Hai readers!
Ini pertama kali saya membuat fanfiksi
Dan ini Charlotte!!
Jadi tolong maklumi jika penataan bahasanya masih berantakan
Di fanfic ini Shunsuke Otosaka tidak buta ya
Oke, cukup basa-basinya
Selamat membaca!
.
.
.
.
0oo00oo0
.
.
Malam hari pukul 20.56
Di kediaman keluarga Otosaka
"Yuu~!" Panggil Shun dari ruang tengah
"Ada apa Nii-san, tidak perlu berteriak seperti itu, Ayu-chan bisa bangun" kata Yuu yang muncul dari ruang makan
"Kemarilah" kata Shun
Yuu berjalan mendekati kakaknya
"Aku ingin mengatakan sesuatu" kata Shun serius
"Apa itu?" Tanya Yuu
Shun menelan ludah
Lalu tiba-tiba mendorong Yuu ke sofa
"Onii-san...ada apa?" Tanya Yuu terkejut
Shun sedikit membelakan matanya
Dia sedikit ragu namun akhirnya mengatakannya
"Yuu...aku mencintaimu" kata Shun
Yuu memiringkan kepalanya
"Hm? bukankah itu sudah jelas, kita saudara, tentu saja kita menyayangi satu sama lain" kata Yuu dengan polosnya
"Tidak-bukan itu yang kumaksud, aku..." Shun tidak tahu bagaimana mengatakannya, lalu mencium bibir Yuu
Yuu membelakan matanya
"Ngh...!" Yuu mengerang berusaha melepaskan dirinya dari ciuman Shun
Shun menciumnya beberapa saat lalu memisahkan bibir mereka
"O-onii-san...apa..." Yuu kebingungan dengan apa yang baru saja dilakukan kakaknya
"Sudah kubilang aku mencintaimu. Maafkan aku, aku pikir perasaan ini akan hilang setelah beberapa waktu, tapi tidak, itu masih tetap ada"
"Aku mencintaimu Yuu, aku mencintaimu, adik laki-lakiku" kata Shun
Yuu bingung harus mengatakan apa
"...bagaimana dengan Ayu-chan?" Tanya Yuu
"Hal ini akan dirahasiakan, dan jika akhirnya dia tahu, dia pasti akan mengerti" kata Shun
"Tapi-" Yuu hendak bicara
"Aku tidak akan memaksamu, aku hanya ingin kau tahu perasaanku yang sebenarnya" kata Shun
Tiba-tiba saja Yuu memeluk Shun
"Lakukanlah"
"Lakukan apa yang Onii-san mau, Nii-san pantas untuk bahagia, aku tidak keberatan jika Nii-san mencium atau mengekspos tubuhku, aku tidak akan keberatan jika itu demi Nii-san..."
"...aku tidak keberatan jika itu adalah kakakku sendiri" kata Yuu
Shun membalas pelukan Yuu
"Aku sungguh mencintaimu, aku sangat mencintaimu Yuu" kata Shun
"Biarkan aku..." Shun bicara perlahan
"Iya, tidak apa-apa" kata Yuu
~~~~~~
LEMON warning!!
Shun mengelus tangannya ke dada Yuu, lalu melepas baju Yuu
Shun mengelus puting Yuu
Yuu memerah saat Shun melakukannya
Shun mencium Yuu lagi, kali ini lebih bergairah
Shun mencubit dan menggosok puting Yuu dengan tangannya.
"Mmhh..." Yuu mengerang
Ciuman Shun turun ke leher, menjilati dan menciumi lehernya, dan memberikan tanda kepemilikan
Yuu mendesis saat Shun menggigitnya.
Lidah Shun turun ke dada Yuu, menjilat dan mencium di segala tempat
"Aahh..." Sesekali erangan Yuu keluar.
Shun turun hingga kebawah dan melepas celana Yuu
Menelanjangi Yuu hingga tidak ada pakaian yang tersisa
Yuu semakin memerah
Shun mengelus kontol Yuu.
"Nghh..." Yuu mengerang lagi
Shun terus mengelus dan menggosoknya
"Aaahh...hngghh...!" Erangan Yuu semakin keras
Shun berhenti mengelus, lalu mengulum kontol Yuu dengan lidahnya
"Aahh!" Yuu terkejut dengan kenikmatan tiba-tiba.
Shun terus melakukannya, membuat Yuu mengerang tanpa henti
"Kau menyukainya Yuu-chan...?" Tanya Shun
"Itu sangat...enak..." Jawab Yuu.
Shun mengulurkan jarinya pada Yuu
"Hisap ini" kata Shun
Yuu menurutinya
Setelah Yuu selesai menghisap jari Shun
Shun memasukkan satu jarinya kedalam lubang Yuu
Yuu tersentak
Shun menarik jarinya pelan, lalu mendorongnya pelan juga
"Aah..." Erang Yuu
Shun menambahkan satu jari lagi
"Nghh...!" Yuu mengerang tidak nyaman
Shun menambahkan jari ketiga-nya
"Ah ah, tunggu..." Erang Yuu
"Aku akan pelan-pelan" kata Shun
Shun mendorong dan menarik jarinya perlahan.
Setelah beberapa saat, Shun menarik keluar jarinya lalu melepas celananya
"Onii-san..." Yuu sedikit khawatir
"Tenang saja, aku benar-benar akan pelan" kata Shun meyakinkan
"Apa itu akan menyakitkan?" Tanya Yuu
"Kemungkinan iya karena ini juga yang pertama kali bagimu, tapi tenang saja" kata Shun
Shun memposisikan kontolnya didepan lubang Yuu.
"Aku akan masuk sekarang" kata Shun
Yuu menelan ludah
Shun memasukkan ujungnya perlahan
"Aaah...!"
Shun memasukkan lebih dalam lagi
Yuu mengeratkan pegangannya pada kakaknya
"Aaaahhh!!, Aww...!" Air mata keluar dari mata Yuu.
"Shhh, tidak apa-apa, tenanglah" kata Shun
"Sakit..." Kata Yuu
Shun mengerutkan keningnya khawatir
"Kau ingin aku menghentikan ini?" Tanya Shun
"Tidak, tunggu sebentar..." Kata Yuu
Yuu memejamkan matanya beberapa saat.
"Nii-san bisa bergerak sekarang" kata Yuu
Shun menggerakkan penisnya perlahan masuk dan keluar
"Ngh..."
Shun mempercepat ritmenya
"Aahh...ahh...!" Yuu mengerang nikmat
"Aahh...aahh~" Yuu mengerang
Shun memainkan puting Yuu
"Aaahh.."
.
.
.
itu terus berlangsung kira-kira 30 menit
Shun terus mendorong penisnya, hingga Yuu berteriak senang
"Aahh!, itu-!"
Shun tahu dia sudah menemukan g-spot Yuu.
Shun mengulangi, menyentak di tempat yang sama
Yuu menjadi gila karena kenikmatan yang luar biasa
"Ah! Ya ya! Aaahh...!" Erangan Yuu semakin keras, wajahnya lebih merah dari sebelumnya, air liur menetes.
Shun mencium bibir Yuu dengan keras tapi bergairah
"Mmm~"
Shun semakin mempercepat gerakannya
Yuu semakin dekat
Begitu juga Shun.
Shun mendorong untuk terakhir kalinya, dan Yuu cum di dadanya
Sementara Shun keluar didalam Yuu.
"Aaahh~" Yuu terengah-engah
Shun menarik penisnya
"Aku mencintaimu" kata Shun mencium bibir Yuu
"Aku juga" jawab Yuu.
.
.
.
Shun mengangkat Yuu dan membawanya ke kamar dengan Yuu merangkul lehernya
Shun menurunkan Yuu ke tempat tidur
"Pakai setidaknya celanamu, jika tidak kau akan kedinginan" kata Shun
Yuu memakai celana dan bajunya.
"Ayu-chan sama sekali tidak bangun, padahal tadi eranganmu sangat keras" kata Shun sambil menyeringai
Yuu memerah malu
"Kau yang membuatku melakukannya..." Kata Yuu
Shun terkekeh.
"Tidurlah, kau pasti lelah" kata Shun lalu mencium kening Yuu
"Oyasuminasai onii-san" kata Yuu
.
.
.
.
Keesokan harinya
"Onii-san, kenapa Yuu-nii masih belum turun?" Tanya Ayu-chan yang sedang membantu menyiapkan sarapan
"Oh? Benarkah?, Aku akan melihatnya" kata Shun yang sedang menaruh omurice ke piring
"Bisa tolong lanjutkan ini?" Tanya Shun
"Tentu saja Nii-san!" Jawab Ayumi semangat.
Shun naik ke kamar Yuu, lalu mengetuk pintu
"Aku masuk" kata Shun
Yuu masih berbaring di kasurnya dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya
"Kau baik-baik saja?" Tanya Shun sambil
mendekati Yuu
Yuu membuka selimutnya lalu melotot pada kakaknya
"Pinggulku sangat sakit, terlalu sakit untuk bergerak apalagi berjalan" kata Yuu
Shun mengerutkan alisnya
"Ehh...maaf, sepertinya aku terlalu keras semalam" kata Shun meminta maaf
memutar matanya lalu kembali meringkuk dibawah selimut
"Kalau begitu istirahatlah, aku akan mengantarkan sarapan nanti" kata Shun
Yuu hanya bergumam 'iya'
.
.
.
Shun turun ke ruang makan
"Bagaimana? Apa Yuu-nii baik-baik saja?" Tanya Ayumi
"Ternyata Yuu-chan sedang tidak enak badan" kata Shun
"Benarkah? Nii-san, biarkan aku yang mengantarkan sarapan pada Yuu-nii!" Kata Ayumi
Shun tersenyum
"Baiklah baiklah, sekarang makanlah dulu sarapanmu" kata Shun
.
.
.
.
/Baca ulang cerita/
#gyaaaa, benar-benar buruk!
#sangat tidak jelas, apaan ini?!
(Mohon maaf atas fanfic yang tidak jelas ini)(﹏)
Terimakasih telah membaca Brothers Love
Komentar selalu saya terima
Sekali lagi terimakasi
Salam hangat
