Hello, due to the pandemic I don't know anything else to do. I am safe and sound until today, still in the middle of medication but on hold because of the pandemic. Until I publish this story I am still fine, no any life threatening condition happened. Actually I want to make this into a mini series. It will contains our four main characters (I am not quiet sure with Yzak, Dearka, Miriallia, Shinn, Lunamaria, and Meyrin. Should I put them?).
So I present IF: OUR PAST AND SCARS to all readers. For the first, I will put Cagalli because she is the first who popped out in my mind. Inspired from Cagalli's fighting skill when she using Mobile Suit which it similar with Athrun's move as well. So I though that there is a possibility that Athrun teach her. So this is it.
DISCLAIMER: GUNDAM SEED AND GUNDAM SEED DESTINY belongs to SUNRISE
Edited: 10th APRIL 2020
IF: OUR PAST AND SCARS
LIONESS'S PRIDE
By Fuyu Aki
Cagalli memandangi dirinya di depan standing mirror. Hanya berbalut pakaian dalam saja dia memperhatikan tubuhnya. Awalnya dia ingin segera berganti pakaian untuk segera makan malam bersama dengan suami dan anaknya. Namun kemudian dia ingat dengan agenda rapat dadakan di Morgenroete nanti sore bersama Athrun. Selagi suaminya berusaha menenangkan anak-anaknya karena mereka harus makan malam tanpa adanya Athrun dan Cagalli, Cagalli memutuskan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Wanita berusia 26 tahun itu memandangi tubuhnya yang memiliki beberapa bekas luka khususnya di area pinggang, tangan, dan kakinya. Stretch mark pun juga terlihat namun dia tidak peduli. Selama ini Myrna dengan cekatan menutupi bekas lukanya itu dengan foundation dan make up. Cagalli tersenyum. Luka ini adalah bukti kalau dirinya hanyalah manusia biasa. Dirinya pernah berjuang demi masa depan dan hari esok. Dirinya pernah mengambil jalan lain untuk menyuarakan suaranya sebagai seorang Athha.
Athha, sebuah nama yang memiliki makna besar dan ternyata memiliki beban berat dibaliknya. Cagalli tidak pernah memilih dan meminta untuk menjadi seorang Athha. Dia sudah ada di dalam keluarga itu sejak lahir pikirnya di awal. Menjadi salah satu bangsawan besar di ORB Union yang memegang sistem pemerintahan dengan bangsawan yang lain tidaklah mudah. Awalnya sebagai seorang Athha dan sebagai bangsawan, Cagalli mengira hidupnya akan seperti kehidupan orang-orang yang ada di film dokumenter sejarah. Rumah megah dengan gaya renaissance atau art nouveau, pakaian yang penuh dengan renda, home schooling dengan berbagai pelajaran anehnya seperti dansa dan tata krama, korset, afternoon tea, bersosialisasi atau debutante, oke mungkin beberapa hal dia alami tapi tidak sekaku di film dokumenter itu.
Cagalli tidak mempermasalahkan dirinya yang tidak memiliki sosok ibu. Tepatnya di umur tiga tahun ketika dia sudah bisa mengingat dan menyadari dirinya itu ada serta bisa mengatakan kata 'papa' dia baru tahu kalau dia hanya bersama orang yang berukuran lebih besar darinya, Ayahnya yang ternyata dipanggil Uzumi-sama oleh orang-orang sekitarnya. Uzumi selalu ada untuk Cagalli ketika Cagalli membutuhkan sosoknya. Ketika dia makan, ketika dia bermain, ketika dia menangis, ketika dia mau tidur, ketika dia meminta untuk dibacakan cerita, ketika dia ketakutan karena gelapnya malam atau petir atau kamarnya yang terlalu gelap, Uzumi selalu ada di saat Cagalli senang dan sedih. Namun, menginjak usia tiga tahun itu juga Cagalli sudah bisa mengetahui sering atau tidaknya Uzumi ada menemaninya. Uzumi sering pergi di pagi hari dan kembali di malam hari.
Di umur tiga tahun itu juga, Cagalli mengenal sosok Myrna. Sosok yang awalnya Cagalli kira bisa Cagalli panggil 'mama' tapi ternyata bukan. Myrna dikenalkan sebagai pengasuh Cagalli. Awalnya Cagalli heran, karena tugas Myrna tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan Uzumi. Selalu ada untuk Cagalli. Cagalli tidak banyak bertanya, tapi dia tidak masalah kalau memang Myrna tidak mau dipanggil Mama selama Myrna ada untuknya dan menemaninya ketika Uzumi tidak ada. Myrna ternyata juga termasuk orang yang cerewet bagi Cagalli. Dialah yang sering memaksakan Cagalli untuk berpakaian dan bersikap layaknya anak perempuan, padahal selama ini Cagalli tidak pernah dimarahi oleh Uzumi kalau dia memakai celana atau bermain kotor-kotoran di taman. Rok dan gaun serta sepatu hak dan perhiasaan beserta make up bukanlah kombinasi dan teman baik Cagalli tapi Myrna tidak menyerah karena Uzumi sudah mempercayakan Cagalli padanya.
Ketika dia berumur enam tahun, itu adalah pertama kalinya dia menyadari arti nama Athha. Di saat yang sama dia menyadari kalau Ayahnya adalah orang penting di ORB Union serta alasan mengapa Uzumi selalu pergi di pagi hari dan pulang di malam hari. Selama ini dia hanya tahu Ayahnya bekerja untuk Cagalli dari pengasuhnya, Myrna. Di umur tersebut juga Cagalli sudah mulai menunjukkan jiwa petualangnya. Ayahnya selama ini melarang dia ikut dengannya apabila Cagalli merengek ketika Uzumi pergi bekerja dan selalu berakhir dengan ajakan bermain dari Myrna Sehingga area dia menjelajah hanya di Manor Athha saja dan beberapa pertemuan santai dengan para bangsawan tanpa adanya media. Uzumi melarang media untuk meliput anak-anak khususnya anak bangsawan ORB Union sebelum mereka berumur delapan belas tahun dan hal tersebut demi tumbuh kembang mereka.
"Ayah, mengapa Cagalli tidak boleh ikut Ayah?" tanya Cagalli ketika dia berhasil menyelinap ke ruang kerja Uzumi. Uzumi langsung melihat Cagalli kecil lengkap dengan piyama dan boneka harimau kecilnya yang dipeluk dengan erat. Sepertinya Myrna sempat menegur Cagalli ketika gadis cilik ini bermain di taman Manor seharian hingga bajunya kotor dan luka di lututnya. Uzumi lalu melihat jam di meja kerjanya yang sudah menunjukkan waktu tidur untuk Cagalli.
Uzumi lalu menggendong Cagalli dan menempatkan gadis cilik itu dipangkuannya. Dia lalu mengelus lembut kepala Cagalli, sorot matanya terlihat sedih. "Bukannya tidak boleh," jawab Uzumi pelan. "Hanya saja waktunya belum tepat, Cagalli," tambahnya.
"Cagalli sudah besar, buktinya Cagalli bisa mengambil serangga dari taman dan berhasil menakuti beberapa ekor tupai," ucap Cagalli polos. "Cagalli ingin membantu Ayah bekerja, jadi Ayah ada banyak waktu bermain dengan Cagalli."
Bekerja. Uzumi sempat terdiam ketika mendengar kata bekerja keluar dari mulut Cagalli. Kata yang berat dan tidak bisa Uzumi jelaskan dengan ringan kepada 'anaknya' itu. Uzumi hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, "Bekerja itu sudah tugas Ayah, nak. Giliran Cagalli bekerja itu nanti. Kau harus bersabar dan untuk sekarang ikuti semua perintah Myrna, oke?" ucap Uzumi.
Cagalli menggembungkan pipinya hingga merah, dia tidak suka ketika disuruh untuk bersabar. "Apakah karena Cagalli seorang Athha, Ayah jadi sibuk?"
Uzumi kembali terdiam sebentar, "Memangnya kenapa kalau Cagalli seorang Athha?"
Cagalli sedikit menundukkan kepalanya, "Para pelayan bilang karena Cagalli seorang Athha, Ayah harus bekerja dengan sangat giat dan keras. Ditambah Ayah bekerja untuk orang-orang di ORB jadi Cagalli tidak boleh mengganggu Ayah dan karena itu Cagalli tidak boleh keluar rumah."
Uzumi ingin sekali menegur para pelayan di Manor karena sudah memberikan pemikiran yang aneh pada Cagalli. "Ayah juga seorang Athha, nak," ucap Uzumi. "Ayah keluar rumah karena Ayah harus mencari uang untuk Cagalli makan, untuk membelikan mainan dan buku bacaan untuk Cagalli."
"Hingga kapan Ayah harus bekerja?"
"Hingga Ayah dapat memastikan kalau Cagalli baik-baik saja dan semua baik-baik saja," ucap Uzumi.
Masa kecil Cagalli banyak dihabiskan di Manor Athha. Uzumi memiliki alasan tersendiri mengapa dia melarang Cagalli untuk melihat dunia luar. Dia tidak 100% melarang sebenarnya, buktinya dia masih membiarkan Cagalli menonton dan membaca buku. Bahkan terkadang memberikan oleh-oleh dari berbagai negara untuk anak gadisnya itu. Tidak ada yang tahu kalau Cagalli adalah seorang Athha, hanya para bangsawan dan orang-orang di Manor Athha saja yang tahu. Sedangkan untuk Cagalli kecil, selama dia bisa bertemu dan melihat Ayahnya dan sempat membacakan cerita untuknya sebelum tidur, itu sudah cukup.
Di umur enam tahunmya juga Cagalli bertemu dengan teman-teman sebayanya dari keluarga bangsawan ORB Union. Rondo Mina Sahaku, Rondo Gina Sahaku, dan Yuna Roma Seiran. Mereka bermain seperti anak-anak pada umumnya. Cagalli senang karena dia akhirnya memiliki teman sepermainan tapi Cagalli merasa kurang tertantang. Mina, Gina, dan Yuna terlalu bersih, mereka tidak mau bila Cagalli ajak bermain ke taman atau berlari-lari atau permainan yang lebih mengarah pada permainan fisik. Mungkin Gina pengecualian tapi Gina memiliki batasannya sendiri. Pada saat itu pertama kalinya Cagalli melihat ketidakadilan. Yuna memain-mainkan anak kucing dan hampir mematahkan kaki kucing itu. Cagalli berkali-kali menegur Yuna untuk melepas kucing malang itu.
"Yuna kasihan kucing itu," ujar Cagalli kesal.
Yuna tidak mengindahkan perkataan Cagalli, "Biar dia tahu siapa yang lebih hebat. Seenaknya saja dia mengotori pakaianku dengan bulu jeleknya."
Kucing liar itu tidak salah. Cagalli bisa lihat dengan jelas kalau kucing itu tiba-tiba muncul dan meminta makanan dan bermain. Itu adalah sifat kucing itu. Cagalli sudah sering melihat kucing itu di Manor Athha dan diam-diam sering bermain dengannya.
"Yuna jangan ka-"
"AAAH!"
Kucing itu langsung mencakar Yuna dan kabur ke atas pohon. Yuna langsung meringis kesakitan padahal hanya sebuah luka lecet. Cagalli hendak menolong kucing itu sebelum akhirnya Yuna mendekati pohon tempat kucing itu berada dan melemparnya dengan batu. "YUNA!" Cagalli berusaha mencegah Yuna melempari kucing itu dengan batu namun sialnya lemparan Yuna meleset dan terkena kepala Cagalli.
"CAGALLI!"
Teriakan Gina dan Mina dan langsung menarik perhatian para pelayan yang ada di Manor. Semua langsung menghampiri Cagalli, khawatir dengan kondisi putri dari Singa ORB itu. Darah yang cukup banyak mengalir dari dahi hingga pelipis Cagalli. dan untuk pertama kalinya dia memperoleh luka yang cukup berbahaya.
Dua hari kemudian, Cagalli tidak menemukan kucing kecil yang sering dia ajak main itu, Ketika dia menanyakan pada pelayan di Manor dan Myrna, mereka mengatakan kalau kucing itu sudah di ambil oleh dinas keamanan dan penanganan hewan dan tentu saja berdasarkan pelaporan dari Seiran. Cagalli ingin menangis karena kucing itu tidak salah. Yuna yang salah dan dia terlalu berlebihan. Untuk pertama kalinya Cagalli melihat sikap tidak adil dan pengecut manusia, dan itu diperlihatkan oleh sosok Yuna Roma Seiran.
Cagalli baru menyadari perbedaan ras dan gen ketika dia berusia delapan tahun. Ketika dia sedang menonton televisi dan salurannya tidak sengaja sedang menayangkan pidato dari salah satu pemimpin Earth Alliance atau Blue Cosmos lebih tepatnya. Cagalli tidak terlalu paham isinya tapi dia melihat ekspresi penuh amarah dan kebencian ketika kata Coordinator disebutkan. Cagalli berhenti memakan kue kering yang disiapkan Myrna untuknya. Dia juga teringat ketika dia masih kecil, setiap Cagalli menyelinap ke ruang kerja Uzumi sambil membawakan buku cerita kata seperti Ame no Mihashira, Yggdrasail, krisis energi, Zodiac Alliances, PLANTs, Coordinator, Natural, dan Blue Cosmos serta Mobile Suit adalah hal yang sering Cagalli dengar dan sedikit demi sedikit wawasan gadis itu bertambah dan matanya terbuka mengenai dunia.
Dia lalu teringat dengan obrolan ketika dia sedang belajar bersama Gina, Mina, dan Yuna. Yuna saat itu mengatakan Gina dan Mina berbeda. Cagalli tahu Mina dan Gina berbeda, gaya mereka khas. Namun Yuna menegaskan mengenai gen mereka dan Yuna bilang dia senang kalau Cagalli ternyata sama dengannya yaitu Natural. Hari itu kebetulan mereka sedang belajar mengenai Coordinator dan Natural dari segi Biologi.
"Memangnya apa salah Coordinator?" tanya Cagalli kala itu.
"Pokoknya Coordinator itu aneh Cagalli. Mereka berbeda dengan kita," ucap Yuna. "Kita ini hebat karena bukan hasil rekayasa, kita ini unggul!"
"Beda apanya?" Cagalli penasaran.
Pertanyaan Cagalli itu tidak terjawab dan dia tidak pernah mendapatkan jawabannya dari Yuna dan juga guru yang menerangkan mengenai Coordinator dan Natural. Sekarang, acara yang ditayangkan di televisi menggelitik kembali rasa ingin tahu Cagalli. Dia lalu menghampiri Uzumi yang sedang serius menyaksikan.
"Ayah?" Cagalli memanggil Uzumi.
Uzumi yang tersadar kalau Cagalli ternyata ada di ruangan yang sama dengannya segera mematikan televisi dan dia ingin menegur dirinya sendiri karena membiarkan Cagalli menonton acara tersebut. Belum waktunya Cagalli mengetahui hal itu. "Ada apa Cagalli?" tanya Uzumi, berusaha mendistraksi putrinya.
"Memangnya, apa salah Coordinator?" tanya Cagalli, "Lalu, kenapa memangnya kalau Cagalli itu Natural?" tambahnya.
Uzumi ingin menampar dirinya. Dia tidak habis pikir darimana Cagalli mendapat pertanyaan itu. Uzumi lalu menggendong Cagalli dan menempatkan Cagalli di pangkuannya. "Mengapa Cagalli bertanya tentang Natural dan Coordinator?"
Cagalli tiba-tiba bingung, "Emmm….ketika sedang belajar bersama, Yuna bilang kalau Coordinator itu aneh. Padahal Gina dan Mina adalah Coordinator dan tidak ada yang aneh dari mereka," ucapnya polos. "Lalu orang di televisi barusan kelihatan sangat marah dan kesal dengan Coordinator," tambahnya.
Uzumi lalu mengelus lembut puncak kepala Cagalli. "Tidak ada yang salah dari Coordinator mereka juga manusia seperti kita yang membedakan hanya dia lebih unggul saja," jawab Uzumi.
"Lebih unggul?"
"Mereka secara fisik sama namun kemampuan mereka berbeda," ucap Uzumi,
"Seperti lebih pintar dari Cagalli? Seperti yang dijelaskan sensei di kelas?"
"Yah begitulah," Uzumi menjawab singkat. "Ingat ketika kalian bermain air seharian esoknya Gina dan Mina tidak sakit tapi kau demam selama empat hari?"
Cagalli lalu mengangguk pelan mengiyakan dan ingat kejadian yang Uzumi katakan.
"Cagalli boleh berteman dengan Coordinator?" tanyanya.
Uzumi pun mengangguk mengiyakan. "Bahkan dengan Natural pun juga boleh," tambahnya. "Cagalli berteman dengan kembar Sahaku bukan?" yang langsung dibalas dengan anggukan iya dari Cagalli. Uzumi berharap Cagalli berhenti bertanya. Kembar Sahaku adalah Coordinator, Cagalli ingat hal itu.
"Lalu kalau mereka lebih unggul, mengapa Cagalli seorang Natural? Katanya Natural itu lemah dan Coordinator itu aneh. Cagalli tidak paham," tanya Cagalli. "Bukankah Cagalli calon pemimpin? Mengapa Cagalli bukan seorang Coordinator sehingga Cagalli bisa lebih kuat?"
Uzumi menghela napas, "Menjadi pemimpin, tidak harus selalu yang lebih unggul Cagalli. Ayah juga seorang Natural dan Ayah memimpin Negara ini."
Cagalli lalu menggigit bibirnya dan menundukkan kepalanya. Sepertinya masih ada banyak pertanyaan di kepala kecil Cagalli. "Kenapa lagi, nak?" tanya Uzumi lagi.
"Kalau begitu Ayah tidak benci Cagalli karena Cagalli seorang Natural, bukan Coordinator?" pertanyaan polos yang langsung keluar dari mulut Cagalli itu menyayat hati Uzumi. Ada sedikit kesedihan dan keraguan di pertanyaan gadis cilik itu.
Uzumi langsung teringat dengan identitas Cagalli yang bukan putri kandungnya. Seorang Natural dan bukan putri kandungnya, pasti itu menjadi suatu kenyataan yang menyakitkan buat Cagalli. Uzumi langsung memeluk Cagalli dan mengelus punggung kecil putrinya itu. Cagalli bingung, "Ayah?"
Suatu pertanyaan yang rumit. Uzumi tidak ingin membahasnya dengan Cagalli, belum waktunya lebih tepatnya. Rasa ingin tahu Cagalli memang sesuatu kalau tidak cepat-cepat dikontrol bisa berlanjut ke hal yang lain yaitu tindakan yang tidak diduga-duga dan bisa jadi masalah baru. She is a little rascal afterall.
"Tidak Cagalli, sama sekali tidak," jawab Uzumi.
"Ayah sayang dengan Cagalli?"
"Tentu saja," ucap Uzumi mantap. Dia lalu melepaskan pelukannya, "Cagalli ingat apa yang Ayah katakan mengenai apa yang terjadi bila kita bertengkar dengan seseorang?"
"Tidak boleh dendam dan tidak boleh saling membenci," jawabnya.
"Iya tepat sekali, karena itu Cagalli perlu tahu tidak ada yang membedakan kita manusia. Manusia tidak bisa hidup sendirian, mereka harus hidup bersama-sama dengan yang lain, berdampingan yang lain. Tidak bisa seorang diri. Tidak peduli mereka Coordinator ataupun Natural," ucap Uzumi. "Tidak ada yang salah dan tidak aneh apabila Cagalli bukan seorang Coordinator."
"Karena Ayah tidak bisa hidup tanpa Cagalli dan membutuhkan Cagalli di sisi Ayah," ucap Uzumi lagi.
"Ayah tetap sayang dengan Cagalli? Walau Cagalli bukan seorang Coordinator?" tanya Cagalli yang mencoba meyakinkan dirinya.
Uzumi kembali menghela napas. Suatu pertanyaan yang konyol dan perlu diperiksa mengenai kredibilitas guru yang mengajar Cagalli karena membuat Cagalli tidak henti-hentinya bertanya seperti ini. Uzumi lalu mengecup puncak kepala Cagalli, "Tentu saja karena Cagalli adalah Cagalli, tidak ada yang bisa menggantikannya." Uzumi lalu memeluk Cagalli dengan erat.
Di umur dua belas tahun, Cagalli melakukan debutante pertamanya. Myrna memaksanya untuk mengenakan gaun yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Cagalli tapi Myrna bersikeras dan menjelaskan panjang lebar pentingnya acara itu. Akhirnya Cagalli mengalah setelah Myrna memakai berbagai alasan dan ancaman. Cagalli membiarkan rambutnya di tata kuncir dua dengan berhiaskan pita hijau muda dan bunga, serta gaun panjang berwarna hijau mint dan putih hingga mata kaki dan tentu saja sepatu berhak pendek yang manis, tidak lupa Myrna memakaikan beberapa perhiasan dan buket bunga kecil untuk Cagalli bawa.
Tidak seperti di film sejarah yang dia tonton, debutante Cagalli adalah menghadiri acara resmi kenegaraan yang masih bersifat internal. Tidak ada media yang meliput, hanya fotografer pribadi pemerintahan dan para keluarga bangsawan saja yang datang dan mengabadikan momen tersebut. Namun semua orang penting di ORB Union mulai dari para keluarga bangsawan, kementerian, dan militer mengetahui sosok Cagalli Yula Athha, pihak kerajaan Skandinavia menjadi pihak Internasional yang tahu dan hanya mereka. Gina, Mina, dan Yuna hadir di acara tersebut dan Yuna secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Cagalli dan berujar pada Uzumi kalau dia bisa menjaga Cagalli. Cagalli sudah ada firasat ada udang di balik batu dari perkataan dan sikap Yuna.
"Cagalli-sama terlihat menganggumkan, sungguh suatu harapan untuk masa depan ORB Union," ujar Unato ketika menghampiri Uzumi dan Cagalli yang berdiri di belakang Cagalli. "Calon pemimpin masa depankah?" tanya Unato sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Uzumi membalas jabatan tangan tersebut, "Masa depan masih belum kita prediksi. Cagalli pun masih harus banyak belajar. Semangatnya masih berapi-api," ujarnya.
Cagalli agak sebal ketika Uzumi mengatakan semangatnya yang terlalu berapi-api karena Cagalli paham maksud Uzumi adalah ceroboh, tidak bisa diatur dan tidak seperti seorang lady, kalau kata Myrna. Cagalli lalu melihat Yuna yang berdiri di belakang Unato. Laki-laki itu memiliki selera berpakaian yang aneh tapi cukup formal dan entah mengapa hari ini sikap dan ekspresi Yuna seperti dibuat-buat. Perasaan Cagalli tidak enak.
"Cagalli sungguh manis, Paman Uzumi dan berbahaya apabila sudah ada yang meliriknya dan melamarnya. Apalagi Paman Uzumi berada di posisi tertinggi," ucap Yuna yang tanpa disadari Yuna mendapatkan tatapan penuh amarah dari Cagalli. "Akan ada banyak yang memanfaatkan situasi ini, untung saja Paman memiliki aturan untuk para bangsawan. Kudengar Lindsay sedang mencoba mencari cara untuk menaikkan posisinya sebagai Noble di ORB. Untuk kasus Cagalli, tidak terbayang apabila para Coordinators memanfaatkan situasi ini," tambahnya.
"Hei, Yuna jaga omonganmu," ucap Unato yang juga terdengar dibuat-buat.
Cagalli ingin berdecak, 'Apa salah dari Coordinator?' batinnya.
Uzumi berdeham, "Yah tapi seperti yang saya bilang Cagalli masih perlu banyak belajar dan urusan mengenai siapa pendamping Cagalli belum dibicarakan."
Unato tersenyum, "Yuna akan bersekolah di Skandinavia untuk melanjutkan studinya dan dia termasuk siswa yang berprestasi di angkatannya. Apabila dia sukses di masa depan, saya yakin dia bisa menjadi pemimpin yang hebat untuk ORB Union."
"Tapi mungkin ada baiknya seperti yang Yuna katakan. Cagalli memerlukan pendamping yang pantas dan mungkin ada baiknya diamankan dahulu sehingga kau bisa tenang Uzumi," tambah Unato yang pura-pura membawa pembicaraan tersebut seperti candaan dan Cagalli yang mendengarnya ingin langsung membentaknya atau protes.
Seiran sebenarnya memiliki posisi yang tepat berada di bawah Athha dan Sahaku, sayangnya pada pemilihan parlemen lalu Seiran kalah namun tetap mendapatkan kursi di parlemen. Kelihatannya kegagalan Seiran ada kaitannya dengan Blue Cosmos. Entah mengapa setelah kejadian itu keluarga Seiran menjadi agak kaku dengan keluarga lainnya apalagi kalau sudah menyangkut urusan kemiliteran dan pertahanan Negara.
Uzumi tersenyum mendengar perkataan Unato, "Kalau benar demikian, maka pemimpin ORB Union di masa depan sudah dapat kita tentukan dan pastikan. Saya harap Yuna dapat memenuhi harapan tersebut."
Cagalli langsung melihat ke arah Uzumi seakan-akan tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Uzumi. Pertama kalinya Cagalli merasa kecewa kepada Ayahnya. Di hadapan Cagalli, Yuna terlihat puas dengan senyum penuh kemenangan Beberapa bulan kemudian, obrolan mengenai Cagalli sebagai calon pendamping Yuna dan Yuna sebagai calon pendamping Cagalli menjadi satu agenda khusus di parlemen. Uzumi sempat menjelaskan kalau hal tersebut untuk kebaikan Cagalli dan mungkin bisa berubah di masa depan. Cagalli yang mengetahui itu dari Myrna segera kabur dari kamarnya dan untuk pertama kalinya dia kabur ke tengah kota ORB Union, pada saat itu pula Cagalli mulai menunjukkan sisi memberontaknya.
Cagalli tidak segan untuk mencari cara untuk keluar dari Manor Athha dan pergi ke tengah kota. Baginya melihat ORB Union secara langsung dapat menghiburnya. Di samping itu, kalau memang benar dia adalah calon pemimpin ORB di masa depan maka mengenal kota dan masyarakatnya juga tugasnya dan itu yang dia lakukan. Kebiasaan dia kabur justru menjadi rutinitas yang menarik untuknya. Dia bisa melihat ORB Union itu seperti apa. Orang-orang ORB, keseharian di ORB, dan pengembangan dan pembangunan di ORB Union secara langsung. Teguran dan amarah Uzumi tidak sekalipun membuat gadis ini jera.
Di umur itu pula Cagalli pertama kali menginjakkan kakinya di Morgenroete, melihat Mobile Suit dan alat pertahanan milik ORB Union, dan pertama kalinya Cagalli dikenalkan pada Kisaka. Cagalli sudah sering bertemu dengan pria tinggi besar berkulit gelap itu. Namun, pada saat berumur sepuluh tahun Uzumi secara khusus menugaskan Kisaka untuk menjadi penjaga dan pendamping gadis itu. Kisaka tidak harus berdiam di Manor Athha, tapi apabila Cagalli sedang ada kunjungan di ORB atau Morgenroete, Kisaka wajib mendampinginya. Namun Uzumi berpesan kepada Kisaka untuk tidak terlalu mengekang Cagalli.
"Perkenalkan, Ledonir Kisaka," ucap Kisaka sambil hormat kepada Uzumi kemudian sedikit membungkuk kepada Cagalli. Kisaka bisa melihat bola mata amber yang penuh dengan rasa ingin tahu dan semangat yang berapi-api. "Suatu kehormatan untuk bisa melayanimu, Tuan Putri," ucapnya.
"Cukup panggil aku Cagalli, kau bukan berasal dari ORB?" tanya Cagalli yang bisa lihat kalau dari segi fisik Kisaka berbeda.
Kisaka menggeleng, "Aku berasal dari daerah kecil di Afrika. Tassil merupakan kampung halamanku Putri."
"Tassil?"
"Suatu daerah di Afrika Selatan, hanya sebuah kampung kecil tapi kami hidup dengan tentram dan damai," jawab Kisaka.
Seingat Cagalli Afrika merupakan area milik ZAFT dan dekat dengan pangkalan Gibraltar. Kelihatannya ada banyak cerita menarik yang bisa Cagalli tanyakan pada pengawalnya yang baru ini. Tapi, sebelumnya ada hal yang harus Cagalli koreksi dahulu. "Sudah kubilang, panggil aku Cagalli!" tegur Cagalli lagi.
Kisaka tertawa, sesuai dengan deskripsi Uzumi kalau kepribadian Cagalli sangatlah unik. "Baiklah, Cagalli-sama," ucapnya.
Mungkin terdengar aneh Cagalli yang baru berusia sepuluh tahun sudah harus pergi melihat sistem keamanan Negara tapi hal itu terpaksa Uzumi lakukan karena diam-diam pihak PLANTs khususnya Zodiac Alliances mengembangkan Mobile Suit dan bumi mengalami krisi energi setelah PLANTs memutuskan sumber energi untuk bumi. Hal yang menyebabkan Uzumi menjadi sangat sibuk dan ditambah juga menyukseskan proyek Ame no Mihashira.
Mata Cagalli terbuka, dia jadi paham konflik yang terjadi. Zodiac Alliances -yang berganti nama menjadi Zodiac Alliance of Freedom Treaty, disingkat ZAFT- dan Earth Alliances yang juga didalangi oleh Blue Cosmos. Rasa penasaran Cagalli muncul. Mengapa ORB Union tidak melakukan apa-apa? Apa karena mereka netral sehingga mereka hanya perlu mengamankan diri? Cagalli kembali kecewa dan curiga dengan sikap tenang Uzumi. Kalau memang mereka mengalami krisis ada baiknya mereka mempersiapkan diri.
Di umur empat belas tahun, Cagalli memutuskan untuk mengikuti pendidikan dasar militer. Walau dia sejak berumur sepuluh tahun sudah diajarkan cara berpolitik dan juga mengenai sejarah dunia beserta apa yang terjadi di dalamnya. Pendidikan militer memberikan pengalaman baru pada Cagalli. Berada di bawah arahan langsung Todaka, Kisaka, dan juga Chief Engineering Erica Simmons, dia dipertemukan dan berkenalan dengan tiga orang gadis sepantarannya. Tiga orang gadis khusus binaan Erica untuk Astray Project dan merupakan test pilot untuk Mobile Suit original ORB Union, M-1 Astray.
Mayura Labbatt, Asagi Caldwell, dan Juri Wu Nien, tiga gadis test pilot yang sudah seperti teman, sahabat, kakak, dan adik bagi Cagalli. Pertama kalinya Cagalli memiliki lingkaran khusus perempuan. Tapi karena sikap kaku Cagalli, keras kepala, dan idealisnya gadis itu membuat Cagalli sering digoda oleh mereka, termasuk Erica. Uzumi menitipkan Cagalli pada Erica karena Uzumi yakin Erica bisa memberikan arahan yang bagus untuk Cagalli dan Cagalli bisa belajar banyak darinya.
Erica Simmons yang ditugaskan oleh Uzumi, menjadi sosok mentor, kakak, dan ibu untuk Cagalli. Walau Cagalli sebal dengan sikap Erica yang terlalu santai, senang menggodanya, dan tegas, Erica adalah salah satu orang yang bisa dan tahu bagaimana menyikapi sikap Cagalli. Erica sendiri sebenarnya cukup terkejut dengan skill Cagalli sebagai seorang Natural. Tidak terlalu lemah tapi tidak terlalu kuat, namun kemampuan adaptasi Cagalli dan bagaimana dia bisa langsung memahami sistem OS Astray termasuk baik bahkan di atas trio test pilot Astray. Untuk kemampuan seseorang yang baru mendapatkan pendidikan dasar militer dan baru menyentuh Mobile Suit, Cagalli tergolong bagus karena yang turun menyentuh Mobile Suit selain Cagalli adalah si kembar Sahaku yang wajar karena mereka memegang kendali Ame no Mihashira dan Coordinator serta rumornya bangsawan Lindsay juga turun ke ranah militer. Selain mereka berempat, tidak ada lagi keluarga bangsawan ORB yang turun langsung menggunakan Mobile Suit.
Merasa banyak diperhatikan dan dikomentari oleh pihak di Morgenroete menjadi makanan sehari-hari Cagalli. Hal itu dapat dimaklumi, turunnya Cagalli ke militer tidak mulus, Uzumi sempat mempertanyakan tapi berusaha memahami pola pikir Cagalli yang memutuskan untuk mendalami politik, hukum, dan pertahanan Negara. Myrna yang sempat histeris karena khawatir Cagalli menjadi semakin liar mengingat gadis berambut pirang itu sering memberontak. Ditambah, pendidikan home schooling dan pendidikan militer berbeda. Di samping itu, turunnya Cagalli ke ranah militer karena dia kecewa dengan Uzumi yang seakan-akan main aman dan hanya melihat kepentingan yang menguntungkan untuk dirinya sendiri. Bagi Cagalli, Uzumi sudah melanggar apa yang menjadi visi misi dari ORB Union sebagai Negara Netral.
Menjelang ulang tahunnya yang ke enam belas Cagalli bertemu dengan banyak orang yang tidak dia duga. Di saat itu pula dia tahu kalau luka itu tidak hanya sebatas rasa sakit di fisik dan darah. Saat itu dia marah pada Uzumi. Marah karena kebijakan Uzumi yang ternyata berniat untuk mengambil keuntungan dari proyek yang dilakukan oleh Earth Alliance di Heliopolis tanpa mempedulikan kalau hal itu akan menimbulkan peperangan ZAFT – Earth Alliance menjadi lebih parah dari sebelumnya. N-Jammer Canceller dijatuhkan ke bumi dan menyebabkan sumber daya alam rusak dan komunikasi kacau di saat-saat tertentu. ORB memang memiliki satelit komunikasi sendiri berkat Ame no Mihashira dan kerajaan Skandinavia tapi ORB tidak melakukan apa-apa terhadap N-Jammer Canceller yang jelas-jelas merusak bumi. Tidak hanya itu, Uzumi juga menutupi hal-hal tersebut dari Cagalli. Banyak yang menyalahkan ORB Union. Cagalli melihatnya dengan jelas dan Cagalli tidak bisa tinggal diam.
Teguran Uzumi, teguran Myrna, teguran Erica, dan teguran Kisaka tidak dia indahkan setelah gadis itu berhasil kembali dengan selamat dari Helipolis. Padahal sungguh beruntung dia masih diberi kesempatan hidup. Tapi hal itu tidak menghentikan sisi 'pemberontak' Cagalli. Dia meminta Kisaka untuk membawanya ke Tassil. Dia ingin tahu apa itu perang, apa itu garis depan perang, dia Cagalli Yula Athha ingin berkontribusi dalam perang karena ORB Union hanya main aman setelah kejadian Heliopolis. Kisaka memenuhi permintaan Cagalli karena dia juga ingin berjuang untuk tanah kelahirannya, walau dia tahu Cagalli masih sangat hijau saat namun Cagalli tidak ingin mengakuinya, Kisaka hanya berharap dengan perginya ke Tassil bisa menjadi suatu pembelajaran untuk singa kecil ini.
Baru beberapa bulan di Tassil, Cagalli mendapat banyak pengalaman baru. Baik dari segi kehidupan masyarakat di Tassil dan juga perang yang terjadi. Namun Cagalli kembali menghasilkan luka, kawan perjuangannya Ahmed mati di medan perang. Apakah Cagalli salah? Tidak, dia tidak mengakuinya. Dia menyalahkan Kira. Dia menganggap Archangel yang pada saat itu terdampar di padang pasir tidak memahami perjuangan para gerilyawan bahkan menganggap sabaku no tora yang menyerang kota namun tetap membiarkan warganya hidup adalah hal yang salah. Kira pun menamparnya, menyadarkannya kalau dia terlalu naif terlalu terbawa perasaan. Intinya perjuangan Cagalli hanya setengah-setengah. Kalau dipikir mungkin Cagalli memang naif, dia dengan bangganya berhasil menaklukkan MS BuCue milik ZAFT tapi ternyata serangan balik dari sabaku no tora tidak main-main.
Kisaka yang melihat hal itu membiarkannya. Dia membiarkan singa kecil itu menambah pengalamannya karena itulah yang dicari oleh Cagalli. Gadis itu sedang belajar mengenai arti kehidupan. Kisaka wajar dengan sikap Cagalli karena di ORB, Uzumi memberikan aturan khusus untuk anak-anak bangsawan dan selama Cagalli tidak membeberkan identitasnya dia tidak mempermasalahkannya ditambah, dibalik sikap seenaknya, ceroboh, nekat, dan kekanak-kanakannya itu Kisaka mempercayai Cagalli seperti Uzumi mempercayai Cagalli.
Kira Yamato, pemuda yang menarik perhatian Cagalli. Cagalli penasaran dengan pemuda yang terlalu baik dan terlalu lembut itu. Kira lah yang menolongnya di Heliopolis dan Cagalli berhutang budi padanya, tapi pertemuan kedua mereka tidak mulus. Cagalli terkejut kalau ternyata pemuda itu menjadi pilot MS dan berada di pihak Earth Alliance, padahal Cagalli tahu Kira hanyalah seorang warga sipil yang sempat menolongnya dan mengorbankan nyawa untuknya. Tapi, Cagalli merasa tidak dapat melepas perhatiannya dari pemuda itu.
Penasaran sekaligus khawatir pada Kira, tapi akhirnya dia bisa paham maksud dari Kira dan paham perasaan seorang Coordinator yang berusaha melindungi orang sekitarnya khususnya Natural. Pola pikir yang bagus bagi Cagalli karena kalau menggunakan prinsip yang kuat melindungi yang lemah itulah yang dilakukan Kira. Setelah Shahib meminta Cagalli untuk kembali ke Negaranya, dia jadi banyak memperhatikan Kira. Cagalli merasa ada yang menarik dirinya sehingga dia tidak bisa melepaskan Kira begitu saja.
Selama bersama dengan Archangel, Cagalli belum dapat menarik kesimpulan apakah yang dia peroleh dengan pergi keluar dari ORB Union. Baginya bumi juga bagian dari tanggung jawab ORB, ORB seharusnya mengambil tindakan. Bukan membiarkan dan mengambil keuntungan sendiri. Oleh karena itu dia memberontak dan kabur, sebuah tindakan yang sangat gegabah tapi bagi Cagalli itu adalah keputusan yang tepat, tidak peduli sudah berapa banyak luka, memar, dan lebam yang ada di tubuhnya saat itu.
Sekali lagi tindakan gegabahnya merepotkan orang sekitarnya dengan terdampar di sebuah pulau tidak berpenghuni dan sekarang dia malah menambah masalah dengan tentara ZAFT. Cagalli menganggap ZAFT sudah menginvasi bumi, dengan menjatuhkan dan memasangkan N-Jammer Canceller pada kejadian April Fool's Crisis menyebabkan krisis energi di bumi dan beberapa daerah menjadi rusak dan hancur. Sayangnya, tentara ZAFT yang dia temui berbeda, dia memiliki pola pikirnya sendiri begitu halnya dengan Cagalli. Mereka memilki alasan untuk apa yang mereka perjuangkan di medan perang ini. Perdebatan dan adu mulut tidak terhindarkan tapi pemuda ini masih memiliki sikap, dia tidak membunuh Cagalli. Dia membiarkan Cagalli hidup bahkan berbagi ransum makanan yang jelas jumlahnya terbatas.
Awalnya Cagalli segan tapi dia harus bertahan hidup dan itulah yang ditawarkan pemuda tentara ZAFT itu. Dia memberikan Cagalli kesempatan untuk hidup. Walau Cagalli sebal karena sikap baik pemuda itu baru kelihatan ketika dia tahu Cagalli adalah perempuan. Sayangnya, walau pemuda itu sudah berbuat baik untuknya tetap bagi Cagalli apa yang dilakukan pemuda itu salah. Dia menegaskan kalau pemuda itu tetap menjadi bagian yang mengancam bumi, mengancam orang-orang di bumi. Pemuda itu pun menegaskan kalau Cagalli tetap memaksanya dengan kekerasan maka dia juga tidak segan untuk membalasnya dengan kekerasan termasuk membunuhnya, karena yang diuntungkan pada saat itu adalah pemuda itu.
Cagalli tahu hal itu dia tidak berkesempatan untuk menang, tapi dia harus bertindak. Kata-kata Sabaku no Tora kembali menghantuinya, bahwa karena mereka berada di medan perang maka hubungan mereka pasti menjadi lawan selama mereka berada di MS atau memegang senjata itu dan pasti akan ada salah satu pihak yang dikalahkan, karena ini adalah medan perang. Tersadar arti dari kalimat tersebut, Cagalli kesal dan frustasi. Dia lalu melemparkan senjata api yang dia ambil dan untuk kesekian kalinya dia melukai seseorang. Namun kali ini berbeda, dia melukai orang yang justru ternyata melindunginya sehingga untuk pertama kalinya Cagalli mengobati luka pemuda itu. Dia merasa bertanggung jawab. Di akhir diapun mendapat sebuah pandangan lain mengenai pihak ZAFT, yang dia ketahui dari pemuda bernama Athrun.
Perjalanan ke Heliopolis, dilanjutkan pengalaman di Tassil, kemudian kembali lagi ke ORB Union membuka mata Cagalli. Walau dia berakhir kembali mendapatkan tamparan dari Uzumi karena kembali membuatnya khawatir, padahal Uzumi yakin kalau Kisaka bisa menjaga Cagalli baik-baik. Uzumi pun menegaskan kalau Cagalli harus membuka matanya, tidak selamanya semua harus diselesaikan dengan maju ke medan perang. Strategi perang tidak hanya dimainkan di depan tapi juga di baliknya. Karena apabila Cagalli tetap bersikeras tanpa mempertimbangkan apa yang menyebabkan perang itu maka hanya akan menghasilkan sebuah lingkaran setan. Membunuh karena dibunuh, dibunuh karena membunuh hal itulah yang akhirnya disampaikan oleh Uzumi dan menyadarkan Cagalli. Intinya kekuatan apabila dibalas dengan kekuatan bukanlah suatu jawaban yang baik. Untuk pertama kalinya Cagalli dapat meredam rasa amarahnya. Dia akhirnya berusaha untuk memikirkan baik-baik perkataan Uzumi dan memilih jalan yang dia yakini. Sayangnya dia harus berpisah dari Kira karenanya.
Uzumi mengizinkan Cagalli untuk bertemu dengan Kira dimana dia bertemu dengan keluarga Yamato pertama kali. Cagalli melihat Haruma dan Caridad Yamato. Tidak ada yang mirip dari Kira dan kedua orang tuanya namun Cagalli tidak ingin pusing itu artinya Kira adalah first generation Coordinator di keluarga Yamato. Alasan mengapa Kira menjadi Coordinator bukanlah hal yang perlu Cagalli ketahui, karena yang harus dia lakukan sekarang adalah memberitahu Kira karena Cagalli tahu, Kira pasti sebenarnya ingin bertemu dengan mereka. Sebelum Cagalli berlari ke arah Archangel, Cagalli melihat wajah Caridad yang terlihat penuh penyesalan, wajahnya seperti ingin menangis tapi Cagalli tidak tahu kenapa.
Tapi, ketika Kira berkata mengapa orang tuanya menjadikan dia Coordinator, Cagalli bisa paham. Dia juga dulu berada di posisi tersebut. Mempertanyakan dirinya yang seorang Natural. Kira pasti banyak pertanyaan untuk orang tuanya dan Cagalli tahu, tapi Cagalli sudah berdamai dengan hal itu. Tanpa pikir panjang Cagalli langsung memeluk Kira. Pelukan terakhir yang dia harap bisa menenangkan dan tidak menambah luka hati pemuda itu. Pelukan yang berarti Kira tidak perlu khawatir dengan identitasnya karena Cagalli akan selalu menerimanya dan menyambutnya.
Walau Cagalli harus berpisah dari Kira, dia tidak menyesal. Mungkin memang perjalanannya untuk menemukan jalan perangnya harus berakhir di sini, di ORB Union dengan dibantu oleh Kira. Semuanya ditutup dengan pelukan penuh kehangatan Cagalli kepada Kira, Cagalli berpesan kepada Kira untuk berhati-hati dan menjaga dirinya.
Pertemuan Cagalli dengan Athrun untuk kedua kalinya bukan suatu pertemuan yang menyenangkan. Walau tidak seperti pertemuan mereka yang pertama dan berakhir terluka, namun mereka berdua sama-sama terluka hatinya. Cagalli merasa hatinya tersayat sedangkan Athrun tidak hanya karena fisiknya yang terluka tapi ternyata hatinya juga terluka dan itu diakibatkan karena kematian Kira. Cagalli terluka tapi Athrun lebih terluka, dia kehilangan dan membunuh sahabatnya dan Cagalli bisa dengan jelas melihat penyesalan di diri Athrun. Tidak peduli dia seorang ZAFT dan seorang Zala, Cagalli memberikan kalung Haumea pada Athrun. Dia berharap tidak ada lagi yang terluka karenanya, khususnya Athrun. Padahal jauh di dalam hatinya Cagalli merasa hancur, merasa ada bagian dari dirinya yang hilang. Setelahnya Cagalli kembali fokus dengan ORB Union namun dia berharap Kira baik-baik saja. Dia berharap Kira masih hidup karena tidak ada tanda-tanda jenazah dari pilot Strike Gundam itu.
Tepat diumur enam belas tahun Cagalli berduka. Ayahnya dan negaranya menjadi lautan api. Disaat yang sama dia bersyukur, Kira masih hidup namun Negaranya menjadi ancaman Blue Cosmos karena menolak kerja sama yang ditawarkan oleh Muruta Azrael. Kira mengatakan kalau dia akan membantu ORB dan Cagalli merasa bersyukur. Hal lain yang dia syukuri adalah Kira dan Athrun saling bertemu dan berbicara, dia senang karena akhirnya kedua sahabat ini bersatu kembali. Sempat sebelumnya Cagalli menceritakan dirinya yang menolong Athrun namun Kira tidak berkomentar banyak.
Luka dan duka Cagalli sangat dalam saat itu. Dia tidak hanya kehilangan Ayahnya tapi juga identitasnya. Dia ternyata bukan seorang Athha. Uzumi Nara Athha mengadopsinya dan ternyata Kira Yamato adalah saudara kandungnya dan lebih tepatnya kembarannya. Kini Cagalli paham, mengapa dia menaruh perhatian pada Kira, mengapa Caridad Yamato terlihat sedih ketika bertemu dengan Cagalli pertama kali. Cagalli membutuhkan sandaran untuk menopangnya sayangnya, Kira bukanlah tempat bersandar yang tepat untuk Cagalli sekarang. Terlalu banyak duka yang Kira rasakan juga. Hal yang Cagalli yakini dari Kira adalah Uzumi lah yang selama ini mengasuh Cagalli dan satu hal yang pasti dan merupakan fakta, Uzumi Nara Athha lah Ayah Cagalli.
Rasa duka dan rasa sedih Cagalli akhirnya dicurahkan kepada Athrun. Bukan karena mereka sama tapi, Cagalli merasa Athrun memendam semuanya sendiri dan disaat yang sama Cagalli membutuhkan distraksi -walau Athrun yakin rasa sedih dan duka Cagalli masih terlihat dari sikap perhatiannya itu- dan disaat yang sama Athrun juga membutuhkan dukungan karena hampir kehilangan identitasnya sebagai Zala. Cagalli kehilangan Ayahnya sedangkan Athrun 'dikecewakan' Ayahnya. Kedekatan mereka berdua menghasilkan hubungan yang tidak Cagalli duga, Athrun beryukur bertemu dengan dirinya, dan berjanji untuk melindunginya yang dibuktikan dengan sebuah ciuman hangat di bibir.
Sekembalinya Cagalli ke ORB Union, Cagalli dibantu dengan para tentara ORB Union yang berjuang bersama Cagalli di Kusanagi berusaha untuk membangun ORB Union. Selama Cagalli melarikan diri, beberapa keluarga bangsawan ORB Union berusaha membenahi ORB secara sembunyi-sembunyi. Cagalli merasa dadanya sesak, dia merasa aka nada suatu tembok besar yang akan menghalangi dan harus dia hadapi. Namun sebelum itu Cagalli harus menemui seseorang.
Sebelum akhirnya memutuskan untuk menduduki kursi di parlemen, Cagalli menemani Kira bertemu dengan Caridad dan Haruma Yamato. Athrun dan Lacus juga menemani mereka berdua tentunya. Kira saat itu terlihat kacau dan kosong, jadi mau tidak mau Athrun dan Lacus juga menemani. Caridad langsung memeluk Kira, mengucapkan kalau Kira sudah berjuang, Kira baik-baik saja, Kira sudah tidak perlu menangis lagi. Cagalli yang melihat itu hanya bisa menahan air matanya. Dia sudah berjanji setelah perang selesai dia tidak akan menangis lagi. Sayangnya, melihat saudara kembarnya yang masih memiliki tempat pulang Cagalli merasa iri.
Caridad lalu menghampiri Cagalli yang langsung menundukkan kepalanya. Caridad tahu pasti ada banyak pertanyaan di kepala Cagalli untuknya, apalagi Caridad lah yang menyerahkan Cagalli pada Uzumi Nara Athha dan bahkan berjanji untuk tidak saling bertemu demi kebaikan si kembar. Caridad lalu melihat selembar kertas yang digenggam gadis bersurai pirang itu, Cagalli memegang kertas foto yang memperlihatkan foto saudarinya, Via Hibiki dan si kembar ketika lahir. Uzumi-sama pasti memberitahu Cagalli mengenai hubungan Cagalli dengan Kira, batin Caridad.
Rasa bersalah muncul di hati Caridad. Apakah suatu keputusan yang tepat saat itu menyerahkan Cagalli pada Uzumi? Namun kondisi saat itu sangat berbahaya, Caridad khawatir kembar Hibiki menjadi incaran Blue Cosmos, khususnya Muruta Azrael. Butuh sosok yang kuat yang bisa melindungi si kembar, tapi yang paling riskan adalah Cagalli karena dia perempuan, dia berpotensi besar untuk menghasilkan penerus Hibiki. Sedangkan Kira, cukup dibesarkan sebagai anak sipil biasa dan alasan mengapa dia Coordinator dapat ditutupi dengan apik. Memisahkan Kira dan Cagalli, membesarkan mereka di lingkungan yang berbeda, dan menjauhi mereka dari segala sesuatu yang berhubungan dengan Hibiki. Skenario yang sempurna, pikir Caridad kala itu. Namun, ternyata garis takdir berkata lain, kembar Hibiki ini akhirnya bertemu di tengah kekacauan perang dan yang paling menyakitkan, Cagalli kehilangan sosok yang melindunginya, sosok yang merupakan tempat pulang untuk Cagalli.
Tanpa diminta Caridad langsung memeluk Cagalli dan mengelus lembut surai pirang Cagalli. "Maafkan aku, maafkan…..," ucap Caridad. Mendengar ucapan kata maaf dari bibir Caridad langsung tangis Cagalli pecah. Tangis yang dia tahan selama ini, tangis yang dia bendung dari Uzumi meninggal hingga perang berakhir. "Sudah tidak apa….kau sudah berjuang…," tambah Caridad lagi. Kalimat serupa yang Caridad ucapkan pada Kira. Cagalli langsung membalas pelukan Caridad dan malam itu Cagalli menangis dan mengelurkan seluruh luka dan isi hatinya. Hari itu adalah hari terakhir Cagalli menangis sebagai seorang Cagalli.
Menjelang umur tujuh belas tahun, Cagalli sekali lagi merasa terkurung. Terkurung dan terperangkap dengan nama Athha. Dirinya harus menanggung beban tanggung jawab yang ditinggalkan oleh Uzumi. Entah mengapa semua masukan dari para Emirs -para bangsawan ORB- lebih terdengar seperti menyudutkannya. Bahwa lautan api ORB Union tahun lalu adalah akibat dari keluarganya. Cagalli ingin menangis tapi itu memang fakta. Dia juga menyalahkan Uzumi yang mengambil kesempatan dari kondisi perang tersebut. Oleh karena itu, langkah ini harus Cagalli ambil. Dia melanjutkan peninggalan Ayahnya dan semua Emirs setuju. Wajah tidak senang terlihat di wajah Kisaka tapi dia tidak bisa berbuat banyak untuk sang putri singa ORB itu. Kisaka hanya mengingatkan kalau langkah yang Cagalli ambil bukanlah penebusan dosa dan Uzumi tidak menginginkan hal itu.
Tanggung jawab sebagai pemimpin muda tidaklah mudah apalagi banyak yang memandangnya sebelah mata namun mereka meminta Cagalli untuk mengambil keputusan. Ditambah dengan alasannya yang terlalu muda dan riwayat pada perang lalu yang membuat Cagalli terlihat seperti 'little rascal' membuat para Emirs khususnya Seiran -dengan alasan pertunangan politik dan bertanggung jawab atas Cagalli setelah Uzumi tiada- memberikan banyak protokol keamanan untuk Cagalli dan gadis itu sudah pasti tidak suka.
Di saat dimana Cagalli butuh dukungan, dia kehilangan dukungan itu. Kisaka yang pergi untuk menjadi 'mata-mata', Kira dan Lacus mengasingkan diri di Marshall Island, para kru Archangel memutuskan untuk beristirahat atau mengganti identitas mereka, Athrun yang juga ingin beristirahat dahulu, Cagalli bisa paham. Cagalli pikir dia bisa berdiri sendiri, tapi Sahaku ternyata belum bisa banyak bersuara karena konflik internal mereka dan Yuna kembali dari studinya.
Cagalli saat itu sedang bingung, siapa yang sebaiknya dia percaya. Yuna dengan jelas menjadi seorang pembual tapi dia memiliki visi dan misi yang kuat mengenai Negara ORB Union. Cagalli bisa lihat kalau Yuna mengambil peran yang dulu Uzumi ambil. Tidak selamanya konflik dan perang itu harus dilakukan dengan maju ke medan perang itu. Yuna mempelajari apa yang ada dibaliknya, Cagalli mau tidak mau harus menahan ego dan mematuhi para anggota parlemen yang sudah terbentuk.
Kisaka menanggapi situasi itu dengan merekrut Athrun sebagai 'Alex Dino'. Dia ingin memberikan satu hal yang dapat memberikan angin segar, nafas bebas, dan ketenangan pada sang putri dan itu adalah Athrun. Walau konsekuensi yang dihadapi Athrun juga tidak mudah tapi Athrun adalah pemuda yang pantas. Sayangnya sebagai seseorang yang dididik dengan pendidikan formal militer Athrun sangat mematuhi perannya. Setidaknya, Cagalli merasa tenang dengan keberadaan Athrun tapi dia setuju dengan Kisaka, Athrun terlalu mendalami perannya dan Cagalli agak kurang suka melihatnya.
"Yuna, apa yang kau lakukan pada At- Alex?" tegur Cagalli ketika Cagalli diinfokan kalau untuk sementara protokol keamanan Cagalli akan diatur oleh Yuna.
"Masalahnya dia kurang kompeten Cagalli," ujar Yuna. "Lihat kau bahkan terluka gara-gara kecerobohan dia," tambahnya.
Cagalli memegang luka dilehernya, "Ini hanya goresan dan kau tidak perlu membesar-besarkannya!"
"Lagipula kenapa kau terlalu memperhatikan dia sih?" tanya Yuna yang terlihat tidak suka. "Kudengar kau sudah bersama dengannya di perang lalu? Seorang pemuda dengan masa lalu dan latar belakang yang tidak jelas hasil dari kau bermain-main di Tassil, huh?"
"YUNA!"
"Kalau kau mau berpacaran dengannya dulu aku tidak masalah, silakan bersenang-senang dan menikmati masa cinta monyet tidak apa-apa karena aku dan kau sudah ditakdirkan untuk bersama," ucap Yuna dengan nada tidak suka dan mengancam. Cagalli yang tahu Yuna tidak mungkin dilawan karena dia juga memegang andil dalam kondisi Cagalli segera melangkahkan kakinya. Namun Yuna segera mencengkram tangan Cagalli.
"Jangan kau pikir kau bisa bebas sekarang. Ingat kau sekarang yang menjabat disini dan aku sudah tahu apa yang terjadi dan apa yang kau lakukan Nona," ujar Yuna yang terdengar mengancam Cagalli. "Kau yang ternyata punya seorang 'kakak' Coordinator dan 'kekasih' Coordinator aku tidak aneh semestinya. Tapi ingat Cagalli kalau kau adalah Athha dan kau tidak bisa bersikap sembarangan, semua orang melihatmu dan apa yang kau lakukan sekarang berdampak pada ORB Union. Kau tidak ingin apa yang terjadi pada Paman Uzumi terulang lagi bukan?" bisik Yuna yang langsung seketika membuat Cagalli terdiam dan kaku. Yuna yang melihat Cagalli tidak berkutik hanya tersenyum dan meninggalkan gadis itu.
Cagalli menahan tangisnya. Ingin rasanya dia melepas nama Athha. Dia bersyukur Yuna tidak mempermasalahkan dia sebagai pewaris sah atau tidak. Faktanya dia bukan putri kandung Uzumi. Butuh waktu lama bagi Cagalli untuk meyakini dan mempercayai dirinya kembali kalau dia bisa menjadi Athha tidak peduli ada ikatan darah atau tidak. Kisaka, Erica, Myrna, kru Archangel, Kira, Lacus, dan Athrun termasuk Caridad Yamato dan Sahaku mati-matian meyakinkan gadis itu setelah perang berakhir. Ingin rasanya dia seperti Athrun, melepas semuanya walau berakhir terlihat menyiksa dirinya sendiri. Malam itu Cagalli menumpahkan semua kesedihannya pada Athrun.
Dari teguran Yuna selama ini mengenai kedekatan Cagalli dengan 'kakak' dan 'kekasih' Coordinator-nya, kelihatannya Yuna tidak terlalu banyak tahu tentang Kira. Tidak apa, berarti tidak ada yang tahu mengenai Ulen Hibiki dan proyek penelitiannya. Tidak terbayang apa yang akan terjadi kalau para Emirs mengetahuinya. Selama mereka semua aman, selama tidak ada yang mempermasalahkan masalah yang sudah lalu itu, tidak apa-apa karena aku akan menjaga mereka, begitu pikir Cagalli kala itu yang justru menambah beban dipundaknya. Singa kecil itu mencoba untuk menunjukkan taringnya walau belum terasah sempurna.
Ketika melakukan kunjungan ke Morgenroete, Cagalli melihat Athrun yang tengah membantu pengembangan OS Murasame, dan pemuda itu melakukan simulasi pengendalian. Cagalli lalu memasuki area simulasi dan tidak menggubris teguran protokol keamanan yang menemaninya termasuk Yuna.
"Cagalli!" tegur Yuna.
"Alex, ayo kita sparring!" ajak Cagalli yang langsung membuat Athrun terkejut.
"Ah tapi Representative Athha," Athrun mencoba untuk menolak, namun Cagalli langsung memasuki alat simulasi yang ada di sebelah Athrun. Alasannya sederhana, dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Cagalli karena Yuna akan memberikan disiplin militer padanya. Terdengar memuakkan memang tapi Cagalli dapat menjamin Athrun tidak memperolehnya. Cagalli sebenarnya muak. Dia muak setelah kurang lebih dua minggu dia tidak mendapatkan ketenangan. Oleh karena itu sekarang dia ingin melampiaskannya, pada simulasi MS ditambah dia selama ini penasaran dengan skill seorang Athrun Zala.
"Kau perlu memperhatikan keamanan dirimu, Cagalli."
Cagalli langsung menatap tajam pemuda yang ada di sebelahnya. Setelah simulasi MS itu selesai yang diakhiri dengan drama penuh air mata dari Yuna. Cagalli pergi ke arena latihan menembak setelah memastikan kembali dengan sekretarisnya kalau jadwal dia untuk hari ini selesai. "Aman apa yang kau maksud Athrun?" tanya Cagalli sambil mengisi pistol miliknya dan mengarahkannya pada sasaran dihadapannya. Nada suaranya terdengar kesal, dia tidak ingin Athrun terluka tapi pertanyaan Athrun justru membuatnya tersinggung.
"Kau harus ingat posisimu sekarang dan kau adalah orang penting yang harus memperhatikan juga konsekuensi dari semua tindakan dan keputusanmu," ucap Athrun yang menembak sasarannya dengan sangat mulus sehingga membuat Cagalli iri.
"Aku bisa jaga diriku Athrun, kau ingat-"
"Itu dulu Cagalli. Aku tahu kau tahu dasar bela diri dan dasar menembak. Tapi Cagalli, sekarang itu bukanlah hal yang perlu kau lakukan. Ingat apa yang dikatakan Uzumi-sama, pelajari apa yang menjadi sumber perang itu," potong Athrun. "Kau sekarang berada di puncak sistem, berbeda dengan yang dulu dan kau sudah sangat paham itu."
Dada Cagalli terasa sakit. Sesak. Apa yang dikatakan Athrun benar. Dia sudah berbeda. Dia sudah memilih jalan yang lain. Luka yang membekas di tubuhnya adalah suatu pelajaran. Luka yang memberikan pelajaran kepada dirinya baik secara fisik dan batin. "Lalu apa yang seharusnya aku lakukan?" tanya Cagalli. Dia berusaha mengontrol suaranya yang hampir pecah karena menahan tangis.
Athrun lalu menurunkan tangan Cagalli yang lurus menghunuskan pistolnya dan menurunkannya. "Kau tidak memerlukan ini, ini sudah bukan tempatmu. Kau sudah memilih jalan yang seharusnya kau dulu lakukan. Kau sudah punya cara agar orang mau mendengarmu," jelas Athrun.
Mendengarkan suaraku? Cagalli menggigit bibirnya dan menundukkan kepalanya. Tangis Cagalli pun pecah, "Mereka tidak mendengarku Ath! Kau lihat bagaimana respon semuanya! Tidak hanya para Emirs kau lihat juga bagaimana masyarakat merespon!"
Kali ini giliran Athrun yang diam. Dia lalu melihat luka garis merah di leher Cagalli, luka yang tidak dalam dan tidak panjang namun menandakan kegagalannya melindungi Cagalli. Ketika mereka sedang melakukan upacara pembukaan monument pahlawan yang gugur ada seseorang yang berhasil menyelinap ke acara dan menyerang Cagalli dengan pisau. Athrun ada di dekat Cagalli namun dia sedikit lengah sehingga leher gadis itu tergores pisau. Athrun berhasil melumpuhkan penyerang itu namun berakhir dia terkena disiplin militer selama dua minggu dari Yuna dan hari ini adalah hari terakhir. Padahal Cagalli bersikeras kalau yang salah adalah protokol keamanan yang memeriksa para tamu acara.
Sosok Cagalli sekarang tidak lebih dari sekedar boneka marionette. Nama Athha menjadi suatu hal yang menyakitkan untuk Cagalli. Nama Athha memberikan beban untuknya. Dia kehilangan Ayahnya dengan nama itu. Dia kehilangan Negaranya. Dia kehilangan kepercayaan dirinya. Dia kehilangan fondasi hidupnya. Dia bahkan merepotkan banyak orang, banyak yang berkorban untuknya dan mungkin Athrun termasuk. Nama Athha menjadi sebuah nama yang menyiratkan kebanggaan namun juga kesedihan untuk Cagalli. Banyak luka yang dihasilkan dari nama itu. Dengan membawa nama Athha dia keluar dari zona nyamannya, dengan nama Athha pula dia kembali terperangkap dalam zona nyamannya.
Cagalli kembali dihantui oleh nama Athha. Ingin rasanya dia melepas nama itu. Ingin dia melupakannya kalau dia adalah seorang Athha. Di awal dia memang bukan Athha karena dia diadopsi oleh keluarga Athha. Tapi, didikan Athha melekat di diri Cagalli. Melarikan diri bukanlah pilihan, melarikan diri bukanlah solusi. Tapi dia harus mencari cara, mencari cara untuk memperoleh kembali fondasi hidupnya. Mencari cara memperoleh ajaran singa ORB. "Ajari aku Ath," pinta Cagalli disela isak tangisnya. "Ajari aku bagaimana melakukannya dengan benar sehingga ketika jalan ini harus kembali kupilih aku tahu apa yang harus kulakukan. Ajari aku sehingga aku tidak menjadi beban untukmu dan yang lainnya," tambahnya.
Sosok Dewi kecantikan Aphrodite atau Sang Maha Dewi Hera jauh dari Cagalli. Cagalli tidak bisa menjadi sebuah pion atau bidak catur yang hanya diam, tapi sekarang dia terpaksa seperti boneka marionette. Sosok Dewi Athena yang merupakan dewi kebijaksanaan dan perang adalah sosok yang sangat menggambarkan Cagalli. Berdiam diri bukanlah sifat dan sikap Cagalli, dia lebih memilih adanya tindakan. Dia menyuarakan suaranya dengan caramya dan bila dia perlu menghunuskan atau mengangkat pedangnya maka dia akan lakukan tanpa ragu.
Athrun mengepalkan tangannya. Dia ingin menolak permintaan Cagalli namun dia paham dia tidak bisa selalu berada di sisi Cagalli seperti apa yang terjadi pekan lalu. Tangannya lalu mengelus lembut luka di leher Cagalli. Luka yang bisa sembuh tapi akan meninggalkan bekas. Cagalli adalah seorang Natural, Athrun harus ingat itu. Dia lalu menyeka air mata Cagalli.
Athrun lalu berdiri di belakang Cagalli dan mengangkat serta menopang kedua tangan gadis itu, "Aku akan mengajarimu beberapa cara baik senjata api dan Mobile Suit. Tapi, mohon ingat kalau dua hal ini hanya kau gunakan ketika keadaan mendesak. Untuk sekarang akulah yang bertugas menjagamu," ucap Athrun.
"Tapi Ath-"
"Kumohon Cagalli, cukup ucapkan iya," pinta Athrun. Dia tidak ingin Cagalli kembali ke medan perang namun dia juga harus bisa meyakini kalau Cagalli pasti akan baik-baik saja dan salah satunya adalah dengan mengajari gadis itu untuk menggunakan alat pertahanan diri. Cagalli merasa pada saat itu, bersama dengan Athrun adalah waktu yang memberikan kedamaian dan ketenangan untuknya.
Latihan khusus dengan Athrun Zala hanya berlangsung beberapa bulan. Yuna hampir mengganggu sesi latihan mereka dengan berbagai alasan seperti terlalu berbahaya untuk Cagalli, Athrun -Alex- tidak kompeten dengan tekniknya walau berakhir dengan lemparan pisau dari Athrun atau tembakan tepat diatas kepala Yuna oleh Cagalli, atau Cagalli tidak pantas berada di kokpit. Namun kesempatan latihan yang sebentar itu Cagalli gunakan untuk memahami dan melihat gaya bertempur Athrun. Dia ingin bisa menguasainya karena alasan untuk kemanan dirinya. Dalam beberapa bulan yang ternyata terasa singkat oleh Cagalli itu, dia merasakan ketenangan dan kedamaian. Sesaat dia merasa tubuhnya ringan dan serasa berada di sebuah padang rumput yang luas.
Sayangnya, rasa ketenangan yang Cagalli rasakan hanya sementara. Cagalli kembali hampir kehilangan negaranya di usia delapan belas tahun. Sebelum itu, dia kehilangan kepercayaan dirinya. Dirinya semakin terkurung, semakin terpojokkan, seperti jatuh kedalam lubang hitam yang tidak memiliki akhir tanpa ada yang menariknya keluar, apalagi setelah kejadian Junius Seven jatuh ke bumi. Semua kacau. Luka hatinya justru bertambah karena dia harus bergerak cepat, berpikir cepat untuk orang-orang yang sudah percaya padanya dan itu menyebabkan dirinya terluka karena dia tidak mempertimbangkan dirinya sendiri dalam aspek tersebut. Sebuah cincin berhiaskan ruby merah justru tidak membuatnya lega, dia justru sedikit merasa tertekan tapi dia tahu cincin itu berarti harapan. Cincin itu meyakinkan dia kalau masih ada yang percaya dan mendukung dirinya dan dia berusaha meyakininya.
Saat itu, dia tidak hanya menorehkan luka di hatinya sendiri namun juga orang sekitarnya khususnya Athrun. Pemaksaan pernikahan yang dipercepat untuk alasan kerja sama dengan Federasi Atlantik, walau Cagalli tidak mau tapi dia terpaksa, untung Athrun saat itu tidak ada, Cagalli merasa dia sudah berkhianat, dia menghancurkan dan mengkhianati kepercayaan Athrun. Dirinya sudah hancur dan terluka saat itu, oleh karena itu dia melepas cincin dari Athrun karena dia tidak ingin cincin itu diambil paksa yang itu justru lebih menyakitkan bagi Cagalli. Dia seperti sudah menusuk Athrun dari belakang. Beruntung dia masih memiliki harapan yang diperlihatkan oleh Kira dan Kira meyakinkan dirinya kalau semua belum berakhir. Bahkan Cagalli kembali meyakini cincin berbatu ruby yang kembali dia kenakan, kalau dia akan kembali.
Pertemuan dengan Athrun tidak semulus yang semestinya. Tidak seperti dalam cerita Romeo dan Juliet ketika mereka bertemu secara sembunyi-sembunyi, berpelukan dan berciuman sayangnya hal itu tidak terjadi. Mereka kembali berada di pihak yang berseberangan dan mereka meyakini hal yang berbeda walau tujuan mereka sama. Mereka beradu mulut yang untung ditengahi oleh Kira sehingga tidak ada pertengkaran yang perlu terjadi. Cagalli merasa ada yang aneh dengan keputusam Athrun kembali ke ZAFT dia ingin menanyakan apakah dia akan kembali? Lebih tepatnya kembali ke sisi Cagalli. Tetapi Cagalli melihat tatapan Athrun, Athrun kecewa, Athrun tersakiti oleh sikap Cagalli tidak ada diri Cagalli yang terefleksikan di bola mata iris emerald itu. Cagalli tidak mampu mengatakan apa-apa, bahkan mungkin cincin yang dia kenakan justru menjadi senjata yang melukai Athrun. Kelihatannya Dewi Crete tidak ada dipihaknya hari itu. Rupanya menjaga suatu hubungan dan kepercayaan tidak semudah memusuhi dan memaafkan seseorang.
Walau bukan luka fisik, tapi apa yang Cagalli rasakan sangatlah menyakitkan. Dia berusaha mempercayai apa yang harus dia lakukan dan yakini saat itu, namun di saat yang sama ada rasa ragu yang muncul kembali. Cagalli kembali kehilangan orang-orangnya. Pasukan tentara ORB mati sia-sia di medan perang dan dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menangis. Namun, Kira meyakini Cagalli kalau Cagalli harus memiliki sikap. Seperti apa yang sudah Kira lakukan pada Athrun.
"Kau menghancurkan MS milik Athrun!?" Cagalli tidak percaya dengan apa yang Kira perbuat. "Me-mengapa?" Cagalli tidak terima apabila jawaban Kira sesederhana karena mereka saudara kembar dan sudah wajar apabila Kira membela Cagalli.
Kira mengangguk, "Karena dia ragu. Aku tidak menyalahkan kalau dia kembali bergabung dengan ZAFT tapi, kalau sampai dia tidak bisa memahami apa yang kau coba lakukan, apa yang kau coba lindungi, aku rasa itu kurang pantas. Ketika kau sudah punya kekuatan atau ketika kau sudah melakukan sesuatu kau pasti bisa menguapayakan apa yang kau ingin upayakan."
Cagalli lalu teringat dengan percakapan mereka di Crete. Masing-masing dari mereka memliki cara untuk mempertahankan keyakinan mereka dan jalan yang mereka pilih. Masing-masing mencoba saling menjaga dan melindungi dengan cara masing-masing. Masing-masing dari mereka mencoba untuk saling menghargai dan menghormati keputusan yang dipilih. "Iya aku tahu, tapi sampai menghancurkannya?"
"Ini yang terbaik, aku hanya bisa berharap Athrun dapat membuka matanya. Walau aku yakin dia pasti langsung memendam dan memikirkan semuanya sendirian," jelas Kira. Kira lalu melihat wajah sedih Cagalli dan jari kembarannya yang memainkan cincin dari Athrun. Kira lalu menepuk Pundak Cagalli, "Tenang, kupastikan dia selamat. Aku tidak menyerang kokpitnya dan area dia terjatuh tidak terlalu jauh dari Minerva. Aku yakin pasti ada yang menolongnya. Dia hidup Cagalli," tambahnya.
"Kira…"
"Aku sebenarnya marah karena dia seakan-akan tidak memahami perasaanmu. Kau menangis, kau berteriak, kau menyuarakan suaramu, tapi dia sama sekali tidak mendengarnya. Padahal dia tahu dengan benar apa arti mereka untukmu, arti ORB untukmu," jelas Kira.
Cagalli kembali meneteskan air matanya. Kira langsung memeluk Cagalli, mencoba menenangkan Cagalli yang sudah kacau perasaan dan pikirannya. "Tenanglah, kuyakin kau pasti akan menemukan jawabannya. Kita pasti menemukannya dan kau pasti memperoleh cara untuk bisa kembali berada di tempatmu yang semestinya. Kau hanya perlu percaya."
Apa yang Kira ucapkan benar, Cagalli memperoleh sebuah pedang untuk bertarung namun pedang tersebut tidak hanya untuk menyerang tapi juga untuk melindunginya. Sebuah pedang yang terpaksa Uzumi Nara Athha buat dan tinggalkan untuk Cagalli, ORB-01 AKATSUKI. Perasaan yakin dan percaya Cagalli dijawab walau dia harus kembali turun ke medan perang. Pesan wasiat Uzumi membuat gadis itu menangis. Ayah yang dulu sudah membesarkannya, Ayah yang dulu sempat dia benci, Ayah yang dulu sering memarahinya, Ayah yang ternyata bukan Ayah kandungnya, ternyata memiliki beban yang sama. Dia mengharapkan kebahagiaan Cagalli tapi sayangnya dia terpaksa harus memberikan sebuah pedang pada gadis itu. Uzumi tidak ingin tangan Cagalli ternodai oleh darah. Tidak ingin Cagalli terluka baik secara fisik dan batin.
Cagalli menangis, seakan-akan sang Ayah ada dihadapannya. Seakan-akan ayahnya dengan raut wajah yang tenang menegurnya dan meninggikan suaranya bila Cagalli keras kepala. Diakhir yang Cagalli yakini bahwa Uzumi mendukung Cagalli, Uzumi mengharapkan kebahagiaan Cagalli, Uzumi mengharapkan hari esok untuknya. Oleh karena itu, Cagalli rela menodai tangannya lagi dengan darah. Mungkin terdengar menyeramkan tapi itu adalah jalan yang Cagalli pilih sekarang. Demi hari esok.
"Cagalli, Yuna dan para emirs termasuk Unato…," ucap Kisaka.
Cagalli mengangguk, "Iya aku tahu. Mereka sudah tiada dan mereka menjadi korban karena kelalaianku dan juga mereka yang ternyata memiliki cara yang berbeda dalam memenuhi visi misi dari ORB."
Cagalli ingin menampar dirinya. Seharunya dia tahu kalau orang-orang yang dia percaya ternyata kurang pantas. Suatu kecerobohan dan kebodohan yang sangat fatal ketika mereka memberikan informasi kalau Lord Djibril tidak ada di ORB dan mereka melakukan itu hanya karena dulu mereka berhasil mengelabui Earth Alliance mengenai Archangel. Apa yang mereka lakukan saat itu terlalu naif, ZAFT -para Coordinator- tidak akan semudah itu percaya. Lagipula dulu balasan dari Earth Alliance adalah penyerangan dan mereka ternyata lebih mengincar mass driver dan Morgenroete. Setidaknya dulu mereka memiliki waktu untuk memperingati masyarakat ORB dan mengevakuasi mereka. Semua sudah tahu kalau trik itu terlalu kekanak-kanakan untuk dilakukan. Apalgi secara terang-terangan ada yang berhasil memperoleh foto Yuna, Unato, dan Lord Djibril bersama. 'Jadi, sekarang siapa yang hendak mengulang kejadian yang dulu?' batin Cagalli.
Cagalli tahu, dengan tiadanya Seiran khususnya Yuna tidak akan ada yang memaksa dirinya di parlemen dan tidak ada yang memaksakan pernikahan dengan berbagai alasan termasuk alasan politik. Bukan berarti dia tidak suka atau tidak mau. Pernikahan politik adalah hal yang sering terjadi dilingkarannya tapi sesungguhnya Cagalli ingin mengganti hal itu. Dulu Yuna tidak seperti itu, dia pemuda yang terdidik dengan baik dan paham posisinya, itu yang dilihat oleh Uzumi -mungkin- pada saat itu. Sayangnya, pola asuh orang tua dan latar belakang pendidikannya lah yang membuatnya jadi seperti sekarang, dan pertunangan mereka berdasarkan ikatan yang diperbolehkan dalam sistem bangsawan ORB.
Cagalli ingin mengubahnya, tepat ketika Yuna berkata kalau Coordinator itu tidak baik, tidak suka dengan Kira dan Athrun ketika mereka bertemu pertama kali Cagalli merasa ada yang salah. Yuna sudah tidak sepandangan dengannya. Kalau dibilang dia senang dengan kematian Yuna dan terbebas dari ikatan pernikahan Cagalli tidak bisa menjawabnya karena yang mengakhirinya adalah kematian. Pantaskah dia merasa senang ketika yang lain berduka? Sekarang, kematian Yuna adalah hal yang disesali juga oleh Cagalli. Walau pemuda itu menyebalkan dan sudah melakukan kesalahan fatal dalam sistem pemerintahan khususnya ketika dia dan Unato justru menyambut Lord Djibril tapi Yuna tetaplah manusia, kematiannya adalah hal yang mengejutkan beberapa pihak.
Ketika melihat laporan mengenai korban perang, Cagalli merasa hatinya tersayat. Banyak orang-orang penting yang tewas dan banyak masyarakat sipil juga yang tewas dan itu termasuk Yuna, Unato, dan keluarganya serta beberapa keluarga bangsawan dan emirs. Walau mereka memiliki jalan yang berbeda dengan Cagalli tapi mereka adalah orang-orang yang ahli di bidangnya. Miris memang karena mereka pastinya berpikir bahwa semua sudah terkendali dan pasti akan baik-baik saja. Tapi sayangnya manusia hanya bisa berencana dan berusaha, Tuhanlah yang memutuskan.
"Mereka sudah tiada," ucap Cagalli sembari memandang seluruh nama yang ada di sebuah monument di salah satu area taman ORB.
"Apakah kau merasa sedih atau lega?" pertanyaan yang langsung membuat Cagalli membalikkan badannya dan melihat Athrun berdiri dibelakangnya dengan pakaian yang cukup santai buat Cagalli kemeja tangan pendek warna hijau dengan kaus warna merah didalamnya beserta celana panjang coklat gelap. Kisaka yang ada di sebelah Athrun hanya membungkukkan badan sedikit dan meninggalkan mereka berdua. Memberikan mereka berdua privasi yang mereka butuhkan.
Cagalli mendengus, lega karena yang menentang kebijakannya akhirnya tidak ada sungguh terdengar bagus semestinya, "Lega? Kau membuatku terdengar seperti yang jahat disini." Athrun yang mendengar itu juga mendengus, dia juga jadi terlihat jahat apabila mengatakan saingan untuk merebut hati Cagalli sudah tidak ada. Terkesan kekanak-kanakan tapi dia sendiri juga bingung pertanyaan apa yang pantas dia tanyakan pada Cagalli. Athrun tahu, Cagalli datang ke monument tersebut pastinya untuk mengenang dan menunjukkan rasa hormatnya pada yang sudah tiada. Salah satu kebiasaan gadis itu di saat-saat tertentu.
Athrun lalu mendekati Cagalli dan berdiri di sebelahnya. "Aku tidak tahu apa yang pantas kuucapkan untuk mereka dan perasaan apa yang pantas kutunjukkan. Tapi, manusia hanya punya satu nyawa. Mereka tewas di medan perang Ath, walau mereka salah tapi mereka perlu dikenang mereka hanya manusia. Aku berduka, iya. Itu karena mereka juga berjuang untuk ORB Union dan masyarakat yang ada didalamnya. Tidak semua dari mereka itu salah mereka hanya memilih jalan yang berbeda. Itu saja," jelas Cagalli.
Selalu berusaha dewasa, tangguh dan professional, pikir Athrun. Athrun lalu berdeham, "Maaf karena justru membuat luka hatimu bertambah," ucapnya yang langsung membuat Cagalli bingung dan mengangkat sebelah alisnya.
"Maksudmu?"
"Kau terjun ke medan perang lagi, mengendalikan Strike Rouge kemudian Akatsuki dan…..," Athrun merutuk dirinya dia seperti kehilangan kata-kata. Saat itu, terjun ke medan perang adalah pilihan Cagalli dan dia sudah berjanji untuk membiarkan atau mendukungnya.
"Kudengar dari Meyrin kau meneriakkan namaku ketika kau berada di bridge Archangel," ucap Cagalli.
"Ah yaa….," ucap Athrun.
Cagalli lalu tersenyum, "Boleh aku tahu alasan kenapa kau meneriakkan namaku?"
Athrun berusaha menyembunyikan wajah malunya. Iya, dia malu karena refleknya saat itu. Namun, itu wajar karena dia merasa tidak tenang, dia panik karena Cagalli seorang diri diluar sana berhadapan dengan Shinn. Dari segi teknik Cagalli tidak menang dari Shinn walau Cagalli punya dasar mengendalikan MS dan Athrun juga pernah mengajarinya. "Bukankah itu wajar? Kau dalam bahaya dan ….euh tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, aku khawatir kau…." Athrun bingung melanjutkan kalimatnya. "…Maaf bila terdengar memalukan."
Cagalli kembali tersenyum. "Kau khawatir padaku bukan?" Athrun hanya mengangguk mengiyakan.
"Karena saat itu, aku pikir aku benar-benar kehilangan dirimu. Kau dan Kira sudah membuatku khawatir ketika Archangel dirumorkan hancur dan sekarang aku dengan mata dan kepalau sendiri melihat kau hampir terkena…." Athrun tidak melanjutkan kalimatnya.
Cagalli menghela napas. "Terima kasih, karena itu artinya kau masih percaya denganku. Justru aku yang seharusnya meminta maaf karena aku ternyata tidak cukup kuat dan kembali menghunuskan pedang di medan perang," ucap Cagalli. "Sebuah cara yang kau bilang kalau itu sudah tidak perlu kulakukan."
"Tapi kau melakukannya demi ORB bukan? Juga untuk meningkatkan semangat moril para tentara di garis depan," ucap Athrun. Lagi-lagi pembicaraan yang sudah sangat sering mereka bahas. Athrun lalu teringat kejadian di Crete, sungguh dia tidak menyangka kalau pertemuan mereka membuat perasaannya jadi rumit.
"Iya, harus ada yang mengambil alih dan bertindak cepat," ucap Cagalli. "Kau sedang terluka saat itu, kau ingat bukan? Jadi jangan kau menyalahkan dirimu."
"Hal yang bisa kita lakukan, hal yang ingin kita lakukan, dan yang harus dilakukan," ucap Athrun yang langsung membuat Cagalli terdiam karena merasa pernah mendengar kalimat itu.
"Ath…"
"Kalimat yang pernah kau ucapkan dua atau tiga tahun yang lalu," ucap Athrun. "Aku seharusnya berusaha mendalami arti dari kalimat yang kau ucapkan itu, tapi aku justru hanya melihat kulit luarnya saja. Kalau saja dulu aku paham artinya mungkin aku tidak akan berdebat denganmu dan Kira di Crete."
Cagalli lalu menyenderkan tubuhnya pada Athrun. "Sudah Ath, kita sudah saling memaafkan bukan?" Athrun hanya mengangguk lagi mengiyakan.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Athrun.
"Sudah pasti, memperbaiki semuanya," ucap Cagalli mantap.
Athrun tersenyum dan merangkul Cagalli. Dia tidak bisa bertindak sembarangan karena adanya protokol keamanan ORB. "Aku akan selalu ada di sampingmu sekarang. Kau tidak perlu khawatir. Aku yakin kau bisa membawa dan mengangkat kembali nama Athha ditambah, kau tidak sendiri sekarang."
"Cagalli?"
Panggilan namanya langsung membuat Cagalli tersadar dari lamunannya. Secara reflek dia langsung menutup bagian depan tubuhnya dengan baju blouse yang dari tadi dia pegang dan langsung berbalik ke arah sumber suara, "Athrun!? Kenapa tidak mengetuk dahulu?" tegur Cagalli yang kelihatannya salah tingkah karena dia dan Athrun sudah menikah dan ditambah lagi ini adalah kamar mereka.
Athrun tertawa dan memasuki kamar mereka, "Aku sempat mengetuk tapi kelihatannya kau tenggelam dalam duniamu sendiri. Ketika kuintip ternyata kau sedang melamun di depan cermin." Athrun lalu menghampiri Cagalli, memeluk dan melingkarkan tangannya di pinggang Cagalli. "Kau ingin menceritakannya? Apakah ada masalah di parlemen?" tanya Athrun sambil mengecup puncak kepala Cagalli.
Cagalli menggeleng pelan, "Tidak, hanya teringat masa lalu saja." Cagalli kembali menatap cermin.
Athrun mengikuti arah pandangan Cagalli dan melihat tubuh Cagalli yang memiliki bekas luka di tubuhnya. Berbeda dengannya yang seorang Coordinator, reaksi tubuh Cagalli sebagai Natural berbeda dengannya apabila sakit dan terluka. Athrun lalu mengelus dan mencium luka yang ada di leher dan bahu Cagalli. "Ada apa?" tanyanya.
"Sudah kubilang, teringat masa lalu," jawab Cagalli. Tapi dia yakin Athrun tidak puas dengan jawabannya. "Aku teringat diriku yang memegang nama Athha. Padahal aku bukanlah putri kandung Uzumi Nara Athha. Politik bisa jadi bukan duniaku. Banyak luka yang sudah kutorehkan di tubuh ini baik secara fisik maupun batin. Entah aku harus merasa bangga atau tidak dengan luka tersebut dan apakah seorang Athha akan bertindak demikian?"
Cagalli lalu tertawa kecil, "Mungkin aku hanya kembali mengingat apakah aku pantas menjadi seorang Athha? Pantas disebut Singa ORB? Aku merasa berada di bayang-bayang Ayah. Dan luka ini apakah menggambarkan sosok seorang Athha?"
Athrun memperhatikan tubuh Cagalli. Mungkin bagi Cagalli tubuhnya cacat dan tidak sempurna karena adanya luka dan bekas luka. Wanita sebaiknya tidak memiliki bekas luka, sebuah pemikiran kolot tapi ada baiknya juga. Namun bagi Athrun, Cagalli sempurna dan tidak cacat. Luka maupun bekas luka yang ada di tubuhnya adalah bukti, bukti kalau dia hidup dan menjalani hidupnya. Walau Athrun harus ingat ada beberapa bekas luka di tubuh Cagalli yang juga disebabkan olehnya.
"Bagiku kau sempurna," ucap Athrun. "Kau tidak perlu mempermasalahkan itu semua. Karena ini adalah bukti kau sebagai seorang Cagalli Yula Athha, bukti kalau kau sudah berjuang," tambahnya.
Tangan Athrun lalu menyentuh bagian perut Cagalli dimana terdapatnya stretch mark. "Bukti bahwa kau sudah berjuang demi masa depan," ucapnya dan mengecup pelipis Cagalli. Mungkin bagi sebagian wanita stretch mark adalah tanda yang memalukan dan mengganggu pemandangan dan penampilan. Tapi tidak buat Cagalli dan Athrun. Bagi mereka itu adalah tanda, tanda dan bukti kalau mereka bejuang untuk hari esok dan masa depan, itulah yang mereka perjuangkan.
Cagalli tertawa geli karena sikap Athrun. Tanpa panjang lebar dan tanpa basa basi, pria yang sekarang sudah menjadi suaminya itu memang tahu bagaimana menenangkan dan menghiburnya. "Baiklah, aku akan berpakaian dahulu. Sore ini kita ada rapat di Morgenroete bukan?" Cagalli berusaha melepaskan cengkraman Athrun, namun kelihatannya yang bersangkutan tidak ingin melepaskan. "Ath….," ancam Cagalli.
"Berikan aku waktu lima menit, aku nyaman dengan posisi ini," ucap Athrun dengan nada agak manja.
Cagalli menghela napas, walau sekarang sudah menunjukkan jam dua siang namun jam empat mereka harus ada di Morgenroete. Dan apabila Athrun ingin bermesraan sekarang bukan waktu yang tepat. Cagalli hendak menegur Athrun lagi tapi….
"AYAAAH…! MU-CHAN HILAAAANG!"
Jeritan tangis Iris langsung menghancurkan momen romantis mereka -bagi Athrun-. Cagalli mengambil kesempatan itu untuk membebaskan diri dari Athrun. "Kau sepertinya dipanggil, Ayah. Oleh putri kecil kita dan sebaiknya kau segera kesana sebelum mereka melihat kita seperti ini. Ingat PG-13 sesuai perjanjian kita?" ucap Cagalli yang langsung dengan mudah melepas cengkraman Athrun dan membalikkan tubuh Athrun dan mendorongnya pelan menjauh darinya. Athrun mengerang dan terdengar sangat kecewa seperti anak kecil yang tidak diberikan izin bermain. Dia harus mengingatkan Iris untuk menjaga Haro-nya dengan baik.
Cagalli hanya tertawa pelan dan menggeleng-gelangkan kepalanya. Athrun berubah semenjak mereka menikah dan berkeluarga, dalam arti yang baik tentunya. Dia lalu kembali ke kesibukannya. Dia kembali melihat dirinya di cermin dan menghela napas. Benar kata Athrun, dia tidak perlu ragu. Ada aksi pasti ada reaksi, sudah pasti akan ada konsekuensi di setiap perbuatan. Cagalli lalu memandang seragam high commander miliknya yang tergantung rapi. Seragam yang menandakan dia memiliki posisi teratas di Negaranya, seragam yang lengkap dengan lambang singa lambang keluarga Athha. Ayah…aku baik-baik saja, ORB dan harta peninggalanmu aku jaga baik-baik dan aku tidak sendirian sekarang. Terima kasih Ayah… batin Cagalli seakan-akan Uzumi ada dihadapannya dan menatapnya dengan wajah penuh bangga. Cagalli lalu mengenakan seragamnya itu tidak mempedulikan bekas luka yang bisa ditutup dengan foundation atau make up lainnya. Setelah mantap dengan penampilannya dia segera pergi meninggalkan kamarnya.
Cagalli tidak pernah meminta menjadi Athha tapi dia memiliki tugas sebagai Athha. Tuhan yang mempercayakannya. Dia tidak perlu iri pada Lacus, pada Lunamaria, pada Meyrin, pada Kira, maupun pada Athrun. Dia adalah Cagalli Yula Athha, semua luka yang pernah dia torehkan ditubuhnya itu adalah bukti kalau dia hidup. Bukti kalau dia memiliki peninggalan yang harus diteruskan dan diperjuangkan.
Author Notes:
Yeps, it is done! Part 1 about Cagalli. I can't believe that I typed until 10K words. So I decide to publish it first without re-read it. So sorry if there any typos. All of the references goes to gundam wikia and several gundam seed mangas. My eyes kinda dizzy and I want to know your review and opini, should I continue with the mini-series or not? And who should I write about?
As for Lindsay, I got it from Gundam SEED Delta Astray Manga, I found the ORB pilots after ORB joined with the Alliances. They are Waid Rabby Nagada, Vanfelt Ria Lindsay, Sars Sehm Ilia, Hoskin Gira Sakato, Gard Dell Hokuha, all of them are from official manga. According to Gundam Wikia, the only Noble among five them is Lindsay. I don't know about the others but it makes me curios that why all of the has three syllables for their name. Is it a rule in ORB? Showing their status? I still try to figure it out.
And once again I will say that this story inspired from 'why Cagalli has a same move and fighting style with Athrun? It is impossible if it was a coincidence.' So I try to make a story about it.
Stay safe and keep praying and hoping this pandemic will over soon!
Regards,
Fuyu Aki
