"Haruno sakura?"

Sasuke menatap tidak percaya pada seniornya hatake kakashi.

"bukan kah itu?"

"yap, haruno sakura. Anak pembisnis paling terkaya di Konohagakure."

Sasuke menatap bingung pada kakashi. "maaf hatake-san tapi kenapa harus aku?" sasuke menghela napas dalam

"maksudku, aku baru saja bergelar Dr Psikologi tahun lalu dan pekerjaan pertama ku yang merawat seseorang kenapa harus haruno? Akukan masih baru.. Bahkan masih banyak Dr psikologi lainnya yang lebih profesional dari-"

"sasuke."

Kakashi memotong kalimat Juniornya. "aku tau maksudmu, jangan berpikir yang kau tidak layak melakukan pekerjaan ini."

"aku bahkan yakin yang kau bisa membantu nona haruno untuk mengatasi depresinya dan juga-"

Kakashi menjeda kalimatnya. Ia memejam mata seketika dan membukanya kembali

"menyembuhkannya dari penyakit Skizofrenia."

"skizofrenia!?" sasuke terkejut. Ba-bagaimana bisa anak seorang membisnis terkaya di jepang bisa memiliki penyakit seperti itu? Dan apa yang telah membuatnya depresi? Itu masih menjadi misteri!

"jadi kau menerimanya?" kakashi membuyarkan lamunan pria berumur dua puluh dua tahun itu. Sasuke menatap kizashi sejenak sebelum berkata

"kalau hatake-san berpikir yang aku layak merawat nona ini." sasuke menghela napas "aku akan menerimanya."

Kakashi mengangguk-angguk dia tersenyum bangga menatap juniornya. "kau memang layak."

Dan sasuke pun tersenyum.

Penyakit skizofrenia Antara simptom 'positif' termasuk delusi, halusinasi, gangguan pemikiran (thought disorder) dan lain-lain. Hanya pesakit skizofrenia sahaja yang akan selalu mengalami perkara sebegini.atau kecacatan dalam pikiran,

Doctor Uchiha

Krieett

Sebuah limousine berwarna hitam berkilat Berhenti tepat di depan gerbang sebuah gedung tinggi yang kelihatan suram. Sekeliling gedung itu di penuhi oleh pohon-pohon yang tinggi dan di kelilingi oleh pagar dengan ketinggian lima belas meter, bahkan sesiapa yang akan masuk ke sana. Tidak akan dapat keluar, selamanya.

Mental hospital

Kira-kira itulah nama gedung menakutkan itu. Pintu mobil Limouse hitam pekat itu terbuka,

Tak!

High heels merah menyala itu menyentuh lantai. Spontan tatapan semua orang yang didepan gerbang itu mengarah pada seorang gadis anggun yang keluar dari dalam mobil, termasuk sasuke juga. Ya dia dan seniornya hatake kakashi telah berdiri didepan gerbang ditemani enam petugas pria, mereka sejak tadi telah menunggu keluarga bangsawan tersebut.

Ohh lihatlah. Wanita sekitar dua puluhan itu mengibas rambutnya dan langsung mandapatkan tatapan liar oleh petugas-petugas pria tadi, apalagi gaun merah pendek yang dikenakan wanita itu membuatnya kelihatan seksi. Jangan bilang dia ini adalah pesakitnya!?

"karin tepilah!"

"ehh maaf-!"

Karin menepi memberikan ruang untuk satu orang wanita paru bayah dan juga pria paru bayah untuk keluar, tanpa repot-repot meneka kita semua pasti tau mereka ini adalah haruno mebuki dan haruno kizashi. Kakashi langsung berjalan mendekati keluarga itu,

"tuan haruno..selamat datang," kakashi dan kizashi bersalaman seketika dan setelah itu sasuke pula menyusul bersalam dengan kizashi. Wanita bernama karin itu melirik genit pada pria tampan disamping kakashi, seketika dia berbisik-bisik dengan mebuki

"terimakasih tuan kakashi." kizashi menongak memperhatikan gedung itu.

"tempat ini tidak berubah sama sekali ya?" gumannya. Kakashi tertawa kecil

"cara anda berkata seolah anda pernah ke sini."

"aku memang pernah disini." kata kizashi tanpa mengalihkan perhatiannya.

"benarkah?" kakashi terkejut.

"bekerja disini.." guman kizashi pelan. Namun seketika ia mengeleng pelan, dia menatap kakashi seketika

"sepertinya anda sudah tau kedatangan kami ke sini." kizashi tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.

"ya, kami sudah menunggunya sejak tadi." ujar kakashi. Seketika ia melirik ke arah karin, dan langsung mendapatkan tatapan tidak puas hati dari wanita merah itu

"kami membawanya kesini karna kami lebih memercayai cara kalian melakukan tugas daripada yang lain." Mebuki tiba-tiba angkat bicara.

"ah, terimakasih nyonya." Kakashi membungkuk hormat.

"tidak perlu sungkan" mebuki terkekeh pelan. Sasuke sejak tadi hanya berdiam diri, ia juga tertanya-tanya siapakah ada 'penyakit' antara tiga keluarga ini. Tapi jika dilihat dari sudut pandangnya. Mereka semua kelihatan baik-baik saja? Atau dia saja yang tidak dapat membedakannya? Entahlah

"jadi apakah nona ini yang akan tinggal disini?" kakashi berujar sembari menatap karin. Ah pantas saja sejak tadi dia menatap si merah, ternyata dia juga berpikir bahwa karin adalah pesakit nya.

"heii!? Apa kau gila?! Aku normal kau tau!?" marah karin tidak terima. Mebuki langsung memujuk anaknya,

"maaf kakashi-san bukan dia tapi sakura." ujar mebuki sembari mengelus belakang karin. Alis sasuke mengenyit, sakura? Perasan hanya mereka bertiga yang datang ke sini.

"sakura?" soal kakashi. "ah, maaf nona." kakashi kembali membungkuk

"maaf, tapi kami tidak melihat siapa-siapa." sasuke yang sejak tadi mendiam diri kini membuka mulut,

"hah?" tiga beranak itu langsung menoleh kekiri dan kekanan, bertatapan bingung seketika sebelum menoleh ke arah mobil

"hum, ku pikir sakura masih didalam mobil." kizashi menoleh ke arah mebuki. Mengisyaratkan istrinya untuk membawa sakura keluar dari mobil, mebuki hanya mengangguk

Dia berlalu masuk ke dalam mobil, keadaan kembali hening semua menunggu sosok sakura itu keluar dari mobil,

Tidak butuh beberapa detik mebuki akhirnya keluar dari mobil mewah itu. Sembari mengandeng seseorang dan—

Deg!

Sasuke seketika menahan napas ketika melihat sosok 'bakal pesakitnya" itu turun dari mobil, dan ternyata bukan hanya sasuke para petugas lainnya juga langsung ternganga lebar, wanita ini? Yang dikatakan tidak normal? Wanita seperti sosok malaikat ini!? Wanita bernama sakura itu mengedarkan pandangan dengan raut wajah datar, datar sekali. Namun langsung tidak menutupi kecantikannya sama sekali, emerland indahnya menatap kosong dengan rambut pink sepinggangnya di gerai indah bahkan siap di buat gelombang lagi. Dan gaun yang dia kenakan juga tidak kalah seksi seperti wanita bernama karin tadi tetapi saja warna gaunnya berwarna hitam. Gaun hitam yang menutupi dada sampai atas paha, memperlihatkan pundak putih bersih itu.

Dan sasuke hampir saja tidak percaya yang wanita didepannya ini adalah nona haruno yang dikatakan ada penyakit Skizofrenia. Lihatlah dari segi pemakaian ekspresi, hanya saja ekspresi sakura hanya memperlihatkan tatapan kosong dan dingin berbeda dengan karin yang langsung memperlihatkan pesona menggoda pada semua orang,

Okay sepertinya nona haruno ini pesakit Skizofrenia yang versi bangsawan, tidak terlihat memiliki penyakit sama sekali. Ya namanya juga dari keluarga bangsawan

"oh, jadi nona ini." kakashi memecah keheningan dia mengaruk belakang lehernya yang tidak gatal

"ya." balas kizashi

"ku harap sakura bisa sembuh secepatnya." guman pria paru bayah itu sembari melirik sakura seketika

"tentu, kami tidak akan mengecewa anda tuan haruno,"

"terimakasih kalau begitu." guman mebuki sembari tersenyum lembut. Dia mengelus rambut panjang sakura

"baiklah kalau begitu. Sepertingmya kami harus segera pergi," kizashi melihat jam di tangan kanan.

"baik tuan haruno, mengenai nona sakura. Anda tidak usah khawatir."

Kizashi hanya mengangguk membalas ucapan kakashi. Dia menoleh ke arah sakura berjalan menuju putri bongsunya dan langsung memeluknya,

"baik-baik disini ya nak ya?"

Sakura tidak menjawab ucapan kizashi dia hanya meliriknya, dingin. Seterus nya mebuki, dia juga melakukan hal yang sama dan yang terakhir adalah karin,

Karin memeluk sakura posesif. dia segukan tidak ingin melepaskan adiknya begitu saja

"sakura-chan~ baik-baik disini—auchh! Apaan sih mama?"

Karin menatap marah pada mebuki, ketika sang mama menariknya dan langsung membuatkan pelukan terlepas, sementara mebuki hanya mengacuhkan nya, beberapa petugas menahan tawa melihat aksi anak dan ibu itu

"kita harus segera pergi!"

karin berdecak kesal pada mebuki. Setelah itu dia kembali menoleh pada sakura,

Cup

Karin melayangkan kecupan pada pipi sakura.

"kami pergi ya sakura-chan..,"

Setelah itu dia berlalu masuk ke dalam mobil mebuki juga langsung masuk kedalam mobil diikuti kizashi, setelah itu limousine itu langsung berlalu pergi

Brak

Pintu gerbang tertutup rapat. Tatapan semua orang mengarah pada wanita bergaun hitam pendek itu, tidak ada yang berani menyapa. Entah semua orang merasa malu hanya untuk sekadar menyapa wanita berambut pink itu padahal semua tau yang wanita sempurna didepan mereka ini sebenarnya tidak normal

"nona sakura." dan hanya kakashi lah yang berani menyapa.

Sakura melirik kakashi dengan tatapan dingin, kakashi yang dilirik begitu hanya tersenyum, dia sepertinya sudah biasa berhadapan dengan orang seperti sakura

"Selamat datang ke Mental hospital nona,

Atau mungkin...

Welcome to hell...