Chapter 2.


5 Bulan Yang Lalu.

Di pusat pelatihan militer pasukan khusus yang berada di salah satu Kota Moskow saat ini Naruto yang memakai seragam dinas khusus musim dinginnya sedang menerima kunjungan dari Komandan Pasukan Khusus milik Prancis yang bisa disebut GIGN ( Groupe d'intervention de la Gendarmerie nationale ) atau dalam artian Satuan Intervensi Gendarmerie Nasional.

Pasukan ini berpusat di wilayah Satory bagian barat Negara Prancis.Grup Pasukan ini berdiri sejak 1 Maret 1974 yang dulunya merupakan Grup dari Skuadron Penerjun.

Naruto yang sudah berdiri di depan pintu masuk yang di ikuti beberapa anak buahnya yang berpakaian sama membawa senjata tipe AK - 74 dengan popor lipat samping.

Tipe senjata ini berbeda sedikit dengan model senapan serbu AK - 47 walaupun di buat oleh orang yang sama yaitu Mikhail Kalashnikov.

~

Setelah tamu tersebut keluar dari mobilnya Naruto pun memberi Hormat karena pangkat mereka juga berbeda tingkat.

"Selamat datang di Federasi Russia Major Reville,senang anda bisa berkunjung ke tempat kami." Salam Naruto sambil menurunkan tangannya untuk bersalaman.

"Terima kasih sambutannya Letnan Naruto,aku tersanjung bisa di sambut langsung oleh salah satu Prajurit yang terkenal saat berada di Middle East waktu itu." Balas Major Reville sambil membalas salam dari Naruto.

"Itu bukan hal besar Major,silahkan ikuti saya," Ucap Naruto sambil berjalan ke arah lorong.

Major Reville yang di ikuti Ajudannya pun mengikuti Naruto karena dia melakukan kunjungan untuk melihat bagaimana Pelatihan Pasukan Khusus Milik Negara Russia hingga sudah 2 jam Reville meminta anak buahnya untuk meninggalkan dirinya agar bisa berdua saja dengan Naruto.

"Ngomong-ngomong kau sudah dengan tentang Keanehan di salah satu negara wilayah Asia," Tanya Reville ketika mereka hanya tinggal berdua.

"Oh di negara * itu maksud mu Major?" Jawab Naruto memastikan.

"Yah,kurasa kami juga harus waspada karena mereka juga masuk sebagai sekutu kami walaupun aku sedikit enggan mengakuinya." Ujar Reville sambil melihat segerombolan Prajurit sedang berlatih pisau secara berpasangan.

"Untuk saat ini mungkin Negara kami hanya Masih melakukan pemantauan saja untuk menghindari konflik." Ucap Naruto sambil melepas topi tebalnya.

"Kurasa aku harus menyampaikan beberapa pesan dari Perdana Menteri sebelum aku berangkat kesini." Ujar Reville sambil mengambil sesuatu di Kantung saku jas militernya.

"Apa itu Major?" Tanya Naruto bingung.

"Kami mengajukan sebuah Proposal kerja sama,kurasa pasti kau paham maksudku?" Ucap Reville sambil tersenyum.

"Proposal?" Beo Naruto menatap serius Reville.

"Yah seperti ini...

SKIPTIME

Narutoyang saat ini mengenakan Seragam Loreng dengan Baret Birunya dari Kesatuan Angkatan Udara Federasi Russia atau dalam bahasanya Voyenno-vozdushnye sily Rossii .Naruto berjalan di lorong Markasnya untuk bertemu Komandan pasukan perihal Proposal yang di berikan oleh Komandan Pasukan Khusus Prancis beberapa hari yang lalu.

Di koridor banyak yang memberi hormat kepada dirinya karena memang naman Naruto sudah dikenal di berbagai Kesatuan atas aksinya sewaktu di Middle East.

*Tok! *Tok!

"Masuk!"

Naruto pun masuk dan menutup pintu tersebut sambil berbalik lalu memberikan Hormat.

"Selamat Pagi Kolonel!,Letnan Naruto izin melapor."

"Silahkan berikan laporan anda.."

"Siap!" Naruto kemudian memberikan map yang dia bawa dan kembali ke posisi sigapnya.

"Hmm~ dari pihak GIGN ternyata,aku terkejut mereka berani melakukan hal senekat ini." Guman Kolonel tersebut.

"Baiklah kalau begitu anda bisa kembali Letnan." Ucap Kolonel tersebut memberi perintah.

"Siap!,Izin undur diri." Ujar Naruto memberi Hormat dan berbalik arah menuju pintu keluar.

"Silahkan.."

Setelah bertemu dan memberikan laporan tersebut tiba tiba Naruto mendapat sebuah Pesan dari Handphone.

Dia pun sedikit mencari posisi yang sepi untuk melihat isi pesan tersebut.

From : Ayah / 09.30.

Nak,bisa bertemu malam ini,ada yang ingin ayah sampaikan kepadamu secara langsung.

Melihat isi pesan tersebut kemudian Naruto membalasnya dengan tanda bahwa dia setuju untuk bertemu malam ini karena memang Naruto tinggal di barak nya kecuali Sabtu-Minggu dia bisa pulang kerumahnya.

"Letnan Naruto?"

Naruto yang merasa di panggil pun menoleh dan melihat seorang Gadis memakai sebuah Pakaian seperti Pengacara.

"Ya itu benar,maaf anda siapa?" Tanya Naruto sopan.

"Maaf sebelumnya, perkenalkan saya Hanekawa Tsubasa dari Kedutaan Besar Negara Jepang." Ujar Gadis tersebut memperkenalkan dirinya.

"Oh seperti itu,maaf ada keperluan apa ya?" Tanya Naruto ingin tahu.

"Eh~!? Anda tidak ingat saya?" Tanyanya.

"Hah?"

"Kita pernah bertemu di Timur Tengah sewaktu Konflik di Irak waktu itu." Jawab Gadis tersebut memberi tahu.

"Oh benarkah,maaf sekali sepertinya saya kurang ingat tentang hal itu." Balas Naruto sedikit mengingat memori lamanya.

"Ya anda menyelamatkan saya yang hampir di perkosa oleh milisi milisi sewaktu saya sedang berkunjung kesana sebagai Pihak Netral kiriman PBB." Ungkap Gadis tersebut memberi tahu.

Naruto pun mengingat-ingat aksinya sewaktu di Irak Setahun yang lalu.

Flashback

Irak yang saat ini sedang berkonflik dengan AS pun melakukan perlawanan yang sangat brutal dengan membunuh siapa saja yang berada di depan mereka termasuk dengan pihak Palang Merah Internasional yang banyak menjadi korban dari Konflik tersebut.

Atas hal tersebut pihak PBB meminta bantuan dari Pemerintahan Negara Federasi Russia untuk menengahi mereka karena kelakuannya sudah hampir melewati batas kemanusiaan.

Naruto yang di bawah Naungan PBB bersama 3 anak buahnya berangkat menuju distrik * untuk menyelamatkan seseorang yang sedang di culik setelah menerima informasi dari pihak yang bersangkutan.

Dengan seragam Loreng Gurun di balut Rompi anti peluru dan helm taktis dengan Nightvision yang terpasang dia bergerak secara pelan melewati beberapa bangunan rumah warga untuk mencapai lokasi tempat Sandera ditahan.

Naruto dan anak buahnya memakai senjata yang sama yaitu tipe AK - 103 dengan Scope Thermal yang larasnya di balut Suppressor untuk meredam bunyi.

"Keep slow,target berada di rumah itu," ucap salah satu Anggota Naruto.

"Di mengerti,dua masuk lewat belakang sementara aku dan yang lainnya dari depan." Perintah Naruto sambil mengaktifkan Nightvision nya.

"Yes sir!!!" Balas mereka semua.

Naruto pun berpisah dengan dua yang lainnya dan menempel di tembok samping sambil mengarahkan senjatanya ke arah pintu.

Dia pun mengkode anak buahnya untuk membuka pintu tersebut secara pelan sampai terbuka sepenuhnya dia melihat dua yang berjaga sedang bermain catur tanpa mengetahui Kedatangan musuh.

"Hitungan ke tiga one,two and shoot him!"

*Dop *Dop.

"Target eliminate!room clear,go upstairs." Ucap Naruto lewat radio komunikasinya.

Mereka pun menaiki tangga untuk memeriksa lantai selanjutnya namun Naruto mengkode untuk menahan gerakan mereka.

"Tolong!hiks~ kumohon jangan tolong~"

Samar samar Naruto mendengar suara orang meminta pertolongan dan menuju sebuah Kamar untuk mengecek sesuatu.

Naruto pun mengarahkan anak buahnya untuk memeriksa kamar samping sementara Naruto memeriksa kamar yang di identifikasi sebagai Kamar yang menyembunyikan sandera.

Dan saat dia buka pelan dia melihat seorang gadis berkaca mata rambut panjang yang kondisinya setengah telanjang tengah di geranyangi tubuhnya oleh dua Milisi yang terlihat ingin memperkosanya.

Naruto pun perlahan pipinya mengeras melihat kejadian itu dan menyimpan senjatanya untuk mengambil Pisau sangkur yang berada di Samping pahanya.

*Crash!

"Aarrgghhhhh,mu-musuh!!"

Naruto pun menikam perut satu milisi dan menyayatnya hingga dia terjatuh ke samping.Temannya yang melihat itu berusaha mengambil senjata namun dari belakang Naruto menarik tubuhnya dan langsung menggorok lehernya tanpa ampun.

*Crasshh!

"Arrgh!"

Satu tewas sementara yang di tikam perut nya masih setengah sadar.Naruto kemudian mengambil senjatanya dan menembak kepala milisi tersebut dengan tatapan datar.

*Dop!

Milisi tersebut tewas sampai darah dari kepalanya mengalir ke lantai.Naruto yang melihat korbannya shochk pun mencari sebuah selimut untuk menutupi tubuh yang setengah telanjang tersebut.

"Tenang kau aman sekarang," Ucap Naruto pelan sambil menutupi tubuh korban tersebut.

Tiba tiba korbannya langsung memeluk Naruto dan menangis tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya yang terbuka.

Naruto pun berusaha menenangkan korbannya tersebut tanpa memikirkan hal aneh.

"T-Terima kasih hiks~ hiks," Ucap Gadis tersebut.

"Sama sama, sekarang ayo kita pergi dari sini karena sebentar lagi kita akan dijemput.

Namun Gadis tersebut tidak berdiri dan menatap Naruto dengan pandangan yang sulit di artikan.Naruto yang paham pun menggendongnya ala Bridal style dan membawanya ke bawah karena anak buahnya sudah selesai memberi laporan kalau semua ruangan sudah aman.

"Overload masuk,disini Soyuz-1 ganti?"

"Diterima Soyuz-1,Ganti"

"Target telah di selamatkan,bersiap untuk evakuasi ganti?"

"Roger that,5 menit kami akan sampai ~ ganti"

"Copy that,Soyuz-1 out!.

Akhirnya mereka di evakuasi oleh Helikopter Black Hawk milik AS yang dimiliki pihak PBB untuk membawa korban ke markas.

Hingga 3 Hari berlalu setelah kejadian,Naruto saat ini sedang bersantai di Hangarnya sambil menulis sesuatu di bukunya.

"Permisi?" Tanya seseorang.

Naruto yang sedang menulis pun menoleh dan melihat Gadis cantik yang memakai kacamata dengan rambut panjang yang di kuncir.

"Ah~ anda?"

"Saya Tsubasa dan terima kasih telah menyelamatkan saya waktu itu Letnan." Ucap Gadis tersebut yang bernama Tsubasa.

"Sama sama,lagipula itu memang tugasku." Balas Naruto sambil tersenyum.

"K-Kalau boleh tahu,nama anda siapa ya?" Tanya Gadis tersebut yang terlihat gugup karena banyak Tentara yang memperhatikan interaksi dirinya dengan Naruto.

"Ah saya Naruto Kalasnikhov,dari Pasukan Federasi Russia." Jawabnya jelas.

"Naruto?seperti nama Jepang."

"Ibuku berasal dari Jepang,sementara aku mengikuti Ayahku ke Russia."

"Akan ku ingat kebaikanmu,kuharap bisa membalasnya jika suatu saat kita bertemu lagi.

"Sama-sama,hati hati di jalan."

Gadis tersebut tersenyum dan berlari menuju sebuah pesawat pengangkut sambil melambaikan tangan sebelum naik.Naruto pun membalas lambaian tersebut sampai Pesawat tersebut lepas landas.

Flashback end.

Setelah berhasil mengingat dia melihat Gadis tersebut menitikkan air mata sambil tersenyum.

"Anda sudah ingat kan?"

"Iya,namun kurasa gadis tersebut berbeda denganmu." Ucap Naruto karena gadis didepannya ini tidak memakai kacamata dan berambut pendek.

"Yah inilah penampilan ku sekarang,bagaimana menurutmu?" Tanya gadis Tersebut penasaran.

"Ya b-bagaimana ya,kurasa cantik kok." Jawab Naruto bingung disertai gugup.

Gadis tersebut pun hanya tersenyum dan memberikan Naruto sebuah kertas.

"Lain kali terima ajakan jalan ku ya,aku menunggu pesan mu," Ucapnya sambil berlalu dari sana.

Naruto pun melihat kertas tersebut yang berisi sebuah nomor telepon.

"Kesialan apa lagi ini huh~" Guman Naruto pelan.

Tokyo Internasional Airport.

Naruto yang sudah tiba pun Duduk di bangku sambil menunggu jemputan yang ada.Namun tiba tiba Handphone nya berbunyi.

"Halo?"

"Naruto kamu kemana sih?"

"Ah~ aku sedang ada tugas."

"Kok gabilang-bilang,bisa jelaskan?"

"Iya iya,nanti akan kutelfon lagi."

"Yasuda,jelaskan secara rinci nanti,"

"Tentu Tsubasa."

Panggilan tersebut berasal dari Tsubasa yang kini mulai berhubungan dengan Naruto sejak pertemuan nya di Russia beberapa bulan yang lalu,mereka berteman sampai sekarang dan terkadang jalan berdua yang membuat Naruto selalu dijahili oleh sang ayah jika mengajak Tsubasa ke Restoran milik ayahnya.

"Taxi!!!!!" Teriak Naruto memberi kode.

Dia pun masuk dan Taxi tersebut jalan sesuai arahan Naruto hingga meninggalkan kawasan Bandara.

...

To Be continued...