Disclaimer

ONE PIECE bukanlah milik saya, baik cerita maupun karakter-karakternya :)

.

.

PERINGATAN!

Out of Character (OOC), EYD yang bakal berantakan, ALTERNATE UNIVERSE (AU), Bahasa yang mungkin kurang Baku, Joke/Candaan yang kurang lucu.

Cerita ini hanyalah karangan semata dari penulis dan sama sekali tidak ada didalam Manga maupun Anime ONE PIECE!

.

.

Selamat membaca

.

.

.

.

Suatu hari, di sebuah pulau di Grand line.

Shanks bersama krunya mengadakan pesta dan disaat yang sama, Mihawk datang mengunjungi kelompok bajak laut tersebut.

"Yo! Taka no me! Lama tidak bertemu! Kebetulan sekali, aku sedang mengadakan pesta. Kemarilah, duduk, duduk!" Ucap Shanks kemudian menepuk-nepuk tempat duduk disampingnya.

"Tidak, aku kemari hanya untuk memberikan poster buronan milik bocah itu padamu. Kupikir kau terlalu banyak bersantai hingga lupa membaca surat kabar." Balas Mihawk.

"Oh, tentang Luffy? Ahahaha terima kasih tapi aku telah mengetahuinya. Bocah itu cepat sekali memiliki harga buronan yang tinggi. Sekarang karena kau jauh-jauh datang kemari. Bergabunglah!" Shanks kemudian menyeret Mihawk untuk duduk disebelahnya. Mihawk hanya dapat mematuhinya kemudian duduk disamping Shanks. Salah seorang dari anak buah Shanks menuangkan bir untuk Shanks dan Mihawk, mereka pun menyiapkan banyak sekali makanan karena tangkapan besar mereka pada hari itu.

"Kalian merayakan pesta untuk apa? Sangat meriah untuk tempat yang sunyi seperti ini." Ucap Mihawk.

"Bajak laut suka merayakan Pesta, kau tahu itu kan? Ahahaha!" balas Shanks sambi meminum segelas bir.

"Pasti ada alasan dibalik pesta ini."

"Hmm..tidak ada alasan khusus, anggap saja pesta ini karena naiknya Harga buronan Luffy dan kau yang datang kemari, wahahahaha! Hey, ayo minum!" Shanks segera mengambil gelas berisi bir dan memberikannya pada Mihawk sambil tersenyum.

"Minum! Minum! Minum!"Di ikuti suara dari kru Bajak Laut Rambut Merah, mereka memberikan sorak-sorai dukungan pada Mihawk yang tengah meminum segelas penuh bir tersebut.

"Sekarang ayo kita coba Sake yang baru saja aku temukan ini, Sake ini berasal dari suatu pulau penghasil Sake di North Blue, setelah aku memeriksanya, rupanya Sake ini adalah sake yang sangat lezat dan cocok sekali diminum disaat pesta yang meriah seperti ini, tapi menurut tulisan disini, kita harus meminumnya dalam jumlah yang sedikit karena Sake ini sangat kuat. Baiklah ayo kita coba, Taka no me!" ajak Shanks sambil menepuk-nepuk pundak Mihawk.

"Kau terlalu banyak minum, sebaiknya jangan terlalu banyak lagi."

"Tenang saja! Aku belum lama duduk disini dan minum~"

"Dia bohong! Bos sudah minum terlalu banyak sejak kita sampai disini!" seru salah seorang kru dari Shanks.

"Diam kau! Hahaha ayo kita coba!" Shanks kemudian membuka penutup sake tersebut dan menuangkannya pada gelas sake. Shanks memberikan gelas sake tersebut pada Mihawk sambil tersenyum. "Ini kuberikan padamu sebagai Rival terbaikku dan orang pertama yang mencicipi Sake baru ini!"

Mihawk menatap Shanks yang hidung serta pipinya yang telah memerah, pria itu sudah setengah mabuk. Ia kemudian mengambil segelas sake tersebut kemudian meminumnya.

"Rasanya lumayan." Ucap Mihawk.

"Hahahaha sudah kuduga kau pasti akan menyukainya! Ayo jangan sungkan, minum sebanyak-banyaknya kawan!" Ucap Shanks sembari terus menuangkan sake tersebut tanpa memperdulikan peringatan yang tertulis pada botol sake tersebut.

30 menit kemudian...

Shanks masih saja bersemangat seperti biasanya, ia terus menuangkan sake pada gelas milik Mihawk.

"Oi oi, kalian cepat bernyanyilah! Buat pesta ini semakin meriah!" perintah Shanks pada krunya.

Tiba-tiba saja Mihawk berdiri dan sontak mengagetkan Shanks. "Taka no me, Kau sudah ingin kembali?"

Mihawk yang berdiri itu terlihat tidak seperti dirinya, wajahnya yang berwarna putih itu berubah menjadi merah muda. Sambil memegang sebuah ranting pohon yang entah sejak kapan ia genggam, ia mengarahkan ranting pohon tersebut kehadapan wajahnya seperti memegang sebuah mikrofon.

"Aku akan menyanyikan sebuah lagu pada kalian semua." Ucap Mihawk.

Hal yang baru saja Mihawk ucapkan tersebut membuat pulau yang tadinya sangat ramai dan berisik itu sunyi tak ada sedikitpun suara. Seluruh orang termasuk Shanks terkejut dan menganga.

"EEEEEHHHHH?!!!"

"Dengarkanlah lagu ini.."

"Pfftt..tu-tunggu, tunggu dulu!" Shanks yang berusaha menahan tertawanya mencari sebuah Tone Dial untuk merekam suara nyanyian rivalnya. Untuk orang seperti Mihawk, sangat langka untuk melihat pria itu melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan saat Mabuk.

"Those sail across the sea have discerning eyes they said~ The whirling tides of Naruto strait only watch over them in silence~

Should one wish to dance, do it with grace. Hence those wish to walk the path of sword should head toward it without showing any weaknesse~~~

Ah~ the end of strength.

Ah~ what do you wish for.

A sword without gentleness is not strength. Sometimes it gets violent, Sometimes it rambles.

Like the Todoroki falls~"

Sementara Mihawk terus bernyanyi dengan begitu percaya diri, Shanks terus merekam suara Mihawk sambil terus menahan tawa. "Ini pesta yang seharusnya meriah dengan lagu yang membuat semangat tapi kenapa lagumu pfftt ahahah—oops maaf"

Sedangkan para kru dari Bajak Laut Rambut Merah walau tidak percaya dengan orang berwajah dingin itu dapat bernyanyi, mereka tetap memberikan sorak-sorai dan dukungan mereka.

Dan begitulah asal mula Lagu dari Mihawk, "Umi wo Mitsumeru Me"

The End

———————————————————————

*Author's note:

Haii!! Terima kasih telah membaca! Ini salah satu fanfic lama penulis saat penulis aktif di forum Oro jackson cuma baru kesampaian upload disini hehe maaf kalau garing, ini fanfic jadi seperti ini karena sempat dengar character song milik Mihawk dan tiba-tiba saja kepikiran gimana sih bisa Mihawk si dingin itu mau nyanyi? Akhirnya penulis mendapatkan ide dengan coba membuat ff sedikit mengikuti apa yang terjadi di chapter 96/episode 45.

Untuk chapter terbaru "Ciuman Dewi" sementara dikerjakan, maaf lama baru bisa update, lagi sedikit buntu hehehe. Sampai disini saja dulu, terima kasih