Kalian pasti berfikir kalau kehidupan kalian lebih penting dari kehidupan orang lain kan?
Tapi bagiku tidak, Kehidupan seluruh keluargaku lebih penting dari kehidupanku sendiri
Genre : Family
Rating : T (Untuk jaga-jaga)
Insp? Roleplay Author sama tmn di grup semalam
Oke, sekarang mulai ya!
Di suatu pagi yang cerah, terlihat keluarga Boboiboy Bersaudara yang sangat Harmonis masih berada di alam mimpi masing-masing
Tiba-tiba, salah satu dari mereka yang dikenal sebagai Angin topan- eh.. Maksudnya Taufan membuka matanya
"Hoamm.." Taufan menguap lebar
"Enaknya bangunin siapa dulu ya? Ah.. Blaze sajalah" ucap Taufan bermonolog.
Taufan pergi ke arah kamar Blaze yang berada di sebelah kamarnya dan membangunkannya
"Blaze!! Bangun!!"
"Hoaamm... Apaan sih, bang Upan? Orang lagi enak tidur juga" ucap Blaze yang keberatan waktu tidurnya diganggu. Set dah.. Kek Ice aja/plakk
"Bangun, Blaze! Ini dah pagi! Kau mau tidur sampe kapan, hah?!" Bentak Taufan membuat Thorn terbangun dan menghampiri mereka berdua
"Pagi bang Upan, bang Blaze" ucap Thorn membuat mereka terkejut
"Eh? Thorn? Kapan bangunnya?" Tanya Taufan
"Tadi bang Taufan teriak-teriak, berisik tau" keluh Thorn dengan wajah datarnya
"Hehe.. Maaf! Sudah sana, kalian mandi. Aku mau bangunin yang lain dulu" perintah Taufan, Blaze dan Thorn menurut dan mulai masuk ke kamar mandi masing masing
Taufan pergi ke kamar Halilintar, kamar kakak sulungnya yang berada di depan kamarnya
"Bang Hali!" Teriak Taufan setelah membuka pintu kamar kakaknya
Taufan mendapati ruangan serba merah-hitam serta pemilik ruangan yang masih tertidur pulas di ranjangnya
"Bang Hali! Bangun!" Teriak Taufan memanggil nama kakaknya, tetapi tidak direspon olehnya
Karena geram, Taufan memutuskan untuk menampar wajah Halilintar berkali-kali, tapi tetap tidak direspon
Hal itu membuat Taufan semakin kesal dan memutuskan untuk menjahilinya sedikit
Taufan mengambil sebuah balon yang ntah darimana asalnya :v dan meniupnya hingga cukupnuntuk diledakkan
Setelah itu Taufan menusukkan sebuah jarum ke balon itu di depan wajah Halilintar, dan balon itu meledak
Halilintar terbangun setelah Taufan meledakkan balon di depan wajahnya dan ia sangat marah plus kesal oada Taufan
"T A U F A N!!!" Teriakkan Halilintar menggema di seluruh ruangan dan membuat saudara mereka yang lain terbangun -kecuali Ice tentunya-
"HUAAAA!!! AMPUN BANG!!" Teriak Taufan sambil berlari ke arah ruang tamu
Gempa yang melihat itu terus menggelengkan kepalanya
"Sudahlah, jangan bertengkar terus-" ucapan Gempa dipotong oleh Halilintar
"TAUFAN YANG DULUAN! MASA DIA LEDAKKIN BALON DI MUKAKU" Teriak Halilintar
"APAAN SIH?! ORANG BANG HALI YANG SUSAH DIBANGUNIN!" Sahut Taufan
Mereka pun bertengkar selama kurang lebih dua jam, Gempa yang bosan melihat kedua kakaknya yang sedang bertengkar memilih untuk memasak di dapur saja
Thorn? Blaze? Solar? Mereka sedang duduk santai di ujung tangga, seakan-akan sedang menonton drama di bioskop. Jangan lupa dengan popcorn yang entah darimana mereka dapat :'V
Cukup Harmonis bukan?
Keadaan HaliTau
"APAAN SIH?! UDAH SALAH GAMAU NGAKU LAGI!"
"KAU YANG SALAH! SIAPA SURUH LEDAKIN BALON DI MUKAKU?! KAU PIKIR MUKAKU INI TEMPAT PELAMPIASAN BALON MELETUS?!"
"SUDAHLAH! KAU PIKIR AKU AKAN MENGHABISKAN WAKTU UNTUK BERTENGKAR DENGANMU! Lebib baik aku pergi ke kamar saja!" Ucap Taufan yang langsung berjalan ke arah tangga untuk pergi ke kamarnya
"PERGI SAJA SANA! KAU PIKIR AKU MASIH BUTUH KAU LAGI, BRENGSEK!?" ucapan Halilintar seakan-akan menusuk hati Taufan
Thorn, Blaze dan Solar terkejut akan kata-kata kakak sulungnya
"B-Bang Hali, kata-kata kakak.." Ucap Thorn
"Ceh! Peduli apa aku sama anak GAK BERGUNA itu?!" Hardik Halilintar yang langsung berjalan ke arah kamarnya
"Emangnya bang Hali mau kejadian yang waktu itu terulang lagi?"
Thorn teringat kejadian itu dimana kedua kakaknya bertengkar, ia hanya tak mau kejadian dulu terulang lagi
Flashback
Taufan sedang bertengkar dengan Halilintar di ruang tengah
"APA AKU INI BENAR-BENAR TIDAK ADA GUNANYA YA?! BUAT APA AKU ADA DISINI LAGI?! MENDING AKU PERGI AJA!" Taufan lari ke arah Kamarnya dan menguncinya
Thorn dan Blaze yang melihat itu terus mengejar Taufan
"Bang Taufan!!"
Mereja berdua berlari hingga depan kamar Taufan yang ternyata sudah terkunci
"BANG UPAN!! BUKA!!" Panggil mereka berdua panik karena tidak ada jawaban dari sang empunya kamar
Akhirnya Blaze memanggil Gempa untuk mendobrak pintu kamar Taufan
Hal pertama yang mereka lihat...
..adalah Tubuh Taufan yang tergeletak di lantai denga darah yang mengucur dari pergelangan tangannya
Halilintar yang mengetahui itu terus terkejut dan dialah yang pertama kali menyelamatkan Taufan
"TAUFAN!! BERTAHANLAH!!" Teriak Halilintar sambil menangis
Pada akhirnya, Taufan selamat dan meminta maaf karena hal itu
-uthor gaada ide :'D-
Flashback off
:Malam:Harinya:
Mereka akan bersiap untuk makan malam, Taufan hanya mengambil makanan itu lalu pergi ke kamarnya kembali tanpa berkata apa-apa
Halilintar ikut makan malam bersama walau ia hanya senyap
"Kayanya bang Taufan masih kesal" ucap Thorn
"Asalkan dia gak buat hal-hal bodoh lagi, aku masih bisa maklumin" ucapan Gempa membuat Halilintar terfikir akan hal itu dan tersadar kalau ia mengatakan yang seharusnya tidak ia katakan pada adik pertamanya
"Sudahlah, ayo makan"
Suasana pada makan malam itu sunyi, tak ada yang berniat untuk membuka suara termasuk Blaze, padahal biasanya dia yang paling berisik
Setelah makan, mereka memutuskan untuk ke kamar masing-masing.
:Taufan's:Side:
Taufan sedang merebahkan dirinya diatas tempat tidurnyabsambil memikirkan sesuatu
"Hahh.. Gak berguna kah keberadaanku sisini? Kalau begitu kenapa mereka menyelamatkanku dari insiden itu? Apa mereka hanya berpura-pura baik padaku saja? hmm" Taufan meneteskan air matanya
"Ahh.. Sudahlah, besok aku minta maaf sama bang Hali, sekalian ngucapin Selamat Tinggal " ucap Taufan, lalu ia tertidur
:Keesokkan:Harinya:
07.39
Setelah sarapan, Halilintar memutuskan untuk pergi ke taman sebentar, tanpa mengetahui kalau Taufan mengikutinya dari belakang
Saat berada di dekat zebracross, Halilintar menyebrang tanpa lihat-lihat, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melesat dengan cepat
Taufan yang melihat itu lantas terkejut dan mulai mendorong kakaknya agar tidak tertabrak oleh mobil itu
"BANG HALIII!!! AWAASS!!"
Alhasil, Taufan yang tertabrak oleh mobil itu
Halilintar terkejut, bukan karena didorong secara tiba tiba
Tapi karena seseorang yang meneriakkan namanya
"Hah?!" terkejut bukan main, setelah ia menoleh ke belakang... Ia melihat adiknya -Taufan- tergeletak dengan darah yang berasal dari tubuhnya di tengah jalan besar
"TAUFAN!!" Halilintar berjalan cepat ke arah adik pertamanya
"Taufan.. K-kamu-"
"B-bang Ha-hali gapapa..Kan?" ucap Taufan dengan suara yang lemah dan terbata-bata
"Sshh.. D-diam, jangan bicara! Aku akan bawa kamu ke rumah sakit" ucap Halilintar sambil membawa Taufan ke pelukannya
"ga perlu.. Aku tidak apa apa" ucap Taufan sambil membalas pelukan kakaknya
"GAK APA APA GIMANA?! UDAH DIEM AJA" Bentak Halilintar sampai-sampai air matanya menetes ke pipinya
"Bang.. Jangan sedih, ikhlasin Taufan ya.." ucap Taufan dengan senyuman manisnya
"M-maksud kamu apa?! Kamu ga akan kemana-mana kan?!"
"Maafin Taufan kalo Taufan punya salah ke abang, Taufan bener-bener minta maaf" Taufan meneteskan air matanya
"Fan.. Harusnya abang yg minta maaf, kamu ga ada salah sama sekali.."
"Tapi, yang kemaren kan salah Taufan, iya deh Taufan ngaku Taufan salah.. Makanya Taufan minta maaf"
"Kenapa kau memilih un-untuk mengakhiri hidupmu seperti ini?! Harusnya aku yang sekarat seoerti ini"
"Karena, My Life is number Two, Taufan lebih pentingin keselamatan orang-orang di sekitar Taufan daripada diri Taufan sendiri, Sekarang Taufan paham, udah ga ada yang butuh Taufan lagi... Taufan fikir ini adalah jalan terbaik, karena setelah ini ga ada yang ganggu abang lagi, pasti abang senang kan?"
"Ufan pergi dulu, jangan sedih ya! Abang kan kuat! Jangan lupa sampain ini ke saudara kita yang lain kalo Taufan sayang kalian semua tanpa terkecuali!"
"Udah ya, Semoga setelah ini kalian bahagia tanpa Taufan"
"Se..la..mat ting..gal" Taufan menghembuskan nafas terakhirnya, matanya mulai menutup, dan pelukannya mulai terlepas
"TAUFAANN" Halilintar berteriak sambil menangis keras
Ia tak percaya kalau.. Taufan akan meninggalkannya secepat ini
Andai saja, ia tidak memarahi Taufan.. Pasti semua ini tidak terjadi
"H..hiks.. T-taufan.. Bangun jangan.. Tinggalkan aku.. Hiks... Maafkan aku.. Hiks" Halilintar mengguncangkan tubuh adiknya, berharap adiknya segera membuka matanya kembali
Tapi, bagaimanapun caranya, Taufan tidak akan pernah membuka matanya sampai kapanpun, ia telah meninggalkan kakaknya, adiknya, semuanya
~ T A M A T~
Yeeyy end! Hikd.. Akhirnya qwq
First Time ku buat Angst kek gini :v kerasa ga? Kalo gak ya maap namanya baru belajar TvT
Udah ya segitu dulu
Moga nextnya cepet deh, kalo ada ide :
Semoga kalian suka yah,
Sekian~
-Zizah
