis saat merasakan sempitnya liang senggama Nozomi.
"Jangan lama-lama, aku juga ingin merasakannya."
Celetukan Eli membuat Naruto menghentikan pergerakannya, dia langsung menarik Eli dan mencium bibir seksinya, sembari terus menggerakkan pinggulnya.
Naruto melepas ciumannya pada Eli, lalu membisikkan sesuatu pada gadis itu. "Kenapa kau tak mencoba memadu kasih dengan Nozomi?" Wajah Eli merona seketika, dia lalu menyunggingkan sebuah senyum.
Setelahnya, Eli menduduki wajah Nozomi.
"..."
"..."
"EWLIW!"
"Kyah!"
Naruto menatap datar adegan antara Eli dan Nozomi.
...
..
...
Eli membuka mulutnya, kedua matanya menatap sayu pada Naruto, serta dua tangannya berada di bahu lebar milik pemuda itu, mencengkeramnya dengan kuat. Eli menikmati jilatan Nozomi pada Vaginanya.
"Ahhh, Nozomi... Lidahmu sungguh... Ahh..."
Sementara Naruto terus menggerakkan pinggulnya maju mundur, dia meringis merasakan cengkeraman Eli pada bahunya.
"Mereka berdua Biseksual?" batin Naruto yang memikirkan hubungan keduanya.
"Nozomi!" Tubuh Eli ambruk tepat di depan Naruto, gadis pirang itu telah mendapatkan Orgasme-nya yang pertama. "Sial, lidah Nozomi menggila di vaginaku." Eli menyingkir dari wajah Nozomi, dia membuang napasnya, lalu melihat wajah Nozomi yang sudah basah akibat cairannya. Gadis itu seolah tak peduli, dia langsung merebahkan dirinya di atas kasur.
"..."
"..."
Kedua orang yang sedang bersetubuh itu berhenti sejenak, menatap Eli yang tengah tidur dengan tubuh telanjangnya.
"Persetan."
Naruto langsung mengangkat tubuh Nozomi, dia memeluk tubuh seksi gadis itu, sembari memberikan beberapa bercak di leher jenjangnya. Pinggul Naruto terus bergerak, penisnya merasakan denyut dari dinding rahim Nozomi.
"Naruto..."
Pemuda itu tahu jikalau gadis dengan rambut ungu itu akan segera mengeluarkan cairannya, dia pun mempercepat gerakan pinggulnya, Naruto meringis merasakan spermanya yang akan keluar sebentar lagi
Naruto memeluk erat tubuh mungil Nozomi, keduanya klimask secara bersamaan.
...
..
...
Keesokan harinya, Naruto bangun terlebih dahulu daripada kedua gadis yang tidur bersamanya. Dia sadar jika Nozomi ada di atas tubuhnya setelah pergumulan semalam.
Kedua mata birunya menatap Nozomi, dia tak kuasa untuk tersenyum saat melihat wajah tidur Nozomi, di sampingnya ada Eli yang sedang mendengkur.
"Nozomi bangunlah!" bisik Naruto tepat di telinga Nozomi. Ia tak lupa mencium pipi gadis itu. "Sudah pagi, kita akan ke pantai untuk bermain."
Kedua mata Nozomi terbuka, dia merasakan nyeri dibagian bawahnya. "Uhh..." Nozomi meringis kecil meraskannya.
"Selamat pagi."
Nozomi langsung beranjak tanpa berkata apapun, dia pergi ke kamar mandi yang tersedia di dalam kamar tersebut.
"Ah, dia pemalu ternyata." Naruto pun ikut masuk ke dalam kamar mandi, dan mereka berdua mandi bersama, serta melupakan Eli yang baru saja bangun dari tidurnya.
...
..
...
End!
Disclaimer:
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live School Idol Project by Kimono Sakurako.
