Disclaimer: I Don't own Naruto, Akuma no Mi (One Piece Elements), and Manhwa Noblesse, all belong to Masashi Kishimoto and Eichiro Oda, Jeho son/Kwangsu Lee.


Warning: Modified Shinobi, Semi Noble Hinata, Noble Werewolf Naruto, SNN (Syimbiotic Nanites Nest) Shino, Older HinaNaruShino, New Legendary Sannin, Alive MinaKushi, Minor Bashing, Jounin HinaNaruShino , Ope Ope No Mi HinaNaruShino and Maybe God Like Naruto, Hinata, Shino , Etc.

Peringatan tambahan: Karena ada dua Kiba disini yakni Inuzuka Kiba dan Uzumaki Kiba, maka saat penyebutan bila tertulis Kiba itu merujuk pada Uzumaki Kiba dan untuk Kiba yang lain akan disebut nama lengkapnya yaitu Inuzuka Kiba.

Don't like don't read


Chapter 2 : Formasi Tim dan Misi C Rank Bermasalah.

Hey yo, kawan, AlphaNoble balik lagi dengan Chapter 2, Maaf ya kalo chapter kali ini mungkin agak sedikit, soalnya biar gak terkesan memangkas atau mempercepat unsur Canon so selamat membaca semoga tetap menikmati..


Konohagakure no Sato

08.00 am

Pagi ini adalah , pagi yang ditunggu oleh para siswa akademi, karena hari ini, para Calon Genin akan melaksanakan ujian untuk menjadi Genin dan memulai karir mereka di Dunia Shinobi.

Senyawa Uzumaki.

Uzumaki Naruto saat ini sedang berdiri dihadap 4 Calon Genin Potensial dari Klan Uzumaki.

"Uzumaki Kiba, Naoko, Kaito dan Kazama, kalian berempat adalah harapan terbaru bagi Klan Uzumaki, dan aku sebagai Kepala Klan , berharap kalian akan membawa kebanggaan bagi Klan kami, dan mulai saat ini kalian bukan lagi seorang anak-anak, setelah melewati ujian ini, kalian akan resmi dianggap sebagai orang dewasa dengan segala hak kalian sebagai Shinobi, jadi aku harap kalian akan menganggap serius karier Shinobi kalian" kata Uzumaki Naruto.

"Hai, Naruto-sama" ucap Keempat calon Genin serempak.

"Baiklah sebaiknya kalian segera bergegas, jangan sampai kalian terlambat" ucap Naruto.

Kembali di Akademi Shinobi, saat ini para orang tua calon Genin dan para siswa akademi kelas akhir yang bersiap menghadapi ujian genin.

Kemudian Keluarga Namikaze ditemani dua Sannin datang dan bersamaan dengan itu Naruto Uzumaki datang bersama Keempat Anggota Klan Uzumaki, yang dikawal oleh empat Union yang menggunakan perlengkapan lengkap minus jubah biru navy mereka.

"Naruto-kun" panggil Kushina yang kemudian mencoba mendekati Putranya.

Tapi tidak seperti yang dia harapkan keempat Union yang mengawal Naruto segera bergerak ke depan Naruto dan menghunuskan tanto mereka kearah Kushina, yang mereka anggap ancaman bagi Kepala Klan Uzumaki.

"KUSHINA" teriak Minato yang segera bergegas untuk melindungi sang Istri sambil mengeluarkan Kunai Cabang Tiga yang menjadi ciri Khasnya, yang segera diikuti oleh Tsunade dan Jiraya yang coba menyerang keempat Union tersebut, namun sebelum sempat menyerang tiba-tiba tiga buah rantai dengan ujung Kunai mengikat ketiganya dengan mata Kunai yang mengarah tepat diantara kedua mata mereka.

"Union mundur, kalian berempat segera masuk ke akademi" perintah Naruto kepada para pengawalnya dan juga pada keempat anggota Klan Uzumaki.

Sementara itu para orang tua yang melihat perselisihan antara kepala Klan Uzumaki dan Keluarga Namikaze segera memerintahkan para anak mereka untuk segera masuk kedalam akademi.

"aku harap kalian tidak berniat untuk menyerang para pengawal ku, mereka hanya melaksanakan tugas mereka untuk mengawal ku dan melihat bahwa ada orang asing mencoba mendekati ku" ucap Naruto dengan nada datar.

"Kenapa kau melakukan itu gaki, ibumu hanya ingin memeluk putranya, tapi pengawal mu bergerak untuk menyerangnya" Kata Jiraya yang berada dalam genggaman rantai Chakra Naruto.

"ahh, sepertinya kalian tidak mengerti arti ucapanku kemarin, Namikaze-san dan Istrinya bukan ayah dan ibuku, berapa kali harus aku katakan bahwa aku hanya anak Yatim-piatu yang kebetulan dari garis keturunan Pemimpin Klan Uzumaki, ayah dan ibunya sudah lama tewas dalam serangan Kyubi di Konoha, lima belas tahun yang lalu" Kata Naruto sambil membocorkan sedikit Killing intens yang diarahkan pada keluarga Namikaze sambil mempererat cengkraman rantai Chakranya pada ketiga orang tersebut.

"aku rasa mereka sudah mengerti maksud dari ucapanmu Uzumaki - dono" sebuah suara tua yang akrab

"ahh, maaf Hokage-sama, sepertinya mereka masih saja keras kepala untuk memaksa saya untuk mengakui bahwa mereka adalah orang tua saya, padahal seperti yang sudah saya sampaikan pada anda bahwa saya adalah yatim piatu" ucap Naruto dengan senyuman kepada pemimpin desa Konoha.

"Sebaiknya anda melepaskan mereka Uzumaki-dono, kita tidak mau melewatkan kesempatan untuk melihat lulusan Genin baru bukan" ucap Sandaime Hokage.

"ahh, iya seperti aku lupa tujuan utama kedatanganku kemari" ucap Naruto sambil melepaskan rantai yang mengikat ketiga orang tersebut dan memberi Isyarat kepada para Union untuk segera meninggalkannya.

"baiklah mari kita masuk Hokage-sama" ucap Naruto yang berjalan masuk berdampingan dengan Sandaime Hokage.

Tsunade yang sangat marah dengan sifat dan tindakan Naruto segera memompa chakranya ke tinjunya dan melompat kearah kepala Klan Uzumaki bermaksud untuk menyerangnya.

"jangan mengacuhkan ku Gaki" teriak Tsunade sambil mengarahkan tinjunya yang berlapis chakra kearah kepala Naruto. yang bila mengenai Naruto bisa dipastikan bahwa Naruto akan terluka parah.

Tanpa mengarahkan pandangannya kearah Tsunade, sebuah rantai chakra berwujud kepalan tinju langsung saja menghantam Tsunade yang tidak sempat menghindar.

BRUAAAAKKK

Suara tubuh manusia menghantam tanah terdengar dan tanah bergetar cukup hebat, dan dampak dari hantaman itu membentuk kawah sedalam 2 meter dengan lebar 5 meter, debu membumbung tinggi dan menutupi pandangan setiap orang , Naruto segera mengunakan Fuuton tanpa segel tangan untuk menghilangkan debu, kemudian tampaklah Tsunade yang terluka dan sebuah Rantai Chakra mengikat lehernya dan mengangkatnya dari Kawah.

"lakukan hal bodoh itu sekali lagi, dan bukan hanya kawah yang tertinggal sebagai bukti, aku akan dengan senang hati menghapus keturunan terakhir senju dari muka bumi ini" ucap Naruto yang sudah menghadap Tsunade sambil mengeratkan cengkraman rantai Chakranya pada leher Tsunade.

Jiraya yang melihat rekan satu timnya sedang mengalami kesulitan bergegas membentuk rasengan dan berlari kearah Naruto dengan niat untuk menyelamatkan rekan setimnya.

Namun sebelum bisa mendekati Naruto sebuah rantai berwarna keperakan mencengkeram lengan dan dan tubuhnya yang membuat Jiraya kehilangan konsentrasi pada Rasengan nya.

Sebuah suara dingin terdengar dibelakangnya.

"lakukan itu dan aku pastikan Kau tidak akan hidup lama" sebuah suara perempuan muda berkata dengan banyak racun dalam nadanya.

Minato terkejut bahwa kedua Sannin berhasil dilumpuhkan dengan begitu mudah. tapi yang membuat Minato terkejut adalah kemunculan Aburame Shino dan Hinata Hyuga yang menghentikan gerakan Jiraya, terlebih Shino membentuk rantai yang sangat mirip dengan Rantai Chakra Uzumaki.

"kalian tak perlu ikut campur Hinata, Shino, tapi terimakasih sudah menghentikan gerakan Pertapa Mesum itu" ucap Naruto kepada kedua rekan setimnya.

Naruto kemudian menghadap Keluarga Namikaze setelah sebelumnya melemparkan Tsunade yang terluka kearah Mereka yang segera ditangkap oleh Jiraya yang sudah terlebih dahulu dilepaskan oleh Shino dan Hinata.

"ini peringatan terakhir kalian, jauhi kehidupan ku atau hal seperti tadi akan menjadi seperti hukuman seorang guru pada muridnya" Ucap Naruto datar.

"Shino bisa tolong perbaikan kawah itu, akademi sudah memiliki kolamnya sendiri, kita tidak perlu menambahkan lagi" tanya Naruto.

"baiklah kawan" ucap Shino yang dengan gerakan sederhana kawah tersebut tertutup kembali dengan tanah dan tidak tampak seperti ada kawah sebelumnya.

"ayo, Naruto-kun, Shino-kun, Hokage-sama, kita sudah menunda terlalu banyak waktu, sepertinya sekarang adalah waktunya ujian praktek" ucap Hinata yang melangkah masuk bersama dengan ketiga orang yang lain.

Sementara itu para orangtuanya siswa yang melihat hal tersebut, segera memandang keluarga Namikaze dengan pandangan mencemooh sebelum bergegas masuk ke akademi mengikuti keempat orang tadi.

"seberapa kuat mereka sebenarnya, penguasaan rantai chakra seperti itu, Ninjutsu Elemen tanpa segel tangan dan terakhir Seorang Aburame yang berhasil mereplikasi Rantai Chakra Uzumaki dengan tingkat kekuatan yang sama, siapa yang melatih ketiga gaki itu sebenarnya" ucap Jiraya entah kepada siapa.

Sementara Minato dan Kushina, yang melihat lagi sebagian kekuatan Naruto merenung dengan penyesalan yang tampak jelas di wajah mereka.

'seberapa jauh kau sudah berkembang tanpa bantuan kami Naruto-kun' batin kedua orangtuanya.

'sialan gaki itu, lain kali aku tidak akan lengah lagi' pikir Tsunade marah akibat serangan Naruto, sementara dirinya mulai menyembuhkan setiap cedera yang diterimanya.

"ayo, sebaiknya kita masuk kedalam" ucap Jiraya sambil melangkah masuk diikuti oleh rekannya , muridnya dan istri muridnya untuk melihat Hasil ujian dan penempatan tim .

Didalam ruang ujian.

Sementara diluar sedang terjadi Konfrontasi antara Naruto dan Keluarga Namikaze, para siswa akademi sedang berjuang dengan ujian yang akan menentukan kelulusan mereka sebagai Genin Konohagakure.

'sial, ujian ini sulit sekali, argghh, tapi demi mendapat pengajaran langsung dari salah satu Kunoichi terkuat Uzumaki dan Dua Shinobi terkuat Uzumaki, aku pasti akan mendapat peringkat 3 dalam ujian ini' batin Uzumaki Kazama.

Sementara ketiga teman Kazama yang duduk tidak jauh dari Kazama, tersenyum melihat usaha keras temannya untuk bisa masuk dalam 5 besar atau bahkan 3 besar.

'Semangat Kazama-kun' Batin Uzumaki Naoko.

Menit demi menit berlalu, dan kemudian.

"Baiklah, seluruh pensil diletakkan diatas meja, para pengawas akan segera mengumpulkan hasil ujian tertulis ini" kata salah satu pengawas ujian yakni seorang Chunin bersurai coklat dengan bekas luka melintang di bagian atas hidungnya yang dikenal sebagai Iruka Umino.

Setelah seluruh pengawas ujian mengumpulkan lembar jawaban ujian, Iruka segera memberikan instruksi untuk para siswa mengikutinya menuju lapangan pengujian praktek.

Sesampainya para siswa disana mereka segera terkejut bahwa banyak orang tua mereka yang menonton ujian praktek anak-anaknya.

"Baiklah, ujian kali ini akan bersifat praktis, setiap nama yang dipanggil akan mempraktekkan melempar Kunai dan Shuriken, 3 Ninjutsu dasar, dan 1 Ninjutsu bebas" Instruksi Iruka.

"Baik setiap nama yang akan dipanggil harap maju kedepan" kata Iruka.

Aburame Shiki :

Kunai 4/5

Shuriken 4/5

Henge: Aburame Shino.

Kawarimi: Bertukar tempat dengan Iruka.

Bunshin: Klon Serangga.

Ninjutsu bebas: Peluru Serangga.

Akimichi Choji:

Kunai 3/5

Shuriken 3/5

Henge: Akimichi Choza.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal.

Ninjutsu bebas: Baika no Jutsu.

Shikamaru Nara:

Kunai 4/5.

Shuriken 3/5

Henge: Umino Iruka.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal

Ninjutsu bebas: Kagemane.

Uchiha Sasuke:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Uchiha Itachi.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal.

Ninjutsu bebas: Katon Gokakkyu no Jutsu.

Inuzuka Kiba:

Kunai 3/5

Shuriken 4/5

Henge: Uzumaki Naruto.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal.

Ninjutsu bebas: Fang over fang.

Uzumaki Kiba:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Uzumaki Naruto.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Kage Bunshin

Ninjutsu bebas: Bunshin Daibakuha

Uzumaki Kaito:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Uzumaki Naruto.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Kage Bunshin

Ninjutsu bebas: Katon Ryuka

Uzumaki Kazama:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Uzumaki Naruto.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Doton Bunshin.

Ninjutsu bebas: Doton Yomi Numa.

Uzumaki Naoko:

Kunai 4/5

Shuriken 5/5

Henge: Hinata Hyuga

Kawarimi: Log

Bunshin: Sumi Bunshin

Ninjutsu bebas : Seni Ninja: Rantai Tinta.

Hanako Hyuga:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Hinata Hyuga.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal.

Ninjutsu bebas: Tinju Singa Kembar.

Yamanaka Ino:

Kunai 3/5

Shuriken 3/5

Henge: Umino Iruka.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal.

Ninjutsu bebas: Shintensin no Jutsu.

Sakura Haruno:

Kunai 2/5

Shuriken 3/5

Henge: Umino Iruka.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Normal.

Ninjutsu bebas: Doton Doryuheki.

Namikaze Mito:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Namikaze Minato.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Kage Bunshin.

Ninjutsu bebas: Rasengan.

Namikaze Natsuki:

Kunai 5/5

Shuriken 5/5

Henge: Namikaze Kushina.

Kawarimi: Log.

Bunshin: Mizu Bunshin.

Ninjutsu bebas: Rasengan.

Setelah semua nama disebut dan telah menyelesaikan Ujian Praktek mereka, para penonton mulai berspekulasi siapa yang akan menjadi Rookie of The Year.

"ahh, aku yakin pasti para Uzumaki itu yang akan menempati posisi empat teratas, kalian sendiri lihatkan teknik yang mereka gunakan cukup maju" kata salah satu Shinobi acak.

"tapi kedua putri Namikaze pun tidak boleh diremehkan, mereka dilatih oleh Shinobi dan Kunoichi level kage loh" balas Shinobi yang lain

berbagai macam spekulasi terdengar diantara para penonton yang sebagian besar adalah para veteran dan juga para Calon Jounin Sensei.

"Hai, Gai-sensei, menurutmu siapa yang akan menjadi rookie of the year dari angkatan ini?" tanya seorang Kunoichi genin, dengan rambut di cepol dua.

"ahh, pertanyaanmu cukup susah Tenten-chan, para calon Genin tahun ini, memiliki semangat masa muda yang sangat besar, terutama tiga calon shinobi dari Klan Uzumaki" jawab Seorang Jounin yang memakai Jumpsuit hijau dan potongan rambut seperti mangkok dengan alis yang sangat tebal.

sementara pertanyaan demi pertanyaan serta spekulasi demi spekulasi dipertukarkan diantara penonton. kembali kearena ujian Genin, para calon genin dibiarkan beristirahat sejenak sementara para pengawas dan tetua desa sedang berdiskusi untuk menentukan tim dan peringkat.

Setelah menunggu kurang lebih 45 menit, terdengar pengumuman dari pihak pengawas ujian Genin.

"baiklah, kami para pengawas ujian dan dewan sudah menentukan hasil dari ujian Genin tahun ini, kami akan membacakan daftar peringkat mulai dari yang paling terakhir hingga daftar 5 besar." Ucap Iruka.

"kami akan mengumumkan mulai dari 4 nama yang mendapat peringkat terbawah" Kata Iruka.

Para penonton yang mendengar pengumuman Iruka seketika terdiam, menanti siapa saja yang akan mendapatkan peringkat

"Yang menempati posisi dead last adalah Inuzuka Kiba, dengan Poin 4.5" ucap Iruka yang diikuti gerutuan oleh sebagian anggota Inuzuka yang hadir menonton.

"ahh, aku sudah curiga aku pasti akan ada diposisi akhir, teori bukan kekuatan besar ku" ucap Kiba sambil mengelus Ninkennya Akamaru.

"Selanjutnya yang menempati posisi 13 adalah Nara Shikamaru dengan poin 4.6" Kata Iruka.

"Medokusei" gerutu Shikamaru.

"Posisi 12 ditempati oleh Akimichi Choji dengan poin 4.9, posisi 11 ditempati oleh Sakura Haruno dengan Poin 5.2" Kata Iruka.

Sebagian Shinobi dan Kunoichi non-klan atau yang berasal dari kalangan sipil bersorak mendengar satu-satunya perwakilan sipil bisa melewati tiga pewaris Klan Shinobi.

"Baiklah, tenang saudara sekalian, kini saya akan menyerahkan pembacaan peringkat 10 sampai 6 kepada salah satu rekan saya, Chunin Hagane Kotetsu"

Para penonton seketika terdiam menantikan pembacaan peringkat sepuluh besar.

"Baiklah, peringkat sepuluh jatuh pada Yamanaka Ino dengan poin 5.5, peringkat sembilan jatuh pada Namikaze Mito dengan poin 5.7, peringkat delapan jatuh pada Namikaze Natsuki dengan poin 5.8, peringkat tujuh jatuh pada Hyuga Hanako dengan poin 6.2, dan peringkat 6 jatuh pada Aburame Shiki dengan poin 6.5" Kata Kotetsu yang di sambut sorak-sorai penonton.

"dan yang sangat kita nantikan adalah pembacaan peringkat 5 besar yang akan dibacakan oleh saya dan Iruka" ucap Kotetsu menenangkan para penonton.

"Baiklah saudara sekalian, yang menduduki peringkat 5 adalah Uzumaki Naoko dengan poin 7.2" ucap Iruka.

"Sementara untuk posisi 4 adalah Uzumaki Kaito dengan Poin 7.8" ucap Kotetsu.

"dan untuk posisi ketiga adalah Uchiha Sasuke dengan poin 8.5" lanjut Kotetsu.

sebagian besar Uchiha yang hadir bertepuk tangan melihat Adik dari Kepala Klan mereka menempati posisi tiga mengalahkan beberapa nama yang dijagokan.

"dan peringkat dua jatuh pada Uzumaki Kazama dengan poin 8.9" ucap Iruka yang disambut tepuk tangan para Uzumaki yang hadir.

"Dan yang mendapat posisi Rookie of the year tahun ini adalah..." Ucap Kotetsu dengan sengaja menjedanya kemudian melirik Iruka dan menganggukan kepalanya.

"Selamat kepada UZUMAKI KIBA dengan Poin 9.8" ucap Iruka dan Kotetsu bersama.

Kemudian terdengar tepuk tangan meriah dan sorak-sorai dari para penonton mendengar hasil peringkat ujian Genin tahun ini, banyak yang berbahagia akibat taruhan yang mereka pasang tepat pada sasaran.

"harap tenang saudara sekalian, setelah ini para Genin yang baru lulus diharapkan segera menuju ruang kelas untuk pengumuman penempatan tim Genin" ucap Iruka.

Skip Time

Setelah para lulusan Genin menunggu diruang kelas selama kurang lebih satu jam, kemudian pintu menuju ruang kelas terbuka dan tampaklah Iruka, Kotetsu dan lima orang Jounin diantaranya adalah Naruto dan Ezra dan satu orang Genin yang tampak asing bagi para lulusan baru.

"Baiklah, para lulusan baru, dihadapan kalian adalah calon Sensei kalian, dan kalian ada ditempatkan dalam susunan tiga Genin dan satu Jounin Sensei" Kata Kotetsu.

"Baiklah saya akan membacakan mulai dari tim 6, adalah Uzumaki Kazama dan Aburame Shiki , Jounin Sensei kalian adalah Uzumaki Ezra" Ucap Iruka

"maaf Iruka - sensei, tapi kenapa hanya saya dan Shiki?, dimana anggota ketiga kami?" tanya Kazama.

"ahh, iya maaf, karena lulusan tahun ini jumlahnya tidak sesuai untuk membentuk pasukan tiga orang yang pas karena ada dua yang tidak akan memiliki tim, maka dari itu tim 6 yang sebelumnya diistirahatkan karena dua anggota sebelum sudah Chunin maka kalian berdua diputuskan untuk mengisi kekosongan di tim enam, anggota ketiga kalian adalah Kaguya Jiu" kata Iruka sambil menunjuk Genin yang ikut masuk bersama dengan kelompok Jounin tadi.

Para lulusan baru yang mendengar penjelasan Iruka hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.

"Baiklah tim enam, temui aku di Senyawa Uzumaki" ucap Ezra kemudian menghilang dalam pusaran kelopak mawar merah.

Kazama dan Shiki saling memandang satu sama lain kemudian melirik anggota ketiga mereka yang ikut mengangguk, kemudian mereka segera bergegas keluar dari ruang kelas untuk menemui Jounin Sensei mereka.

"Baiklah lanjut ke tim tujuh, Sasuke Uchiha, Sakura Haruno dan Inuzuka Kiba, Jounin Sensei kalian adalah Uchiha Shisui" ucap Iruka.

"Baiklah, tim 7 temui aku di atap akademi" Ucap salah satu Jounin bernama Uchiha Shisui yang kemudian menghilang dalam Shunsin.

"Yosh, kita mendapatkan Uchiha Badass, untuk menjadi Sensei kita, iya kan Akamaru" ucap Kiba kepada Ninkennya

"arrfff" salak Akamaru seolah setuju dengan pernyataan Kiba.

Sakura dan Sasuke yang melihat tingkah rekan setim mereka hanya memutar mata dan sedikit menggerutu sebelum beranjak untuk menemui Jounin Sensei mereka.

"Tim Delapan akan terdiri dari Hyuga Hanako, Namikaze Mito dan Namikaze Natsuki, Sensei kalian adalah..." sebelum Iruka menyelesaikan ucapannya seorang Anbu muncul dan menyerahkan sebuah Gulungan kepada Iruka.

Iruka membacanya dan kemudian tersentak kaget sejenak sebelum kemudian melanjutkan.

"maaf ada sedikit perubahan, Tim Delapan tetap Hyuga Hanako, Namikaze Mito dan Namikaze Natsuki, untuk Jounin Sensei akan berubah, tim Delapan yang seharusnya Jounin Sensei mereka adalah Uzumaki Naruto, dirubah menjadi Yuhi Kurenai, karena sepertinya ada kesalahpahaman dari pihak dewan" ucap Iruka.

sementara Natsuki dan Mito yang sebelumnya sudah diberitahu bahwa kakak mereka akan menjadi Sensei mereka hanya mengerutkan kening sambil melirik kearah Naruto yang menyeringai sombong.

"ayo tim Delapan, temui aku di puncak menara Kage" Kata Kurenai yang sebelumnya menerima bisikan dari Naruto, sebelum menghilang dalam pusaran daun.

Hanako segera bangkit dan berjalan menuju pintu, sementara Mito dan Natsuki tetap duduk ditempat sambil menatap Naruto.

"Natsuki, Mito, ayolah kau tak ingin membuat Sensei kita menunggu" ucap Hanako dari arah pintu.

Mito dan Natsuki segera tersadar dari lamunan mereka dan segera bergegas menuju Hanako sambil sekali lagi menatap Naruto yang membalas tatapan mereka dengan seringai sombongnya.

"seperti kau menang lagi Uzumaki-sama" bisik Kotetsu yang berdiri disebelah Naruto.

Naruto hanya tersenyum.

"Baiklah tim sembilan masih aktif, kini tim sepuluh Yamanaka Ino, Shikamaru Nara dan Akimichi Choji, Jounin Sensei kalian adalah Sarutobi Asuma" ucap Iruka.

"Ck, Medokusei na" lirih Shikamaru.

"Tim sepuluh, temui aku di BBQ Akimichi" ucap Jounin dengan rokok yang menempel di mulutnya, yang sekejap kemudian menghilang dalam pusaran angin.

"Untuk yang tersisa yakni Kiba, Kaito dan Naoko, kepala Klan kalianlah yang akan menjadi Jounin Sensei kalian, selamat bertugas untuk tim Spesial Segel" ucap Iruka.

"Ayo kalian bertiga, ikuti aku ke menara Hokage" ucap Naruto yang kemudian dibalas anggukan oleh ketiga murid Genin sekaligus murid magang dalam seni Segel

"Terimakasih atas pekerjaan kalian Iruka, Kotetsu" ucap Naruto kepada kedua Chunin tersebut.

"Senang bisa membantu Uzumaki-sama" ucap Kotetsu dan Iruka dengan hormat

"Sampai jumpa di tahun depan, mungkin aku akan menjadi Jounin Sensei lagi atau mungkin salah satu dari mereka yang akan menjadi Jounin Sensei" ucap Naruto yang kemudian menghilang dibalik pintu bersama ketiga muridnya.

"Sepertinya tim Khusus ini akan menjadi Chunin dengan sangat cepat bukan Kotetsu?" tanya Iruka pada rekannya.

"yah, aku tak sabar melihat akan jadi seperti apa mereka di bawah bimbingan orang sekaliber Naruto" jawab Kotetsu.

Puncak Menara Hokage.

Tidak berapa lama kemudian tim Spesial Segel muncul tidak jauh dari tim Delapan yang sedang memperkenalkan diri mereka, tak ingin menganggu tim lain, Naruto segera membentuk segel tangan tunggal yakni segel tora dan membanting telapak tangannya dan tepat setelah telapak tangan Naruto bertemu dengan lantai Puncak menara sebuah kanji bertuliskan penghalang muncul dan seketika itu juga sebuah penghalang transparan muncul mengelilingi kelompok Naruto.

"Baiklah tim, saatnya perkenalan, sebutkan nama, kesukaan, ketidaksukaan dan impian" ucap Naruto.

"bagaimana jika anda memulai dahulu Sensei" ucap Naoko

"Baiklah, Perkenalkan Namaku Uzumaki Muzaka Naruto, Kesukaanku adalah Ramen, Melakukan Misi peringkat S, Berlatih dan menciptakan segel baru yang lebih simpel namun kuat, dan Ketidaksukaanku adalah Penghianatan, Keegoisan, Superioritas dan terakhir musuh dari semua kepala Klan yaitu Dokumen, Impianku yah Menikahi Hinata-chan mungkin atau menjadi legenda diantara legenda" ucap Naruto dengan senyum lebar.

Para Geninnya hanya menggelengkan kepala melihat kejenakaan kepala Klan yang merangkap sebagai sensei mereka.

"Baik dimulai dengan kau Gadis" ucap Naruto sambil menunjuk Naoko.

"Yosh, Namaku Uzumaki Naoko, kesukaanku adalah Yakitori, Sushi , Berlatih membuat segel baru, kedua orang tua ku dan saudaraku dan semua anggota Klan Uzumaki, ketidaksukaan ku adalah Orang bodoh yang meninggalkan keluarganya, perang dan orang munafik, Impianku adalah menjadi Kunoichi legendaris seperti Hinata-sama dan membuat Klan Uzumaki kembali ke masa keemasannya" Ucap Naoko.

Naruto yang mendengar perkenalan Naoko hanya bisa tersenyum sambil mengacak rambut gadis tersebut.

"Giliranmu Kiba" kata Naruto sambil melihat Uzumaki berambut pirang dan mata biru yang sedikit mengingatkannya dengan dirinya dahulu.

"Baiklah, Namaku Uzumaki Ishiki Kiba, kesukaanku adalah Keluarga ku, Klan Uzumaki yang sudah menyelamatkan ku, Berlatih Kenjutsu dan Fuinjutsu, ketidaksukaan ku adalah perang dan manusia munafik dan impianku adalah menjadi master Kenjutsu yang paling terkenal di seluruh dunia dan juga ingin menciptakan tekhnik yang menggabungkan Fuinjutsu dan Kenjutsu" ucap Kiba.

"bagus, kalo kau berlatih dengan keras aku mungkin akan mengajarimu salah satu dari ciptaanku sendiri" ucap Naruto sambil menjentikkan jarinya.

Setelah itu di kiri dan kanan Naruto muncul sebuah ukiran kanji rumit yang melayang diudara dan dari kanji tersebut terbentuk sebuah distorsi dan menunjukan masing-masing dua bilah pedang yang keluar dari distorsi tersebut.

Kiba yang melihat hal tersebut membelalakkan matanya dengan kekaguman karena akhirnya bisa melihat salah satu tekhnik terhebat yang diciptakan langsung oleh sang sensei.

"Baiklah kau yang terakhir" ucap Naruto sambil menunjuk Kaito

"Yosha, namaku Uzumaki Kaito, kesukaanku adalah Sup Udon, Ramen , Karage dan juga berlatih Fuinjutsu baru, ketidaksukaan ku adalah Manusia Munafik, Pengkhianat dan juga perang, impianku adalah menjadi Shinobi legendaris dan juga Ilmuwan seperti Shino-sama" ucap Kaito antusias.

"baik semuanya sudah beres, dan bila biasanya kalian akan melakukan ujian Genin yang nyata, buatku tak perlu, aku sudah tahu kalian memiliki kerjasama yang bagus, sebagai gantinya aku ingin kalian mereplikasi segel khusus yang aku ciptakan, aku beri waktu kalian sampai besok, dan ingat tidak boleh meminta bantuan Uzumaki dewasa" ucap Naruto sambil menyerahkan selembar kertas segel dengan kanji Plasma tertulis diatasnya.

"Sensei, bukankah ini Tekhnik bola plasma?" tanya Kiba setelah melihat kanji tersebut.

"yosh, kau betul Kiba-kun, dan aku harap kalian bisa mereplikasinya, tapi saat ingin melakukan percobaan minta salah satu Uzumaki dewasa untuk mengawasi, hanya saat mencoba bukan saat membuat segel" kata Naruto.

"Hai, Sensei" jawab ketiga Genin serempak.

"baik kalian bisa kembali ke Distrik" ucap Naruto.

Ketiga Genin tersebut segera pergi sesuai perintah sang Sensei tepat setelah Naruto menurunkan penghalang.

Setelah kepergian ketiga Geninnya , Naruto segera berjalan untuk menuju restoran Ramen Favoritnya, namun sebelum meninggalkan atap seorang Anbu bertopeng Kuda menghentikan langkahnya.

"Maaf mengganggu Naruto-sama, Sandaime-sama mengharapkan kehadiran anda di kantornya segera" Kata Anbu Kuda.

"Baiklah, aku akan segera kesana" Balas Naruto.

Kantor Hokage.

Dikantor Hokage saat ini, Hiruzen sedang berhadapan dengan Keluarga Namikaze khususnya Kushina yang marah.

"apa maksud pengaturan tim ini Hiruzen, bukankah Minato sudah meminta Naruto secara khusus untuk menjadi Sensei tim 8" ucap Kushina sambil menggeram.

"ya aku sudah mendengar permintaan Minato kemarin, tapi semua keputusan tetap ada di tangan ku sebagai Hokage" ucap Hiruzen tenang tidak terpengaruh oleh kemarahan Kushina

"tapi, bukankah dewan dan instruktur Akademi yang melakukan pengaturan Tim" tanya Minato.

"ya, memang tapi sebagai pemimpin desa aku memiliki hak veto untuk menentukan penetapan Tim, apalagi Tim yang dikepalai Naruto dibentuk Khusus untuk menjadi team Khusus Segel, dan tidak ada Sensei yang lebih kompeten untuk menjadi Sensei mereka selain Naruto" jelas Hiruzen.

"maaf Hokage-sama, Jounin Uzumaki, sedang menunggu didepan pintu" ucap Sekertaris Hokage dari Interkom.

"suruh dia masuk Megumi" Jawab Hiruzen.

Kemudian pintu kantor Hokage terbuka dan masuklah Naruto.

"ada apa Jii, kenapa kau memanggilku?" tanya Naruto tanpa menghiraukan Keluarga Namikaze.

"maaf Naruto-kun, Kushina dan Minato disini memprotes penempatan tim Genin, mereka meminta untuk menukar Sensei tim 8 dengan Sensei tim Khusus" ucap Hiruzen.

Naruto kemudian berbalik dan menghadap Keluarga Namikaze.

"apa alasan kalian ingin aku sebagai Sensei tim 8?, setiap Jounin yang di tunjuk sebagai Sensei adalah para Jounin yang sangat kompeten di bidangnya, tidak ada alasan untuk melakukan pertukaran Sensei, jadi kenapa kalian sangat menginginkan untuk melakukan pertukaran Sensei?" tanya Naruto.

"kami berpikir bahwa Kurenai tidak cocok untuk menjadi Sensei tim 8 terutama kedua saudarimu, kami belum mengetahui kekuatan dan kapabilitas Kurenai sebagai Sensei" jawab Minato.

"Nah, kalian mengatakan bahwa kalian belum mengetahui kekuatan dan kapabilitas Kurenai, lalu kalian bahkan tidak mengetahui kekuatan dan kapabilitas ku , tapi kalian meminta untuk pertukaran Sensei" kata Naruto sambil mengangkat alisnya.

Minato dan Kushina saling berpandangan dengan gugup.

"kami berharap jika kamu menjadi Sensei tim 8, kamu bisa membangun kembali hubungan dengan kedua saudarimu" kata Kushina.

"hahahaha" kedua Namikaze di kejutkan oleh gelak tawa Naruto.

"apa yang lucu?" tanya Minato bingung.

"hehehe, rupanya kalian cukup gigih juga aku terkesan dengan usaha kalian, tapi seperti yang pernah aku katakan, aku tak pernah ingin berhubungan kembali dengan kalian" ucap Naruto sambil terkekeh.

"tapi kenapa? kami keluargamu Naruto, kenapa kau tak memberi kami kesempatan untuk menebus kesalahan kami?" tanya Kushina dengan mata yang berlinang.

"sudah aku bilang, dan aku tegaskan sekali lagi, aku sudah hidup lama tanpa orang tua, dan buktinya aku bisa sampai di posisiku saat ini tanpa sedikitpun dukungan kalian, jadi tidak ada yang bisa kalian lakukan untuk merubah segala hal itu" ucap Naruto dengan nada bosan.

"tolong Naruto-kun, beri kami kesempatan untuk menjadi orang tuamu seperti dulu , apapun akan kami lakukan untuk bisa menjadi keluarga yang utuh lagi" Kata Kushina sambil terisak.

"kalian akan melakukan apapun?" tanya Naruto skeptis.

"iya, apapun yang kamu minta akan kami lakukan asal kau memberi kesempatan kepada kami" kata Kushina berharap.

"Hem, baiklah, aku tahu kau memiliki Jutsu ruang dan waktu bukan?" tanya Naruto pada Minato.

"ya, aku memiliki Jutsu Hiraishin, Jutsu itulah yang membuatku mendapatkan gelar Yellow Flash, aku akan mengajari hal tersebut jika itu yang kamu inginkan" kata Minato semangat.

Hiruzen yang melihat interaksi Naruto bingung dengan apa yang sedang dilakukan sosok cucunya dan penerusnya

'apa sebenarnya yang kau rencanakan gaki' pikir Hiruzen.

"aku tidak meminta mu mengajariku Hiraishin, aku seorang master segel, yang aku inginkan adalah, kau harus mengembangkan Hiraishin hingga bisa menembus jalinan waktu" ucap Naruto.

"apa maksudmu Naruto, Hiraishin adalah Tekhnik yang berhubungan dengan ruang dan waktu, kalo hanya untuk menembus jalinan waktu, Hiraishin bisa melakukannya" ucap Minato bingung.

"ahh, kalo kau berkata seperti itu, aku yakin kau pasti bisa melakukan hal ini" kata Naruto.

"apa yang kau ingin aku lakukan?" Tanya Minato.

"Gunakan Hiraishin mu, kembali kemasa lalu, dan katakan pada dirimu yang lebih muda untuk tidak meninggalkan putranya di pada malam itu" kata Naruto.

Hiruzen yang mendengar permintaan Naruto hanya bisa tertawa dalam hati.

'tak kusangka kau akan meminta hal itu Naruto' pikir Hiruzen.

"tapi itu mustahil, Hiraishin tidak akan bisa melakukan hal itu, bahkan master segelpun tidak bisa menciptakan segel untuk kembali kemasa lalu" ucap Minato.

"nah kau sendiri paham bahwa hal itu mustahil, jadi permintaan kalianpun mustahil aku kabulkan" kata Naruto.

"maaf Jii, aku harus segera pergi, Jaa nee" ucap Naruto kemudian menghilang dalam pusaran chakra Merah Keunguan

"sebaiknya kalian keluar Minato, Kushina, masih banyak tugas yang harus aku kerjakan" kata Hiruzen.

Minato dan Kushina kemudian beranjak keluar dari kantor Hokage.

Rumah keluarga Namikaze.

Mito dan Natsuki yang sedang menunggu ayah dan ibu mereka pulang dari kantor Hokage, duduk di ruang tamu bersama kedua Sannin.

"Tadaima" terdengar suara Minato dan Kushina menyapa.

"Okaeri, Kaa-san, Tou-san, bagaimana hasilnya, apakah Nii-san akan menjadi Sensei tim 8??" tanya Mito semangat.

"maaf, Sensei kalian tidak akan dirubah, Sandaime mengatakan bahwa keputusannya sudah Final, bahkan Naruto tidak mau melakukan pertukaran" jawab Kushina.

"apa yang terjadi disana, Minato, Kushina?" tanya Jiraya.

kemudian Minato menceritakan apa yang terjadi di kantor Hokage tadi.

"Sialan gaki, kenapa dia bertindak terlalu keras kepala, dia tidak tahu apa alasannya , dan dia seakan bertindak bahwa kalian bukan keluarganya" kata Tsunade marah.

"aku akan pergi ke Distrik Uzumaki, dan akan aku buat gaki menyesal" ucap Tsunade sambil berdiri.

"Tsu-hime, kita harus sabar, saat ini Naruto masih didukung oleh Sensei, kita akan menunggu waktu yang tepat, aku tahu Naruto masih marah, biarkan dia tenang dahulu dan setelah tenang kita akan membahas kembali hal ini, sekarang kita perlu fokus untuk mengembangkan kemampuan sikembar dahulu" ucap Jiraya.

"baiklah, cabul, tumben kau memiliki otak" kata Tsunade.

Mito dan Natsuki yang mendengar jawaban dan cerita kedua orangtuanya tentang apa yang terjadi di kantor Hokage hanya bisa terdiam sambil berpikir keras.

'tunggu saja Nii-san, kami akan membawamu kembali ke keluarga ini' batin sikembar.

Skip Time (ujian tes tim Genin saya skip, soalnya hampir sama kaya Canon, malas ngetiknya).

Setelah Konfrontasi dengan keluarganya di Kantor Hokage, kehidupan Naruto berjalan seperti biasanya, Tim Genin asuhannya berhasil mereplikasi segel yang dibuatnya, sehingga dengan demikian memastikan mereka resmi menjadi tim segel.

Hari berganti hari, Minggu berganti minggu dan sudah tidak terasa dua bulan sudah tim 12 atau tim Spesial Segel atau juga sering disebut tim Uzumaki, sudah terbentuk, misi demi misi mereka lakukan, dan sebagai tim yang baru terbentuk mereka bisa dikatakan tim yang sangat berbakat karena mereka sudah memiliki lebih dari 80 misi selama ini, diantaranya adalah 40 misi D Rank, 30 misi C Rank, 7 misi B rank, dan 3 Misi A Rank.

Selain itu saat misi A pertama mereka yaitu yang berawal dari misi C Rank sederhana yakni misi pengawalan ketanah Salju, yang ternyata misi mereka berubah menjadi pertarungan dengan Daimyo Tiran dari Tanah salju yang menyewa 3 ninja A Rank, untuk menangkap Klien mereka, Yukie Fujikaze, yang ternyata adalah putri dari Daimyo sebelumnya dan pewaris sah Tahta tanah salju, dan dalam pertarungan itulah 3 Genin ini mendapat Julukan pahlawan salju, dan juga mereka memiliki moniker masing-masing, yakni Uzumaki Kiba mendapat Julukan Archer, akibat kemampuan untuk menciptakan senjata dan melontarkannya layaknya seorang pemanah, dan mendapat peringkat dibuku bingo sebagai Shinobi Rank B.

Sedangkan Kaito dan Naoko, mendapat julukan Akuma shīru kyōdai (Devil Seal Siblings) karena penggunaan Fuinjutsu yang berbasis ledakan dan dikatakan saat musuh meledak mereka tertawa maniak sehingga mereka terkesan seperti Iblis dan juga mereka mendapat peringkat dibuku bingo sebagai Shinobi dan Kunoichi Rank B

Dan masih banyak misi lain yang mereka jalani sehingga mereka mendapat banyak pengalaman dan semakin dikenal luas sebagai Shinobi dan Kunoichi yang berbakat.

Dan hari ini kebetulan mereka mendapatkan Istirahat mereka dan mereka tidak berniat mengambil misi apapun. jadi mereka memutuskan untuk bersantai di restoran Barbeque milik keluarga Akimichi.

"Hah, akhirnya waktu santai datang juga, ternyata Naruto-sama, bisa menjadi supir budak yang sangat kejam, tapi aku tidak menyangkal hasilnya, bayangkan Genin mana yang mendapat peringkat B di buku bingo dan bukan hanya itu kita adalah Tim Genin Fresh yang baru dua bulan ini dibentuk" ucap Kaito sambil menyeruput secangkir Soju.

"heh, kalian jangan sombong dulu" ucap sebuah suara yang akrab ditelinga ketiga Genin tersebut.

"Yo, Kazama, Shiki, Jiu, sepertinya kalian baru saja pulang dari misi ya" sapa Kiba.

"Yups, kami baru pulang dari misi peringkat A kedua kami" jawab Jiu.

"ahh, payah kami sudah memiliki 3 Rank A di perhitungan misi kami dan selain itu kami juga mendapat peringkat dibuku bingo" ucap Kaito sombong.

"heh, bukan hanya kalian, kami juga, coba buka halaman 129, kalian akan melihat nama kami" balas Kazama.

Ketiga Genin asuhan Naruto membuka buku bingo mereka masing-masing dan melihat di halaman yang disebut oleh Kazama.

"Sial, apa-apaan ini, kau mendapatkan Rank A disini, karena berhasil membunuh 3 Missing Min dari Iwa, Kiri dan Suna" Ucap Kaito tidak percaya.

"Wah, bahkan Jiu dan Shiki mendapatkan peringkat B sama seperti kita" ucap Naoko kagum.

"kau tidak tahu bagaimana Ezra-sensei melatih kami, dia supir budak yang tak kalah kejam dari Naruto-sama" ucap Kazama.

"kau bilang apa bocah, apa kau mau aku tingkatkan lagi latihannya" ucap suara perempuan dari arah pintu masuk restoran.

"hehe, tidak perlu Sensei, kami sudah puas dengan porsi latihan ini" jawab Kaguya Jiu sambil memelototi Kazama yang hanya nyengir lebar.

"Tak kusangka kau kejam juga Ezra" kata Jounin berjenggot yang menghisap rokok, yang mengikuti Ezra memasuki Restoran Akimichi bersama ketiga Geninnya

"aku tidak kejam Smoke-man, ini adalah metode biasa dalam latihan ku" ucap Ezra.

"Yaya, terserah kau sajalah" jawab Asuma.

"Yo, Shika, bagaimana kabarmu Lazy" sapa Kazama.

"Medokusei na, ternyata menjadi Genin sangat merepotkan, dari menjalankan Misi Hingga latihan rutin, jadwalku menonton awan jadi berkurang" gerutu Shikamaru yang segera bergabung dengan enam Genin yang lain.

"tapi setidaknya Sensei kami bukan tipe supir budak seperti kedua Sensei kalian" kata Ino.

"Ehh, dimana Tim 8 dan Tim 7, sudah lama ya kita tidak bergabung seperti ini?" tanya Ino.

"yah, bagaimana lagi kita harus berlatih atau menjalankan misi, dan untuk tim 7 dan 8 , mereka sedang menjalankan misi C rank pertama mereka, aku tadi bertemu mereka sebelum menuju kemari" jawab Kiba.

"ahh, mereka sial sekali, sementara kita sudah mendapat banyak misi keluar desa, mereka baru melakukannya pertama kali" ucap Kazama.

Kemudian mereka mengobrol banyak hal, karena sudah dua bulan mereka tidak bertemu seperti ini, tapi kemudian obrolan mereka di potong oleh seorang Union yang muncul.

"Tim 12, kalian diminta untuk menemui Jounin Sensei kalian di kantor Hokage dan juga kalian diperintahkan untuk membawa persiapan untuk misi keluar desa 3 Minggu" ucap Union tersebut.

"Baiklah, Union-san, kami akan segera kesana" jawab Kiba.

Union tesebut kemudian menghilang dalam pusaran tinta.

"Maaf teman-teman, sepertinya kami harus menjalankan misi dadakan lagi, sampai jumpa lain waktu" ucap Kiba lalu mengangguk kan kepalanya kepala kedua Jounin Sensei yang lain.

Kemudian mereka bertiga bergegas keluar dari restoran barbeque setelah membayar bill mereka, dan segera menuju menara Hokage.

"yang terakhir sampai menara Hokage, upah misinya untuk mentraktir makan" ucap Kaito kemudian melompat dari rumah ke rumah untuk bergegas ke menara Hokage.

"Sial kau curang , Aniki" ucap Naoko sambil memompa Chakra ke kakinya kemudian melompat untuk mengejar Kaito.

Kiba yang melihat tingkah kedua bersaudara itu hanya menggeleng sambil tersenyum kemudian dengan segel tangan ram Kiba menghilang dalam pusaran cahaya.

5 Menit Kemudian

"hahaha, Maaf Aniki sepertinya aku sampai terlebih dahulu" ucap Naoko yang tiba terlebih dahulu didepan kantor Hokage dan kemudian diikuti oleh sang kakak yaitu Kaito.

"Ohayo, Megumi- sempai, kami ingin bertemu Hokage" sapa Naoko.

"Ahh, Naoko, Kaito, silahkan masuk Naruto Sensei sudah menunggu kalian didalam" kata Megumi sambil membalas sapaan Naoko.

"Baiklah, ayo kita masuk, lagi pula sepertinya Kiba yang datang terakhir jadi dia yang akan mentraktir kita" ucap Kaito sambil mengetuk pintu kantor Hokage.

"Silahkan Masuk" terdengar suara Sandaime.

Kedua Genin tersebut kemudian masuk dan terkejut melihat Sensei dan teman satu timnya sudah ada di ruangan tersebut.

"Kalian lambat sekali Naoko, Kaito" ucap Kiba sambil tersenyum.

"Yay, jadi Aniki yang akan mentraktir kita setelah pulang misi" kata Naoko sambil melihat sang kakak.

"Sial bagaimana kau bisa sampai terlebih dahulu Kiba?" gerutu Kaito.

"Satu Kata... Shunsin" ucap Kiba santai.

"Gah, kau curang" kata Kaito jengkel.

"hemm, kau tadi tidak bilang bahwa Shunsin dilarang, jadi aku menggunakannya" jawab Kiba.

Kaito yang mendengar jawaban Kiba hanya mengerutu tidak jelas.

"hahaha, dasar baka Aniki" tawa Naoko.

"ayolah teman-teman, saatnya kita serius" ucap Kiba.

Ketiga Genin tersebut langsung merubah sikap mereka dari yang konyol menjadi seperti seorang Shinobi sejati.

Hiruzen masih saja kagum dengan sikap ketiga Genin ini, sedetik mereka bersikap konyol, sedetik kemudian mereka bisa bersikap layaknya seorang profesional.

"Baiklah, Tim 12 , maaf mengganggu waktu istirahat kalian, tapi aku menerima kabar dari Sensei tim 7 dan 8 , bahwa Misi C Rank mereka berpotensi naik ke misi A atau mungkin S rank dan mereka membutuhkan dukungan" Ucap Hokage.

"dan dalam misi ini aku akan menunjuk Kiba sebagai pemimpin tim" Ucap Naruto.

"maaf Sensei, tapi kenapa Aku, bukankah Sensei yang menjadi pemimpin tim?" tanya Kiba.

"iya Kiba, tapi aku ada misi sekunder yang harus aku jalani disana, aku akan bertemu dengan dua rekan Satu tim ku, untuk misi pembunuhan" ucap Naruto.

"wah, akhirnya kita bisa melihat para Shinobi Legendaris bertarung" ucap Naoko

Naruto hanya bisa tersenyum sambil mengacak rambut Naoko yang sudah dia anggap sebagai saudara perempuannya.

"baiklah, kalian pergilah ke gerbang Utama, aku akan menemui kalian 15 menit lagi" ucap Naruto.

"Hai, Sensei" ucap ketiga Genin serempak kemudian mereka bertiga menghilang dengan Shunsin.

"apa kau yakin ini tidak terlalu berlebihan Jii, mengirim Hinata dan Shino masih masuk akal tapi dengan aku juga disana, aku rasa ini terlalu berlebihan Jii" ucap Naruto.

"aku tahu Naruto, tapi Intel yang dikirim Shino cukup meresahkan, Gato didukung oleh 2 Desa Besar Iwa dan Kumo dan jika Gato berhasil menguasai Nami sepenuhnya otomatis Iwa dan Kumo akan membangun pangkalan di sana dan mereka bisa dengan mudah memobilisasi pasukan jika ingin menyerang Konoha"

"Kenapa Nami tidak meminta Kirigakure untuk mendukung mereka, bukankah mereka lebih dekat dengan Nami?" tanya Naruto.

"Mizukage sedang melakukan reformasi besar-besaran Naruto, bukankah kau tahu setelah kalian bertiga membantu pemberontakan Kiri 4 tahun lalu, Saat ini Kirigakure masih dalam tahap pemulihan apa lagi dengan dua Klan besar mereka Yuki dan Kaguya yang memutuskan membelot kekonoha pada masa perang saudara" ucap Hokage.

"yah, dan apa kau yakin bahwa Kumo dan Iwa mengirim beberapa Ninja Rank S nya untuk mengawal Gato?" tanya Naruto.

"yah, menurut Intel yang dikirimkan Shino Kuno mengirim 3 Shinobi S Rank, Kinkaku dan Ginkaku bersaudara serta setengah Jinchuriki Ekor delapan Blue B" ucap Sandaime.

"sial jadi mereka mengirim Pseudo Jinchuriki dan Jinchuriki penuh, ini akan menjadi bencana, lalu siapa yang dikirim oleh Iwa?" Gerutu dan tanya Naruto.

"Iwa mengirim Bakuton No Gari dan Deidara" ucap Sandaime.

"ohh, ayolah di akhir masa jabatan sebagai Sensei, mereka berlima yang harus aku hadapi, sepertinya Kami sangat membenciku" gerutu Naruto.

"jangan terlalu dramatis bocah, mereka berlima bila menyatukan kekuatan belum ada apa-apanya dibandingkan kalian bertiga, belum lagi Ada Shunsin no Shisui dia juga Shinobi Rank S dan Kurenai dia adalah Kunoichi yang digadang-gadang mendekati tingkat Tsunade dalam hal keterampilan, dia adalah Nyonya Genjutsu yang bahkan Sharingan milik kepala Klan Uchiha saat ini belum tentu bisa memecahkannya" jawab Hiruzen.

"kau mungkin benar Jii, tapi itu hanya jika kami berlima, yang jadi masalah kami memiliki sembilan Genin di bawah asuhan kami, walaupun Genin yang aku asuh mungkin tidak akan terlalu merepotkan" ucap Naruto.

"ya sudah, ini gulungan misimu" ucap Hiruzen sambil menyerahkan sebuah gulungan perkamen.

"Baiklah Jii, Jaa nee" ucap Naruto kemudian menghilang dalam pusaran chakra Merah Keunguan.

'semoga sukses gaki, mungkin kita bisa mendapatkan kekuatan tambahan jika misi ini sukses' batin Sandaime.

"saatnya kembali bertugas, Kage Bunshin no Jutsu" ucap Hiruzen kemudian 4 salinan Hiruzen segera muncul.

"kerjakan Dokumen, aku mau pulang dan beristirahat sejenak, jika sudah tiga dari kalian menghilang dan satu tetap sampai saat aku kembali" ucap Hiruzen yang asli lalu menghilang dalam pusaran daun.

"Hai Oyabun" jawab keempat Bunshin lalu mulai bekerja.

Para Anbu dan Union yang bersembunyi sudut-sudut kantor hanya menggelengkan kepala melihat kejenakaan pemimpin desa mereka.

Gerbang Utama Konoha.

Lima belas menit kemudian.

Kaito, Kiba dan Naoko sudah membawa segala perlengkapan mereka untuk misi, dan saat ini sedang menunggu Sensei mereka.

Tidak butuh waktu lama sebuah Pusaran Chakra muncul dan tampaklah Uzumaki Naruto yang sudah mengenakan Jubah pertarungannya, jubah berwarna Hitam Keunguan dengan Highlight merah gelap dengan lambang Uzumaki dibelakangnya dan tak lupa sebuah Broad sword yang terbungkus Kain penyegelan berwarna perak dengan Tujuh kanji yang berbeda.

" ayo gaki, ada misi yang perlu kita kerjakan, dan ada musuh yang perlu kita basmi" ucap Naruto sambil menyerahkan surat jalan kepada penjaga gerbang.

"ayo, cepat, Tim 7 dan Tim 8 sudah menunggu" ucap Naruto kemudian segera berlari dengan kecepatan yang di pompa oleh chakra yang segera diikuti oleh anggota timnya.

Tiga Puluh menit kemudian.

Otafaku Gai.

Tepat diluar perbatasan Otafaku Gai, Tim 7 yang dikomandoi Uchiha Shisui dan Tim 8 yang dikomandoi Yuhi Kurenai sedang menunggu bala bantuan yang dikirim oleh Desa, karena dalam perjalanan misi C rank pertama mereka, mereka dihadang oleh 4 Ninja dengan Rank A yakni, The Burning Stone Siblings dan The Black Lighting yang untung saja dengan unsur kejutan dari Shisui dan Genjutsu Kurenai, empat Shinobi ini berhasil diringkus dan ditempatkan dalam Genjutsu Sharingan milik Shisui.

Setelah menginterogasi Kliennya, didapati bahwa Misi ini dengan mudah naik ke peringkat A dan jika mungkin bisa peringkat S, itu semua karena Gato yang saat ini menjajah Nami mendapatkan sokongan dari dua desa besar yakni Iwa dan Kumo, jadi setelah berdebat cukup lama akhirnya mereka memutuskan bertahan dan menunggu bantuan.

Sementara mereka bercakap-cakap, dari arah Otafaku Gai muncul 4 Ninja yang menjadi bantuan mereka.

"Yo Shisui, Kurenai, sepertinya kalian agak kesusahan" ucap sebuah suara yang membuat para Genin segera mengelilingi Klien dan Kedua Jounin memasang posisi siaga.

"Yare, tenang aku bantuan" ucap Suara tersebut dan dari cabang beberapa pohon muncullah tim 12.

"sebutkan siapa nama dan apa gelar yang dimiliki oleh Sandaime yang terkenal dikalangan Jounin" tanya Shisui sambil tetap menjaga posisinya.

"hahaha, bagus Shisui, julukan yang dimiliki Jii dikalangan Jounin adalah The Pervert Professor" jawab Naruto.

Setelah mendengar jawaban Naruto, Shisui dan Kurenai postur tubuh Kurenai dan Shisui menjadi rileks kembali.

"jadi kalian yang dikirim sebagai bala bantuan" ucap Shisui.

"Ya, dan aku memiliki misi sekunder di Nami" ucap Naruto yang sudah turun dari cabang pohon diikuti oleh anggota timnya

"Misi sekunder?" Tanya Kurenai bingung.

"Ya" ucap Naruto sambil memberikan gulungan misi sekundernya.

Kurenai dan Shisui segera membaca Gulungan tersebut dan kemudian mereka mendesah lelah.

"gah, misi ini semakin merepotkan" keluh Shisui.

Sementara Kurenai hanya memandang para Genin dengan khawatir.

Naruto yang melihat pandangan Kurenai, hanya tersenyum.

"tenang Kurenai-san, untuk misi sekunder ini aku dan dua temanku yang akan menangani" ucap Naruto sambil menjentikkan jarinya.

Lalu dari balik semak-semak muncul dua sosok yang familiar Dimata Shisui dan Kurenai.

"aku dan teman satu timku yang akan mengambil misi sekunder ini" ucap Naruto.

"Onee-chan, kau akan bertarung bersama Naru-nii dan Shino-nii, wah ini adalah misi yang paling luar biasa yang aku ambil, tunggu sampai Hanabi-Imouto mendengar ini" ucap Hanako riang.

"hihihi, iya aku dan kedua Nii-san mu akan bertarung bersama lagi, Imouto" jawab Hinata sambil mengacak-acak rambut violet Hanako.

Mito dan Natsuki yang melihat keakraban Hanako dan Saudara mereka merasa iri dan sedikit sakit dihati mereka.

"Naruto, sebelum kita pergi ada baiknya empat bajingan ini kita serahkan kepada Hokage untuk di Interogasi" ucap Shisui sambil menunjuk empat Shinobi yang terikat tali baja.

Naruto kemudian mengambil sebuah gulungan kosong dan menulis pesan untuk Hokage, dan sebuah Gulungan dengan kanji Penjara diatasnya.

"Shino, ikat mereka dengan Rantai Vibranium milikmu" perintah Naruto.

Tanpa banyak bicara Shino segera memutuskan Tali baja dan menggantinya dengan Rantai Chakra Vibranium dan setelah rantai tersebut mengikat mereka sebuah Simbol Tahanan tertera di dua ujung rantai yang menyatu.

Naruto kemudian meminta Shisui untuk melepaskan mereka dari Genjutsu Sharingan miliknya.

"Genjutsu Sharingan: Kai" Kata Shisui sambil membentuk segel ram.

Keempat Shinobi tersebut sadar dan Kaget bahwa mereka berhasil ditaklukkan oleh dua tim Genin namun keterkejutan mereka segera berubah menjadi ketakutan begitu mereka menatap tiga sosok yang sangat ditakuti di dunia Ninja.

"Sial, sudah kukatakan pekerjaan ini akan membawa sial bagi kita" ucap salah satu dari tiga bersaudara Burning Stone.

"yah bersyukurlah kalian bertemu dua tim ini sebelumnya, jika kalian bertemu kami dari awal, hal selanjutnya yang akan kalian lihat bukan kami tapi adalah Shinigami" ucap Shino sambil melepaskan sedikit Killing intensnya.

Empat Shinobi yang terikat tersebut bergetar ketakutan.

"Sudah Shino bajingan seperti mereka, tidak perlu diajak bicara" ucap Naruto yang sudah membuka Gulungan dengan Kanji Penjara diatasnya.

"Seal Technique: Infinite Dimensional Prison" Ucap Naruto sambil membentuk segel setengah ram.

Setelah mengucapkan nama teknik tersebut dari Gulungan yang awalnya Kosong sebuah rantai chakra yang terbuat dari Tinta keluar dan kemudian menjerat keempat tawanan tersebut, tanpa banyak perlawanan keempat tahanan tersebut tersedot masuk kedalam Gulungan dan gulungan yang awalnya kosong kemudian memiliki pola kanji yang rumit dengan sebuah kanji besar Penjara yang dikelilingi oleh berbagai ukiran rumit.

Naruto kemudian mengangkat gulungan tersebut dan menyerahkan kepada Shino, setelah itu Naruto menggigit ibu jarinya dan mengoleskan daranya pada tato di pergelangan tangan kirinya.

"Kuchiyose no Jutsu: Valkriye" ucap Naruto.

Setelah mengucapkan nama Jutsunya sebuah letupan asap muncul dan dari balik asap tersebut tampak seekor Serigala muda setinggi Lutut Naruto.

"ada yang bisa saya bantu Naruto-sama" Tanya Serigala tersebut.

"Ya Valkriye, aku ingin kau mengirimkan ini kepada Hokage dan katakan bahwa mereka adalah tahanan perang" kata Naruto sambil memasukkan kedua Gulungan kedalam kantong pinggang hewan panggilannya tersebut.

"Hai, saya akan segera pergi Naruto-sama" Ucap Valkriye yang kemudian menghilang dalam letupan asap.

"Baiklah teman-teman saatnya kita berjalan, tapi sebelum itu Tazuna" ucap Naruto sambil menjentikkan jarinya

Lalu sebuah kanji segel muncul di udara kosong dan sebuah distorsi muncul dan semakin besar membentuk sebuah gerbang dengan pintu emas berukir berbagai jenis kanji segel.

Naruto kemudian menggigit jempolnya dan mengoleskan darahnya pada Kanji Kunci ditengah pintu dan kemudian mendorong pintu terbuka dan sebuah ruangan dengan sebuah singgasana kecil terlihat

"Masuklah Tazuna, dan duduklah di singgasana tersebut, dan aku pastikan kau akan aman sampai di rumah, tapi sebelum itu aku minta setetes darahmu" ucap Naruto.

Tazuna hanya memandang para Jounin dengan bingung sebelum akhirnya melihat Shisui dan Kurenai mengangguk meyakinkan.

Tazuna melangkah mendekati Naruto dan mengulurkan jarinya dan dengan tusukan ujung kunai Naruto mengambil sedikit darah Tazuna dan meneteskan darah tersebut pada sebuah kertas bertuliskan kanji Klon Darah dan tepat setelah darah tersebut menyentuh kertas segel, sebuah ledakan asap dan setelah asap menghilang muncul kembaran Tazuna.

Tazuna yang melihat kembarannya hanya bisa melongo.

"Baiklah, Tazuna yang asli akan bersembunyi di ruang dimensi milikku, kau tetap bisa melihat dunia luar melalui mata Klon darahmu" ucap Naruto.

Tazuna segera menuruti perintah Naruto dan segera memasuki ruang dimensi milik Naruto dan tepat setelah Tazuna duduk di singgasana, gerbang emas segera tertutup dan menghilangkan menuju ketiadaan.

"Baiklah Klon Tazuna ditengah dan delapan Genin membentuk formasi Diamond , Kiba kau di belakang posisi Diamond dan Shisui, Kurenai didepan, sementara aku dan kedua anggota timku akan mengikuti di bayang-bayang" Kata Naruto kemudian Naruto dan kedua rekan setimnya segera melebur ke bayang-bayang.

Skip Time.

Setelah berjalan selama beberapa jam, kelompok Genin Tim 7, 8 dan 12 beserta kedua Jounin Sensei mendekati perbatasan negara api dan negara ombak yang ditandai dengan sebuah bangunan jembatan megah yang setengah jadi.

"Wow, megah sekali jembatan ini" ucap Inuzuka Kiba.

"Sebaiknya jangan terlalu ribut bocah, kita harus menghindari deteksi Gato" ucap Klon Tazuna.

Setelah beberapa saat sebuah perahu mendekat dan Klon Tazuna memberi Isyarat untuk menaiki perahu.

"wah, perahu ini terlalu kecil jika harus memuat semua dan aku tidak bisa kembali lagi" ucap sang pengemudi perahu.

"Baiklah Tuan , Tim ku akan mengikuti dari belakang" ucap Kiba yang mendapat pandangan bingung dari beberapa anggota Genin yang lain kecuali Mito dan Natsuki.

Tidak menunggu waktu lama Kiba, Naoko dan Kaito segera melangkah menuju laut yang membelah Tanah api dan tanah ombak dan sebagai kejutan anggota Genin, tim 12 berdiri diatas air bagai berdiri diatas tanah.

"Bagaimana kalian bisa melakukan itu?" tanya Sasuke.

"Ini adalah latihan lanjutan dari berjalan di pohon, kami sudah menguasai ini bahkan sebelum kami lulus dari akademi" ucap Kaito.

Sementara Genin dari Tim 7 dan 8 yang tidak mengetahui bila ada lanjutannya latihan berjalan di pohon hanya memandang Sensei Jounin mereka yang hanya menggosok belakang kepala mereka sambil terlihat malu.

"kami berencana melatih kalian setelah misi ini selesai" ucap Shisui malu.

"ayo, kita tidak bisa menunda lagi" ucap Kurenai yang kemudian melangkah memasuki perahu diikuti oleh yang lainnya.

Selama perjalanan menuju wave para Genin hanya bisa kagum dengan struktur Jembatan yang luar biasa.

"Tuan kenapa tidak menyalakan mesin perahu ini, biar kita bisa lebih cepat sampai?" tanya Sasuke penasaran.

"wah, aku tidak berani menanggung resiko ketahuan oleh Gato, sudah banyak pemilik kapal yang ditangkap oleh Gato dan Kroninya dan aku tidak mau jadi yang selanjutnya" ucap Pemilik perahu tersebut.

Setelah mendengar jawaban tersebut para Genin terdiam. setelah beberapa saat mereka sampai di sebrang.

"Maaf kawan, aku hanya bisa mengantarkan sampai sini, aku harus segera kembali, sebelum kroni Hati melakukan pemeriksaan rutin" ucap pemilik perahu tersebut.

"tenang saja kawan, terimakasih sudah mengantarkan kami" ucap Klon Tazuna.

"baiklah, hati-hati" ucap pemilik perahu kemudian mengayuh perahunya menjauh.

"Baiklah Tim ayo jalan" ucap Shisui dan Kurenai kepada anggota timnya dan kemudian diikuti oleh Genin tim 12 mereka membentuk posisi Diamond seperti sebelumnya.

"eh, Klon Tazuna Oji, apa masih jauh" Tanya Hanako.

"sebentar lagi kita sampai rumah ku" ucap Tazuna.

Tidak lama kemudian Inuzuka Kiba tiba-tiba melemparkan sebuah Shuriken kearah semak-semak, dan seekor kelinci berbulu coklat yang ketakutan berlari.

"Kiba-baka, apa yang kau lakukan" pekik Sakura yang segera menangkap kelinci yang ketakutan tersebut.

'Aneh, di daerah sini tidak ada kelinci, dan dari gerakan gerik kelinci ini sepertinya ini hewan peliharaan' pikir Kiba

Insting Kiba tiba-tiba menyala dan sebelum sempat mengingatkan teman-temannya dan Sensei mereka.

Shisui Uchiha tiba-tiba berteriak.

"Semuanya kebawah" ucap Shisui sambil menarik kerah klon Tazuna.

Sebuah sambaran petir menghantam pohon tepat dibelakang kelompok tersebut.

"semua menyebar, Tim segel buat Kekkai untuk melindungi Tazuna" perintah Shisui.

Tim segel segera bergerak membentuk sebuah segel Kekkai yang mengelilingi Klon Tazuna.

"Hanako, Sakura, Mito, Natsuki, Naoko, Lindungi Tazuna dari luar Kekkai" Perintah Kurenai.

"Sasuke, Kaito, Kiba, Inuzuka, tetap siaga" ucap Shisui.

"Wah, wah, sebuah kehormatan bisa bertemu Shunsin no Shisui dan juga Nyonya Genjutsu Konoha" kata sebuah suara yang keluar dari semak-semak dan tampak tiga sosok Shinobi yang sangat Familiar Dimata dua Jounin Sensei tersebut.

"Ahh, Raiga Kurosaki, Jinin Akebino dan Kushimaru Kuriare, tiga missing-nin dari Kiri dan Mantan Anggota dari 7 Pendekar Pedang Kirigakure" ucap Kurenai.

"ahh betapa terhormat nya aku bisa dikenal oleh Nyonya Genjutsu Konoha" Ucap Jinin Akebino.

"tidak perlu banyak bicara Jinin, Kushimaru, kita dibayar buat menghabisi pembangunan jembatan" ucap Raiga.

"hemz, maaf kalo kalian ingin menghabisi pembangun jembatan, kalian harus melewati kami dulu" ucap Shisui.

"Kushimaru kau hadapi Nyonya Genjutsu, Jinin dan aku akan menghadapi Shunsin no Shisui" ucap Raiga sambil mengisi pedang Kiba dengan Chakra petir dan diikuti oleh Jinin segera menyerbu Shisui.

Battlefield

(Uchiha Shisui vs Jinin Akebino dan Raiga Kurosaki).

"Heh, aku merasa terhormat bisa bertarung dengan Ninja sekaliber dirimu Shunsin no Shisui" Ucap Raiga.

"Lightning Release: Twin Dragons" ucap Raiga sambil menebas pedang kembar Kiba yang terselubung petir kearah Shisui.

"Sial, Kawarimi" ucap Shisui bertukar tempat dengan batang pohon.

Batang pohon yang terhantam Petir langsung hangus terbakar.

"Jangan lengah gaki, rasakan ini Kabutowari Smash" ucap Jinin dari samping Shisui.

"Earth Release: Mud Wall" ucap Shisui lalu sebuah dinding lumpur menahan hantaman Pedang Kabutowari.

"Sial, melawan mereka jarak dekat membuatku kewalahan, aku akan bertarung dari jarak jauh dan bila sempat aku akan menggunakan Kotoamatsukami" ucap Shisui yang sudah berpindah tempat.

"Cih, ternyata kau lumayan juga bocah" ucap Jinin yang sudah berpindah ke posisi semula.

"Fire Release: Ancient Dragon Rage" ucap Shisui sambil menembakan aliran api besar yang membentuk wujud seekor naga.

"Sial, itu naga yang besar sekali, bila terkena bisa bahaya, Jinin bersama Water Release: Great Tsunami" ucap Raiga yang diikuti oleh Jinin.

Lalu dari arah laut disebelah kiri mereka sebuah gelombang Tsunami raksasa menghantam konstruksi naga api yang membuat Medan pertempuran tertutup kabut asap.

Shisui yang melihat bahwa Jutsu spesialnya berhasil dihadang segera mengaktifkan Sharingannya untuk melihat musuh, dan saat pandangannya menangkap Jinin dan Raiga yang kebingungan Shisui segera Shunsin kearah belakang Raiga dan menusuk jantungnya dari belakang.

"Satu Jatuh" ucap Shisui.

"Kena kau" terdengar suara Jinin dan sesaat kemudian sebuah aliran air menghantam Shisui dan Mayat Raiga.

"Water Release: Water Prison" ucap Jinin.

'Sial dia menggunakan kawannya sebagai umpan' Batin Shisui.

"Raiga sekarang tangkap pembangunan jembatan" Ucap Jinin.

"Tak kusangka Shunsin no Shisui bisa ditipu semudah itu" ucap Raiga yang ternyata masih hidup.

Shisui kaget karena sosok yang seharusnya sudah tewas ternyata masih hidup dan segera sadar bahwa 'mayat' yang ikut terjebak bersamanya adalah sebuah batang kayu.

"Sebelum membunuh pembangunan jembatan, aku akan menghabisi para Genin itu dulu" ucap Raiga.

Genin yang melihat Shisui terjebak dalam penjara Air gemetar ketakutan karena musuh kini berniat menghabisi mereka.

"Kaito, kau bantu aku untuk menahan Raiga, Inuzuka kau bersama Sasuke cobalah untuk membebaskan Shisui-sensei." Ucap Kiba

Uzumaki Kiba kemudian membentuk replika pedang Kiba seperti yang dimiliki oleh Raiga, sementara Kaito membuka gulungan penyimpanannya dan mengeluarkan tombak Gae Blog.

"ahh, Archer dan Salah satu Akuma shīru kyōdai , dimana Saudarimu ne?" Ejek Raiga.

Kiba kemudian mengisi pedang replikanya dengan chakra dan dari bilah pedang tersebut petir segera menyelimuti.

"Blade Blacksmith, Kiba: Twin Dragons" ucap Kiba sambil mengayunkan kedua pedang hasil replika.

Raiga yang melihat serangan yang sama dengan yang dia lemparkan kepada Shisui seger mengulanginya lagi.

"Bocah Peniru Sialan, Lightning Release: Twin Dragons" Geram Raiga.

Kedua serangan bereleman petir saling menabrak dan menghasilkan ledakan yang membuat kedua pendekar pedang melompat kebelakang.

"Sial, berani sekali bajingan cilik sepertimu menyalin Tekhnik milikku" Geram Raiga yang kemudian mengisi kembali pedang Kiba dengan Chakra petir berniat melakukan pertarungan pedang.

Uzumaki Kiba yang melihat hal tersebut segera melakukan hal yang sama dan kedua Pendekar Pedang saling menabrak pedang mereka.

Kaito yang melihat Kiba mencocokkan dirinya denga Raiga segera menoleh pada Sasuke dan Inuzuka Kiba.

"Kalian berdua coba alihkan perhatian Jinin Akebino, aku akan mencoba membebaskan Shisui-sensei" ucap Kaito.

Inuzuka Kiba dan Sasuke saling berpandangan, kemudian Inuzuka Kiba mengeluarkan Fuma Shuriken dari tas yang dia bawa dan menyerahkannya pada Sasuke.

Sasuke sadar akan rencana Inuzuka Kiba segera mengambil Guna Shuriken dan melemparkannya kearah Jinin Akebino yang dengan satu tangan menangkap Fuma Shuriken tersebut.

"Kalian pikir Tekhnik seperti itu bisa membodohi pendekar sepertiku" ucap Jinin sambil membuang Fuma Shuriken tersebut.

"Yah, kau memang tertipu, Shadow Shuriken Technique Sukses" Ucap Sasuke

Lalu sebuah Shuriken Kedua yang ternyata berhasil melewati Jinin berubah menjadi Inuzuka Kiba dan rekan Ninkennya yang segera melakukan serangan.

"Fang over fang" ucap Inuzuka Kiba yang kemudian berputar diikuti oleh Ninkennya dan membentuk dua buah Bor yang langsung menuju Jinin.

Jinin Akebino yang sadar sudah ditipu oleh Dua orang Genin segera melepaskan Teknik penjara Airnya.

Shisui yang terbebas dari penjara Air segera melompat mundur agar tidak terkena dampak serangan Inuzuka Kiba.

Jinin yang melihat serangan bor manusia semakin mendekat segera mengangkat Kabutowarinya dan memposisikan senjata tersebut sebagai pelindung.

Kaito yang melihat Jinin lengah segera melesat kearah Jinin dan dalam sekejap menusukan tombak Gae Blog tepat di perut Jinin dari arah belakang.

"Mati, Gae Blog: Flame Tower" ucap Kaito.

Tepat dari luka tusukan Gae Blog sebuah api Crimson mulai membakar Jinin Akebino membuatnya melepaskan pegangan Kabutowari dan tepat setelah itu serangan Inuzuka Kiba dan Akamaru menghantam tubuhnya dan membuatnya terlempar.

"ugh, kerja sama kalian hebat bocah, tak kusangka aku akan tewas ditangan tiga orang Genin" ucap Jinin sebelum akhirnya api Crimson membakar tubuhnya.

"Arrrggggh" teriakan Jinin Akebino yang sekarat membuat Raiga kehilangan Konsentrasi yang dimanfaatkan oleh Kiba untuk melakukan serangan telak.

"Blade Blacksmith, Kiba: Lightning Jab" ucap Uzumaki Kiba sambil menusukan replika pedang Kiba yang berselimut petir tepat kedada Raiga yang perhatiannya teralihkan.

"Arrrrggghhh" teriak kesakitan Raiga menyadari bahwa dia sudah kalah.

"ugh, Kau hebat bocah, aku merasa terhormat tewas ditangan seorang pendekar pedang sepertiku" ucap Raiga sebelum akhirnya meninggal dunia dengan dada yang hangus terbakar.

Inuzuka Kiba, Kaito dan Uzumaki Kiba segera mendekati sang Sensei yang baru saja keluar dari penjara Air. Kemudian mereka berempat segera mendekati Sasuke.

"Kalian berempat hebat, taktik yang bagus Inuzuka, Sasuke dan Kaito, Kiba penyelesaian yang bagus" Puji Shisui.

Battlefield

(Kurenai vs Kushimaru Kuriare)

Sementara Shisui berhadapan dengan Jinin dan Raiga, Kushimaru berhadapan dengan Kurenai yang cukup kewalahan dengan pergerakan lincah Kushimaru ditambah pedang Nuibari yang berulangkali hampir menusuknya.

"Ternyata Nyonya Genjutsu hebat juga dalam pertarungan jarak dekat" Ejek Kushimaru.

'sial aku hampir kehabisan stamina, jika begini terus aku bisa terkena serangan Nuibari , aku harus membuat dia lengah' batin Kurenai.

"ayo kita selesaikan pertarungan ini, Earth Release: Earth Spike" ucap Kurenai sambil menghentakan telapak tangannya ketanah.

Dari dalam tanah belasan Paku Bumi bermunculan mencoba menusuk tubuh Kushimaru yang dengan lincah dihindarinya.

'Sial dia bisa menghindarinya' batin Kurenai yang tampak kelelahan.

"sepertinya aku yang menang Nyonya Genjutsu Konoha" ucap Kushimaru sambil melesat kearah Kurenai yang lelah namun sebuah ledakan petir membuat Kushimaru terkejut dan serangannya gagal mengenai targetnya.

Kurenai yang melihat kesempatan untuk membalas segera melakukan Tekhnik khasnya.

"Demon Illusion: Tree Binding Death"

Dalam pandangan Kushimaru dirinya terjebak dalam sebuah pohon yang akarnya mengikat erat tubuhnya, sementara didunia nyata Kushimaru tergeletak kaku seperti papan, Kurenai kemudian mengambil Nuibari dan menusuk jantung Kushimaru dengan senjatanya sendiri.

Sementara itu dalam pemandangan Kushimaru yang sedang terjebak oleh akar pohon, Kurenai muncul tepat diatasnya seolah keluar dari dalam pohon dan menusukkan Nuibari miliknya kearah Jantungnya.

Kurenai yang melihat Kushimaru sekarat segera melepaskan Genjutsunya.

"Sial aku tertipu oleh Genjutsu peringkat rendah" ucap Kushimaru sebelum pedang Nuibari yang dipegang oleh Kurenai memenggal kepalanya. Kemudian Kurenai mengeluarkan sebuah kertas segel bertuliskan api diatasnya dan menempelkannya keatas mayat Kushimaru dan dengan segel tangan sederhana mayat Kushimaru dibakar sampai menjadi abu.

Kurenai segera mengambil kepala Kushimaru dan dengan pedang Nuibari yang masih dalam genggamannya segera bergabung kembali dengan anggota timnya dan melihat bahwa Kiba dan Kaito berkat kerja sama Inuzuka dan Sasuke berhasil membunuh Jinin Akebino dan Raiga Kurosaki.

"Kerja Bagus tim" ucap Kurenai.

Shisui yang mendengar suara Kurenai segera berbalik diikuti oleh keempat Genin dan melihat bahwa Kushimaru juga sudah tewas.

"kau hebat juga bisa menghabisi Kushimaru sendirian Kurenai" ucap Shisui.

"Yah aku hanya beruntung dia teralihkan oleh suara ledakan petir tadi sehingga aku bisa memberi serangan terakhir" ucap Kurenai.

Lalu kemudian angin yang cukup kencang membuat Asap hasil tabrakan Jutsu Shisui dan Combo Jinin Raiga menghilang, membuat kedua Jounin Sensei waspada.

"Tenang Shisui, ini aku" Naruto , Hinata dan Shino muncul dari bayang-bayang.

"kenapa kalian tidak membantu sama sekali" tuduh Shisui jengkel.

"Hahaha, kalian bisa mengatasinya bukan, kalo kami ikut membantu para Genin dibawah asuhan kalian berdua tidak akan mendapat pelajaran dari pertarungan ini" ucap Naruto sambil tertawa.

"Wah, sepertinya dengan ini kita bisa mengembalikan tiga pedang milik Kirigakure dan menukar Harga yang dimiliki tiga Missing-nin ini" ucap Naruto yang mengambil pedang Kiba dari mayat Raiga dan menggunakannya untuk memenggal kepala Raiga.

Shino sudah bergerak mengambil Kabutowari dan Kepala Jinin yang sudah setengah Hangus lalu menyerahkannya kepada Naruto yang menyegel kepala Kushimaru, Raiga dan Jinin dalam satu gulungan dan ketiga pedang legendaris dalam Gulungan yang lain.

Setelah melihat bahwa semuanya aman, kelima Kunoichi yang mengelilingi Klon Tazuna segera berkumpul bersama teman-teman yang lain, setelah Naoko melepaskan Kekkai yang melindungi Klon Tazuna.

"Naruto-kun, bagaimana dengan sosok yang sejak tadi mengawasi pertarungan apakah kita harus mengejarnya?" Tanya Hinata.

"Biarkan saja Hinata, biarkan dia menyampaikan pesan kepada Gato dan Kroninya bahwa waktu mereka sudah ditetapkan" ucap Naruto lantang.

Sementara di semak-semak sosok yang sedari tadi mengintai jalannya pertarungan terkejut bahwa dia berhasil ditemukan, dan ketakutan setelah mendengar ucapan Naruto, setelah itu sosok tersebut langsung pergi dengan Shunsin untuk mengabari majikannya.

Kembali ke Kelompok Naruto cs.

"Dia sudah pergi Naruto-kun" ucap Hinata yang merasakan bahwa sosok yang sedari tadi mengintai jalannya pertarungan sudah pergi.

Naruto menganggukkan kepalanya dan kemudian dengan jentikan jarinya Pintu Gerbang yang sedari tadi menyimpan Tazuna yang asli segera terwujud dan Tazuna yang asli melangkah keluar, dan dengan segel tangan tunggal Klon Tazuna kembali menjadi Kertas segel yang terkena tetesan darah Tazuna. Naruto mengambil kertas tersebut dan menyalurkan Chakra Apinya untuk membakar kertas tersebut.

"baiklah mari kita lanjutkan perjalanan" ucap Naruto.

"Sebentar Naruto, aku sudah terlalu lelah, aku hampir kehabisan stamina akibat melawan Kushimaru" ucap Kurenai.

"Baiklah kita istirahat 10 Menit" ucap Naruto yang mendapat desahan lega dari semua orang kecuali dua rekan setimnya dan Tazuna sendiri.

"Ne, Naruto-sensei, kira-kira berapa yang akan kami dapat dari Bounty ketiga Missing-nin tadi?" tanya Inuzuka Kiba.

Para Genin yang lain minus tim dua belas tertarik dengan pertanyaan Inuzuka Kiba.

"Kaito coba kau lihat dibuku bingo hal 110 , 121 dan 124" Perintah Naruto.

Kaito segera membuka buku bingonya dan melihat jumlah Bounty yang didapat.

"wow, Kushimaru Kuriare Bounty yang dimilikinya seharga 40 Juta Ryo dengan keterangan Mati dipotong 10 Juta Ryo, Kalo Jinin Akebino seharga 35 Juta Ryo keterangan Hidup/mati harga tetap, sedangkan Raiga Hidup/mati seharga 25 juta Ryo" ucap Kaito.

"woah, berarti kita mendapatkan 100 juta Ryo, wah itu banyak uang yang bahkan misi Rank C harus lebih dari 60 kali baru kita bisa mendapatkan uang sebanyak itu" ucap Inuzuka Kiba.

"yah tapi karena kalian tidak membunuhnya sendiri tapi bekerja sebagai tim dan ada dua Jounin Sensei, maka 100 juta Ryo itu akan dibagi" ucap Naruto.

"Sensei kalian akan mendapatkan masing-masing 15 juta Ryo, sedangkan kalian masing-masing akan mendapatkan 7,5 juta Ryo dan sisanya akan masuk kedalam kas desa." kini Giliran Hinata yang berbicara.

"bukan itu saja, senjata yang dimiliki mereka bertiga akan dibayar juga oleh Kirigakure untuk mendapatkannya kembali, Kirigakure kemungkinan besar akan membayar 50 juta Ryo per senjata sehingga akan mendapatkan 150 juta Ryo, dengan pembagian Sensei kalian mendapatkan 25 juta Ryo masing-masing dan kalian akan mendapatkan 10 juta Ryo masing-masing dan sisanya untuk kas desa" Jelas Shino.

Para Genin yang mendengar penjelasan tiga Ninja legendaris tersebut hanya melongo dengan jumlah bayaran yang mereka dapat.

"jadi dari misi ini saja kami akan mendapatkan 17,5 juta Ryo per orang sedangkan Sensei kami akan mendapatkan 40 juta Ryo per orang, wah itu melebihi bayaran misi yang aku dengar dari kakak perempuanku" ucap Inuzuka Kiba.

"kalian belum lupa tawanan yang kalian lumpuhkan saat awal tadi, jika Kumo dan Iwa menginginkan Shinobi mereka kembali mereka harus membayar tebusan juga, tapi aku kurang tahu berapa yang akan mereka bayarkan" ucap Shisui.

"wah mantap, misi pertama dan kita sudah mendapat banyak uang" ucap Sakura senang.

Para Jounin yang mendengar ucapan Sakura hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"jangan senang dulu Sakura, misi kita belum selesai, kita harus mengawal pembangun jembatan sampai menyelesaikan pembangunan, dan Gato serta Kroninya masih merajalela" ucap Kurenai membuat Sakura cemberut.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan rumahku tidak terlalu jauh lagi" ucap Tazuna kemudian berdiri diikuti oleh para Tim Genin yang mengawalnya.

Setelah berjalan selama 30 menit, terlihat sebuah rumah kayu tradisional Jepang bertingkat dua.

"nah kita sudah sampai" ucap Tazuna kemudian mengetuk pintu

"ya sebentar" terdengar suara dari balik pintu. kemudian pintu terbuka dan tampaklah Wanita dewasa yang berusia sekitar akhir dua puluhan.

"ahh, ayah kau sudah kembali, apakah ini ninja yang kau sewa untuk melindungi mu, mari Ninja-san silahkan masuk, saya akan segera menyiapkan kamar untuk beristirahat" ucap Wanita tersebut.

"ayo kita masuk, itu tadi putri semata wayangku, namanya Tsunami" ucap Tazuna sambil mempersilakan para Shinobi dan Kunoichi untuk duduk.

Para Genin hanya bisa mengagumi arsitektur bangunan rumah Tazuna yang bagian dalamnya dibuat sangat presisi.

"wah, ternyata pak Tua sepertimu hebat juga bisa membangun rumah semegah ini" ucap Sasuke.

"hehe, aku terkenal sebagai tukang kayu hebat di sebagian besar Elemental Nation, bocah" kekeh Tazuna sambil menyeruput secangkir Sake yang diambilnya dari lemari pendingin.

Kemudian Tsunami Hadir dan para Ninja di tunjukan kamar masing-masing, Kurenai akan berbagi kamar dengan Hinata , Hanako, Naoko, Sakura, Mito dan Natsuki dilantai satu.

Sementara Shisui akan berbagi kamar dengan Sasuke, Kaito dan Inuzuka Kiba, sementara Naruto akan berbagi dengan Shino dan Kiba.

"Silahkan kalian beristirahat, nanti akan saya panggil saat makan malam siap" ucap Tsunami.

Skip Time (Konfrontasi dengan Inari saya skip, pasti semua udah pada tahu).

Sudah lebih dari 1 Minggu sejak tim 7, 8 dan 12 melakukan misi di Negara Ombak dan selama itu pula para Genin melihat bagaimana keadaan kota yang berbanding terbalik dengan suasana yang mereka rasakan di Konoha, kota tersebut sangat miskin dan para preman Gato berbuat semena-mena terhadap warga.

Dan selama itu pula tim 7 dan 8 terus berlatih, dan selama itu pula Mito dan Natsuki mencoba mendekati Naruto yang tidak sedikitpun membuahkan hasil.

Dan hari ini giliran tim 7 dan 8 mengawasi pembangunan jembatan yang sudah hampir mencapai tahap akhir.

"Yosh, ini adalah tahap akhir pembangunan jembatan, dan Gato belum menyerang sama sekali" ucap Sakura senang.

Sementara tim 7 dan 8 mengawasi pembangunan dibantu oleh kedua Sensei mereka, dan juga Diawasi dari bayang-bayang oleh Naruto , Hinata dan Shino. Tim 12 sedang menjaga kediaman Tazuna.

Markas Gato.

"Kalian sudah tahu bukan tugas kalian, tangkap putri dan cucu pembangun jembatan" ucap Sosok pendek kepada empat orang Shinobi berikat kepala Iwa.

"kau tenang saja Gato, aku dan tim Geninku akan membawa mayat kedua orang tersebut" jawab Sosok yang menggunakan rompi Jounin Iwa.

"aku mengandalkan mu Jinzo" ucap Gato.

"Para Konoha busuk itu tidak tahu apa yang akan menimpa mereka" ucap Gato sambil melihat ratusan preman dan dan 5 Shinobi peringkat S yang menjadi ujung tombaknya.

Kembali dengan tim 12.

Tim dua belas sedang berjaga-jaga disekeliling rumah Tazuna kemudian mendengar teriakan Inari dari arah pintu depan.

"Lepaskan ibuku dasar kalian ninja brengsek" teriak Inari sambil memegang pisau dan berlari menuju Shinobi Iwa yang menyandra Ibunya.

"dasar bocah bodoh" ucap Shinobi tersebut sambil menendang Inari menjauh.

"segera habisi wanita itu dasar bodoh kau Genji" teriak teman wanitanya.

"tenang saja, aku akan segera menghabisi... argh" sebelum Genji sempat menyelesaikan kalimatnya sebuah tombak merah menembus batok kepalanya membuatnya tewas seketika.

"tak kusangka kalian akan bertindak sebodoh ini, ternyata Iwa genin cukup bodoh ya" ucap Kaito yang berjalan mendekati mayat Genji dan mencabut tombaknya sambil menyeringai sombong kearah dua Genin yang tersisa.

"Sial dia adalah salah satu dari Akuma shīru kyōdai" ucap Kunoichi yang tadi meneriaki Genji.

"Kita harus segera pergi Naomi" ucap Shinobi yang lain.

"kau tak perlu mengingatkan aku, Geto" balas Naomi yang kemudian mencoba melarikan diri tapi kemudian sadar bahwa tubuh mereka kaku tidak bisa bergerak.

"Sayang sekali kalian harus tewas disini, tapi ini misi kami dan kalian adalah musuh kami" ucap Kaito sambil memberikan Isyarat kepada sosok dibelakang dua Genin tersebut dan sekejap kemudian dihadapan Genin Iwa yang ketakutan tercipta ratusan kunai dan Shuriken yang kemudian menghantam tubuh mereka yang terikat oleh Fuinjutsu Naoko.

"Arrrggggh" teriakan kedua Genin tersebut mengema diudara dan tidak sampai dua menit kemudian mereka tewas dengan tubuh penuh luka Kunai dan Shuriken.

Jinzo yang melihat Geninnya gagal membunuh putri dan cucu pembangun jembatan mencoba kabur.

"Sial aku harus melaporkan ini pada Gato" ucap Jinzo yang mencoba kabur namun sebuah Broad sword menusuk tubuhnya dari belakang.

"ugh" hanya itu yang berhasil keluar dari mulut Jinzo sebelum broad sword tersebut membelah tubuhnya menjadi dua.

"Siapa bilang kau bisa kabur" terdengar suara Kiba tepat dibelakang mayat Jinzo.

Kiba kemudian membawa mayat Jinzo dan mengumpulkannya bersama mayat ketiga Geninnya yang sudah terlebih dahulu dikumpulkan oleh Naoko dan Kaito.

Naoko kemudian menggambar Segel mengelilingi mayat dan menyalurkan Chakranya dan Api muncul dari segel yang mengelilingi mayat dan membakar mayat tersebut sampai menjadi abu yang hilang ditiup angin.

"Sial, sepertinya Gato sudah mulai bergerak, Naoko apakah segel perlindungan disekitar rumah sudah selesai?" tanya Kaito.

"Sudah Aniki, aku dan Kiba-kun sudah menyelesaikan segel perlindungan" jawab Naoko.

Kaito kemudian memerintahkan Tsunami dan Inari masuk kedalam rumah agar segel bisa segera diterapkan, Tsunami dan Inari tidak perlu mendapat perintah kedua segera bergegas masuk kedalam rumah.

"Tolong amanlah Nii-san, Nee-chan" ucap Inari kepada Kaito, Kiba dan Naoko sebelum mengikuti sang ibu masuk kedalam rumah.

"Naoko Aktifkan segelnya" Perintah Kaito.

"Demonic Seal: Barrier: Protection of Hellfire" Ucap Naoko.

Dari delapan sudut rumah, sebuah Barrier berwarna Crimson menyala dan mulai membentuk dinding pembatas yang membentuk kubah saat bertemu puncak rumah.

Naoko melemparkan sebuah kunai untuk mengetes Barrier, dan saat kunai menyentuh Barrier kunai terbakar seketika.

"Bagus, Barrier itu akan bertahan cukup lama mungkin sekitar 4-5 jam" ucap Naoko.

"Ayo kita segera menyusul yang lain, kita tunjukan pada Gato bagaimana seorang Uzumaki bekerja" ucap Kaito yang segera berlari untuk menyusul Tim 7 dan 8 diikuti oleh rekan setimnya.

Jembatan Nami no Kuni.

Tim 7 dan 8 saat ini sedang mengawasi penyelesaian jembatan yang tinggal menyisakan beberapa titik yang akan mendekati akhir, Jembatan ini dilengkapi dengan Ukiran Fuinjutsu yang dibuat Khusus oleh Naruto yang akan membuat jembatan tahan dari segala jenis Jutsu baik dari Rank D hingga Rank S.

Saat mereka sedang beristirahat sejenak tiba-tiba Insting pertempuran Shisui dan Kurenai melonjak.

"Semua pekerja mundur" teriak Shisui.

Para pekerja yang mendengar teriakkan tersebut segera berlari kearah hutan belakang yang sudah disediakan oleh Naruto dengan perlindungan Khusus, Tazuna juga berada didalamnya.

Setelah semua pekerja mundur dari langit jatuh sebuah benda seperti tanah liat berwujud laba-laba dalam jumlah yang banyak kemudian sebuah suara terdengar dari arah jatuhnya benda tersebut.

"Seni adalah Ledakan, Katsu"

Benda yang jatuh tersebut segera bersinar dan membuat para Genin dan Jounin melompat menjauh dan betul saja benda tersebut mengeluarkan ledakan beruntun.

"Blaaaarrr, Blaaaarrr, Blaaaarrr" Suara ledakan tepat terdengar diatas jembatan.

"Hahaha, kini tidak ada lagi yang bisa menghalangi Gato untuk menguasai tempat ini" ucap Suara yang sama

"Wind Release: Great Breakthrough"

Sebuah angin kencang menyapu asap Hasil ledakan dan terlihat Jembatan itu masih tetap utuh.

"heh, ternyata kau bodoh juga ya Deidara, kau pikir kami tidak tahu bahwa kau akan menarik aksi seperti ini" ucap Naruto yang muncul dihadapan Shisui bersama dengan Hinata dan Shino.

"ahh, dasar kalian bajingan, kalian menghalangi seni indahku" balas Deidara yang telah turun dari burung tanah liatnya bersama dengan Gari.

"Sudah jangan banyak bicara Dei, kita harus segera menghabisi mereka" ucap Gari.

"Blaaamm" sebuah suara tumbukan tepat terdengar disebelah Gari

"Heh kalian berdua mau memulai pestanya tanpa kami, kalian keterlaluan, benarkan Ginkaku, Blue B" ucap Sosok yang jatuh tepat disebelah Gari yang menampilkan sosok kekar dengan rompi Jounin Kumo, sosok berambut perak, dan tanduk yang menyembul dari balik rambut perak tersebut.

"Heh, kau benar Kinkaku, nama kita akan semakin terkenal bila kita bisa menghabisi, The Alpha Noble, The Mechanic , The Phoenix, Shunsin no Shisui dan Konoha Genjutsu Mistress" Jawab Sosok yang mirip dengan Kinkaku namun dengan rambut emas bernama Ginkaku.

"ayo, Hatsan sudah tidak sabar untuk merasakan darah Shinobi Konoha" ucap Jounin Kumo lain dengan rambut panjang berwarna separuh putih dan separuhnya lagi hijau, bernama Blue B dengan senyum maniak.

tepat setelah Blue B mengatakan itu Shisui dan Kurenai maju dan berdiri disisi tim Legendaris Konoha dan setelah itu sebuah Barrier yang cukup besar berwarna emas transparan menutupi para Kombatan, bertepatan dengan kedatangan Tim 12.

"kalian para Genin, sebaiknya tetap siaga dan menjaga para pekerja, kami tahu Gato akan mencoba berbagai macam cara untuk menghabisi para pekerja, Kaito, Naoko, Kiba pertahankan Pelindung yang mengelilingi para pekerja, dan sisanya tetap waspada" perintah Naruto

"Let's, Battle Begin, Gate of Babilon: Attack" ucap Naruto sambil menjentikkan jarinya dan puluhan distorsi muncul diatas Naruto dan teman-temannya, dan belasan senjata tajam terlontar keluar menghujani lima Shinobi musuh.

Dan dengan serangan pembuka dari Naruto, dimulailah pertarungan yang nantinya akan dikenal sebagai.

BATTLE OF WAVE.

To Be Continue.


Hah, akhirnya chapter 2 berakhir juga, dan terpaksa saya cut di awal pertempuran soalnya buat pertempurannya belum ada ide yang terlintas, mungkin 1 Minggu lagi lah baru saya Update dan untuk Chunin Exam Arc akan dimulai di Chapter 4 mungkin sampai chapter 7-8 sekaligus Invasi Konoha , dan setelah itu baru skip Time 3 tahun dan masuk di Arc Shippuden, jadi tetap tunggu saja ya.

Dan buat semua yang sudah review baik Kritik dan Saran terimakasih, saya gak bisa sebut satu per satu, tapi dukungan kalianlah yang menjadi semangat aku buat tetap menulis, untuk Typo yg mungkin masih bertebaran mohon dimaklumi, so sampai ketemu di Chapter berikutnya.

AlphaNoble out, See Ya.

*