Staying at home day 1

.

.

Semenjak terdengar kabar bahwa virus yang akhir-akhir ini menyerang negeri tetangga memasuki Korea, pemerintah korea mulai membatasi semua aktifitas warganya di luar.

Masa karantina di berlakukan sementara waktu hingga masa penanggulangan yang di butuhkan bisa berjalan dengan lancar.

Semuanya di liburkan menjadi work from home, begitu juga dengan suaminya ini, pria yang kini berbaring bertelanjang dada bersama putranya di atas ranjang itu meliburkan kantornya dan melarang seluruh pegawainya untuk bekerja sementara waktu.

Ia menganjurkan work from home dan hanya yang berkepentingan khusus dan memiliki izin darinya lah yang boleh datang kekantor.

Doyoung menghela nafasnya, sudah pukul 10 pagi dan Jaehyun, suaminya tidak ada niatan untuk bangun.

Wanita cantik itu duduk di pinggir ranjang lalu mengusap kepala suaminya sayang.

"Jaehyun bangunlah, ini sudah siang," pintanya lembut, tapi yang di pinta justru mengerang malas.

"Jaehyun setidaknya kau harus sarapan dulu, setelah itu kau bisa tidur lagi," masih tidak ada tanggapan dari suaminya, pria itu justru memeluk si kecil.

"Ini baru hari pertama dan kau sudah bermalas-malasan seperti ini," marah Doyoung, wanita itu mengguncang tubuh Jaehyun sekeras mungkin.

Pria itu masih belum bangun, tapi tangannya bergerak menarik Doyoung hingga jatuh ke dalam pelukannya.

"Kau berisik sekali baby, jika aku bangun maka adik kecilku akan bangun juga, kau mau menidurinya?" Bisik Jaehyun nakal dan Doyoung tahu maksud suaminya itu.

"Tidak! Aku tidak mau, aku sudah mandi," tolak Doyoung mentah-mentah.

Jaehyun hanya memanyunkan bibirnya, lalu berkata," kalau begitu cium saja," pintanya masih dengan mata terpejam.

"Tidak mau, kau belum sikat gigi," dan lagi istrinya menolak, Jaehyun hanya mendecak kesal karena sindiran sang istri.

"Bangunlah sayang, tidak baik tidur berlama-lama," rayu Doyoung sembari menciumi leher telanjang sang suami.

Jaehyun yang tergoda mulai mengusap pantat berisi Doyoung, ia lalu berbisik, "sebentar saja,aku janji akan mandi setelah ini".

"Sikat gigi dulu paling tidak," elak Doyoung, dan Jaehyun dengan sigap bangun hingga Doyoung hampir terjatuh di buatnya.

"Awas saja jika kau tidak menepati janjimu," ancam Jaehyun dengan matanya yang masih terpejam seperti angka tiga, pria itu bahkan menabrak pintu sebelum akhirnya tersadar.

Doyoung terkekeh, selagi Jaehyun membasuh muka dan menyikat giginya Doyoung berbaring di samping si kecil Jeno, putranya itu bahkan sudah bangun lebih dahulu dari sang ayah, setelah Doyoung memandikan dan memberinya makan, barulah Jeno tidur kembali.

Beberapa menit berlalu, Jaehyun belum juga muncul, Doyoung kini bahkan mulai meniduri Jeno lagi yang terbangun akibat ponsel berisik Jaehyun.

Dan tiba-tiba saja tubuhnya terasa berat begitu sesosok manusia tidak tahu diri menindihnya begitu saja.

Jaehyun keluar dengan wajah segarnya, ia bahkan tersenyum cerah pada Doyoung, tangannya mulai bergerak nakal meremas dada sang istri sebelum Doyoung menyikutnya dan berkata, "hentikan, Jeno bangun, sebaiknya kau jawab telfon dari Taeyong, ia sudah menelfon dari tadi".

Jaehyun mendecak kesal, "tapi milikku sudah setegang ini," ungkap Jaehyun menunjuk kearah miliknya.

Doyoung mengintip lalu membuang muka, dengan entengnya Doyoung menyuruh Jaehyun untuk mengurusnya sendiri, "urus saja sendiri, Jeno rewel".

Pria itu berdiri dengan wajah kesalnya, tapi ia masih mencuri kesempatan untuk meremas payudara Doyoung hingga istrinya menjerit kesakitan.

"Yya! Jaehyun, itu sakit bodoh," teriak Doyoung hingga si kecil terkejut dan terbangun dari tidurnya.

Jaehyun hanya menjulurkan lidahnya lalu menghilang di balik pintu menuju ruang kantornya, Taeyong akan memukulnya jika ia tidak kunjung menjawab telfonnya, hyungnya yang baik hati ini memang tidak pernah menelfon di waktu yang tepat, rutuk Jaehyun.

.

Jaehyun kembali masuk ke dalam kamarnya setelah dirinya selesai menelfon Taeyong dan memakan sarapan yang sudah di buat Doyoung, ia juga sempat melakukan beberapa peregangan.

Ia mengintip Doyoung yang kini tertidur bersama Jeno, ia tersenyum menciumi anak dan istrinya bergantian, ia juga berbisik kepada sang istri dan berkata, "aku mencintaimu Doie,"

Jaehyun mendesah berat, yah morning seksnya gagal tapi mau bagaimana lagi, ia sedang tidak ingin mendengar Jeno menangis karena bersaing memperebutkan perhatian Doyoung bersamanya.

Pria itu bergegas masuk ke dalam kamar mandi, ia pikir mandi adalah cara terbaik untuk melepas nafsunya.

...

Doyoung terbangun ketika mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, wanita itu tidak benar-benar tertidur ia hanya terlelap setelah Jeno kembali tidur.

Ia tahu itu Jaehyun yang sedang mandi, Doyoung bahkan mendengar ketika Jaehyun membisikkan kata-kata buayanya untuk merayu Doyoung, yang tentu saja efektif bekerja.

Wanita itu berdiri di depan pintu kamar mandi, melepas satu persatu pakaiannya sendiri lalu ikut masuk kedalam kamar mandi.

Jaehyun yang fokus mengguyur tubuhnya di bawah pancuran shower terkejut ketika sebuah tangan mengusap punggungnya, Jaehyun buru-buru menoleh, ia tidak ingin di pegang-pegang oleh setan.

Tapi ia justru mendapati Doyoung yang tersenyum manis padanya dengan tubuh polosnya, Jaehyun sedikit berteriak, "Astaga Doie, kau menakutiku,"

"Kenapa kau di sini, kau bilang sudah mandi," tanya Jaehyun mematikan showernya, ia mungkin bertanya bingung tapi tangannya bergerak menarik Doyoung kedalam pelukannya.

"Menurutmu apa yang akan kulakukan jika aku menyusulmu kesini," rayu Doyoung mengelus bahu tegap Jaehyun, wanita itu lalu menggerakkan jari-jari lentiknya untuk menari di atas punggung Jaehyun, menggoda.

Sementara Jaehyun, tanpa di goda sekalipun miliknya sudah berdiri tegang.

"Jangan menyesal jika setelah ini kau tidak sanggup berjalan," pancing Jaehyun, ia memojokkan Doyoung ke dinding, tangannya bergerak menarik satu kaki Doyoung agar melingkar di pinggulnya.

"Aku akan menyesal jika membiarkanmu badmood seharian," jawab Doyoung singkat, menuruti perintah Jaehyun untuk melingkarkan kakinya pada pinggul sang suami.

"Kau sangat pengertian sekali," ucap Jaehyun yang langsung mencium Doyoung penuh nafsu. Persetan dengan semuanya, Jangan salahkan dirinya jika setelah ini Doyoung merutuk sakit pinggang, wanita itulah menawarkan dirinya pada Jaehyun dan ia tidak akan menolaknya tentu saja.

Tidak ada foreplay yang Jaehyun lakukan, pria itu menghisap bibir istrinya penuh nafsu, begitu lidah mereka bertautan, Jaehyun tahu Doyoung sudah terbakar nafsunya.

Jari-jari nakal Jaehyun mengusap dua tonjolan payudara Doyoung yang kini mengeras. Semakin kencang Doyoung menjambak rambutnya maka semakin bernafsu wanitanya, ia tahu itu.

Tangannya tidak tinggal diam, setelah puas memainkan nipple Doyoung layaknya anak kecil, kini jari-jari Jaehyun mengusap kewanitaan sang istri.

'Sudah basah rupanya' batin Jaehyun,

Memasukkan dua jarinya, hingga Doyoung merintih kesakitan, "pelan-pelan Jae," pinta Doyoung.

Jaehyun mengangguk, ia menggerakkan jarinya keluar masuk perlahan di awalnya, tapi setelahnya, Doyoung mengerang nikmat dan meminta Jaehyun untuk melakukannya lebih cepat.

Begitu Doyoung hampir mendapatkan klimaksnya, Jaehyun dengan tidak sopannya menarik keluar kedua jarinya.

"Apa yang kau lakukanaakkkh," Doyoung yang tadinya hendak memprotes, tehentak begitu Jaehyun mengganti kedua jarinya dengan miliknya yang daritadi mengeras karena desahan sang istri dalam satu kali hentakkan.

"Tidak bisakah kau bermain lembut," kesal Doyoung, wanita itu menepuk pundak Jaehyun, ketika pria itu hendak menggerakkan pinggangnya, Doyoung langsung menahannya dan berkata, "jangan di gerakkan dulu, ini sakit," rintih Doyoung.

Ia memang sudah melahirkan, ini bukan yang pertama, mereka justru sangat sering melakukannya, tapi tetap saja di awal akan selalu terasa sakit dan ngilu, dan Doyoung membenci itu.

Tapi Jaehyun yang sudah di penuhi nafsu memiliki banyak cara agar Doyoung kembali pada moodnya.

Ia mencium wanitanya lagi, menghisap bibir bawah Doyoung lalu sedikit mengigitnya membuat akses untuk lidahnya masuk menjamah kedalam mulut Doyoung.

Bunyi decapan dari ciuman mereka terdengar nyaring, belum lagi bunyi dari benturan antara paha Jaehyun dan pantat Doyoung menghasilkan suara kepakan yang nyaring.

Jaehyun tidak menahan dirinya lagi, pria itu bahkan melingkarkan kedua kaki Doyoung pada pinggangnya, bibirnya masih fokus pada bibir Doyoung tapi tangannya kini meremat pantat berisi sang istri.

Hentakkan demi hentakkan yang Jaehyun semakin keras setiap kali pria itu bergerak keluar dan masuk.

"Jae nghh," desah Doyoung, satu tangannya bergerak mencoba menghentikan pinggul Jaehyun yang bergerak dengan cepatnya, kewanitaannya terasa ngilu karena hujaman Jaehyun yang terasa semakin kasar.

Doyoung bahkan melepas ciuman mereka untuk menghentikan Jaehyun, "hentikkan Jae, kau kasar sekali aahh," perkataan Doyoung terhenti menjadi mendesah panjang begitu dirinya mendapati klimaks pertamanya di susul Jaehyun yang kini mulai memperlambat gerakkan pinggulnya.

Hangat' pikir Doyoung, Begitu cairan kental milik Jaehyun kini mengisi seluruh ruang rahimnya.

Pria itu menurukan kaki Doyoung yang di tahannya dari tadi, ia mengeluarkan miliknya hingga cairan sperma yang tadinya terasa memenuhi Doyoung, kini mengalir turun di sekitaran paha Doyoung.

Doyoung masih mengatur nafasnya, tapi Jaehyun langsung memutar tubuhnya menjadi menungging, dan Doyoung sangat benci posisi ini karena Jaehyun akan semakin kasar.

"Jae aku tidak mau posisi ini," tolak Doyoung tapi Jaehyun sudah terlebih dahulu menyumpal kembali kewanitaan Doyoung dengan miliknya.

"Nggh," rintih Doyoung, tapi Jaehyun bertingkah seperti orang tuli, sebelum Jaehyun bergerak Doyoung sempat menahan pinggang suaminya.

"Berjanjilah kau tidak akan kasar," rengek Doyoung, ia suka melakukan seks dengan suaminya tapi Doyoung tidak suka sifat kasar Jaehyun yang di landa nafsu.

"Iyaiya," jawab Jaehyun malas, ia menarik tangan Doyoung yang menahannya untuk bertumpu di dinding, sementara pinggulnya kini mulai bergerak lagi, tidak seperti sebelumnya, Jaehyun langsung bergerak dengan kasar, posisi seperti ini membuatnya leluasa.

Jaehyun menggeram nikmat, di sahut oleh Doyoung yang mendesah nikmat sekaligus kesakitan secara bersamaan.

Tangannya yang tadi berada di pinggang Doyoung kini bergerak meremas payudara sang istri, menempelkan dada bidangnya pada punggung Doyoung, hingga tubuh telanjang mereka menempel satu sama lain.

Jaehyun lalu menarik Doyoung berdiri tegak dari posisi membungkuknya, tanpa memperlambat gerakkan pinggangnya barang sedikitpun.

"Sayanghhh," Desah Jaehyun begitu mencapai puncaknya, di susul Doyoung setelahnya, "Jaehyunaahh".

Doyoung bisa merasakan bagaimana benih-benih Jaehyun memenuhinya lagi.

Jaehyun menjauhkan dirinya dari Doyoung, kaki wanita itu bergetar, Doyoung bahkan hampir terjatuh jika Jaehyun tidak menahannya.

"Ku bilangkan jangan kasar Jae," keluh Doyoung pada Jaehyun, suaminya hanya mengangkat bahunya acuh.

'Dasar tidak tahu diri' kesal Doyoung.

"Minggir aku ingin membilas tubuku," usir Doyoung tapi Jaehyun masih memeluknya, pria itu bahkan menciumi bahu Doyoung dan meninggalkan tanda merah keunguan seperti biasanya.

Doyoung tersentak ketika pahanya menyentuh bongkahan keras Jaehyun, "jangan bilang kau masih ingin," tanya Doyoung ngeri.

Dan Jaehyun hanya menyeringai pada istrinya yang kini menjadi pucat, ah Doyoung yakin setelah ini dirinya akan masuk angin, 'batin Doyoung pasrah ketika Jaehyun menggendongnya berpindah posisi.

Setelahnya Doyoung menyesali perbuatannya, karena mereka hanya bercinta di dalam kamar mandi dan berhenti ketika Jeno menangis kencang.

•Day 1 Done•

Hi guys, gabut nih, update malem-malem deh jadinya, aku bikin fic ini terinspirasi gara-gara self-quarantine dan physical distancing yang lagi kita lakuin, hayo ngaku kalian lakuin juga ga ?! Kalo iya bagus deh!!

Kalau ada pasangan ayo di pepet terus kaya Jaehyun mepet Doyoung,kalau engga yaudah baca ini aja ehe.

Buat yang kerja giat kerjanya, buat yang belajar giat belajarnya dari rumahnya, semoga kita semua sehat selalu dan virus ini cepat mereda :))

Jangan melanggar aturan! Ini bukan cuma buat kebaikan kalian aja tapi buat yang lain juga. Jadi ayo kita hentikan penyebaran Covid-19 dengan staying at home more, self-quarantine and physical distancing.

The heroes work for us, and we should help them!

I love you guys, happy reading!

And sorry for typo(s) everywhere.