Disclaimer: Naruto dan High School DxD bukan punya saya, saya hanya meminjam/menggunakan karakter dari kedua seri tersebut, keduanya milik pengarang masing-masing. Naruto milik Masashi Kishimoto dan High School DxD milik Ichiei Ishibumi.


"Bicara" Human

'Batin' Human

Jutsu/Sihir

"Bicara" Monster/Gods

'Batin' Monster/Gods

"Bicara' Another


Chapter 2: Pertemuan


"Jika kau merasa kesepian bertanyalah pada hatimu apa yang kau inginkan.'


Youkai atau bisa disebut siluman, mereka memiliki berbagai jenis wujud dan rata-rata wujud mereka setengah hewan.

saat ini Naruto tengah berdiri di atas cabang sebuah pohon dan sedang menyaksikan sebuah pertempuran antara sesama Youkai. Naruto tidak tahu apa yang terjadi tapi dia bisa merasakan adanya niat jahat atau emosi negatif dari Youkai berwujud setengah manusia dengan kepala harimau, sedangkan yang satunya memiliki wujud sepenuhnya manusia kecuali adanya ekor dan telinga kucing berwarna hitam pada Youkai yang satu itu dan dia seorang gadis.

'Apa aku harus membantu gadis itu?' tanya Naruto dalam hatinya entah pada siapa dia bertanya. namun ada yang menjawab dari samping tempat berdirinya dan itu membuat Naruto kaget pasalnya dia tidak bisa merasakan kedatangan sesosok tersebut dan yang membuat Naruto tambah kaget adalah sosok tersebut hanya sebuah cahaya.

"Siapa?" sebuah pertanyaan terlontar secara spontan dari mulut Naruto, dia tampak waspada untuk sesaat sebelum kembali tenang karena Naruto tidak merasakan niat jahat dari sosok cahaya tersebut. justru Naruto cuma bisa merasakan sebuah kehangatan dan rasa penuh kasih dari sosok tersebut dan jangan lupakan aura suci murni yang terpancar dengan sangat jelas dari sosok cahaya tersebut.

"Uzumaki Naruto." ucap sosok tersebut menyebut nama Naruto dan Naruto hanya bisa terkejut, bagaimana sosok cahaya itu bisa mengetahui namanya.

mendengar apa yang ada dipikiran Naruto cahaya tersebut hanya tersenyum, meski Naruto tidak akan tahu akan hal itu.

"Kau bisa memanggilku Kami-sama(Anime), karena semua mahluk memanggilku begitu." ucap sosok cahaya tersebut dengan nada suara yang terdengar begitu lembut dan merdu di telinga Naruto.

Naruto terdiam dengan ekspresi terkejut diwajahnya, dia tidak menyangka bahwa sosok cahaya tersebut adalah Kami-sama (Anime), dan tanpa babibu lagi Naruto langsung berlutut dan menunduk walau masih di posisi yang sama yaitu di atas sebuah pohon(cabang), melihat reaksi manusia didepannya ketika tahu siapa dirinya hanya mambuat dirinya tersenyum meski tidak keliatan.

"Apa yang membuat anda menemui hamba Kami-sama(Anime)?" tanya Naruto penasaran dan juga bingung kenapa sosok agung seperti Kami-sama(Anime) datang menemuinya.

"Bangunlah Naruel anakku." ucap sosok tersebut. Naruto yang dipanggil berbeda hanya bisa diam sekaligus bingung, namun dia tetap bangun berdiri kembali dan menatap sosok cahaya agung tersebut.

"Aku tahu kau pasti bingung dengan perkataanku wahai Naruel anakku. Namun sudah saatnya kau mengingat siapa dirimu yang sebenarnya." Naruto hanya bisa menatap bingung akan perkataan sosok tersebut.

"Sebelum kau bertanya, akan aku beritahui siapa dirimu yang sebenarnya..."


"Kau tidak akan bisa memahami apa yang orang lain rasakan, jika kau tidak pernah mengalami apa yang orang lain alami.'


Setelah kepergian Kami-sama(Anime) Naruto terus memikirkan apa yang telah diberitahukan padanya siapa dirinya yang sebenarnya. namun meski ia tahu siapa dirinya yang sebenarnya, Naruto sama sekali tidak terlalu tertarik akan hal itu. walau itu juga cukup mengejutkan baginya, dia tidak menyangka bahwa dirinya adalah seorang...

apa yang diberitahukan oleh Kami-sama(Anime) pada Naruto?.

Kembali kesaat ini, Naruto kembali mengawasi pertempuran dua Youkai tersebut dan menyingkirkan fakta yang baru dia ketahui beberapa menit yang lalu. Naruto bisa melihat dengan jelas bahwa gadis itu lebih unggul dalam pertarungan tersebut dan Naruto juga bisa merasakan bahwa gadis itu menggunakan Senjutsu dalam pertarungan itu yang membuat gadis itu unggul dari lawannya. namun Naruto bisa merasakan Senjutsu gadis itu tidaklah sempurna, karena Naruto bisa merasakan Senjutsu gadis itu memiliki aura negatif dari alam sekitar.

'Gadis itu bisa berada dalam bahaya jika dia terus menggunakan Senjutsu dalam pertarungan itu.' pikir Naruto sedikit khawatir, karena Naruto bisa merasakan adanya chakra yang cukup familiar baginya. ya chakra itu adalah chakra Matatabi salah satu Bijuu yang saat ini tengah tertidur didalam tubuhnya bersama para Bijuu yang lain.

'Sebelum terlambat aku harus bergerak dan menghentikan pertarungan itu, tubuh gadis itu sudah mencapai batasnya.' dengan itu Naruto melesat ke arah pertempuran itu dan mengganggu serangan yang akan dilakukan oleh gadis Youkai kucing tersebut.

"Maaf mengganggu tapi ini sudah berakhir!" ucap Naruto dan langsung menggendong gadis itu dengan gaya pengantin, walau gadis itu memberontak Naruto tidak melepaskan gadis itu dari gendongannya dan Naruto melompati pohon demi pohon untuk menjauh dari lawan gadis itu yang masih Naruto dengar berteriak dengan kata-kata kasar. sebenarnya jika Naruto tidak mengganggu, Youkai yang menjadi lawan gadis itu akan mati tapi Naruto tidak ingin ambil resiko dimana gadis itu nyawanya bisa melayang kapan saja kerena tidak mampu lagi menampung energi alam negatif yang merusak tubuhnya dari dalam. jadi Naruto memilih untuk mengganggu serangan gadis dalam gendongannya ini sebelum gadis ini menggunakannya dan membuat tubuhnya semakin terluka parah.

Beberapa Jam Kemudian...

"Apa maksudmu?" gadis itu bertanya setelah beberapa saat dia terbangun dari pingsannya dan Naruto hanya menghela nafas pasrah akan pertanyaan gadis itu.

"Dengar, meski kau bilang kau sudah menguasai Senjutsu tapi dimataku kau sama sekali belum menguasainya. jangankan menguasainya kau bahkan tidak tahu resiko menggunakan Senjutsu berlebihan itu sangat berbahaya, apa lagi itu adalah energi alam negatif dari alam ini!" ucap Naruto dengan nada agak marah. kenapa Naruto marah padahal mereka belum saling kenal? itu karena dia tidak ingin melihat orang lain hancur oleh kekuatan tidak pasti seperti Senjutsu apa lagi oleh kebodohannya sendiri. mungkin Naruto dulu sangat bodoh dan ceroboh tapi setelah perang shinobi ke 4 dia sadar bahwa kebodohannya itu membuat teman-temannya kerepotan bahkan dalam bahaya kerena kebodohan dan kecerobohannya sendiri. dia memang ahli dalam sebuah pertempuran tapi dia tidak punya pengalaman yang cukup bagus dalam kerja sama tim yang membuat dia harus mendapat hukuman pada saat kecil di ujian kakashi ketika dia pertama kali menjadi genin dulu. yah itu memang sudah sangat lama tapi di tahun-tahun berikutnya juga sama.

"Dan lagi kalau kau ingin menggunakan Senjutsu kau harus bisa menerima pikiran negatif dari alam ini menjadi bagian dari dirimu. namun kau juga harus bisa membedakan yang mana pikiranmu yang sebenarnya dan yang mana pikiran yang berasal dari alam ini." ucap Naruto dengan nada yang mulai melunak. gadis kucing hitam itu hanya bisa terdiam, dia tidak mengerti bagaimana manusia didepannya bisa mengetahui tentang Senjutsu bahkan dia tidak tahu mengenai resiko menggunakan Senjutsu berlebihan. belum lagi bagaimana bisa manusia biasa mengetahui eksistensi mahluk supranatural sepertinya.

"Siapa?" tanya gadis itu ambigu dengan nada pelan.

"Hah?" dan dengan jelas itu yang akan menjadi respon dari Naruto atas pertanyaan ambigu gadis itu. mendengar respon yang ia dapat dari pemuda pirang didepannya yang terlihat tidak paham dengan maksud pertanyaannya membuat gadis itu menghelas nafas. yah itu juga salahnya sendiri cuma menanyakan siapa pada pemuda itu.

"Namamu siapa?" tanya gadis itu lagi memperjelas maksud dari pertanyaan ambigunya.

"Naruto, Uzumaki Naruto, panggil saja Naruto dan kau, siapa namamu?" jawab dan sekaligus bertanya balik nama gadis itu.

"Kuroka Nyaa." ucap gadis itu memperkenalkan dirinya. Naruto yang mendengarnya tersenyum kecil, apa lagi mendengar kata terakhir yang gadis bernama Kuroka itu keluarkan, mirip seperti suara kucing.

"Kuroka ya, nama yang bagus." ucap Naruto sambil tersenyum kecil. Kuroka hanya diam menatap Naruto yang tersenyum kecil, menurutnya Naruto tampak seperti kucing dengan tiga pasang garis mirip kumis kucing itu di pipinya. Kuroka tanpa sadar tangannya bergerak menyentuh pipi Naruto dan mengelusnya dengan lembut. Naruto yang di perlakukan seperti itu tentu saja salah tingkah, siapa yang tidak salah tingkah ketika seorang gadis cantik mengelus pipimu dengan lembut? apa lagi jika kau melihat wajah gadis itu begitu dekat denganmu, pasti kau akan merasa malu dan salah tingkah. bukan hanya itu saja kau pasti akan menjadi agak canggung berbicara dengan gadis itu begitu juga sebaliknya jika apa yang dilakukan gadis itu sekarang bukan karena kesadarannya, melainkan nalurinya.

"Maaf Nyaa." ucap Kuroka setelah sadar akan apa yang dia perbuat. wajahnya memerah kerena malu dengan apa yang dia lakukan barusan.

"AAh yah, tidak apa-apa." ucap Naruto gugup dan Naruto sama sekali tidak menyukai situasi yang terjadi saat ini. dan keheningan menghampiri mereka berdua, cukup lama sampai Naruto terlihat gelisah dan terlihat ingin mengatakan sesuatu.

Kuroka yang menyadarinya juga berusaha mengatakan sesuatu untuk menghilangkan situasi canggung saat ini.

"Ano..."

"Ano..."

mereka kembali terdiam setelah apa yang ingin mereka katakan tiba-tiba hilang saat mereka mengeluarkan suara secara bersamaan.

"Kau duluan..."

"Kau duluan saja..."

lagi dan lagi keheningan menjadi pihak ketiga dari dua mahluk berbeda gender dan ras tersebut.

Skip


"Pernahkah kau mendapatkan apa yang kau inginkan? jika pernah. mampukah kau merasakan apa yang dirasakan orang yang tidak pernah mendapatkan apa yang dia inginkan?'


Sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian pada malam itu, dimana dia bertemu dengan sang Kami-sama(Anime) dan juga seorang gadis kucing hitam bernama Kuroka. saat ini Naruto tidak tahu harus melakukan apa, dia tidak punya tempat tinggal, dia selama ini cuma tidur di atas dahan pohon saja di negara bernama jepang ini. dia sama sekali tidak bisa mencari pekerjaan, dia untuk makan cuma mengandalkan dari berburu atau memancing ikan, Naruto juga tidak memiliki kartu identitas. yah itu tidak masalah bagi Naruto hidup dengan cara seperti itu, namun yang saat ini Naruto pikirkan bukanlah tentang tempat tinggalnya atau cara dia hidup. yang dia pikirkan saat ini adalah apa yang akan dia lakukan kedepannya? itulah yang membuat seorang Uzumaki Naruto menjadi seorang pemikir seperti sahabat nanasnya itu. yah meski Shikamaru justru tidak terlihat seperti seorang pemikir kerena dia punya sifat pemalas.

"Aaaah sialan!!!" Naruto berteriak di tepi sungai di pinggiran kota Kyoto tempat dimana dia sering memancing ikan disana, untungnya tidak ada orang yang lewat. yah mungkin karena saat ini dia berada cukup jauh dari perumahan penduduk, tapi apa benar tidak ada yang lewat dan mendengarnya berteriak?

seorang gadis loli terlihat muncul entah dari mana dan dia berdiri dibelakang Naruto.

"Uzumaki Naruto." mendengar namanya dipanggil dengan nada datar yang pernah dia dengar sebelumnya, membuat Naruto langsung menoleh kebelakang dan Naruto bisa melihat Ophis berdiri satu meter darinya. jangan lupakan ekspresi imut dan menjengkelkan itu, imut sih wajar tapi kenapa menjengkelkan? jawabannya...

"Ophis? mau apa kau menemuiku?" tanya Naruto agak risih. bukan karena kehadiran Ophis saat ini, melainkan ekspresi Ophis yang menurutnya seperti orang yang tidak punya niat hidup sama sekali dan itu membuatnya agak risih dan jengkel. bisa-bisanya gadis kecil yang seharusnya ceria malah berekspresi seperti itu. apa telah terjadi sesuatu padanya? Naruto tahu Ophis bukanlah manusia, ia tahu Ophis itu seekor naga tapi tetap wujud yang Ophis gunakan adalah wujud anak kecil dan melihat wajah yang keliatan polos seperti itu harus ternoda oleh kehampaan seperti itu. Naruto tidak tahu Ophis memang pernah tinggal di rumahnya yang merupakan tempat kosong, hampa dan tidak ada apapun disana kecuali kehampaan. karena itulah Naruto tidak tahu kenapa Ophis berekspresi seperti itu.

dan mungkin Naruto akan mencoba membuat Ophis tersenyum dan merasakan yang namanya hidup...


To Be Continue


A.N: Yah Chapter 2 sampai disini dulu gan dan ingat ini belum ke cerita utama.

ok sampai ketemu lagi di chapter berikutnya, silakan read and review...