Senin pagi.
Seperti biasa, mereka harus melakukan rapat mingguan.
Sehun memegang pena dan buku catatannya.
"Ruang?"
Dia memandang Wendy. Kok makin hari makin cantik ya?
"E2, Pak."
Dia mengangguk. Kemudian kembali ke catatannya.
"Proposal persiapan acara ulang tahun perusahaan?"
"Sudah, Pak."
Kalau selain pekerjaan, enak ngobrolin apa ya?
"Permohonan peminjaman gedung A?"
"Sudah juga."
"File presentasi?"
"Sudah diberi ke operator, Pak."
"Oke sip, sudah lengkap."
Tuh, kan. Kerjanya Wendy ga pernah kurang.
TING!
Sehun meraba sakunya untuk mengambil handphone.
Ada chat dari Baekhyun.
Rapat diundur ke sore atau batalkan saja.
Mata Sehun membulat. Dia mengedip beberapa kali.
Ok, ini dia fungsi dari tombol dial.
"Baek..."
"Repot banget! Batalin pokoknya!"
"Beri aku satu alasan."
"Chanyeol ada pentas seni. Dia nampil loh, dia gitaris di grupnya!"
Sehun menatap handphone-nya lama.
"Ok, Wendy, batalkan rapat kita."
"Eh, tapi pak..."
"Udah batalin aja."
Kalau sudah seperti ini, mau lakukan apapun juga ga akan berubah.
Sehun rasa dia semakin jauh dari Wendy. Kerjanya cuma satu –memastikan Baekhyun hadir, tapi dia sering gagal.
TO BE CONTINUED / CH 3 COMING SOON
