..
Agustus, 2017
"Bagaimana kabar hyung? Apakah sudah lebih baik?" Tanya Jungkook dengan duduk di kursi sebelah ranjang milik Hoseok yang semakin hari kian membaik itu.
"Hyung baik-baik saja Jungkook-ah, setelah hyung sembuh kita akan kembali ke dorm" kata Hoseok pada Jungkook tanpa menghilangkan senyum diwajahnya. Jujur saja ia tak kuat jika harus melihat Jungkook menangis, apalagi karenanya, ia sangat menyayangi Jungkook seperti adik kandungnya sendiri.
"Baiklah, apakah hyung mau makan sesuatu?" Tanya Jungkook dengan semangat saat melihat senyum dari hyungnya itu.
Sedangkan Namjoon yang juga ada di sana juga tersenyum lega setelah melihat Jungkook kembali ceria dan juga Hoseok yang kian membaik walau belum boleh pulang sekarang. Taehyung yang ada di samping nya juga akhirnya bisa duduk dengan lega setelah melihat kejadian barusan.
"Hyung ingin makan cream pasta, bisakah kau belikan di kantin rumah sakit Jungkook-ah?" Pinta Hoseok pada Jungkook yang sudah bisa ditebak bahwa Jungkook adalah adik yang baik, ia menurut pada kakak-kakaknya walau terkadang menyebalkan.
"Tentu saja hyung, kau ingin menitip sesuatu hyung?" Seraya berdiri, Jungkook juga bertanya pada Namjoon dan Taehyung aoakah mereka ingin dibelikan makan atau tidak.
"Terima kasih Jungkookie, tapi aku sudah kenyang" jawab Namjoon dengan menatap Jungkook santai, ia memang sudah makan di dorm tadi.
"Aku sedang diet Kookie-ya, jadi tidak usah" jawaban Taehyung malah membuat Jungkook tertawa terbahak.
"Kau kan kurus hyung, kenapa malah diet?hahaha..kau ingin jadi lidi?" Tanya Jungkook sambil tertawa terbahak-bahak dan akhirnya menghilang dari pintu yang tertutup, sedangkan Taehyung hanya memandangnya datar.
"Sampai kapan kau akan seperti ini Hoseok-ah?" Pertanyaan Namjoon membuat Hoseok diam.
Ia sedikit heran kenapa Namjoon bisa tahu kalau ia mengidap Narkolepsi? Ia tak pernah bercerita pada siapapun, bahkan keluarganya. Dan kenapa yang tahu juga hanya Namjoon? Kenapa ia tak memberi tahu member lain? Hoseok terus berpikir demikian sampai Namjoon kembali mengeluarkan suara.
"Kenapa Jungkook lama sekali? Taehyung-ah tolong susul Jungkook ke kantin rumah sakit" perintah Namjoon pada Taehyung yang sedari tadi hanya menekuk wajahnya karena perkataan Jungkook tadi.
"Malas ah hyung, nanti dia meledekku lagi" kata Taehyung dengan nada merajuknya.
"Siapa tahu Jungkookie perlu bantuan" ujar Namjoon pada Taehyung yang kemudia Taehyung menyusul Jungkook ke kantin rumah sakit, dan tersisalah Namjoon dan Hoseok di ruangan itu.
"Darimana kau tahu penyakitku?" Tanya Hoseok dengan pandangan heran pada Namjoon. Sementara pemuda itu bangkit dari sofa yang ia duduki tadi dan berjalan ke brankar Hoseok dan duduk di kursi sebelahnya.
"Aku tidak harus menceritakan semuanya, tapi sejak kapan kau meminum obat-obat itu?" Tanya Namjoon dengan raut khawatir bercampur penasaran. Ia sudah menunggu kesempatan untuk bertanya langsung pada Hoseok tentang hal ini.
"Aku juga tidak tahu, semenjak natal dua tahun lalu aku tidak bisa berhenti untuk tidur, aku merasa depresi , namun aku ingin terjaga dan melupakan semuanya dengan melakukan hal-hal yang menyibukkan namun tidak bisa, dan kau tahu setelahnya" jawab Hoseok dengan nada yang heran juga.
Ia juga tidak tahu kenapa pilihannya jatuh pada meminum obat itu dari pada menceritakan pada para member.
"Kenapa kau tidak pernah bercerita pada kami? Kami kau anggap apa Hobie? Apakah kau meragukan kami?" Pertanyaan Namjoon membuat Hoseok serasa di tusuk duri, apakah benar ia meragukan para member? Kenapa ia malah memilih jalan yang sangat berbanding terbalik itu? Dalam hatinya ia menyakinkan diri bahwa ia bisa lebih baik dengan bersama member bukan dirinya sendiri.
"Maaf Joonie, aku sudah mengecewakan kalian. Aku akan berubah mulai sekarang" jawaban Hoseok membuat Namjoon lega, ia senang bahwa Hoseok sudah membuka suara dan mampu merubah dirinya.
Tak lama kemudian dua maknae mereka datang dengan membawa beberapa paper bag berisi makanan yang dibeli di kantin rumah sakit.
"Makanan datang!!" Ucap keduanya setelah menutup pintu ruang Hoseok dirawat.
Mereka akhirnya makan dengan Hoseok tetao berada di ranjang sedangkan Namjoon, Taehyung, dan Jungkook berada di lantai dengan alas Futon yang mereka bawa dari dorm. Tak terasa memang beban yang mereka pikul, mereka tetap menjalaninya dengan senyuman dan kebersamaan. Melupakan potongan memori buruk yang menancap pada pikiran mereka.
Dan, beberapa saat kemudian Jungkook mengantuk dan memutuskan untuk tidur di sofa yang ada di sana, sedangkan Namjoon dan Tarhyung berjaga sambil duduk santai di Futon selagi Hoseok dan Jungkook tidur.
"Kau tidak mengantuk Tae?" Tanya Namjoon pada Taehyung tanoa mengalihkan perhatiannya dari buku yang ia baca.
"Belum hyung, hyung juga kenapa masih baca buku. Apa hyung tidak lelah?" Tanya balik Taehyung, namun kali ini Namjoon menutup buku tanpa memberinya pembatas dan menatap langit-langit kamar rumah sakit itu.
"Aku tidak bisa membiarkan kalian sendirian" jawab Namjoon sambil menutup matanya dan mulai berbaring di Futon dengan tangannya sebagai bantal.
"Apa maksudmu hyung?" Taehyung heran dan ia tidak mengerti apa yang dikatakan Namjoon, lelaki itu memiliki IQ tinggi tak heran jika ia suka dengan enigma.
"Besok masih ada kegiatan Taehyung-ah, mari tidur" ajak Namjoon sambil memberikan satu bantal pada Taehyung yang tidak menghiraukan kalimat membingungkan Namjoon tadi. Ia memilih tidur setelah menerima bantal itu, menyusul Jungkook dan Hoseok yang sudah jauh masuk dalam mimpi.
Hari ini Seokjin, Suga, dan Jimin sedang menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga karena Namjoon, Taehyung, dan Jungkook pasti sarapan bersama Hesok di rumah sakit.
"Hyung, kapan Hoseok hyung akan pulang?" Tanya Jimin pada Seokjin, ia juga orang yang sangat menyayangi hyung-hyungnya. Dan juga Hoseok adalah teman sekamarnya bersama Taehyung dan keduanya ada di rumah sakit dari semalam karena bergantian menjaga Hoseok, jadilah kamar Jimin menjadi sepi.
"Aku juga tidak tau Jimin-ah, mungkin lusa" jawab Seokjin sambil meletakkan panci berisi sup daging sapi itu di meja makan.
"Kau benar" aahut Suga yang sedari tadi sudah menunggu makanan siap, sebenarnya ia juga agak bosan karena mood maker di sana sedang sakit.
"Benar apanya?" Tanya Seokjin bingung, masalahnya Suga jika berbicara hanya spoiler, singkat, padat, dan kurang jelas.
"Benarkan Hoseok hyung pulangnya lusa?" Tanya Jimin dengan sumringah.
"Hm" Suga hanya berdehem namun detik kemudian Jimin mendekat ingin memeluk Suga karena terlalu senang, namun segera di tepis Suga.
"Jangan berlebihan, aku mau makan" ucapan Suga membuat Seokjin menertawai Jimin yang hanya memasang wajah cemberut dan mereka melanjutkan sarapan mereka dengan khitmat.
Setelah selesai mereka beralih ke ruang tengah, rasanya bosan sekali tanpa mood maker dan candaan pada member, itulah yang dipirkan ketiganya.
"Aku bosan hyung" ucap Jimin sambil tidur terlentang di karpet beludru di depan TV itu.
Seokjin yang juga bosan mulai memikirkan sesuatu agar mereka ada kerjaan salain tidur ataupun menonton TV.
"Emm..bagaimana jika kita beres-beres untuk menyambut Hobie pulang besok?" Tawar Seokjin pada Jimin dan Suga sambil memegangi dagunya.
"Ide bagus hyung" Jimin.
"Ide buruk hyung" Suga.
"Ha?" Seokjin sama bingungnya dengan Jimin.
"Maksudku, ide buruk, tapi tidak karena untuk Hoseokie" lanjut Suga dan setelahnya ia hanya terkekeh, karena melihat ekspresi Seokjin dan Jimin yang datar itu.
"Baiklah sekarang kita bagi tugas, Jimin membersihkan kamar Hoseok, Suga merapikan ruang tengah, dan aku akan masak untuk makan siang dan membereskan ruang tamu" ucap Seokjin yang kemudian mereka melakukan tugas masing-masing.
Cklekk..
Pintu kamar Hoseok terbuka dari luar, semua yang ada di dalam kamar itu tercengang melihat siapa yang ada disana. Hoseok melihat sosok wanita yang selama ini ia rindukan.
"Hoseok-ah.." ucapnya kemudian mendekat menuju ranjang Hoseok.
Sementara mereka bertiga, Namjoon yang paham situasi langsung mengajak Taehyung dan Jungkook menunggu diluar.
"Hobie, kami keluar sebentar ingin mengurus kepulanganmu besok" ucap Namjoon kemudian mereka keluar dari kamar itu, menyisakan Hoseok bersama ibunya.
Ya, wanita itu adalah ibunya.
Imchole
