"YAYA!"
Bagaimana bisa ada Yaya disini! Seharusnya lapangan ini kosong dan tidak ada orang!
"AWAS!"
Kecepatan cahaya Boboiboy membuat ia tidak sempat mengelak akibat adanya kehadiran Yaya didepannya secada tiba-tiba. Akhirnya tumbukkan itupun terjadi.
"ADUH!"
Mereka berdua hampir saja terlempar jauh. Boboiboy jelas tidak terluka. Lain hal dengan gadis yang ada di dihadapannya itu. Ia terluka cukup parah akibat terkena lecutan cahaya dan senggolan Boboiboy. Lihat, bahkan gadis itu berdiri saja tidak sanggup. Boboiboy segera bangkit dan berlari menolong Yaya. Gadis itu terdorong cukup jauh.
"Maafkan aku, kau tidak apa-apa?" Tanya Boboiboy. Digenggamnya tangan Yaya, bahkan ia membiarkan Yaya berada di pangkuannya. Sungguh Boboiboy merasa bersalah sekarang. Dia tidak menyangka ada orang di lapangan sepi ini.
"Wah kondisiku baik sekali, aku bisa melihat pelangi di mataku. YA SAKIT LAH!"
Boboiboy tidak menduga jawabannya akan seperj itu, dia gelagapan membalasnya, "y-ya aku tidak tahu ka-kalau bakalan ada orang di lapangan ini!"
Yaya terengah dan sesekali meringis menahan sakit, "kau siapa? Alien? Kekuatan macam apa itu?"
Boboiboy menegang. Bukankah ini artinya ia ketahuan? Sudah ada orang pulau rintis yang melihatnya dalam keadaan seperti ini. Apalagi yang melihatnya Yaya! Tapi dari penuturannya, tampaknya Yaya tidak sadar kalau dia adalah Rizal.
Tidak bisa begini. Ini bisa berbahaya, siapa yang tahu, nanti-nanti, bisa saja Yaya menyebarluaskan kekuatan Boboiboy, dan Boboiboy akan di ganggu terus atau bahkan dia akan jadi bahan penelitian negara! Oh tidak! Boboiboy tidak mau hal itu terjadi! Jangan sampai misi ini gagal hanya karena gadis ini. Mau tidak mau harus pakai sedikit tekanan.
Ditariknya agar wajah gadis itu tepat di depannya, "hei kau gadis jilbab pink! Anggap apa yang kau lihat ini tidak pernah terjadi! Sampai kau sebarluaskan kau akan mati!"
Tapi itu justru kesalahan terbesar Boboiboy. Gadis ini tidak mendengar apa yang dikatakan Boboiboy. Pikirannya terbang kemana-mana akibat terpukau dengan visual super wah dihadapannya. Mata Boboiboy Solar yang berwarna abu-abu terlihat jelas oleh Yaya, walau tertutup kaca mata jingga. Garis matanya yang tajam menusuk tepat di mata gadis itu. Lidah topi yang miring itu seolah menjadi jarak antara mereka berdua. Ya, gadis itu tenggelam dalam imajinasinya akibat mata Boboiboy solar. Salah Boboiboy sendiri kenapa muncul di hadapannya dalam mode solar.
Efeknya, wajah Yaya malah mengeluarkan semburat merah jambu. Masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Dirinya tidak bisa mendengar itu semua.
"Kau dengar tidak!" Tetapi suara Boboiboy naik satu tingkat yang memaksa Yaya harus membuyarkan pikirannya.
"Ka-kau siapa dan dari mana hah?"
"Siapa aku bukan urusanmu! Setelah ini kita tidak usah berurusan lagi kau mengerti?! Anggap saja kau sedang bermimpi!"
Yaya yang lagi-lagi jatuh dalam tatapan dalam solar mengangguk kosong. Matanya tak bisa lepas dari iris abu-abu itu. Nafasnya yang terengah-engah dapat dirasakannya di ujung hidungnya. Ini berbahaya!
Yaya segera menjauhkan badan mereka. Ia langsung berlari sejauh mungkin dari Boboiboy.
Apa-apaan cowok tadi! Batinnya.
Fang dari kejauhan segera menyusul Boboiboy, "waduh Rizal berani sekali sekarang sama gadis!"
"Fang, bukan saatnya bercanda. Ini kabar buruk, ada orang yang melihat aku dalam mode ini. Walau dia tidak sadar aku ini Rizal, tetap saja berbahaya. Bisa saja ia memviralkan kejadian ini. Belum lagi kita tertinggal jejak alien dan metabot! Gadis menyebalkan! Dan besok harus bertemu dia lagi!"
"Aku yakin tidak akan tersebar. Paling besok-besok gadis itu akan melupakannya. Kita adalah makhluk aneh yang memiliki kekuatan. Aku yakin dia akan menganggap ini semua mimpi."
...
Hari baru dimana Bobo—Rizal masuk sekolah. Hari ini ia khusus menggunakan jumper jingga yang senada dengan topinya. Hati Rizal berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Ia takut menghadapi Yaya hari ini.
Baru saja Yaya berlari di pikiran Rizal, gadis itu datang dengan senyum merekah di wajahnya. Ia menyapa Ying yang sudah datang duluan dan duduk di barisan ke tiga tepat di belakangnya. Senyumnya sangat manis pagi ini, kontras dengan penampilannya yang serba pink.
Setidaknya itulah yang dipikirkan Rizal, tapi segera ditepisnya. Yaya manis? Hentikan.
Tetapi, dari yang senyum, langsung berubah jadi tatapan menjijikan ketika melewati meja Rizal. Kalau sikap Yaya seperti ini, berarti tidak ketahuan. Ia tetap bersikap selayaknya Yaya pada seorang Rizal. Boboiboy maklumi, kemarin tampaknya Yaya tersipu padanya yang mode solar.
Yaya langsung duduk dan menyiapkan semua buku. Bunyi genericiknya sedikit mengganggu tapi justru membuat Rizal nyaman. Apa ya nama gaulnya? ASMR? Entahlah. Setelah siap dengan semua persiapannya, gadis itu berbalik kebelakang dan berbicara dengan Ying.
"Kau tahu Ying! Kemarin aku mimpi aneh!"
Boboiboy langsung menatap Fang yang dibalas dengan tatapan 'benar, kan kataku' khas darinya. Setidaknya ini sedikit aman.
Dengan aksennya yang khas, Ying menjawab, "oh ya? Mimpi apa?"
Yaya meneguk ludahnya sendiri, "itu— aku seperti mimpi bertemu makhluk aneh yang mengeluarkan cahaya! Cowok yang aneh memakai kacamata jingga! Dia bisa mengeluarkan cahaya!"
Bulu kuduk Rizal segera meremang! Gadis ini ingat ternyata dan bahkan sekarang dia bercerita dengan orang lain tentang fenomena gilanya! Tidak dipungkiri, detak jangung Rizal a.k.a Boboiboy berdetak lebih kencang lagi. Ia menggunakan telinganya lamat-lamat untuk mendengar percakapan mereka lebih dalam.
"Mimpimu agak mengerikan ya."
"Betul, lho Ying! Cowok itu muncul di lapangan belakang rumahku! Terasa nyata tapi seperti mimpi! AKU BARU INGAT! Dia meneriaki namaku! Hebat kan, bahkan dalam mimpiku dia tahu namaku!"
Itulah penyebab kenapa Yaya bisa ada disana. Rumah Yaya tepat di depan lapangan tersebut. Tapi, apa yang dilakukan oleh seorang gadis sepertinya sendirian di lapangan sepi?
Boboiboy lupa satu hal penting! DIA MENERIAKI NAMA YAYA KEMARIN! Boboiboy hanya bisa berdoa terus di dalam hati, agar Ying bisa meyakinkan pada Yaya kalau itu hanya mimpi. Kalau Yaya sadar akan kejadian kemarin, habis sudah.
"Kau hanya mimpi. Lupakan saja soal mimpi!"
"Apa, sih, aku penasaran!"
Kali ini orangnya bertambah! Keringat dingin mulai menetes di dahi Boboiboy!
"Ini loh Gopal, si Yaya, bermimpi yang aneh. Karanya ia bertemu anak cahaya hahaha!"
Gooal terdiam sesaat tetapi setelah itu tertawa, "kalau ada cahaya berarti ada bayangannya, dong!"
Kali ini Fang yang berkeringat dingin.
"Aku akan ke lapangan itu memastikan mimpiku!"
Baiklah, masalahnya semakin besar sekarang.
...
Hay hay hayyy
Jadi ini chap 2, hehe bakal lanjut lagi kok tenang. Ini fic boya pertama aku, jadi kalau ada kritik dan saran bilang aja ya.
Btw, disini Fang dan Boboiboy aja yang anggota TAPOPS, sisanya, Yaya, Ying dan Gopal hanya manusia biasa wkwkwkwkw, tapi gak tahu ya. Lihat aja kedepannya hehehe. Hope you like it.
