disclaimer © Animonsta Studios
warning puisi gagal, plotless, diksi sulit dimengerti, fictogemino gagal total sehingga pembaca tidak perlu menghabiskan waktu untuk membaca upside down.


Hari ini, Ying menemui Yaya yang tidur berselimut taburan puspa bernama mimpi—putih.

"Yaya, bangun."

Yaya terjaga.

"Yaya, kamu mendengarku?"

Indra aural menangkap suara.

"Yaya, aku membuat puisi untukmu. Kamu mau mendengarnya?"

Afirmasi datang dari Yaya.


Selasa sebelas September, masih ingatkah kamu?
Euforia membayangi, elegi melilit
Lirih pernah menyebutmu sebagai sahabat kala itu
Aku, di masa kini, dalam ratapan akan takdir yang sulit
Mengingatmu sebagai pengusir halimun kelabuku
Anganku dalam rindu menjerit


Teman, jangan sisihkan aku dari bilik memorimu


Impianku dalam rindu memekik
Namamu, senyummu, semua dalam album preferensi
Gagal kudekap mereka yang tersapu rangkaian detik
Gagal kubawa meluncur dalam reminisensi
Aku bersama balada kisah yang tersusun atas larik
Lalui semua ini seorang diri


Sunyi datang dari Ying.

"Ying, aku membuat puisi untukmu. Kamu mau mendengarnya?"

Indra aural menangkap hening.

"Ying, kamu mendengarku?"

Ying bergeming.

"Ying, bangun."

Hari ini, Yaya menemui Ying yang tidur berselimut taburan puspa bernama lili—putih.


tamat


~himmedelweiss 03/04/2020