Baekhyun memandang kesal ke arah smartphonenya. Moodnya akhir-akhir ini kurang baik, puncaknya adalah siang ini –terlihat begitu jelas.

Dia mengetuk-ngetukkan jari-jemarinya ke permukaan meja kerjanya, membuang napasnya dengan sedikit paksaan, mengalihkan pandangan ke jalanan, mengalihkan pandangannya ke smartphonenya lagi, membuang napasnya dengan lebih berat lagi, menatap jalanan ramai lagi, begitu seterusnya.

Sehun lelah.

Dia juga bingung.

"Baek..."

Sebenarnya dia juga takut.

BRAK!

Gebrakan terdengar, tidak lain dari Baekhyun yang menggebrak mejanya sendiri.

"Diam, Sehun."

Tuh, kan. Sehun jadi tambah takut.

Sehun salah apa coba?

Mood Baekhyun akhir-akhir ini tidak hanya buruk, tetapi sangat buruk. Sehun telah menjadi sasaran kemarahan tidak jelas itu.

Dia takut, tapi dia butuh uang untuk hidup. Baekhyun yang memberinya uang –namanya gaji, kan yah?

Baekhyun itu bos paling tidak asik, apalagi kalau sedang badmood.

"I, ini... Bos..."

Duh, Sehun takut banget.

"Berisik banget, sih." Kali ini Baekhyun memberikannya pelototan imut. Iya, Baekhyun itu sebenarnya imut ga ketulungan, tapi scarynya dia lebih ga ketulungan.

Padahal Sehun cuma ingin permisi ke kamar mandi. Pengen pipis tau ga sih.

Sehun tahu, dikacangin sama gebetan itu ga asik. Tapi lebih ga asik lagi kalau Baekhyun badmood kelewatan gini, kan?

Cuma karena pacar Baekhyun tidak chatting dia duluan, Baekhyun jadi badmood.

Sebenarnya, Sehun ingin sekali menyampaikan pada Baekhyun. Makanya, kalau punya gebetan, jangan bocah.

Tapi ga berani kan yah?

E N D / N