"Taisho, maukah anda melihat bunga sakura bersama?"

"Aruji! Jangan taruh buku yang sudah anda baca sembarangan!"

"Aruji makan malam hari ini adalah kare. Mitsubou yang membuatnya!"

"Aruji, Yamambagiri tidak mau melepas tudungnya lagi."

"Aruji..."

Aruji. Mereka memanggilku Aruji dengan riang seolah tidak memperdulikan asal ataupun tabiatku.

Maksudku, mungkin saja aku ditelan ketamakan dan dengki yang senantiasa menghampiri manusia. Mungkin saja aku berakhir sebagai raja egois dalam Citadel lalu menenggelamkan semua eksistensi yang membangkang. Seperti sang pendahulu.

Yah, biarkan saja. Toh, aku hanya singgah sebentar sebelum pergi. Saat itu terjadi, aku harap bisa melihat wajah terkejut Ookurikara dan Oodenta.

Tapi, bagaimana caraku untuk mengatakannya pada mereka?


Author's note

Hallo, readers!

Ini fanfic pertama yang kubuat. Semoga kalian suka...

Kalau ada saran boleh ditulis di komentar. Dan saya akan lebih berusaha lagi!!!!

All the Touken Danshi are belong to DMM and Nitroplus.