NOTE: Umur Esdeath disini baru 10 tahun. Begitu pula Kakashi dan teman-temannya.
Esdeath merasa kepalanya agak pusing. Walau begitu ia berusaha mencerna perkataan suara besar misterius itu.
*Flasback on*
'Esdeath... Kau akan kembali hidup di era yang berbeda. '
'Siapa disana?! Katakan siapa kau sebenarnya! ' ujar Esdeath sambil berusaha mengeluarkan kekuatan es nya. Namun nihil. Kekuatan es nya kini tidak berfungsi lagi!
'Kau tidak perlu tahu siapa aku.' Yang jelas kau akan dikirim ke dimensi yang berbeda. Dan dimensi itu kau akan menemukan arti bahagia sebenarnya! '
Esdeath tersentak berusaha mencerna perkataan suara itu. Ia akui dirinya yang dulu memang jahat dan cenderung mirip seperti seorang psiko ia melakukan semua itu hanya semata-mata menuruti kemauan perdana menteri kurang ajar yang bernama Honest itu.
'Memangnya kau ma— KYAAAA!!! " belum selesai Esdeath berbicara ia sudah dikirim ke sebuah portal aneh yang entah seketika muncul saja dari bawah kakinya.
'Kau akan menemukan tambatan hatimu disana Esdeath! ' ucap suara besar yang tiba-tiba terkikik geli melihat Esdeath sudah ditelan portal aneh itu.
*Flasback end*
Esdeath masih kesal mengingat hal itu. Kemudian ia merasakan hawa dingin menusuk menjalar diseluruh tubuhnya.
'T-ttunggu! A-aku TELANJANG?!!!! ' dan
"KYAAAAA!!!!! Kenapa tubuhku jadi kecil begini???" Esdeath kembali mengamati tubuhnya. Dan suara teriakannya lebih terdengar seperti suara anak kecil.
Untungnya di dekatnya ada sungai, kemudian ia mulai bercermin. Melihat pantulan dirinya.
"A-aku kembali jadi anak kecil lagi?! " Esdeath masih tidak percaya. Dan melihat kembali bagian tubuh privatnya.
"Jadi kecil lagi yah?" ia sedikit kesal. Kemudian Esdeath mulai beranjak dan mencari sesuatu untuk menutupi tubuhnya.
"Aku benar-benar lapar! " seru Esdeath sedikit kesal. Kemudian ia memanjat pohon memetik buah darinya.
Dari kejauhan Esdeath mampu mendengar sesuatu yang sepertinya bergerak sangat cepat dan melompat-lompat.
Disini Esdeath sudah merasa ketakutan. Kemudian ia mencoba berkonsentrasi mengendalikan kekuatan es nya. Ia mencoba memegang dahan pohon
"Hyouton no Jutsu!" dan seketika dahan pohon itupun kemudian membeku. Esdeath senang, namun ada yang aneh saat ia menyebutkan nama jurus es nya itu.
"Tunggu sejak kapan, nama jurusku menjadi 'Hyouton no Jutsu'?!"
Dari kejauhan diatas dahan pohon. Esdeath kini dapat melihat sekelompok orang yang sedang melompat-lompat melewati setiap pohon.
'mereka sangat lincah.' Esdeath masih belum turun dari pohonnya. Sampai seorang perempuan tiba-tiba menepuk bahunya.
"Hei... "
"KYAAAAA!!! "
Esdeath terjatuh namun kemudian ia diselamatkan oleh seorang anak laki-laki berambut silver lengkap dengan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya.
Muka anak laki-laki itu kini benar-benar semerah tomat saat melihat penampilan anak perempuan yang kini tengah dipangkuannya itu telanjang bulat.
Esdeath kemudian melihat kedatangan 1 orang anak laki-laki lagi dan seorang pria dewasa berambut kuning cerah dibelakangnya.
Si anak laki-laki itu kemudian mendaratkan Esdeath di tanah kemudian berpaling. Tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Kakashi kau menan—HAH?! MAAF, MAAF AKU BENAR-BENAR TIDAK MELIHATNYA SUMPAH!! " seru anak laki-laki yang menyusul anak berambut silver ini. Ia pun kini ikut berbalik dengan wajah bersemu merah.
Esdeath masih belum mengerti lalu ia berpikir 'apa ada yang salah dengan tubuh anak kecil telanjang seperti ini?'
Esdeath kemudian melirik pria dewasa berambut kuning yang kini sama terkejutnya melihat badannya. Si pria dewasa itu kemudian ikut berbalik.
"Rin.. beri dia kain penutup"
"Siap sensei." Esdeath menatap curiga pada anak perempuan yang bernama Rin ini.
"Kau mau apa? "
"Eh... Tentu saja memberimu pakaian temanku. " hah. Teman? seru Esdeath dalam hati. Padahal baru pertama kali bertemu dengan gadis ini.
Rin kemudian menautkan kain rok ninja nya pada pinggang Esdeath ( Rin pakai celana lagi yah :D)
"Minato-sensei bolehkah aku meminjam jaket Jounin mu? "
"Ah.. Tentu saja Rin." Rin mengambilnya dan kini memakaikannya pada Esdeath.
"Sudah selesai. Kalian boleh berbalik." seru Rin.
Kini Esdeath menjadi pusat perhatian diantara mereka ber-4. Kemudian si pria dewasa. Yang tadi dipanggil Rin dengan sebutan Minato itu mendekati Esdeath.
"Maaf bila kami lancang melihat tubuh telanjangmu adik manis. Perkenalkan nama saya Namikaze Minato. Saya adalah guru dari ke-3 anak ini. " Minato membungkukan diri, Esdeath yang entah insting darimana dengan sendirinya membungkukan diri menuruti Minato.
Setelah itu Esdeath menatap satu persatu anak didik Minato. Rin memberinya senyuman. Si anak berambut silver justru memberinya tatapan malas dan tidak bersemangat, sedangkan si anak lelaki berambut hitam itu tersenyum sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Esdeath menghela nafas.
"Namaku Esdeath, dan aku tidak tau sekarang aku ada dimana. " ucapnya apa adanya.
"Esdeath?! Nama yang aneh. " ucap anak lelaki berambut silver itu sambil menyilangkan dadanya. Esdeath hanya balas menatapnya dengan diam menahan kekesalannya.
"Kakashi kau tidak boleh begitu. " bela Rin.
"Kenalkan namaku Rin, Nohara Rin! Salam kenal Esdeath-chan! " ucap Rin dengan penuh semangat.
"A-aku Uchiha Obito! Aku akan menjadi Hokage penerus Minato-sensei! " ucap si anak bersurai hitam yang tak kalah semangatnya dengan Rin. Minato yang mendengar perkataan itu pun ikut tersenyum melihat keceriaan Obito.
Si anak berambut silver hanya diam saja.
"Oi Kakashi! Ayo perkenalkan dirimu pada Esdeath. " seru Obito yang kesal menunggu Kakashi tak kunjung memperkenalkan diri.
"Hatake Kakashi. " Sebenarnya Esdeath tidak mendengarkannya. Ia sudah jauh lebih malas melihat tampang Kakashi yang benar-benar tidak seperti orang ceria pada umumnya.
Minato kemudian melontarkan beberapa pertanyaan kepada Esdeath. Mulai dari kenapa dia bisa ada disini dan berasal dari desa manakah ia berasal.
Dan semua pertanyaan Minato dijawab semua dengan jawaban yang sama.
"Tidak tau? " ucap Esdeath dengan polosnya.
"He... Dia benar-benar polos yah. " ucap Obito pelan-pelan kepada Kakashi.
Rin dapat mendengarnya dan kembali meninju siku nya ke arah perut Obito.
"Shuut...diam Obito."
Esdeath mampu mendengar bisikan Obito. Kemudian ia pun mengajukan permintaan kepada Minato.
"Minato-san saya benar-benar tidak tau silsilah keluarga saya sendiri. Saya tidak ingat apa-apa. Tapi bolehkan aku ikut bersama rombonganmu ke errg... Ibukota?" pinta Esdeath agak ragu saat ia mengatakan ibukota.
"Ibukota? " ucap Minato penasaran.
"Erggg maksudku tempat kalian berasal dari desa? Desa bukan??? " Esdeath mulai berkeringat dingin takut mereka berempat mencurigainya sebagai mata-mata.
"Ya. Kami berasal dari 'Desa Daun Tersembunyi' atau lebih dikenal dengan Konohagakure. Tempatnya tidak jauh dari sini. " ucap Minato dengan senang.
"Kalau begitu bolehkah aku ikut bersama kalian? Ergg untuk sementara waktu. A-aku janji aku akan secepatnya menemukan pekerjaan agar tidak merepotkan kalian." ucap Esdeath dengan puppy eyes nya.
"Tentu saja. Kalau begitu saya akan membantu anda Esdeath-san untuk mendata anda sebagai penduduk di desa yang kupimpin ini. Apa kau berniat untuk tinggal menetap Esdeath-san? "
"Ya. Minato-san. Saya berniat menetap di desa yang anda pimpin. " ucap Esdeath dengan percaya diri.
Dan setelah itu Minato beserta Kakasahi, Rin, dan Obito kemudian membawa Esdeath ke Konohagakure.
NOTE!:*Hyouton no Jutsu: adalah jutsu es(teknik mengendalikan es) di dalam dunia Naruto.*Apa yang akan terjadi pada Esdeath setelah ia sampai di desa Konoha nanti? Review plise. Lanjut jangan? :')
