1982

Disebuah ruangan-tepatnya kantor- terdapat 2 orang yang sedang berkelahi, meskipun cahaya yang ada didalam ruangan itu remang - remang, tetapi cukup bagi mereka untuk melihat wajah masing - masing.

"Apa yang kau inginkan dariku, Rizevim. Tidak mungkin kan kau menyerangku hanya untuk alasan bermain main kan?!"

Tanya seorang lelaki paruh baya berambut pirang panjang hingga mencapai dagu, dia tampak dalam kondisi yang tidak baik baik saja. Darah segar menetes dari ujung bibirnya, kemeja dan dasi nya compang camping, dan yang paling parah, ia juga kehilangan lengan kiri-nya sampai ke siku.

"Yayaya, sudah terluka parah pun masih tetap melawan kau ya, hmm karena kau akan mati malam ini, aku akan memberitahumu tujuanku. Aku ingin anak panah itu!"

Jawab pria yang dipanggil Rizevim sekenanya, ia nampak tak ingin berlama lama diruangan ini.

"Kh kau kira aku akan memberikannya kepadamu? Tidak akan!"

Pria berambut pirang tersebut membalikan badannya, ia hendak kabur melalui jendela yang tadi berada dibelakangnya. Karena ia merasa kekuatannya tidak mumpuni untuk saat ini jika diteruskan bertarung. Toh kadangkala kabur bukan berarti kalah, kabur juga bisa digunakan untuk memikirkan strategi kembali agar dapat meraih kemenangan.

"[Yellow Flash]!!!!"

Seketika muncul kilatan petir kuning yang menyambar ruangan itu, pria berambur pirang hilang bersama petir tadi.

"Heh aku hafal betul dengan kekuatan [Stand] mu Minato, meskipun instan tapi jarang yang bisa kau gunakan hanya sekitar 20 meter saja."

"[Cancel]"

Ucap singkat Rizevim, dengan menutup matanya dan membayangkan sosok pria bernama Minato tadi, Seketika melayanglah tubuh pria berambut pirang tadi dari kejauhan.

'Akhh sialan, jangkauan [Stand] nya sangat luas, jika terus begini, maka aku akan... '

"Ahahaha bagaimana? Aku mau kau menyerahkan panah itu sekarang juga Minato!"

Rizevim mengacungkan pisau lipat nya ke arah dagu pria bernama Minato. Tak gentar, Minato meludahi wajah Rizevim.

"Tak kan kubiarkan kau mendapatkannya sialan!"

Dengan santai, Rizevim mengambil sapu tangan yang berada didalam sakunya, dengan pelan ia membersihkan ludah bercampur darah Minato diwajahnya, ia sedikit kesal dengan pria ini, ia merasa wajah tampannya dikotori.

"Kau tidak mau? Yasudah berarti riwayatmu tamat malam ini yondaime sialan."

Jlebb

"Arkhhhhhhhhh... "

Naruto : Bizzare Advanture

Disclaimer : Semua karakter bukan punya saya

Rating : T (semi M)

Setting : AU

Warning : OOC, Typo, Adaptasi JJBA, Author pemula

Happy Reading!

1999

Sinar mentari pagi menyinari kota Kuoh, sebuah kota indah yang berada di Jepang. Kota ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata sampingan warga lokal maupun manca negara, mereka menganggap Kuoh merupakan Eropa mini, dikarenakan banyak bangunan yang mengambil tema Eropa kuno. Salah satunya adalah Kuoh Senior Highschool, sekolah ini awalnya adalah sekolah wanita, tetapi akhirnya tahun ini mereka membuka pendaftaran bagi siswa laki-laki, sehingga menjadikan sebagian besar pelajar disana merupakan Wanita.

"Hah semalam aku diomelin Kaa - san karena bermain game semalaman suntuk."

Seorang pemuda berkulit tan dengan tanda lahir unik dipipinya sedang menggerutu, ia sedang berjalan menuju sekolahnya. Pemuda itu memakai seragam sekolah biasa, dengan kaos berwarna orange sebagai dalamannya. Rambut pirangnya sengaja dibuat berantakan. Tampak kalung kristal berwarna hijau bertengger manis dilehernya. Tanpa sengaja ia menyenggol pemuda lain yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

"Hei hati-hati kalau sedang berjalan bocah kuning sialan!"

Teriak pemuda tersebut, ia memiliki wajah garang dan terlihat memiliki wajah yang seram.

"Ah Gomen senpai."

Sambil ber-ojigi, pemuda pirang itu meminta maaf

"Hey nampaknya kau murid baru ya, perkenalkan dirimu!"

"Ha'i Namaku Uzumaki Naruto, aku murid baru di Kuoh Highschool Akademi, yoroshiku onegaishimasu!"

Senpai berwajah garang tersebut manggut - manggut

"Yosh semangat yang bagus, kalau begitu, sini mana uangmu, aku sedang butuh untuk saat ini."

Ucap pemuda itu, ia berniat memalak Naruto karna ia terlihat seperti orang kaya karena Kuoh Highschool Akademi bukan sekolah biasa. Hanya orang orang berduit dan anak orang penting yang bersekolah disana.

Naruto perlahan membuka tasnya, ia sedang mencari cari dompetnya untuk mengambil uang, ia tidak mau mencari masalah dengan preman sekolah sebelah karena alasan sepele seperti 'tidak sengaja menyenggol ditempat umum'.

"Cepat sini berikan uangmu sialan!"

Teriak pemuda -alias preman- tersebut, ia hendak memakai uang tersebut untuk berfoya - foya dan membeli obat-obatan terlarang untuk ia pakai.

Setelah cukup lama merogoh rogoh tasnya, ia menemukan yang ia cari, dompet katak hijau kesayangannya. Entah kenapa ia sangat suka binatang amfibi itu, menurutnya hewan itu sangan lucu. Ya, bagi Naruto Katak itu lucu dan menggemaskan.

"I-Ini senpai."

Naruto memberi preman itu sejumlah uang, dari dompet kataknya.

"Huhhh begitu saja lama sekali kau, lagian kenapa cowok memakai dompet katak bulukan seperti itu? Cih seleramu kampungan!"

Tangan Naruto mengeras, ia menggenggam tangannya kuat-kuat, ia sangat marah karena ada orang yang berani menertawai selera anehnya. Ia menggenggam erat pundak Senpai-preman itu.

"Ne senpai, apa yang barusan kau katakan huh? APA YANG KAU KATAKAN TENTANG KATAK FAVORITKU INU HAH?!"

Senpai-preman yang baru memalaknya itu terdiam, takut karena tiba tiba orang yang baru ia palak tiba tiba berubah 180 derajat karena hinaanya.

"T-tunggu bocah, a-a-aku hanya b-b-bercand-"

Duakhh

Muncul sosok rubah berbulu emas yang meninjunya dengan sangat keras sampai-sampai ia melayang diudara akibat tinju dari sosok tersebut. Senpai-preman otu pingsan seketika.

"Huh aku melakukannya lagi, sialan, kekuatan ini tiba tiba muncul sejak saat itu."

Ia merapikan tas dan seragamnya yang berantakan akibat aura emas yang menyeruak tadi. Sejenak ia melirik kearah jam yang berada ditangannya. Gawat! kurang dari 5 menit lagi upacara pembukaan siswa baru akan digelar.

"Sial sial sial aku terlambat, bisa bisa kaa-san akan membabat habis uang jajanku!"

Teriak Naruto sambil berlari, sungguh pagi yang menyebalkan.

To Be Continued

ya itu saja untuk cerita pembuka ini, fic ini terinspirasi dari anime Jojo Bizzare Advanture, dan aku mengadaptasi dan mengubahnya sedikit hehehe.

mohon bantuannya untuk kedepannya bagi fic ini agar bisa berkembang, review dari kalian sangat berguna bagi kelanjutan cerita...