Disebuah ruangan, yang terlihat kumuh dan tak terurus, seperti gudang yang ditinggalkan, ada pria berwajah sangar yang sedang menerima laporan dari anak buahnya, orang yang sedang mendengar laporannya duduk di kursi singgasana sambil meminum anggur dari gelasnya.
"I-iya bos, dia mementalkan ku tanpa menyentuhku, a-akupun sampai pingsan dibuatnya."
Pria yang dipanggil bos itu memiliki rambut hitam yang panjang hingga ke punggung, kulit putih pucat yang mengerikan, serta mata yang memiliki pupil seperti ular. Aura berbahaya memancar dari sekellilingnya.
"Tak kusangka anak itu berulah lagi, khu khu khu, baiklah pergilah."
Dari belakang kursi muncul sosok humanoid yang mengerikan, ia memiliki kulit berwarna ungu serta sebagian tubuhnya dipenuhi sisik ular. Dari mulut makhluk tersebut keluar air liur yang menetes kebawah.
"Mungkin dia akan menjadi lawan yamg tangguh. Aku harus segera bergerak."
Naruto : Bizzare Advanture
Disclaimer : Semua karakter bukan punya saya
Rating : T (semi M)
Setting : AU
Warning : OOC, Typo, Adaptasi JJBA, Author pemula
"J-j-j-jadi dia yang memukuli banyak preman pasar k-k-kapan hari itu?"
"Kudengar jumlah premannya mencapai 20 orang."
"Ssstt jangan keras-keras kalau menggosip, nanti dia dengar."
"D-d-dia terlihat tampan ya?"
Begitulah isi cibiran cibiran yang keluar dari mulut teman sekelas Naruto, memang kejadian tempo hari sangat mengerikan, dimana remaja SMA dikeroyok 20 preman pasar saat di pusat perbelanjaan, sebelum hari pertama sekolah dimulai. Masalahnya adalah si pemuda yang keluar menjadi pemenang. Bayangkan saja, 20 preman garang dikalahkan oleh hanya 1 pemuda SMA, bahkan beberapa orang merekam kejadian itu, dan inilah hasilnya, popularitas Naruto melejit.
"Entah kenapa ingin rasanya aku kabur dari kelas ini."
Naruto jelas gelisah akibat perbuatannya, kejadian sebenarnya adalah saat ia keluar pusat perbelanjaan, ia hendak membeli es krim yang ada di depan, saat ia mengeluarkan dompet kataknya, ada preman yang menertawakan dompet katak tersebut. Tanpa basa basi Naruto langsung memukuli preman itu, kemudian muncul banyak teman preman yang dipukuli Naruto, ia dikeroyok 19 orang lainnya. saat terdesak ia mengeluarkan [Stand] nya dan menghajar habis semua preman itu. Ia kabur setelah berhasil menghajar mereka semua,agar terhindar dari masalah, tetapi malah sekarang banyak rumor buruk tentangnya.
"Uzumaki - san." Panggil seorang pemuda mangkok yang sedang memakai baju hijau ketat, ia terlihat seperti orang yang sedang latihan.
"Eh ada apa?"
"Kau kemarin habis menghajar para preman pasar itukan?" tanya pemuda mangkok itu, matanya berbinar binar menunjukan semangatnya.
"He-e, Iya, ada apa memang?"
"MARI BERGABUNG DENGAN KLUB BELA DIRI UZUMAKI - SAN, eh salah, NARUTO - KUN, KAU PASTI JAGO BELA DIRI KAN, IYA KAN, KAN, KAN?"
Naruto langsung sweatdrop dengan apa yang pemuda itu katakan.
"Sebelumnya, perkenalkan namaku Rock Lee."
Ucap pemuda itu dengan jempol yang mengacung dan terlihat kilauan dari giginya yang tersenyum.
Tak terasa mentari sudah hampir terbenam, jam menunjukan pukul 5 sore, para siswa pun mulai meninggalkan sekolah, pulang menuju rumah mereka masing - masing. 'Huh hari yang melelahkan' batin Naruto, hari ini sedikit berat baginya, mulai dari rumor tentangnya yang sudah tersebar, pemuda mangkok yang mempunyai semangat menggebu - gebu, serta jam pelajaran yang menurutnya membosankan.
Cukup lama ia berjalan sampai ia merasakan bahwa ia sedang diikuti. Naruto berjalan masuk ke dalam gang dan orang dibelakangnya juga ikut. Dengan sedikit trik, penguntit itu terkejut ketika ia masuk kedalam gang itu, orang yang diikutinya tiba - tiba hilang. "Apa yang kau inginkan dariku?" Ucap Naruto dingin, ia jelas harus waspada saat ini.
"Hm ternyata kau sanggup merasakan kehadiranku, aku hanya sedang melakukan tugas, kau yang menghajar preman tadi pagi kan?" Tanya orang itu, terdengar dingin dan mengancam.
"Kheh tak kusangka preman tadi adalah tukang pengadu. Ia pantas mendapatkannya." Balas Naruto, menurutnya preman itu memang pantas karena telah menghina katak kesayangannya.
"Sebenarnya bukan begitu, tetapi kau adalah ancaman untuk kami." Ucap pemuda itu, bersamaan muncul sosok humanoid berwarna ungu setengah badan dengan memakai baju zirah ala samurai dibelakangnya sambil memegang Panah yang berujungkan api hitam membara. "Serang dia, [Susano'o]!" Sosok itu membidik tubuh Naruto dengan panahnya, sepersekian detik kemudian, panah berujung api hitam membara itu dilepaskan. Panas dari api hitam itu tidak main main, sehingga membuat pipa pipa yang berada disamping kanan dan kiri gang itu membengkok karena memuai akibat panas.
[Indra no Ya]
Panah itu meliuk - liuk ke arah Naruto, jilatan api hitam yang berada diujung panah itu membuatnya semakin mengerikan. Kurang dari 3 meter lagi panah itu akan menusuk tubuh Naruto.
DHUARRRR
Ledakan pun terjadi dan asap membumbung tinggi dari arah Naruto. "Heh begitu saja rupanya, apanya yang membahaya-." Perkataannya tidak jadi ia teruskan saat melihat panah itu berhenti tepat didepan tujuannya. Tepatnya terdapat sosok rubah dengan tubuh jingga menyala dan memiliki pola hitam unik disekujur tubuhnya yang menghentikan panahnya dengan tangan kosong. "Huaahh jurus ini sangat berbahaya ttebayou, untung aku sanggup menahannya." Perkataan dari Naruto cukup membuat pemuda itu berkeringat. "Kau cukup menarik rupanya bisa menahan [Indra no Ya] dengan tangan kosong."
Naruto membersihkan tubuhnya dari debu, ledakan tadi benar benar akan menewaskan seseorang jika bukan dirinya. "Kau akan membayarnya Emo. Kurama, hajar dia." Seketika sosok rubah dibelakangnya memasuki mode bertarung. Kurama langsung maju menghajar sosok samurai itu, ia melayangkan kedua tinjunya bergantian dengan cepat. "ORAORAORAORAORA."
[Susano'o] tidak dapat berbuat banyak, ia hanya menyilangkan kedua tangannya untuk melindungi tubuhnya dari cidera.
"Sialan, kekuatannya bukan main - main, kecepatan dan ketepatannya sangat akurat, seharusnya aku membunuhnya secara diam - diam tadi." Bagaimanapun juga, [Susano'o] sejatinya adalah tipe petarung jarak jauh yang membunuh lawan dengan panahnya, bukan berhadapan secara langsung seperti ini. Ia merutuki nasib buruknya karena terlalu arogan.
"ORA! "
Pukulan terakhir itu dipenuhi tenaga yang berhasil membuat sosok samurai itu mundur beberapa meter. Kurama maju lagi dan melilitkan 9 ekornya ke seluruh badan [Susano'o]. "Kau kalah Emo." Ucap datar Naruto, ia berhasil menghentikan pergerakan [Stand] lawannya.
"Kheh jangan senang dulu, [Sharingan]." Seketika mata dari [Susano'o] membentuk pola unik dengan 3 tomoe yang menghiasinya. Mata merah itu menjanjikan penderitaan dalam bagi lawannya. Naruto menyipitkan matanya. Ia menyadari ia sudah tidak berada di gang sempit tadi, ia berada dunia entah apa namanya. Hanya kegelapan yang ada disana.
'Sial, apa ini? Apa yang terjadi?' batin Naruto. "Kekuatan [Stand]mu sangat mengerikan, pantas saja kau dianggap ancaman bagi kami. Selamat datang didalam duniaku. Kau akan tamat disini." Ucap horror pemuda emo tadi, tiba - tiba muncul banyak [Susano'o] mengelilingi Naruto, dan semua [Susano'o] tadi sudah siap dengan jurus yang sama seperti tadi. 'Sial, jika hanya satu panah maka tidak masalah, tetapi ini?! sialan, apakah ini ilusi? jika hanya ilusi maka aku harus bangun, apapaun yang terjadi!'
Tubuh Naruto bersinar keemasan, hawa panas menyebar kemana - mana, sinar emas itu berhasil menerangi semua dunia kegelapan itu.
Naruto tersadar kemudian, ia kembali ke gang sempit tempat pertarungannya tadi. "B-bagaimana kau bisa lolos dari ilusiku? Siapa kau sebenarnya? " Naruto menatap kedepan kearah Pemuda emo tadi. "Aku tidak dalam posisi menjawab saat ini, sekarang rasakan ini! " Kurama membuat bola biru ditangannya. Itu adalah teknik original milik Kurama yang memanfaatkan energi spiritualnya. "[Rasengan]." Kurama melompat maju dan mengarahkan [Rasengan] ditangannya kearah perut [Susano'o]. Armor yang dipakainya perlahan retak dan pecah akibat kekuatan dari bola itu. Terpental lah sosok astral itu jauh kebelakang. Bersamaan dengan tubuh penggunannya.
"Aakkkhhhh" Terdengar teriakan pemuda emo itu. Ia merasa perutnya digilas oleh bola biru berputar itu. Setelah terpental kira - kira 8 meter kebelakang, ia akhirnya berhenti setelah menabrak dinding dibelakangnya.
Naruto berjalan kearah pemuda emo tadi. Ia mengulurkan tangannya ingin membantunya untuk berdiri. "Siapa namamu? Aku bisa melihat hanya kebencian dan kesendirian yang ada di matamu." Ucap Naruto sedikit menyendu.
Pemuda itu hanya diam, menundukan wajahnya, sehingga hanya bibirnya saja yang terlihat dari wajahnya. Iris hitamnya bergetar karena ucapan Naruto. Ia menyeka darah yang keluar dari bibirnya. "Kenapa kau berniat menolongku? Padahal aku sudah mencoba menyerangmu tadi."
Naruto diam sejenak, ia juga tidak tahu, sebenarnya bisa saja ia pergi agar terhindar dari masalah. "Entahlah, tidak ada alasan khusus." Ungkap Naruto.
Akhirnya pemuda itu meraih tangan Naruto yang hendak menolongnya. "Uchiha Sasuke." Ucap pemuda itu, sambil memalingkan wajahnya. Naruto tersenyum lebar karena itu. "Mari kita pergi, ada yang banyak yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Naruto kembali serius.
-Change Scene-
Mereka sedang berbincang didalam cafe "Hmm jadi begitu. Kakakmu bergabung dalam organisasi itu dan menghilang, lalu kau berniat mencarinya dan bergabung juga dalam organisasi itu, hmm tidak buruk." Ucap Naruto sambil mengaduk segelas Choc*olatos Matcha ,Sasuke hanya mengiyakan apa yang disimpulkan Naruto setelah mendengar ceritanya. "Bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan sebesar itu?" Tanya Sasuke. Ia juga sedang terlihat menyeruput cangkir yang berisi Tora*ika Mocha
"Entah lah, Saat aku berumur 9 tahun, tubuhku mengalami demam tinggi. Ketika dibawa ke dokter, mereka angkat tangan dengan kondisiku, mereka hanya bisa membantu lewat infus dan merawatku saja. Setelah genap 50 hari, demamku tiba-tiba sembuh. Sejak saat itu tanpa sadar aku sudah memilikinya dan hanya baru - baru ini aku bisa menggunakannya dalam bertarung." Jelas panjang lebar Naruto, jeda sejenak sambil meminum Matcha yang berada dicangkirnya itu.
"Demam? Kau mendapatkannya tanpa menusukan panah ke tubuhmu?" Tanya Sasuke shock, ia masih ingat betapa takutnya ditusuk oleh panah itu. Karena jika ia tidak mempunyai potensi sebagai [Stand User, ia akan mati. "Yap, aku mendapatkannya secara alami. Tapi hey apa maksudmu tentang panah itu?" Sasuke pun menjelaskan "Bos kami merekrut anak buahnya menggunakan anak panah itu, jika memiliki potensi sebagai [Stand User, maka akan diangkat menjadi anak buahnya. Jika tidak, mereka akan mati. Dan juga ada beberapa serangkaian tes lainnya."
'Aku harus bertanya pada Kaa - san, mungkin ia bisa menjelaskan apa yang terjadi.' Batin Naruto, ia tidak mengira akan ada orang yang memiliki kekuatan ini selain dirinya. "Lalu, kenapa mereka mengincarku Sasuke?" tanya Naruto kembali. "Hn, kau terlalu banyak nanya Dobe." Jawab Sasuke sambil mengarahkan pandangannya ke samping. "Ap-Oi Teme apa maksudmu?!!!" Teriakan Naruto cukup mengganggu para pengunjung cafe tersebut. Menoleh kearah meja Naruto. "Etto maaf ehee."
"Kau pernah menghabisi 20 bawahan kami, meskipun mereka bukan pengguna stand, tetapi melawan 20 orang sekaligus bukan perkara yang mudah. Bosku menyuruhku menghabisimu setelah kau menghajar 1 orang lagi tadi pagi. Apalagi kau menghajarnya tanpa menyentuhnya, kekhawatiran bosku semakin membesar dan dugaanya tentang kau memiliki stand ternyata benar." Ucap Sasuke dengan ketus.
"Hm, begitu ya, lalu satu hal lagi, apa nama organisasimu?" Tanya Naruto kembali. "Passione. Mereka adalah para mafia yang mengendalikan seluruh jalur perdagangan narkoba di kota ini. Mereka juga memperdagangkan manusia untuk dijadikan budak. Bahkan mungkin pemimpin kota ini hanya bayang - bayang dari mereka." Penjelasan dari Sasuke cukup membuatnya terkejut. "Lalu kenapa kau bergabung dengan mereka ttebayou? Maksudku, aku tau kau mencari aniki mu, tetapi? Haruskah kau bergabung dengan mereka?"
"Hn aku membutuhkan kekuatan, dan mereka menawarkan kekuatan yang hebat jika aku bergabung dengannya." Sasuke memang memberitahu alasannya bergabung dengan mereka, tetapi ia tidak memberitahu apa alasan kakaknya pergi dari rumah. "Jika kau berusaha menghancurkan mereka, kau tidak akan bisa menyentuhnya dari luar. Karena mereka mempunyai jaringan yang tersembunyi dari dalam." Lanjut Sasuke.
"Baiklah, mungkin aku punya rencana untuk kedepannya. Kita akan membicarakan ini besok. Sampai jumpa." Ucap Naruto, setelah ia membayar pesanan mereka, ia pergi dari cafe itu, untuk pulang ke rumahnya.
-Skip time-
"Tadaimaa Kaa - san" Ucap Naruto, ia melepas sepatunya dan masuk kerumahnya. "Naruto, kenapa kau terlambat, ini sudah malam tau! " Omel wanita paruh baya dengan rambut merah itu, memakai kemeja berwarna putih dan sebuah celemek berwarna hijau. Ia adalah ibu Naruto, Kushina Uzumaki. "Aku ada urusan sedikit tadi Kaa - san. Bisakah kita berbicara sebentar? Ada yang ingin kutanyakan tentang Tou - san." Ucap Naruto dengan wajah serius.
TBC
Maaf untuk update nya, kemarin siswa smk masih ada ujian Unbk jadi mau tidak mau aku harus belajar dan melupakan fic ini sejenak, apalagi sebentar lagi aku juga ada Tugas akhir juga. jadi sebisa mungkin aku akan meng update 4/5 hari sekali, atau mungkin seminggu sekali. Mohon pengertiannya. Jadi disini aku ingin menggabungkan konsep Jojo part 4 dan jojo part 5. Dan yah geng mafianya juga bernama Passione hehe. Mohon Kritik dan sarannya ya Minna. Bisa lewat PM atau review juga. Terima kasih
