Cuman cerita sekali tulis, aku tau ini Cerita buruk rupa jadi mohon dimaklumi.
dianjurkan untuk memberi flames
HAPPY READING
Perang dunia shinobi telah usai dan kedamaian telah di dapatkan. dan itu berlanjut hingga sekarang 16 tahun berlalu kini Naruto sudah berusia 32. dia menjadi Palawan shinobi ketika berusia 16 tahun dia 1 tahun lebih mudah dari Sakura dan sasuke.
walaupun perang telah usai tapi kesedihan sempat melandanya karena Hinata tewas dalam perang demi melindunginya.
kini Naruto telah menjadi hokage ke 7, namun masih saja dirinya jomblo sedangkan sahabatnya Sakura dan Sasuke sudah menikah dan memiliki 2 buah hati. anak pertama bernama Uchiha Sarada dia berusia 15 tahun sekarang dan anak kedua 6 tahun namanya Uchiha Shin.
diantara seangkatanya hanya dia yang masih belum memiliki pasangan. ino an Sakura sering meledek nya dan menyuruhnya memilih salah satu dari fans nya. walaupun hanya gurauan tetap saja itu membuat Naruto kesal. jadi yang dilakukanya sehari hari hanya mengerjakan tugas seorang hokage dikantor, menghadapi tumpukan kertas.
di kelas akademi
"Sarada kau beruntung sekali bisa dekat Hokage-Sama terus" seorang murid perempuan mengatakan nya dengan Nada cemburu.
"aku juga kepingin tahu" murid perempuan satunya ikut berkomentar.
"seandainya aku anak Sasuke-sama aku juga mungkin bisa dekat denganya terus terusan" Sarada melirik perempuan itu dengan malas di pikiranya Naruto itu miliknya seorang.
"tapi kenapa dia masih belum punya pasangan ya, padahal banyak wanita yang mengantri untuknya, kan"
"dia menunggu aku sudah dewasa" ucap Sarada
"heh, untuk apa" ucap salah satu temannya.
"untuk menerima cintaku tentu saja" ucap Sarada percaya diri.
"AHAHHAA itu lucu sekali" mereka yang di sekelilingnya menertawai perkataanya barusan.
"AHAHHAA benar,itu tidak mungkin"
"benar, sudah pasti" satu dari mereka menimpali.
"kalian tidak percaya, kami saling mencintai tahu" entah apa yg merasuki Sarada karena terus berkata tanpa berpikir dahulu.
"lantas bagaimana kami bisa percaya?, hmm"
"dia memanggilku Sarada-chan atau Hime-chan"
"itu hanya karena kau anak sahabat nya"
"apa kau pernah mengatakan perasaan mu dan dia menerimanya?" sarada hanya bisa diam mendengar itu.
"apa Naruto-sama pernah menyatakan cinta padamu?" untuk kedua kalinya Sarada diam tak menjawab.
"jadi kau harus menyatakan perasaanmu dan buat dia menerimanya baru kami percaya, bagaimana apa kau berani" seorang kawannya mencoba menantang.
"Baiklah akan kubuktikan pada kalian" Sarada langsung berjalan meninggal kan kelas.
"berusaha lah Sarada" ucap seorang gadis sambil melambaikan tanganya.
"good luck"
'bodoh, apa yang baru saja kulakukan' batin Sarada.
dikantor hokage Naruto sedang mengerjakan tugas tugas nya sebagai kepala desa.
'tok tok tok' suara ketukan pintu masuk ke telinga Naruto.
"masuk" seketika si pengetuk pintu masuk ke dalam.
ternyata Sarada pelakunya namun Naruto lihat sikapnya agak aneh dia seperti malu malu takut.
"Sarada-chan ada apa" Sarada berjalan mendekati Naruto sampai di samping nya
"Naruto-sama... aku.." Naruto memutar sedikit kursi kerja nya agar dia sehadapan dengan Sarada.
"kenapa..hime-chan" yah panggilan 'hime' itu selalu membuat kawan kawan Sarada cemburu. bagaimana tidak, Pahlawan perang yang sekarang dianggap dewa shinobi itu begitu menyayanginya.
"Akuu... Mencintai Naruto-sama" Sarada langsung menundukan wajahnya dia takut Naruto akan menolaknya.
"ehh" Naruto mengalihkan matanya dari Sarada ke tumpukan keras di mejanya. dia bingung dengan apa yang dikatakan Sarada.
"Naruto-sama...apa Naruto-sama mencintaiku" satu pertanyaan yang membuat Naruto bingung mau menjawab apa.
"bagaimana ya...jarak kita jauh 16 tahun dan kurasa.." Naruto bingung mau mengatakan apa lagi.
"jadi jawabanya tidak ya" Naruto bisa mendengar suara Sarada yang bergetar.
"bukan begitu,... ngomong ngomong kenapa kau tiba tiba menyatakan cintamu padaku Hime" Naruto tidak menyangka anak yang sering ditemaninya jalan jalan atau latihan ini memiliki cinta terhadapnya.
"semua temanku mengatakan kalau Naruto-sama menyayangiku karena aku anak papa yang merupakan sahabat anda..." Naruto sentuh pipi sarada dengan kedua tangannya lalu mengangkat wajah tertunduk itu agar mereka saling bertatapan.
"lalu.." sebenarnya Naruto menyayangi sarada layaknya anak sendiri tapi setelah apa yang dikatakan Sarada mungkin kedepanya akan berbeda.
"aku ingin buktikan mereka salah kalu Naruto-sama juga mencintaiku" tangan Naruto bergerak menyelipkan rambut Sarada di belakang kupingnya.
"hehehe begitu ya, sebenarnya aku tidak tahu mencintaimu atau tidak hime"
"kalau begitu Naruto-kun belajarlah mencintai ku" mata Naruto terbelalak sesaat ketika mendengar panggilan berbeda dari sarada.
"Naruto-kun tidak mengatakan tidak tahu, kalau begitu masih ada kemungkinan kau bisa mencintai diri ini" Naruto hanya diam tidak merespon. karena tidak ada reaksi sarada meloncat ke panggkuan Naruto yang masih duduk di kursi dan mengalungkan tanganya pada leher Naruto dan..
'CUP' sebuah ciuman membuat Naruto terbelalak, semua berjalan dengan cepat sarada sudah berada di pangkuannya sambil memeluk nya kuat kuat. mungkinkah ini yang disebut tindakan aggressive.
"aku mencintai mu, benar benar mencintai mu Naruto-kun" Naruto memeluk tubuh Sarada dan mendekapnya erat. masa Bodo dengan Sasuke ataupun Sakura nantinya, dia akan menghadapinya.
"kau mencintai pria tua Hime" bisik Naruto ditelinga Sarada.
"aku tidak peduli lagi pula kamu masih terlihat berumur 25 Naruto-kun, boleh kan aku panggil dengan itu" yah apa dikatatakan Sarada benar dan itu semua berkat jurus yang dipelajarinya dari nenek tsunade dan berkat rubah di tubuhnya. dan panggilan Naruto-kun sepertinya terdengar bagus.
"Naruto-kun" ucap Sarada sekali lagi
"tentu saja, lakukan sesukamu" Naruto kembali mengeratkan pelukanya pada Sarada yang sempat melonggar. Naruto menyentuh dagu Sarada mengangkatnya mengetahui apa yang akan di lakukan Naruto Sarada lantas menatap matanya lalu..
'CUP' Naruto memagut bibir tipis mungil dan manis itu.
'kurasa tidak ada salahnya mencoba cinta baru' batin Naruto sambil melepas pagutannya.
"aku ingin dipanggil nyonya Uzumaki, aku ingin menikah dengan Naruto-kun"
"belum saatnya Hime jadi aku akan menunggumu, sampai waktunya tiba" Sarada membuka matanya dan memberikan senyuman lembut mendengar perkataan Naruto.
'krieet' pintu terbuka membuat keduanya terkaget dan langsung menoleh ke pintu dan ternyata...
END
silahkan tebak siapa yg datang dan buat akhir cerita sesuai keinginan kalian.
