Disclaimer : Naruto [ Masashi Kishimoto ]. Dan Highschool DxD [ Ichie Ishibumi ].

Pair : Naruto X Harem mungkin

Warning : Gaje, bahasa tdk baku, OC, OOC, Au, Abal, Typo (s), Miss Typo and lainnya.

INGAT

DON'T LIKE...DON'T RIDE

.

.

.

.

.

.

Chapter 2

~Happy Reading~

"Ehhmm.."

Lenguh seorang Gadis cantik yang mulai terbangun dari alam mimpinya. Ia mulai membuka kelopak matanya yang terasa berat, mulai memfokuskan penglihatannya kearah ruangan yang ditidurinya. Ia baru ingat bahwasannya kemarin ada seorang pemuda yang mengajaknya untuk tinggal ditempatnya.

Ia lalu bangun dari posisinya dan mulai berjalan keluar dari ruangan itu.

"Oh, kau sudah bangun"

Entah itu pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepadanya dari seorang pemuda pirang dengan pakaian sekolahnya. Pemuda itu sedang sibuk menyiapkan masakan yang ada dimeja makan. lalu Gabrielpun berjalan kearah pemuda itu.

"Duduklah, kita akan makan" Ucap Naruto kepada Gabriel, gadis yang baru dikenalnya kemarin.

Gadis itu tanpa membantah langsung duduk berhadapan dengan Naruto yang telah usai menyiapkan makanan yang dibuatnya.

"Selamat makan"

Mereka mulai memakan apa yang disediakan dimeja, tidak ada percakapan atau pembicaraan saat sedang makan hanya diam menikmati makanannya masing-masing. Hingga...

"Hmm... Naruto-san?" Panggil Gabriel saat sela makannya.

"Ahh... Iya?"

"Apakah kau tinggal sendirian disini?" Tanya Gabriel kepada Naruto yang menatap kearahnya.

"Iya, aku tinggal sendirian. Hmm.. Memangnya kenapa?"

"Tidak ada. Memangnya keluargamu kemana Naruto-san?"

"Entahlah aku juga tidak tahu... Aku kehilangan ingatanku setahun yang lalu, jadi aku tidak ingat apapun tentang keluargaku"

"Hilang ingatan?"

"Yah.. Aku hilang ingatan. Yang aku ingat saat itu cuman namaku saja, itu juga aku mengingatnya diselembaran ramen gratis yang ada dicelana saku yang aku pakai" Ucap Naruto saat sudah selesai dengan makanannya "Saat itu aku entah kenapa dirumah sakit dengan keadaan sekarat... kata dokter yang disana aku mengalami kecelakaan parah dengan luka bakar dimana-mana. Tapi untungnya aku selamat walaupun aku mengalami hilang ingatan" lanjutnya

"Hmm.. jadi begitu, maaf kalau aku mempertanyakan yang tidak-tidak" Ucap Gabriel menatap prihatin Naruto. Dihatinya Ia sedikit menyesal dan kasihan kepada pemuda yang mengalami kejadian yang sudah dialaminya.

Sementara dirinya sama sekali belum merasakan atau mengalami musibah seperti para manusia seperti pemuda yang didepannya ini. Sebagai seorang malaikat ia hanya bisa melihat apa yang di alami para manusia, ia juga kadang membantu mereka tapi tidak semua karena pekerjaannya sebagai seraf yang amat sibuk untuk mengatur sistem surga.

"Tak apa" Ucap Naruto tersenyum.

Tidak tahu kenapa Naruto menceritakan kejadian yang menimpanya kepada sosok yang baru dikenalnya kemarin. Tapi Naruto merasa bahwa gadis yang didepannya ini kelihatannya baik dari sikap, ucapan, dan tingkah lakunya. Yah walaupun saat ditaman semalam sikapnya jutek begitu kepadanya, tapi saat sudah mengenalnya sedikit sikapnya cukup baik kepadanya.

Naruto akui bahwa gadis didepannya ini cantik sangat cantik malah, bahkan Naruto baru melihat perempuan secantik gadis didepannya ini walaupun banyak gadis cantik disekolahnya akan tetapi gadis didepannya ini sangat sempurna. Kalau kebanyakan orang berada diposisinya pasti orang itu akan melakukan hal-hal yang tidak senonoh kepada gadis didepannya ini, tapi dirinya bukan orang seperti itu walau mukanya tidak terlalu tampan.

"Aku akan membereskan ini semua... Kau bisa menonton TV kalau mau" Ucap Naruto saat melihat Gabriel sudah selesai dengan makannya.

"Tidak, biar aku saja... Naruto-san langsung saja ke sekolah sebelum terlambat" Ucap Gabriel merasa tidak enak kepada Naruto "Ini juga sebagai tanda terima kasihku kepadamu karena Naruto-san sudah mengajakku tinggal disini" Ucap Gabriel tersenyum tulus

"Apa... tidak apa?" Tanya Naruto ragu

"Tak apa... Aku senang melakukan ini" Ucap Gabriel mulai mengangkat beberapa piring yang kosong dan mulai berjalan kearah wastafel.

"Baiklah kalau gitu, aku sekolah dulu... aku pulang agak malam, jadi kunci rumah aku letakan di atas meja" Ucap Naruto yang mulai berjalan keluar rumah.

Prannkk

Suara piring pecah yang berasal dari dapur. Naruto yang mendengar itu kaget dan langsung menuju kedapur. Saat sudah sampai ia bisa melihat Gabriel yang sedang terluka.

"Ittai" Ringis Gabriel mengetahui bahwa jari telunjuknya berdarah.

"Apa yang terjadi Gabriel?!" Ucap Naruto yang tiba didapur dan panik saat melihat bahwa gadis didepannya mengalami luka dijari telunjuknya.

"Maaf karena aku piringmu jadi pecah" Ucap Gabriel menyesal dan langsung menyembunyikan tangannya dibelakang tubuhnya.

"Ck kau malah mementingkan piring itu, sebelum itu lihat dulu keadaanmu. Kau terluka... Coba aku lihat tanganmu" Ucap Naruto khawatir dan mulai mendekat kearah Gabriel.

Gabriel langsung memperlihatkan tangannya yang tadi sempat disembunyikannya. Ia hanya tidak ingin membuat pemuda didepannya ini khawatir. Ia bisa saja menyembuhkan lukanya dengan mudah tapi karena Naruto sudah melihatnya apa boleh buat. ia langsung menyodorkan tangannya ke arah Naruto.

"Sampai berdarah... Aku akan mengobatimu jadi jangan khawatir" Naruto lalu memegang tangan Gabriel yang terluka dan mendekatkan kearah wajahnya.

Slup

Naruto langsung memasukan jari telunjuk Gabriel ke mulutnya. Ia mulai menyedot darah Gadis didepannya ini dengan lembut dan ia menggunakan lidahnya untuk menyapu darah yang keluar dijari Gabriel.

Gabriel jangan ditanya lagi. Gadis ini tentu saja kaget dengan perlakukan Naruto, jantungnya tiba-tiba saja berdetak lebih cepat dari biasanya seolah ingin keluar dari dalam tubuhnya dan ia merasakan seluruh badannya tiba-tiba memanas entah kenapa. Ia juga merasakan perasaan menggelitik dihatinya.

Glup

Gabriel merasa tiba-tiba tubuhnya menegang saat melihat Naruto menelan sedikit darahnya.

"Ahh.. Nah sudah baikan. Darahnya tidak akan keluar lagi, jadi lain kali hati-hati yah" Ucap Naruto tersenyum lega setelah mengobati Gabriel

"A-a-arigatou" Ucap Gabriel tergagap malu dan menundukan wajahnya yang merah.

"Tak masalah... Eh sial aku hampir terlambat. Kalau gitu aku pergi dulu" Ucap Naruto yang mulai meninggalkan Gabriel sendirian.

Sementara Gabriel mulai tersenyum sendiri dan meletakan tangannya tepat didadanya yang berdebaran tak menentu. Ia baru merasakan perasaan ini pertama kali, perasaan ini membuatnya nyaman, perasaan yang hampir sama saat bersama Tuhan(palsu) tapi berbeda, ia juga bingung dengan perasaan ini.

.

.

.

Naruto POV

Kouh High School, Sekolah yang menghasilkan banyak sekali murid yang berbakat. Dulu sekolah ini hanya khusus untuk perempuan tapi itu dulu saat 4 tahun yang lalu kini sekolah ini menjadi campuran. Sekolah ini juga kebanyakan perempuan mungkin berbanding 8:3.

Kini aku berjalan sendirian melewati gerbang sekolah yang hampir ditutup oleh satpam penjaga.

"KYAAA... PIRANG-KUN KAU TAMPAN SEKALI!!!"

"KYAAAA... IYA HARI INI KAU TAMPAN SEKALI!!!"

"KYYAA... MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU!!!"

Teriakan-teriakan gila yang mendengung digendang telingaku membuatku menutup kedua telingaku. Teriakan itu tertuju kepadaku atau lebih tepatnya kepada pemuda pirang yang didepanku.

Yuuto Kiba itulah namanya yang membuat para fansnya berteriak senang akan ketampanannya semata yang diatas rata-rata. Aku cuman mengetahui namanya dan ia merupakan adik kelasku.

"KYAAA.. DIA TERSENYUM!!!"

"KYAAAA... AKU BISA GILA!!!"

Teriakan itu semakin menggila saat pemuda itu tersenyum dan melambaikan tangannya bermaksud membalas teriakan para fans gilanya itu. Apa dia sengaja?

Aku semakin mengeratkan tanganku kepada telingaku agar teriakan itu tidak membuat telingaku bocor (Author: bilangsaja kau iri Naruto #DiRasengan).

Oh iya aku hampir lupa bahwa aku bersekolah disini hampir satu tahun. Yah... tidak ada hal-hal yang menarik dalam setahun ini sih dan aku berada di kelas 3A yang katanya kelas unggulan.

Saat sudah sampai didepan kelas aku mulai membukakan pintu yang ada didepanku dan berjalan menuju kebangku yang sering aku tempati bersama gadis berambut hitam yang duduk disisi bangku miliku.

"Ohayou Naruto-kun" Ucap seorang gadis yang duduk disebelah tempatku.

"Ohayou Akeno"

Himejima Akeno nama gadis itu, ia sangat populer disekolah ini. Aku ingat betul pertemuan pertamaku bersamanya. saat itu pada malam hari, dia hampir diperkosa oleh 5 orang preman yang suka meresahkan warga dan kebetulan aku berada disana. Aku melihat Akeno yang di himpit oleh 5 orang, tentu saja aku langsung menghajar 5 orang itu dan anehnya setiap pukulanku terasa sangat kuat, hanya dalam sekali pukul mereka langsung pisan dan anehnya juga gadis didepanku ini hanya diam seolah tidak terjadi apa-apa. Setelah kejadian itu kami memperkenalkan diri kami masing-masing dan beberapa bulan kami cukup akrab untuk seorang teman, yah seorang teman.

"Ara ara, kenapa kau meihatku begitu Naruto-kun?" Tanya Akeno tersenyum menggoda.

"Hmm... Tidak ada" Ucapku langsung mengalihkan tatapanku. Yah ia juga sering menggodaku agar membuatku malu dihadapannya. Saat kutanya kenapa ia sering menggodaku apakah ia menyukaiku tapi gadis itu hanya diam dan langsung melenggang pergi. Setelah kejadian itu ia malah menggodaku dengan semakin parah. Ahhh dasar perempuan itu merepotkan.

"fufufu Apakah kau mulai menyukaiku Naruto-kun" Ucap Akeno tersenyum nakal.

"Te-tentu saja tidak"

"Lalu kenapa kau menatapku seperti itu. Aku tahu tubuhku menggoda , tapi tidak seharunya menatapku lekat seperti itu juga Na~ru~kun" Ucap Akeno dengan nada menggoda diakhirinya.

"A-aku ti-tidak seperi itu"

"lalu?"

"Hentikan Akeno" Ucap tiba- tiba gadis berambut merah yang duduk tepat didepanku.

"Ara ara, Buchou apakah kau cemburu. Aku tidak tahu bahwa kau menyukai Naruto-kun, Rias fufufu" Ucap Akeno

Rias Gremory salah satu siswi populer disekolah ini selain Akeno. Aku tidak ingat pertemuan pertama dengannya, yang aku ingat Akeno sering sekali bersamanya. Ia pemilik sekolah ini atau lebih tepatnya orang tuanya yang memiliki sekolah ini. Rias kalau tidak salah ketua Club yang dimasuki Akeno, Club itu namanya penelitian ilmu gaib, Sebuah Club yang aneh menurutku. Rias juga selalu bersikap tidak suka kepadaku entah kenapa.

"Mana mungkin aku menyukainya!" Ucapnya sambil menatapku dengan sinis.

"Kalau tidak menyukai berarti mencintai yah fufufu" Ucap Akeno mencoba mengerjai ketuanya, Tapi sebelum bel berbunyi.

Kring~ Kring~

Bunyi bel tanda bahwa jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Setelah bunyi bel itu guru yang mengajarpun datang sambil membawa buku yang merupakan pelajaran hari ini. Guru itu bernama Azazel, guru yang mengajarkan pelajaran Fisika. Azazel mulai menyapa dengan dibalas para murid dan mulai mengajarkan apa yang harus diajarkan.

Semua murid mendengarkan apa yang diterangkan oleh guru mereka tanpa ada gangguan atau usikan, kecuali diriku yang sedikit risih oleh Akeno.

"A-ano, Akeno bisakah kau geser sedikit" Bisikku risih kepada Akeno

Tidak risih gimana saat ini Akeno posisinya sangat dekat denganku bahkan kedua bahuku bersentuhan dengannya.

"Oh baiklah"

sret

Akeno mulai menggeser sedikit tapi bukan menjauh malah mendekat. Dia pikir aku menyuruhnya mendekat padahal aku menyuruhnya untuk menjauh. Saat ini posisi Akeno malah bersandar didadaku, dan tentu saja rambutnya hampir bersentuhan dengan hidungku.

"Bu-bukan itu maksudku"

"Naruto-kun sebaiknya kamu mendengarkan saja pelajaran Azazel Sensei, kalau tidak dia akan marah" Ucapnya menatapku lekat dengan pandangan sendu, dan tentu saja bibirku hampir bersentuhan dengannya.

"Ehem... Naruto-san dan Akeno-san kalau kalian ingin berciuman sebaiknya diluar" Tegur Azazel sensei kepadaku dan akeno. dan juga itu membuat semua murid menatap ke arahku akibat kejahilan Akeno yang menjadi.

"Ma-maaf sensei" Ucapku dan aku mendelik kearah Akeno yang sudah menjauh dari arahku dan ia menatapku sambil tersenyum manis menurut kebanyakan orang tapi tidak untukku.

Azazel sensei pun mulai menerangkan kembali pelajaran yang sempat berhenti.

"Ahhh~ gerahnya" Ucap Akeno berulah lagi

Gadis ini kenapa selalu menggodaku seperti ini. Aku melihat tangannya mulai naik ke atas dadanya, ia lalu membukakan kancingnya yang ke satu sambil menatapku dengan pandangan sendu. Lalu melanjutkannya ke kancing yang kedua, dari sini aku bisa melihat bra berwarna hitam yang ia pakai. Astaga!!! Ini mulai keterlaluan, gadis ini gila!!!. Lalu ia akan mulai membuka kancingnya yang ketiga sebelum...

"HENTIKAN!!!" Teriakku sambil menggengam tangannya agar tidak dilanjutkan tindakannya itu.

Akibat teriakanku, kini semua orang mulai menatapku yang sedang memegang tangan Akeno, Sensei yang tadi menerangkan mata pelajaranpun berhenti dan menatapku.

"Naruto-san sebaiknya kau keluar dari kelasku ini, kau menganggu murid lain yang sedang fokus belajar" Tegur Azazel sensei dengan tatapan tajam.

"Ta-tapi Sensei di-dia" Ucapku mencoba mencari alasan.

"KELUAR!!!"

Akupun menunduk lesu. Saat aku melihat Akeno, dia terlihat sedang menahan tawanya yang membuatku kesal setengah mati. Lalu akupun berjalan keluar kelas dengan perasaan yang tak menentu :v

Naruto POV END

.

.

.

KRING~ KRING~

Bel tanda istirahatpun berbunyi para murid mulai berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.

"Dasar gadis itu, kenapa ia selalu mengerjaiku sampai-sampai aku dikeluarkan dari kelas" Gerutu Naruto sampai ia tidak melihat jalan yang didepannya.

Brukk

"Ittaii!"

Ringis seseorang yang ditabrak Naruto. Naruto yang menabraknya kaget, tentu saja kaget yang ditubruknya adalah Rias Gremory yang selalu bersikap tidak suka kepadanya. Terlihat posisi Rias yang jatuh terduduk.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto mengulurkan tangannya mencoba membantu Rias.

Plak

"Jangan sok perhatian kepadaku pirang!"Ucap Rias menghempaskan tangan Naruto dan berlalu pergi.

"Hah... Seharusnya aku tahu dia akan bersikap seperti itu" Ucap Naruto menatap Rias yang mulai menjauh.

Setelah itu Naruto mulai berjalan kearah kantin. Saat sudah sampai ia langsung memesan makanannya. Lalu mencari tempatnya untuk duduk. Ia melihat 2 tempat yang kosong, satu dipojok kanan dan satu lagi dipojok kiri. Ia lalu berjalan kearah pojok kiri tapi tiba-tiba berhenti saat melihat Akeno dan Rias yang menduduki tempat itu, karena tidak mau berurusan dengan mereka, akhirnya ia memilih pojok kanan yang diisi oleh kumpulan trio mesum.

"Ano... Bolehkah aku duduk disini?" Tanya Naruto saat sudah tiba.

Trio mesum yang di anggotai oleh Issei, motohoma dan matsuda kumpulan orang-orang yang bergeser otaknya. Mereka juga selalu mengintip para siswi yang selalu berganti baju dan tentu saja mereka selalu jadi bahan keroyokan para siswi yang diintip itu tapi mereka tidak kapok-kapok melakukan kegiatan yang menjijikan itu seolah itu adalah bagian hidup mereka.

"Ohh Senpai... Tentu saja silahkan"

Narutopun duduk disamping Issei. Mereka lalu melanjutkan perbincangan yang tadi sempat terhenti oleh Naruto.

"Wahh.. Aku tak menyangka kau hebat Issei" Ucap Motohama yang terkagum oleh Issei.

"Tentu saja... Sebagai kapten dari kalian aku harus menaiki levelku" Ucap Issei menepuk dadanya tiga kali sambil berucap namanya disela itu.

"Hmmm... Tapi bagaimana kau bisa masuk ke Club penelitian ilmu gaib, Issei?" Tanya Matsuda penasaran.

Naruto yang mendengar itu hanya melirik sesekali kearah mereka. Ia sedikit tertarik bagaimana bisa pemuda mesum itu dapat bisa bergabung ke Club yang dipimpin oleh si tomat itu, itulah yang dipikiran Naruto. Tapi sebelum Issei menjawab ada dua gadis yang datang.

"Ara ara, bolehkah kami bergabung disini Naruto-kun?" Tanya salah satu gadis itu yakni Akeno.

Naruto yang melihat itu menepuk jidatnya sendiri. Tadi sebelumnya dua gadis ini sudah mendapatkan tempat duduk tapi kenapa mereka pindah kesini, Naruto yang mengetahui itu hanya menghela nafasnya.

"Oh... Tentu saja boleh Akeno-Senpai" Bukan Naruto yang menjawab akan tetapi Isseilah yang menjawab.

'Sial sekali hari ini' Ucap Naruto tersenyum getir

Lain lagi dengan matsuda dan motohama mereka hanya melotot dan menjatuhkan rahang mereka. Mereka tidak menyangka bahwa mereka bisa makan bersama dengan 2 gadis tercantik disekolah mereka.

Kedua gadis itu duduk bersebelahan, Akeno disamping Naruto sementara Rias disamping Akeno seperti itulah (Anggap saja tempat duduknya panjang).

"A-ano Rias... Hmm soal tadi maaf yah" Ucap Naruto mencoba membuka percakapan.

"Lain kali hati-hati kuning!" Ucap Rias agak sinis.

'Sebaiknya aku tidak bicara dengan si tomat itu' Batin Naruto yang mulai jenuh oleh sikap Rias terhadapnya.

"Ara, memangnya apa yang terjadi?... Dan kenapa kau tiba-tiba marah begitu Rias, bukannya kau mengajakku kesini agar bisa berdekatan dengan Naruto-kun" Tanya Akeno penasaran.

"Ma-mana mungkin aku mau berdekatan dengan orang seperti dia!"

"Terus?"

"A-aku hanya" Rias mulai berfikir untuk mencari alasan, saat ia melihat Issei ia mempunyai ide "Yah... aku hanya ingin bertemu Issei-kun" Ucapnya bohong

Issei yang mendengar itu bahagia, tentu saja bahagia, siapa coba yang tidak bahagia saat seorang gadis cantik mengatakan itu, apalagi ini Buchou nya orang yang selalu dibayangkannya saat sedang melakukan co*pip* di wc.

"Terus tadi mengapa kau men-"

"Sudahlah Akeno... Jangan terus menggodaku!" Rias memotong ucapan Akeno agar ia tidak dibuat malu olehnya.

"Fufufu"

Akeno hanya tersenyum senang bisa berhasil menggoda ketuanya itu. Saat Akeno melihat Naruto, pemuda itu hanya memakan makanannya saja seolah menghiraukannya atau pemuda pirang itu tidak mau dijahilinya. Akeno mulai menyeringai sebuah ide iblis terlintas dipikirannya.

Akeno mulai mengangkat tangannya dan menempatkannya dipaha Naruto sambil menggesek-gesek tangannya.

Naruto yang merasakan itu hanya diam berusaha tidak peduli.

Akeno tidak menyerah, ia mulai menaikan keatas tangannya sedikit demi sedikit. Saat tangannya sudah mencapai pada sesuatu yang menonjal dibalik celana Naruto. Ia lalu meremasnya pelan.

'A-a-apa-apaan gadis ini!!!... I-ini su-sudah kelewatan!' Umpat Naruto dalam hati dan badannya terlihat menegang.

Akeno yang melihat Naruto menegang menyeringai senang. Ia lalu meremas batang Naruto sampai kuat.

"UHHH!!!"

Naruto melenguh sakit, ia lalu mendelik ke arah Akeno yang menahan tawanya.

Semua orang yang dibangku itu mulai menatap ke arah Naruto.

"Are... Ada apa senpai?" Tanya Issei yang berhenti makannya

"Akeno sebaiknya kau ikut denganku?" Sepertinya Naruto mulai marah terhadap Akeno terbukti dari tatapan yang tajam.

"Memangnya ada apa?" Tanya Akeno watados.

Bukannya menjawab Naruto malah menarik tangan Akeno dan menjauh dari kantin menuju tempat yang sepi.

SKIP

"Sudah cukup Akeno!"

Kini mereka berdua berada dibelakang gedung sedolah. Terlihat Naruto menghimpit Akeno dan memenjarakannya dikedua tangannya supaya gadis itu tidak bisa lari kemana-mana.

"Ini sungguh keterlaluan Akeno... Aku bisa saja menyerangmu suatu saat, jadi berhentilah melakukan tindakan bodoh itu" Naruto mulai lelah terhadap Akeno yang selalu menggodanya.

"Kalau Naruto-kun menginginkannya aku mau, asalkan itu Naruto-kun"Ucap Akeno sambil memalingkan wajahnya yang memerah

Naruto memijit keningnya sendiri setelah mendengar jawaban yang Akeno lontarkan, ia tidak menyangka bahwa jawaban itu yang Naruto dapat.

'Kalau begini aku harus mencari cara supaya gadis ini tidak menggodaku terus' Batin Naruto dan mulai sedikit menjauh dari Akeno beberapa langkah.

"Hmm... Akeno, A-aku su-sudah mempunyai kekasih jadi jangan menggodaku lagi mulai sekarang" Ucap Naruto tergagap dan memalingkan mukanya kesamping.

Akeno yang mendengar itu terbelalak matanya, ia tidak menyangka Naruto punya kekasih akan tetapi dari raut wajahnya dan dari cara bicaranya sepertinya pemuda itu berbohong kepadanya.

"Kekasih?" Tanya Akeno pura-pura penasaran karena Naruto sudah jelas ketahuan bohongnya.

"Yah... Kekasih"

"Ara ara, Terus dimana kekasihmu itu Naruto-kun?" Akeno mulai menyeringai.

'Sial... Sepertinya aku ketahuan bohong' Umpat Naruto dalam hati. Ia mulai berfikir bagaimana cara menemukan kekasih dengan waktu cepat supaya Akeno tidak menganggunya lagi.

Ia jadi teringat Gabriel gadis kemarin malam yang sekarang tinggal dirumahnya.

'Mungkin aku harus mencobanya' ide gila Naruto mulai ada difikirannya, ia mencoba membuat Gabriel menjadi kekasih palsunya.

"Hmm, ke-kekasihku se-sekarang ada dirumahku"

"Kalau begitu aku akan menemui kekasihmu itu Naruto-kun" Akeno semakin menyeringai.

"Ehh... Tidak bisa"

"Kenapa tidak bisa Naruto-kun?"

"Ano, hmm... Eto..."

"Kalau tidak bisa... Aku akan terus menggodamu"

"Baiklah!.. Setelah pulang sekolah kau ikut aku" Ucap Naruto menjambak rambutnya sendiri.

"Pulang sekolah... Mememangnya kau tidak bekerja Naruto-kun... Kalau setelah bekerja aku juga bisa kerumahmu"

"Tidak, hari ini aku libur"

KRING~ KRING~

Tak terasa bel tanda bahwa istirahat telah berakhir. Naruto maupun Akeno pergi kekelas mereka tanpa ada saling berbicara mereka sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.

Selama dalam pelajaran, Akeno sekarang tidak menggoda maupun menjahili Naruto. Gadis ini cuman diam entah apa yang ada difikirannya sekarang. Sedangkan untuk pemuda disamping Akeno, ia panik untuk memikirkan cara supaya Gabriel mau menjadi kekasih palsunya.

"Ano sensei bolehkan aku ke toilet sebentar" Ucap Naruto kepada Sensei yang sedang mengajar.

"Ohh.. Tentu saja Naruto-san"

Narutopun langsung pergi ke wc tujuannya untuk menelepon Gabriel. Yah iya mempunyai telepon rumah dekat TV.

"Moshi moshi"

"Iya dengan siapa?"

"Ini aku Naruto, Gabriel"

"Hmmm... Ada apa Naruto-san?"

"Langsung saja... Hmm... Ano Gabriel ma-maukah kau ja-jadi pacar palsuku?"

"Pacar palsu?... Memangnya ada apa Naruto-san?"

Naruto lalu menceritakan tentang Akeno yang selalu menggodanya kepada Gabriel. Setelah mendengar itu Gabriel setuju untuk membantu Naruto dan mau jadi kekasih palsu Naruto.

.

.

.

SKIP

"Ara ara, aku ingin tahu seperti apa kekasihmu itu Naruto-kun?, fufufu"

Saat ini Naruto dan Akeno berjalan bersama menuju tempat tinggal Naruto.

"Na-nanti juga kau tahu"

Selang beberapa menit akhirnya mereka juga tiba dirumah Naruto. Naruto mulai berjalan mendahului Akeno dan membuka pintu rumahnya dan menyuruh Akeno untuk masuk.

"Tadaima"

"..."

"..."

"..."

"Ara, kurasa tidak ada yang menja-"

"Okaeri Naruto-kun"

Terlihat seorang gadis sangat cantik keluar dari kamar Naruto dengan pakaian kaos merah dengan gambar rubah ditengahnya dan celena jeans yang melekat pada kakinya(pakaian Naruto). Gadis itu berjalan kearah Naruto dan Akeno.

Naruto yang melihat Gabriel menggunakan pakaiannya merasakan sesuatu yang aneh dipikirannya, dan hidungnya mulai mengeluarkan darah.

Akeno terkejut, ia tak menyangka bahwa Naruto mempunyai kekasih dan ia juga tidak menyangka bahwa kekasih Naruto bisa secantik ini, pantas saja Naruto terlihat tidak tertarik kepadanya. lalu ia membandingkan dirinya dengan gadis didepannya ini, dari wajah sampai badan Akeno merasa kalah dengan gadis didepannya ini.

"Are... Naruto-kun siapa yang kau bawa?" Tanya Gabriel dengan senyum lembut dan jangan lupa pake suflik Kun untuk menambah ke akraban.

"Oh Iya... kenalkan Gabriel-chan ini Akeno teman sekelasku" Ucap Naruto menyeringai ke arah Akeno, dirinya kini merasa menang dari Akeno.

"Akeno, Himejima Akeno" Ucap Akeno menunduk. Saat ini perasaan Akeno sakit entah kenapa saat mengetahui Naruto mempunyai seorang kekasih apalagi kekasihnya tinggal bersamanya, itu membuat Akeno seperti hatinya dicambuk beberapa kali.

"Sebaiknya kalian saling mengenal dulu, aku akan pergi mandi dulu dan berganti pakaian" Ucap Naruto lalu pergi ke kamarnya yang kebetulan ada kamar mandi disana.

'Iblis'

Gabriel bisa merasakan aura gadis yang dibawa Naruto, ia juga sudah menekan auranya sampai tidak bisa terdektesi oleh siapapun kecuali oleh seseorang kekuatan yang sepangkat dengannya atau juga oleh orang yang mempunyai tingkat sensor yang tinggi.

Gabriel melihat wajah Akeno yang sedikit menunduk, terlihat wajah akeno sedang sedih Gabriel tidak tahu kenapa. Gabriel mulai mengangkat tangannya untuk memegang dagu wajah Akeno. Saat sudah dipegang Gabriel mulai mengangkatnya pelan.

Gabriel terkejut melihat gadis didepannya ini menangis terlihat dari pipinya yang terus mengalir air mata. Gabriel lalu menghapus air mata itu.

"Kenapa kau menangis?" Tanya Gabriel dengan pandangan lembut.

"..."

"..."

"..."

"Jadi begitu kau mencintai Naruto-kun yah" Ucap Gabriel yang masih menghapus air mata Akeno.

Gabriel tentu saja peka kenapa tiba-tiba gadis didepannya ini menangis.

"Hiks Aku tidak mencintainya" Sanggah Akeno dan menurunkan tangan Gabriel pelan.

"Kalau tidak kenapa kau menangis?" Tanya Gabriel.

"Hiks"

Hanya isak tangis yang terdengar.

Gabriel merasa bersalah telah membohongi gadis didepannya ini dengan berpura-pura sebagai kekasihnya Naruto.

"Kalau kau mencintainya kenapa tidak mengatakannya kepada Naruto-kun?" Tanya Gabriel lembut.

"..."

"..."

"..."

"..."

"A-aku ta-takut hiks dia akan menjauhiku" Ucap Akeno akhirnya menjawab sambil menghapus air matanya itu

"Menjauhi?"

"Iyaa... Se-sebenarnya a-aku ini Iblis, aku takut Naruto-kun menjauhiku karena diriku ini Iblis" Ucap Akeno yang menunjukan jati dirinya sebagai iblis.

"Hmm Iblis yah"

"Kenapa kau tidak terkejut sama sekali?" Tanya Akeno yang penasaran bahwa manusia didepannya ini tidak terkejut setelah mengetahui dirinya iblis

"Sebenarnya aku ini Malaikat Akeno-chan" Ucap Gabriel membuka jati dirinya juga.

Blestt

Lalu Gabriel memunculkan 12 sayap nya yang indah dan tanda halo dikepalanya.

Akeno terkejut mengetahui bahwa orang didepannya ini seorang Malaikat yang menjadi musuh bubuyutannya Iblis seperti dirinya tapi itu dulu sebelum 3 fraksi memutuskan untuk berdamai.

"Ka-kau Malaikat" Ucap Akeno terkejut.

"Iya aku Malaikat... Sebenarnya aku berpura-pura menjadi kekasihnya Naruto-kun"

"berpura-pura?"

Akhirnya Gabrielpun menceritakan tentang hubungan sebenarnya dengan Naruto dimulai dari ia yang diajak tinggal sampai Naruto yang menelepon dirinya.

Setelah mengetahui itu Akeno kesal setengah mati dan malu karena tadi ia menangisi Naruto didepan Gabriel. Ia pasti akan membalas perbuatan Naruto yang telah membuat hatinya bersedih pedih.

Setelah itu merekapun duduk diruang tamu sambil mengenal satu sama lain.

.

.

.

.

Dihutan dekat kota Kuoh.

Terlihat disebuah hutan dekat kota kuoh terjadi petarungan yang mengakibatkan banyaknya kerusakan dimulai dari pepohonan yang tumbang dimana-mana sampai kebakaran hutan.

Terlihat juga dua orang pemuda, satu berwarna silver dengan armor putih yang melengkapi tubuhnya dan satu lagi pemuda berambut hitam raven dengan mata kanan berwarna merah dan mata kiri berwarna ungu dengan 9 tomoe yang melingkari matanya.

"Wah, ternyata kau kuat juga yah" Ucap seorang pemuda berambut silver dengan armor robot melekat ditubuhnya.

"Aku tidak tahu, mengapa kau tiba-tiba saja menyerangku" Kata pemuda berambut hitam raven dengan wajah datarnya.

"Sebelum itu perkenalkan namaku Vali, Aku Hakuryuuko terkuat masa kini" Ucapnya dengan sombong.

"Aku tidak peduli. sebaiknya kau jangan menghalangi jalanku" Ucap pemuda itu yakni Sasuke dengan bersiap menyerang kembali.

"KATON : GOKAIYOU NO JUTSU"

Sebuah bola api lumayan besar meluncur ke arah Vali dengan ganas.

[DIVIDE] [DIVIDE] [DIVIDE] [DIVIDE]

Bola api itu semakin mendekat kearah Vali dan mulai mengecil ukurannya lalu menghilang seakan bola api itu terbagi oleh sesuatu.

Sasuke yang melihat itu mendecih tidak suka. Selama Sasuke menyerang menggunakan Ninjutsu kekuatan serangnya selalu terbagi oleh orang didepannya, entah kenapa Sasuke tidak tahu.

"Kau tidak akan bisa mengalahkanku. Kekuatanku adalah membagi serangan seseorang maupun membagi kekuatan seseorang, jadi kau tidak akan bisa mengalahkanku seberapa keraspun kau berjuang" Valipun langsung melesat cepat kearah Sasuke yang masih memproses perkataan dirinya.

Sasuke yang melihat Vali melaju kearahnya tentu saja tidak diam, ia langsung menyiapkan kuda kudanya untuk mengantisivasi serangan Vali.

Baku hantam pun tak terlelakan disana, mereka melakukan jual beli serangan, terlihat tidak ada yang mau mengalah.

Buak

Vali berhasil memukul perut Sasuke.

[DIVIDE]

"Uhh!"

Sasuke jatuh berlutut, ia merasakan kekuatannya terbagi. Sasuke mulai berpikir untuk mengalahkan orang didepannya ini. Setelah itu ia lalu berdiri tegak dan memandang lawannya dengan datar.

"Baiklah kalau kau ingin pertarungan. Akan aku tunjukan apa itu pertarungan sesungguhnya" Ucap Sasuke mulai serius.

BLAARR

Sasuke mulai mengeluarkan seluruh kekuatanya terlihat dari chakranya menguar dari tubuh Sasuke dan membuat tanah bergoncang dibuatnya.

Vali yang melihat itu terlihat senang bahagia entah kenapa mungkin itu dari sifat maniak pertarungannya.

"HAHAHA!!!... INILAH YANG AKU MAU!!"

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Yo akhirnya update juga

Klau ada pertanyaan silahka untuk bertanya jangan sungkan tapi kalau ada yang tidak suka untuk cerita ini sebaiknya jangan baca

Untuk pair Naruto ane bingung milihnya tapi pairnya sesuai jalan cerita ajjah dah.

pas Naruto kembali ke dimensinya mungkin akan ku buat menarik yang akan membuat Naruto tinggal didimensi DXD.

Bocoran disini Sasuke sebenarnya menggunakan Genjutsu kepada Vali. Jadi Vali bertarung dengan imajinasinya, wkwkwk

Jnagn suka Review yah dan mohon ide-idenya

sampai jumpa lagi