Relationship? By Izumi Kaori

Haikyuu!! Disclaimer by Furudate Haruichi

Sequel Candy

Warning(s) : gaje, abal, humor gagal, bahasa non baku, typo dimana-mana

Happy reading...


Kunimi Akira, murid kelas satu SMA Aoba Johsai, alias baru masuk. Ia merasa dirinya biasa saja, tak mecolok, wajah dan kepribadiannya juga biasa saja, dia juga tak pintar-pintar amat, disebut bodoh juga tidak. Hanya standar, alias tak terlalu dibutuhkan. Toh bila dia secara sengaja bolos klub, tak ada yang memarahinya bahkan hingga mencarinya, ya kecuali Mizoguchi-san, yang sepertinya makhluk itu paling benci pada Kunimi.

Usai pelajaran terakhir, Kunimi bangun lalu meregangkan badannya, kedua tangannya diangkat. Sungguh kenikmatan yang hakiki saat dia bisa menikmati tidur siang, apalagi saat guru yang mengajarnya sudah tua. Kunimi bukan menyumpah, hanya saja orang tua adalah orang yang paling mengerti apa yang diinginkan anak muda bukan. Setidaknya itu adalah pikiran Kunimi.

Pintu kelasnya di gebrak keras, cukup membuat Kunimi yang sedang merasakan ngantuk, bersiap untuk melanjutkan tidur lagi, berjengit kaget, walau tidak overacting.

Melirik sinis, hanya Kindaichi. Teman seperjuangannya itu mendekatinya dengan langkah lebar, terburu-buru.

"OOI KUNIMI!"

"Santai dong, jangan pake teriak." Balas Kunimi santai sambil merogoh isi tasnya, mecari bungkus kecil permen favoritnya

"Ini bohongkan? Gak serius? Soalnya gua gak percaya!" Kindaichi masih misuh-misuh, meminta kejelasan yang sebenarnya pertanyaan Kindaichi saja belum jelas dipikirannya. Kunimi tetap santai membuka bungkus permen, pelan-pelan, karena takut jatuh, btw ini bungkus terakhir.

"Woi ini udah kesebar. Gosip lo tolo—!"

"Gosip apaan ah. Gua itu orang biasa, mana ada gosip tentang gua. Lu baru bangun dari mimpi kayaknya."

"Sebenarnya gak kesebar sih, cuman klub voli aja yang tahu." Kunimi mengerlingkan mata, kalau itu baru dirinya percaya.

"Lu pacaran sama Kageyama? Dari kapan?" Kunimi tak bisa santai lagi setelah mendengar kata-kata Kindaichi ini. Untung saja permen yang ia kulum tidak meloncat keluar, kan sayang.


Kunimi mencoba untuk bersikap santai, walau jantungnya dag dig dug tidak karuan. Terganggu dengan kabar burung yang ia dengar. Gosip kan pasti ada sumbernya, dan Kunimi ingin bertemu dan memukul sumbernya dan tidak lupa untuk meludahinya. Enak saja menyebarkan gosip yang enggak-enggak.

Lalu Kunimi tersentak, bagaimana jika gosip ini sampai ke telinga Kageyama, ke Karasuno. Bisa mati kutu Kunimi kalau sampai seperti itu. Yang pasti, dan kudu Kunimi lakukan sekarang adalah mencari biang keladinya.

Berjalan pelan menuju pintu klub. Kunimi mendekatkan telinganya ke pintu klub yang tertutup, berniat menguping orang-orang yang membicarakan gosipnya. Niatnya sih mencari biangnya.

Tapi nihil, tak terdengar apa-apa. Kindaichi yang sedari tadi mengekor hanya bisa menatap kasihan pada rekan didepannya. Punya dosa apa temannya ini hingga bisa-bisanya digosipin yang enggak-enggak sama si raja lapangan. Sesungguhnya, Kindaichi akan sangat ilfil jika Kunimi membenarkan gosip itu. Lagian, Kageyama-Kunimi. Siapa yang uke, siapa yang seme. Lagian Kindaichi bukan lah pecinta per-yaoi-an. Ia hanya murid kelas satu SMA yang sebenarnya pernah jadi wota.

Pintu klub dibuka agak keras. Mungkin Kunimi sedikit mengeluarkan emosinya. Kunimi berjalan pelan menuju loker, membukanya dan meletakan tasnya tanpa suara. Hanamaki yang memang sudah dengar gosipnya dari Yahaba tiba-tiba nyengir laknat. Menggoda adik kelas tidak apa-apakan?

"Yo Kunimi. Kita minta PJ nya dong." Hanamaki berkata sambil sesekali bersiul, yang membuat Kunimi tambah mumet dan emosi. Kunimi membuka lalu menarik dasi yang menggantung di lehernya agak kasar.

"Woah yang baru jadian jangan galau dong. Baru sebulan, masa udah ada cek cok." Matsukawa mengkompori. Baru sebulan apanya anjir, Kunimi tiba-tiba ingin melemparkan sesuatu. Kunimi semakin depresi, sebenarnya siapa yang membuat gosip miring ini. Kunimi ingin menendang si dalangnya sesegera mungkin.

Tak tahan, Kunimi berbalik. Dengan memasang wajah seperti biasa, ia mulai membuka mulut.

"Maaf sekali, tapi saya belum punya pacar."

"Jangan bohong, buktinya ini." Layar ponsel yang menunjukan foto hasil jepretan terpampang di depan wajah Kunimi. Kunimi meraih posel itu, untuk melihatnya dengan jelas.

Tertera siluet Kunimi yang sedang berada di bus, ah dirinya ingat bersama Kageyama sore itu. Tidak cukup jelas, tapi siapapun yang tahu Kageyama pasti langsung menyebut dirinya bersama Kageyama. Dan buset, Kunimi mengerutkan keningnya dalam-dalam. Saat itu siluet Kageyama seperti sedang tersenyum, walau tipis. Kampret. Kalau tidak pikir panjang pasti ponsel milik Hanamaki-san sudah pecah di atas lantai.

"Foto itu dari siapa?" Kunimi menahan amarah, walau wajahnya memang menampilkan ekspresi biasa.

"Eh, kenapa memangnya?" Hanamaki malah bertanya balik.

"Aku hanya bertanya, Hanamaki-san."

"Woahh Kunimi mengamuk."

"Itu dari si Kusokawa." Kunimi menoleh kearah pojok, tempat Iwaizumi yang sedang melipat baju seragamnya menghadap loker.

"Itu hasil jepretannya. Jadi, pukul saja si Oikawa itu, Kunimi. Dia memang keterlaluan."

"Tapi aku penasaran, apa yang kalian bicarakan antara sesama 'teman'?" Hanamaki masih saja ingin mengajak Kunimi ngobrol, padahal Kunimi sudah enek dengan mendengar dan membayangkan Kageyama sebagain pacarnya. Oh kepalanya terasa sakit.

"Kami tidak mengobrol." Jawab Kunimi pendek, berharap senpai nya itu berhenti menanyainya.

"Lalu kenapa Kageyama tersenyum." Kepala Kunimi berkedut sambil menjawab sewot. "Aku tak tahu. Aku tak memperhatikannya."

"Wah tsundere.." Bodo amat, Kunimi ingin pulang saja. Tapi ia harus memberi sedikit pelajaran ke si biang keladi.

Dan besoknya terlihat kolor motif alien hijau berkibar di atas tiang bendera, di dekat lorong gym.

To be continued ..

Happy Birthday Kunimi-chan..