Disclaimer: Naruto is not mine. I do not own Naruto. I own nothing except some OCs. Time travel here inspired by many fanfics in FFn. I made no money off this story.
Warning: Pasangan dan karakter utama di sini adalah HashiMada, TobiIzu dan SasuNaru. OOC. Beberapa hal canon diubah. Bakal ada MPREG (male pregnancy atau kehamilan yang dialami laki-laki) di chapter-chapter selanjutnya. Update mungkin 2 minggu sekali kalau tidak ada halangan.
Note:
1. Cerita ini versi bahasa Indonesia dari Perfect Time yang kutulis dalam bahasa Inggris dan masih on-going sih tapi draft-ku menunjukkan ini bakal tamat di chap 17 atau 18 cuma untuk versi Indonesia bakal 2 x lebih panjang karena 1 chapter mungkin cuma 2k doang bukan 5k ke atas kayak versi english. Isinya sama aja kok. Akunya sudah selesai nulis chap 9 (english) dan lagi nunggu beta reader check grammar terus iseng kepikiran gimana kalau aku publish bahasa Indo-nya Perfect Time dan temenku dukung gitu. Kali aja ada yang baca hehe
2. TobiIzu disini kelanjutan dari fanfic-ku yang berjudul "Tobirama and Izuna" (bahasa Inggris) tentang masa kecil mereka, awal ketemuan merekalah secara ekslusif. Kalo ada yang mau itu kutulis itu dalam bahasa Indonesia juga, kasih tahu aja ya~ Masa kecil HashiMada kayak di canon, gak kutambahin soalnya uda kental hints HashiMada di sana LOL
3. Gak ngikutin canon epilog ataupun canon pairing ya, (ya jelaslah ini untuk yaoi kok). Gak ada pertarungan terakhir antara Naruto dan Sasuke kayak di canon. Begitu Kaguya kesegel, secara otomatis mugen tsukuyomi terlepas.
4. Rinnegan Sasuke dan Naruto yang Rikudou mode cuma sementara. Kekuatan itu hilang setelah mereka terbawa ke masa lalu.
5. Umur HashiMada (32) dan TobiIzu (30-29) kukarang soalnya aku gak tau umur mereka pas pembentukan Konoha.
Berhasil!
Mereka berhasil menyegel Kaguya Otsutsuki dengan kekuatan yang diberikan Rikudou Sennin untuk menyegel ibunya saat Sasuke beserta Naruto menaruh tangan bertanda di kedua pundak Dewi Kelinci tersebut. Tim 7 merasakan lega sesaat sebelum itu berubah menjadi kengerian di saat Kaguya mencoba menggunakan jurusnya Ame no Minaka untuk melarikan diri dari penyegelan. Jelas, dia tidak punya cukup chakra karena miliknya dalam proses penyegelan, karena itu dia menyerap chakra dari Sasuke dan Naruto yang telapak tangan mereka masih menempel di bahu Kaguya. Namun, di saat Kaguya tertutupi oleh batu-batu bulan sebab penyegelan hampir selesai, Sasuke dan Naruto kaget tidak percaya. Mereka merasakan chakra mereka menurun drastis dan merasa ditarik oleh jurus Kaguya yang gagal bersamaan dengan penyegelan yang berhasil.
Di sisi lain, Mugen Tsukuyomi tak lagi berfungsi seiring dengan tersegelnya Kaguya dan Zetsu Hitam. Orang-orang yang diserap oleh Pohon Keramat akhirnya bebas sementara Kakashi dan Sakura terkejut ketika Naruto dan Sasuke seolah terhisap lalu menghilang begitu saja.
"Sasuke-kun! Naruto!" Sakura memanggil sekuat tenaga tapi tak satupun dari mereka menjawab.
xxxxxxxxxxx
Di sebuah pertempuran yang melibatkan klan Uchiha dan Senju, kedua pemimpin klan menggunakan chakra mereka tanpa segan. Madara Uchiha dengan Susanoo and Hashirama Senju dengan teknik mokuton. Begitu chakra mereka saling berbenturan, sebuah petir dan ledakan membutakan pandangan. Mereka segera menutup mata secara naluri, menghentikan pergerakan dan bergantung pada pendengaran. Terdengar sesuatu jatuh keras di depan mereka. Suara-suara lain pun terdengar, anehnya, inn terdengar seperti keluhan.
"Oow! Pantatku sakit! Kepalaku pusing!" Sebuah suara remaja mengagetkan mereka yang berada dalam pendengaran. Dengan waspada, Madara membuka mangekyou sharingannya untuk melihat dua remaja duduk di antara dirinya dan Hashirama. Remaja dengan rambut pirang dan pakaian berwarna hitam-orange memegang kepala. Ia mengenakan simbol klan Uzumaki. Di sebelahnya, duduk remaja lain dengan rambut hitam pendek mengenakan atasan warna lavender dan celana hitam terbalut kain warna indigo yang diikat tali ungu besar. Remaja ini berada di depan Madara, menggelengkan kepala lalu memijat pelipis sambil membalas si pirang, "Artinya kau masih hidup, berhenti mengeluh!"
Kedua mata Madara membesar menyadari lambang keluarga Uchiha pada bagian belakang baju si remaja berambut hitam saat berbalik untuk melihat si remaja pirang. Dia melirik ke Hashirama yang jelas kebingungan dari raut mukanya. Siapa mereka? Kedua remaja ini? Mereka muncul entah dari mana. Seorang Uchiha dan seorang Uzumaki tanpa beradu senjata kepada satu sama lain? Pemandangan yang tak terlihat di zaman ini. Apa yang sedang terjadi?! Buah pikiran itu harus dihentikan begitu kedua pemimpin klan merasakan kehadiran adik mereka yang memanggil mereka bersamaan.
"Kakak!"
Izuna lompat ke sisi Madara bersamaan dengan Tobirama tiba di sisi Hashirama. Keempatnya memasang ekspresi yang sama ketika kedua remaja itu berhenti bicara dan memandang mereka berempat.
"Hn?" Si pirang melirik Senju dan Uchiha bersaudara secara bergantian sebelum tersenyum senang ke arah Senju bersaudara dengan melambai semangat juga. "Kakek Shodaime! Kakek Nidaime! Kami berhasil! Dia sudah tersegel!" Dia melirik sekeliling, mencari seseorang, "Ayahku mana? Kalian lihat dia?"
Hashirama dan Tobirama... terkejut tak terkira saat dipanggil begitu oleh remaja klan Uzumaki yang merupakan saudara jauh klan Senju. "Shodaime dan Nidaime... yang kau maksud... kami?" Tanya Hashirama bingung setelah bertukar pandang dengan Tobirama. Hal itu disadari remaja Uchiha yang menatap mereka tajam. Kedua mata onyx terbelalak lalu ia mengedarkan pandangan ke sekitar dengan waspada sebelum alisnya berkerut melihat Madara dan Izuna yang ia kenali dari genjutsu Obito waktu menceritakan masa lalu Madara. Pemahaman mengaliri dirinya dan ia menoleh ke si pirang, "Naruto."
Tidak mengerti, si pirang memiringkan kepala, "Siapa lagi emang, Kek? Sudahlah, mana ayahku? Dan kenapa Madara masih berpakaian zirah lengkap? Terakhir kali aku melihatnya, dia cuma memakai celana panjang hitam, lagian siapa cowok disamping Madara? Obito kan rambutnya pendek, tidak panjang kayak dia."
"Naruto!" Si remaja berambut hitam menarik pergelangan tangan Uzumaki pirang dengan nada peringatan. Naruto berkedip, bertanya, "Kenapa, Sasuke?"
Sasuke menatapnya serius, "Jangan berbicara dengan mereka."
"Hah? Kenapa?"
"Mereka bukan Shodaime, Nidaime atau bahkan Madara yang kita tahu."
Naruto mengerutkan alis, "Maksudmu?"
"Lihat mata mereka. Mereka semua hidup, bukan dibangkitkan dengan edo tensei no jutsu," bisiknya ke Naruto yang mengkonfirmasi itu segera. Keduanya perlahan berdiri dengan perhitungan, Sasuke masih menggenggam pergelangan tangan Naruto. Mengedarkan pandangan ke sekitar, mereka menyadari bahwa mereka dalam pertempuran. Namun, berbeda dengan perang yang mereka alami karena... "Ada banyak Uchiha..." Ucap Naruto. Orang sekitar mereka masih ada yang bertempur dan bukan karena terlepas dari Mugen Tsukuyomi. Itu mustahil karena Sasuke adalah satu-satunya klan Uchiha yang tersisa.
Ini perang.
Tapi, bukan perang Sasuke dan Naruto melawan Kaguya atau Zetsu Hitam.
Sasuke mengangguk. Dia menyadari hal lain yang luput dari perhatian Naruto. Mengaktifkan Mangekyou Sharingan, dia berkata, "Tak hanya itu. Shodaime, Nidaime dan Madara terlihat lebih muda dari yang kita temui di perang."
Madara dan Izuna menyadari mata Sasuke. Keempatnya tahu itu bukan sharingan biasa tapi tingkat yang lebih seperti milik Uchiha bersaudara. Sebagai Uchiha, kakak beradik itu tahu harga yang harus dibayar untuk memilkinya. Ini mengejutkan karena kemampuan tersebut bukan hal biasa dimana seorang remaja bisa mempunyainya.
Naruto melihat sekali lagi dan, "Benar! Maksudnya apaan nih?! Apa yang terjadi sih?!?!"
"Itu yang kami ingin tahu," kata Madara untuk pertama kalinya. "Kalian berdua muncul begitu saja di tengah peperangan. Uchiha dan Uzumaki. Meski patut dipertanyakan karena Uzumaki biasanya memiliki rambut merah."
"Oh, rambutku pirang seperti punya ayahku, tapi ibuku rambutnya merah."
"Siapa kau, kalau begitu? Kenapa bersama dengan Uchiha?" Tanya Izuna yang melirik ke Sasuke, "Apa dia tahananmu?
"Ak—!"
Sasuke menaruh telapak tangannya di mulut Naruto, "Jangan jawab dia!"
Tobirama mengambil langkah mendekat dengan pedangnya siap posisi, "Lepaskan dia, bocah Uchiha," mata merahnya menyipit tajam, "Kami tidak tahu siapa pirang ini tapi kalau dia mengenakan lambang Uzumaki, aku akan melindunginya!"
"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Uchiha lain," Izuna mengaktifkan mangekyou sharingan.
Sasuke merasakan nafas Naruto menjadi lebih berat dan melirik ke dia. Naruto terlihat pucat dan susah bernafas. "Naruto..." cemas terdengar dari nada Sasuke. Dia mendekat dan menghapus jarak mereka hingga saat posisi Naruto terhuyung sebelum hilang keseimbangan, Sasuke menangkapnya dengan kedua tangan. "Naruto!" Jelas, Sasuke terlihat khawatir. Itu kembali mengejutkan keempat lelaki yang memperhatikan mereka. Untuk menunjukkan kecemasan terhadap klan lain di perang... merupakan hal tak pernah terjadi.
"Aku...nyoba...gunain chakra...tapi..." Naruto pingsan di tangan Sasuke. Kelimanya terdiam di tengah pertarungan.
Hashirama mencoba membantu, "Apa dia tak apa? Aku bisa—" dia melangkah mendekat tapi Sasuke menatapnya tajam.
"Jangan mendekat!"
"Berikan dia pada kami dan kami lepaskan kau," tawar Tobirama kepada Sasuke. Bertukar pandang dengan Izuna. Tidak ada yang bergerak tapi terdapat kesepakatan bersama tanpa kata setelah tawaran tersebut.
"Dia bukan milikmu untuk kau lindungi," Sasuke berkata tenang tapi amarah kental di matanya. "Dia milikku."
Hashirama mengenali rasa melindunngi yang diperlihatkan Sasuke. Dia menaruh telapak tangannya di bahu Tobirama. Ketika si lelaki berambut perak itu menoleh, Hashirama menggeleng kepalanya. Dia kagum dan sedikit iri pada Uchiha muda satu ini. Dia bisa melakukan hal yang Hashirama inginkan dengan mudah. Sementara, Izuna tampak tidak puas hingga mempertanyakan, "Apa maksudmu dengan 'milikmu'?"
"Aku... tidak perlu menja..wab..." Nafas Sasuke menjadi berat, wajahnya memucat dan tak lama dia ikut kehilangan kesadaran seperti Naruto tapi masih mendekap pirang Uzjmaki ketika keduanya jatuh ke tanah.
"Kehabisan chakra," kata Tobirama setelah dia dan Izuna mendekati kedua remaja. Hashirama dan Madara mengikuti. Mereka berempat menatap para remaja itu. Hashirama menyarankan, "Kita harus membawa mereka ke tempat aman."
Tobirama meraih ke arah mereka tapi dihentikan Izuna yang menggenggam pergelangan tangannya, "Apa yang mau kau lakukan?"
"Memisahkan mereka. Kau bisa mengambil si Uchiha dan kami akan mengambil si Uzumaki," jawab Tobirama.
"Tidak."
Kedua adik itu menoleh ke Hashirama yang menatap mereka dengan pandangan sedih. "Kita tidak akan memisahkan mereka. Kita bisa merawat mereka di tempat yang sama."
Izuna protes, "Tidak mung—"
"Bagaimana menurutmu, Madara?" Hashirama menatap pemimpin klan Uchiha. Izuna dan Tobirama menoleh ke Madara yang sedari tadi diam. "Bukannya ini waktunya buat kita menghentikan perang ini untuk mada depan yang lebih baik? Kau tahu bahwa perang ini akan berakhir, kenapa tidak kita hentikan sekarang?" Hashirama mendekati Madara. "Kau lihat kedua remaja ini? Mereka tidak mencoba untuk saling membunuh sekalipun lambang keluarga mereka berbeda. Bahkan, Uchiha muda ini melindungi seorang Uzumaki!" Hashirama mengangkat tangan untuk menghentikan protes Tobirama yang mau keluar, "Aku tahu apa yang kulihat, Tobirama. Dia melindungi, bukan sebaliknya."
Madara tetap bungkam dan Izuna khawatir, dia berjalan ke sisi kakaknya. Banyak beban pikiran sebagai pemimpin klan, Izuna tidak ingin ada beban tambahan di pundak sang kakak. Pemimpin Senju ini bicara seolah itu bukan masalah besar! Izuna gusar, "Jangan dengarkan dia, Kak!"
"Kalau kau mau melindungi Uchiha, ini satu-satunya cara!" Hashirama melangkah ke Madara lebih dekat. Izuna berdiri di depan Madara, menempatkan dirinya antara Hashirama dan kakaknya. "Jika klan kita bergabung, tidak akan ada klan lain yang sanggup melawan kita*. Ayo kita hentikan perang ini," Hashirama mengulurkan tangan ke Madara.
Ketiga lainnya menahan nafas saat Madara menyambut uluran tangan Hashirama dan menjabatnya. Tobirama tetap diam selama kakamnya bicara. Izuna membelalakkan mata tidak percaya melihat kakak mereka berjabat tangan. Perlahan, pertarungan di sekitar berhenti. Mereka semua menatap pemimpin mereka yang setuju untuk menghentikan perang.
TBC
Aku dengerin "Machigai Sagashi" OST dari J-Drama yang judulnya Perfect World waktu nulis ini. Liriknya cocok banget buat HashiMada dan TobiIzu karena mereka di perang dan nginspirasi aku banget! Makanya judulnya rada mirip sama judul drama itu tapi ceritanya gak kok. Aku ga nonton dramanya cuma seneng lagunya doang.
Makasih uda mau baca! Tolong kasih review ya kalo mau ini lanjut!
(*)Diambil dari canon pas sebelum Izuna mati.
