NARUTO karya om Masashi Kishimoto
Cerita milik Kopi and Co
Penulis tidak mengambil keuntungan apapun dari karya transformatif ini
Pagi ini seperti di sma lainnya SMA Konoha memulai agenda sekolah dengan upacara bendera. Seperti biasanya dalam hal upacara bendera, saat siswa-siswa telah mencapai titik jenuhnya maka akan terjadi acara rumpi-rumpi ria dikalangan siswa-siswa berbaris dilapangan.
Di pagi yang sama, ada Kiba seorang murid SMA Konoha baru dalam perjalanan ke sekolah. Kiba baru saja menghentikan motornya di perempatan jalan, menunggu lampu merah.
"Ck" Decih Kiba. " Sialan ane telat" Runtuk Kiba dalam hati.
"Hmm kira-kira gimanya alasannya atau mending ane kagak ikutan upacara sekalian...Aaah bodo amat bentar lagi ue lulus! Sekali kali melalukan pelanggaran gak papa biar tahun-tahun terakhir ini penuh warna muehehe " Batin Kiba nista.
Lampu lalulintas pun telah berganti warna, Kiba pun mengarahkan motornya lulus mengikuti aspal terus ke timur. Tak lama kemudian munculah gedung SMA Konoha di kiri jalan. Kiba pun mengarahkan motornya ke gerbang.
Kiba mematikan mesin motornya dan berjalan menuntun sepeda motornya menuju parkiran.
" Aman gak ada guru BK di gerbang " Kata Kiba dalam hati. " Selanjutnya jalankan rencana." Lanjut Kiba.
Sekarang hati Kiba sedikit merasa tenang karena tak melihat satu pun guru di area parkiran. Kiba yang telah selesai parkir lalu berjalan mengendap-endap layaknya pencuri menuju gang sempit yang menghubungkan area parkir degan ruangan kelas 11 yang berada di lantai 2. Namun saat Kiba berbelok menuju tangga...
" Tasnya tinggal disini dulu! Langsung ke lapangan upacara." Ucap Miss Tsunade yang berdiri di dasar tangga.
Deg. Jantung Kiba rasanya berhenti sedetik " Anjing! Jank! Kebo! Tuyul! " Umpat inner Kiba saking kesalnya. Ingin rasanya ia melemparkan tas punggungnya kelantai saat itu juga kalau tidak ingat dengan siapa dia berurusan.
Dengan kikuk dan sedikit takut plus keringatan dingin, Kiba pun mengangguk. " Siap Bu " Kata Kiba seraya berlari menuju upacara.
Sampai di dekat ruang guru, Kiba mempercepat larinya dan menerobos barisan belakang siswa kelas 10 dan 11 untuk kemudian bergabung ke barisan kelas 12.
" Yo bro. " Ucap Kiba sambil memeluk rekannya aka Sikamaru dan Chouji.
" Ih telatan. Oi ngapain aja tumben senin-senin gini telat ? " Sindir sekaligus tanya Sikamaru.
" Iya tumben tu " Sambung Chouji
" Haha biasalah broo anak cowok kalo nge-ML kek gimana. " Ucap Kiba tertawa kering
"Hm" Angguk Sikamaru.
Selanjutanya terjadilah acara obral-ngobrol antar siswa laki-laki kelas 12 itu.
~~~ Skip time~~~
Kiba yang mulai bosan dengan topik obrolan pun mulai lebih banyak menyimak dari pada menanggapi. Sekarang Kiba menghela nafas, kepalalnya mendongak ke atas. Di atas sana tampak pucuk-pucuk pepohan yang bergoyang mengikuti angin, daun- daun nya bersinar di timpa cahaya pagi. Kiba rasa pemandangan lebih menarik daripada obrolan-obrolan random.
Kiba melempar pandangannya ke arah Barat, di situ dia menemukan pohon-pohon mangga sedang berbunga lebat. " Hmm bentar lagi musim mangga nih...sekolahan panen nih hehehe " Batin Kiba dengan nistanya.
Kemudian pandangannya diarahkan ke langit, di situ tampak langit biru dengan awan empuk yang berarak. " Haaa cerahnya... Kalau saja hari ini bisa anti mainstream" Batin Kiba. Tiba-tiba dari arah selatan angin berhembus, membawa aroma khas sawah yang banyak padinya. Kiba memejamkan mata kemudian membukanya " Musim penghujan telah tiba " Batinnya.
XxXxXxXxXxXxXxX
Jam kosong yang mendekati waktu istirahat. Di balkon, murid-murid kelas 12 IPS 1 terlihat berkumpul ngerumpi. Mau cewek ato cowok pokoknya pada kompak ngerumpi.
Tersebutlah Ino yang adalah anak populer plus sekertaris MPK itu memulai sebuah pembicaraan.
" Eh dah pada tahu belum kalau di kelas 11 ada anak baru? " Oceh Ino sambil tersenyum simpul
" Beneran ?! "
" Iya beberan. Suwer tapi bo' ong hehe " Ucap Ino
" Huuuuu" Anak- anak lain pada melempar Ino dengan kertas
" Hehe enggak, enggak. Aku tadi cuma bercanda "
" Beneran bo' ong ? " Komen Sakura alot.
" Enggak gitu.. aduh (menepuk jidat) maksud aku memang ada anak baru kok "
" Ooo gituu" Kata yang lainnya kompak
Ctak sebuah bogem mendarat di kepala Ino " Aduuh " Rintih Ino. " Makanya gak usah pake tapi bo'ong segala " Ucap pelaku bogem aka Tenten.
" Anak barunya cewek ato cowok? " Tanya Kiba
" Kalo cewek kan bisa minta nomor telepon nya " Kata Lee dengan senyuman ala om om dan alis lebal nya yang di naik turun kan.
Ctak! Ctak!
Sakit..." Rintih Kiba dan Lee.
Dasar mesum! " Ucap Tenten dan Sakura bersamaan.
" Cewek kok. Pintar lagi " Jawab Ino. Mata para siswa laki-laki pun langsung bling-bling
" Cantik ? "
" Seksi ? "
" Single ato taken ?"
Dan banyak lagi pertanyaan lainnya.
" Ane kagak bisa njelasin semua, jadi liat aja sendiri byeee ane mau ke kantin dulu. " Kata Ino yang kemudian pergi bersama Sakura, Tenten dan Hinata.
skip time_
Kiba yang sedang ngerumpi bersama Chouji, Sikamaru dan Kankuro tiba-tiba dibuat heran denggan siswa-siswa cowok yang tahu-tahu berjamaah keluar kelas.
"Weh ada apan itu? " Tanya Kiba spontan.
" Halah paling cuma pada lihat lomba voli. " Ucap Shikamaru setengah ngantuk.
" WOI sini woi ! " Celuk Lee dari pintu kelas " Cepetan oi! "
" Malas ah . " Balas Sikamaru
Rock Lee akhirnya datang dan menarik tiga orang itu " Ayo ntar nyesel loh " Lee pun menyeret mereka ke balkon. Aneh nya balkon sudah dipenuhi oleh orang-orang bukan hanya dari kelas nya, Namun kelas sebelah pun juga ada.
3 orang itu jadi penasaran. Mereka akhirnya ikutan melihat ke bawah dari balkon.
Kiba menepuk pundak orang di sampingnya. " Ada apa sih kok pada kumpul di sini? " Tanya Kiba " Oh cuma nungguin- Eh itu mereka"
Kiba mengarahkan pandangan nya ke arah teras ruangan komputer, di sana ada iring-iringan anak cewek yang menuju ke meeting room.
" Cantik~ " wiwitt
Anak-anak pada saling melempar sapaan/ bersiul ke arah si anak-anak cewek itu...
" Anjir... cantik bener. " Kata Kankuro
" Hehe sudah kubilang kalau gak lihat bakalan nyesel" Ucap Lee
" Iya terutama cewek pirang kucir dua itu aaa" Kata Chouji
" Cantikan ? " tanya suara wanita
" Iya" kata mereka ber-4 " Eh!?" Kiba, Chouji, Shika dan Kankuro pun melihat ke belakang. Dan mereka mendapati Ino berdiri di belakang mereka.
" Itulah si anak Baru" Lanjut Ino.
