Kedua kelopak mata itu terbuka, menampilkan iris biru yang indah, kepalanya pening saat dia mulai bangun dari tidurnya, dia masih setengah sadar, dan saat ini berada di sebuah ruangan berwarna hijau muda.

Ia mengobservasi ke sekitarnya, dia merasa asing saat melihat ruangan tersebut. Tak ada satupun dari ingatannya yang kembali, dia tak ingat apapun yang terjadi pada dirinya.

Hanya nama depan yang di ingat oleh pemuda itu.

Naruto

Sebuah topping dari Ramen.

Naruto mulai menggerakkan tubuhnya, dia bangun dari tempatnya tidur. Pemuda itu meringis merasakan nyeri yang menyerang kepalanya, Naruto memegangi kepalanya yang sakit itu, dia merasakan sakit yang amat di sana.

"Hey, tidurlah! Kau harus istirahat!"

Naruto mendengar sebuah suara, sebelum pandangannya mengabur. Wanita yang baru saja masuk itu panik, dan bergegas untuk merawat Naruto yang kembali pingsan.

...

...

Beberapa saat kemudian, Naruto kembali terbangun dari pingsannya. Dia merasa lebih baik daripada beberapa saat yang lalu.

"Aku..."

"Ah, sudah bangun ternyata." Sosok wanita berambut coklat itu memandangi Naruto dengan penuh kekhawatiran, dia pun mengambil handuk yang berada di atas dahi Naruto, lalu membasahinya dengan air yang ada di dalam baskom. "Kau beristirahat saja dahulu, tubuhmu belum pulih sepenuhnya."

"Ini...dimana?"

"Apartemenku, tak apa kok, kita tak akan di curigai oleh tetangga," balas wanita itu dengan sebuah senyuman manis. Dia meletakkan handuk basah itu di dahi Naruto. "Aku akan memasakkan bubur untukmu. Jadi tidurlah sebentar." Gadis itu beranjak dari tempatnya, meninggalkan Naruto yang seolah sedang merenung.

"..."

Hanya suasana hening yang menemani dirinya, dan ia baru mengetahui sesuatu.

Dirinya Amnesia.

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Granblue Fantasy by Kimura Yuito/Cygames