matahari yang berada di langit menunjukan jika siang akan berganti malam. Sakura berjalan malas ke rumahnya ia terus dipenuhi rasa bersalah akhir akhir ini. penyebabnya ialah semua yang terjadi antara dia dan bosnya si Chouji.

"tadaima" sakura melangkahkan kakinya langsung menuju kamar mandi.

"kau sudah pulang rupanya" Sasuke sedang memasak di dapur, ia melihat Sakura dari sudut matanya.

"Aku sudah siapkan makan malam kita" Sasuke kembali berbicara karena tak ada balasan dari sakura.

"Sakura kau baik baik saja?" karena tak kunjung mendapat balasan Sasuke mendekati kamar mandi dan bertanya dari depan pintu.

"ah aku baik baik saja, kurasa hanya lelah" karena terlalu banyak melamun sakura terkejut Sasuke bertanya dari depan kamar mandi.

"kalau begitu cepatlah, makanannya harus segera di makan.

10 menit kemudian sakura keluar dari kamar mandi namun dia tidak menemukan Sasuke di meja makan.

"sepertinya dia sudah selesai makan dan tidur sekarang" ucapnya sakura pada diri sendiri.

sakura segera memakan makanannya dan langsung menuju kamar tidur. sakura bisa melihat Sasuke yang terbaring di ranjang. didekatinya Sasuke dan dipeluknya tubuh itu dari belakang.

"Sasuke...aku ingin" sakura kembali meminta Sasuke memberikan kebutuhannya sebagai istri.

"maaf sakura aku lelah... mungkin lain kali besok kita harus kembali berkerja" karena belum sepenuhnya tertidur Sasuke bisa menjawab sakura.

sama seperti malam sebelumnya dan lainya Sasuke selalu menolak ketika di ajak sakura berhubungan. sehingga menimbulkan sebuah pemikiran kalo dirinya tidaklah menarik lagi dalam otak sakura.


ke esokan harinya pagi hari berjalan seperti biasanya namun ada yang berbeda ketika sakura sampai di kantor, tidak ada Chouji di sana. walaupun menimbulkan pertanyaan sakura tak mau ambil pusing dan bersyukur sang bos tidak ada. sakura pun segera menuju mejanya ingin mengerjakan tugasnya.

namun dilihatnya sebuah amplop tergeletak di atas mejanya. tanpa pikir panjang sakura langsung membuka amplop tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto dirinya sedang berhubungan intim dengan Chouji. tubuhnya menegang, hati sakura tidak tenang, pikiran seketika kacau itulah yang sakura rasakan. langsung dirobek robeknya foto tersebut dan dimasukannya kedalam tas ia takut jika dibuang di kotak sampah maka akan ada yang menemukanya.

"permisi" sebuah suara menarik perhatian sakura. seorang kurir berambut pirang masuk keruanganya.

"ya ada apa" sakura tidak merasa curiga pada kurir ini karena yang dilihat sakura dia hanya mengantar paket.

"maaf saya mau menaruh barang ini di meja pak Chouji"

"silahkan" sakura tidak mempedulikan kurir tersebut dan mulai mengerjakan tugasnya.

"bagaimana foto-nya nona" sakura yang hendak mengerjakan tugasnya terpaksa menghentikan niatnya setelah mendengar perkataan sang kurir.

"ma-maksudmu" sakura berusaha berpura pura tak tahu walaupun ia tau itu adalah usaha yang sia sia untuk mengelabui sang kurir.

"kemarin saya hendak mengantar paket hanya saja, saya datang diwaktu yang kurang tepat jadi kuambil Handphone-nya untuk memfoto dan merekam" Ucap sang kurir dengan seringai bahagia.

Skakmat. sakura tidak bisa mengelak, nasibnya benar benar sial.

kemudian sang kurir mendekati sakura dan berbisik di telinganya

"kutunggu giliranku Sakura-san itukan nama Anda?" sang kurir hendak meninggalkan ruangan namun saat berada di pintu ia berhenti dan berkata.

"namaku Naruto salam kenal" kemudian Naruto meninggalkan sakura yang mematung di ruangannya.


sakura berjalan menuju toilet, saat ini sedang jam istirahat. ia ingin menenangkan dirinya sedikit dilihatnya wc perempuan sepi tidak ada orang sama sekali. lalu ia membasuh wajahnya agar merasa terlihat lebih segar.

'kriet' suara pintu terbuka masuk ke area pendengarannya dan saat dirinya menengok sakura terkejut, yang dilihatnya adalah Naruto kurir yang memegang rahasianya.

"kau... apa yang kau lakukan ini toilet perempuan" tanpa sakura sadari dirinya perlahan melangkah mundur.

"aku tahu" jawab Naruto santai

"kalau begitu keluarlah" bukanya keluar Naruto malah mendekati sakura.

"apa yang ingin kau lakukan" Naruto menarik sakura ke kamar toilet yang berada di ujung.

'dam' Naruto menutup pelan pintu tersebut.

"bagai mana pekerjaanmu sudah selesai" terdengar suara beberapa pegawai wanita berbincang. sedangkan Naruto dan sakura bersembunyi.

Naruto sedari tadi terus menatapi tubuh sakura dari belakang dilihatnya tubuh bohai yang dibungkus kemeja putih dan rok ketat selutut. karena sudah tidak tahan Naruto menempelkan penisnya yang masih terbungkus ke pantat sakura

"apa yang kau lakukan" bisik sakura

"kau tidak ingin suamimu tau kan kelakuan mu dikantor" firasat sakura langsung buruk.

"aku hanya mau cicip tubuhmu saja" Naruto langsung meremas buah dada sakura dari belakang.

"ku-kuhhmohon apaphunh asalkan jangan ini" Naruto tidak menggubris ia justru terus meremas dada dan menggesek gesekan penisnya ke pantat sakura.

"ahh hhmm mhhh" sakura menahan desahanya dengan tangannya.

tak peduli masih ada orang di luar Naruto langsung mengulum kuping sakura, tangannya masih terus meremas dada sakura yg masih terbungkus kemejanya. kemudian diturunkannya rok sakura dan Naruto mengeluarkan penisnya.

"kuhh..kuhmohonhh" apa daya Naruto tidak mendengarkan dan disodoknya vagina sakura dengan hentakan yang kuat.

"ahkm" seandainya sakura telat membekap mulutnya sendiri mungkinsuara desahanya sudah kemana mana

"ahmm mnh mmhh mhh" Naruto terus menggenjot penisnya dengan kekuatan penuh.

"mmhh mmhh mmhh"

"mmh mmhh mhh ah hmm" sakura kewalahan menahan nikmat yang Naruto berikan.

"akh ah ahh" Naruto menarik kedua tangan sakura dari mulutnya hingga sakura posisi mereka sangat erotis posisi sakura yang membungkuk dan kedua tangannya yang di pegang ke belakang membuat Naruto semakin mudah menggenjot penisnya.

"ah ti-tidhak shuarah khu bisa therdenghhgar ahh ahh"

"tidak apa sakhhura-shhan"

"akhh akhh khumokhon berhhenthi"

"ak..aku mau ..." Bersamaan Naruto yang ingin crot para pegawai yang berada di toilet pun keluar karena sudah selesai.

"janghhan di dalam ah ah"..."khumohhon"

"tapi aku sudah tidak tahan"

"janghan akh akh tolhong kelhuarkhan di lhiar"

"akhu keluar/AAHHH" Naruto menekan penisnya agar bergerak semakin dalam.

"pan.. pannnass di dalam"

"akhhh" Naruto melepas pegangan ya pada tangan sakura sehingga sakura pun merosot ke lantai.

"Sakura-san ini enak sekali" Naruto lalu mengarah kan penisnya ke mulut sakura

"sakura-san buka mulutmu" mengehtauin apa yang Naruto inginkan sakura pun langsung mengukum penis naruto

"akh enak sekali sakura-san" sakura terus mengulum kepala penis Naruto sambil meremas Batang nya.

"sakura dan kulum penisku sambil colmek" dengan berat hati sakura mengarahkan tangannya ke lubang vaginanya.

"akh akh ahh ahh" Naruto merasa melayang.

"mmh mhh mm" sakura terus mengulum penis besar Naruto.

"aku mau crot sakura-san" bersamaan Naruto yang mau muncrat sakura pun sudah merasakan kedutan di vaginanya.

"akhhh/m hhh" Naruto mengeluarkan semua spermanya di mulut sakura. sakura pun kembali crot setelah menusuk vaginanya fenfan 2 jarinya.

"jangan ditumpahkan sakura-san" Naruto memegang kepala sakura dan menekan penisnya ke tenggorokan sakura.

"MHUAHH AH AH" sakura terengah-engah ia bisa merasakan rasa penis naruto sampai ke tenggorokannya.

"terima kasih sakura-san" kemudian menggunakan celananya.

'penisnya besar sekali lebih besar dan keras dari punya Sasuke dan spermanya lezat kalau begini aku...bisa ketagihan"

"oh ya sakura-san aku sudah tau lamatmu jadi kapan kapan aku mampir ya" Naruto pun meninggalkan sakura yang masih berantakan dan terkejut mendengar perkataan Naruto barusan.

tbc