Title: Jangan Terlalu Dekat, Honoka!

Anime: Love Live!

Pairing: HonoUmi (Honoka x Umi)

Disclaimer: Love Live! maupun semua karakter di dalamnya adalah milik sang pencipta Kimino Sakurako sensei.

Author hanya memiliki tulisan ini dan ketidakjelasan yang ada di dalamnya

Note: Cover Art by nagisora riku di pixiv. Penggunaan gambar sudah mendapatkan ijin dari artistnya.


Habis baca manga BL Sasaki to Miyano, trus pairingnya sangat gemas, dan tiba-tiba jadi ingin mengaplikasikan imajinasi liar itu ke pairing gemas (baca: HonoUmi) ini.

Pairingnya selalu HonoUmi sampai aku punya pairing lain yang bisa bikin hati deg-deg-an karna gemas (wkwk okeskip gaje)

Without any further ado, let's get started~

Enjoy!


Part 1: Ayo Ciuman

Aku dan Honoka sudah resmi berpacaran.

Benar. Aku, Sonoda Umi, dan Kousaka Honoka, adalah sepasang kekasih.

Akan tetapi, aku tidak pernah secara terang-terangan mengatakan bahwa aku adalah kekasih dari Honoka. Karena menurutku, hal itu sangat memalukan untuk dikatakan di depan umum. Namun berbeda denganku, Honoka tampak dengan riang meneriakkan kepada dunia bahwa aku adalah kekasihnya. Dengan senyuman lebar pada wajahnya, dia berkata "Hei, hei, tau nggak? Umi-chan dan aku berpacaran, lho!" atau berteriak "Umi-chan! Aku sayang kamu 3000!" dan melakukan gestur atau hal lain yang aku tidak begitu paham artinya. Meski begitu, aku tahu maksudnya adalah bahwa Honoka ingin menyampaikan pada semua orang bahwa Honoka dan aku adalah sepasang kekasih... dan aku senang dengan hal yang dia lakukan--

--meskipun terkadang, hal itu terasa sedikit memalukan.

"Hei, Umi-chan. Mau kubantu menambahkan kata? Kamu keliatan kesulitan..."

"Oh,"

Saat ini, aku sedang berada di kediaman keluarga Kousaka, sedang menulis lirik untuk LIVE selanjutnya. Kotori sedang berhalangan untuk hadir, sedangkan keluarga Honoka yang lain sedang mengunjungi saudaranya di kota sebelah. Jadi sekarang, kami hanya berdua saja di kamar Honoka yang cukup luas ini.

"Tidak perlu. Ini hampir selesai." jawabku.

"Hmm~ baiklah kalau begitu~"

Hening. Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan penulisan lirik. Hingga akhirnya aku mendengar namaku kembali dipanggil.

"Umi-chan..."

"Ada apa, Honoka? Dari tadi kamu terus memanggil nama--"

"Ayo ciuman"

Ci--? Tunggu dulu. Kurasa aku salah mendengar perkataan Honoka tadi.

"Apa yang barusan kamu kata--?"

"Ayo ciuman"

"Apa yang--"

"Ayo ciuman!"

"Aku dengar itu! Maksudku, kenapa tiba-tiba kamu mengatakan itu?!"

Honoka sedikit mungerutkan wajah dan perlahan menjatuhkan wajahnya ke atas meja kecil yang menjadi alas bagiku untuk meletakkan catatan lirik.

"Habisnya kita sudah pacaran lebih dari sebulan, 'kan? Bukannya kita harusnya sudah melakukan hal 'ini' dan 'itu'?"

"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Lagipula, apa hal 'ini' dan 'itu' yang kamu maksud? Bukankah kita sering berpelukan dan bergandengan tangan?"

"Uuh!! Maksudku, melakukan hal yang lebih intim, lho, Umi-chan!" Honoka berseru; menggebrak meja dengan cukup keras hingga membuatku sedikit terkejut. "Maksudku seperti, berciuman! atau yang lain!"

"Honoka, kamu terlalu banyak membaca manga"

"Tau, ah! Umi-chan ngga peka!"

"Ah.." Honoka kembali merenggut. Kali ini, wajahnya dibenamkan pada meja hingga aku tidak bisa melihat matanya. Apa aku baru saja mengatakan hal yang seharusnya tidak aku katakan?

Terjadi keheningan lagi. Akan tetapi, keheningan kali ini tidak terasa begitu menyenangkan. Kurasa aku harus minta maaf...

"...Maaf."

Eh? Itu bukan suaraku.

"Aku... terlalu terburu-buru, ya?" Sambil mengatakan itu, Honoka mengangkat wajahnya untuk menatap mataku. "Memang seharusnya kita jalani pelan-pelan saja, ya... Maaf ya, Umi-chan..." lanjutnya seraya tersenyum. Namun, senyuman itu lebih terlihat seperti senyum penuh penyesalan daripada senyuman riang Honoka yang biasanya. "Maaf karena sudah meminta hal yang aneh..."

Lagi-lagi hening.

"Honoka"

"Hm?"

"Kalau..."

"Hm?"

"Kalau di pipi... kurasa... tidak apa-apa"

"Apanya yang tidak apa-apa?"

"Cium. ... ... ...Kamu..." Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain, sambil sedikit melirik kepada Honoka. "...ingin ciuman bukan?"

"Umi-chan...!"

Namaku Sonoda Umi. Dan ciuman pertama dengan kekasihku adalah sebuah ciuman lembut di pipi.