Senbon Zakura.
Crossovers: Naruto. Highschool DxD
Pair : [Naruto U. Serafall L].
Bab 02 :
5 tahun kemudian.
Nampak Naruto sedang duduk di kursi roda melihat Azazel yang sedang memperbaiki tangan mekanik miliknya.
"Waduh Naruto, baru sebulan aku buatkan kau tangan dan kaki, kenapa malah rusak begini? ah!"
Mendengar keluhan dari Azazel, Naruto dengan santainya menjawab.
"Salahkan anak didikmu yang bernama Vali itu. Dia terus datang menantangku ketika aku sedang bertugas atau bersantai di tempat yang sepi."
Mendengar jawaban dari Naruto, nampaknya Azazel hanya bisa memijat kepalanya yang sedang sakit karena mendengar kelakuan bar-bar dari Hakuryouko.
"Kenapa kau tidak melawan bocah?"
"Aku melawan dan itulah hasilnya, tangan dan kaki buatan itu tidak sanggup untuk mengimbangi pergerakanku dan benturan yang terjadi akibat pukulan dari Naga putih."
Mendengar jawaban Naruto sekali lagi, ingin rasanya ia menangis karena kelakuan anak didiknya lagi. Naruto telah banyak membantunya dalam membasmi iblis liar di wilayahnya dan mengatasi anak buahnya yang membangkang. Namun, saat diperkenalkan kepada Vali. Vali malah terus-menerus menantang Naruto. Awalnya Azazel tidak mempermasalahkannya. Namun, sekarang ketika tahu, kalau Vali terobsesi untuk mengalahkan Naruto, membuatnya menjadi pusing, karena ia harus terus menerus memperbaiki dan meningkatkan kekuatan dari tangan buatannya karena, Naruto akan menggunakannya hingga melewati batas kemampuan dari tangan buatannya tersebut.
"Ini ambil lah!"
Naruto menangkap tangan kanan buatan itu dengan tangan kirinya, lalu memasangnya dan menggerakkannya dengan chakra miliknya. "Apakah daya tahannya sudah kau tingkatkan, karena jika tidak tangan ini akan rusak lagi dalam waktu dekat."
Azazel langsung menatap tajam Naruto, sembari bertanya. "Kenapa kau berpikir seperti itu?"
"Seperti yang kau ketahui paman, hidupku selalu dikelilingi masalah. Kalau bukan Vali, maka para bawahanmu yang membangkang itu akan menyerangku, atau mungkin aku juga harus berhadapan dengan iblis liar di suatu tempat, jadi siapa yang tahu?"
Azazel yang mendengar perkataan dari Naruto, hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Kau itu kuat Naruto ... bagaimana bisa iblis liar membuat tanganmu rusak?"
"Yang jadi masalah bukan kekuatan dari iblis liar atau pun musuh yang aku hadapi, tapi tangan ini akan langsung rusak saat aku menggunakan 7 persen kekuatanku."
Azazel swedrop mendengarnya, ia merasa terhina oleh Naruto, karena tangan buatannya tak mampu menahan 7 persen kekuatan yang Naruto keluarkan, hanya tujuh persen. Bayangkan Azazel si jenius tidak mampu membuat barang berkualitas yang mampu menampung seratus persen atau setidaknya delapan puluh persen kekuatan pengguna nya. Ia benar-benar terpukul dengan perkataan Naruto mengenai tangan dan kaki buatannya tak bertahan dalam 7 persen kekuatannya.
'Tangan buatanku hanya mampu menahan 7 persen kekuatannya. Yang benar saja?'
Naruto pun berdiri dan berjalan menjauhi Azazel, sembari berkata.
"Kalau ada misi, hubungi saja aku ... aku akan menyelesaikannya dengan cepat."
Azazel yang terpuruk hanya bisa diam dan mematung seolah tidak mendengar apa yang Naruto katakan barusan, lalu membiarkan Naruto yang telah hilang dalam sekejap.
Sementara itu Naruto, pemuda berusia sekitar 25 tahun itu berjalan santai sembari menekan kekuatan dan auranya di tingkatan terendah agar tidak dirasakan oleh Vali, jujur saja, Naruto dan Kurama tidak ingin berurusan dengan maniak bertarung itu.
Naruto kemudian bersantai di apartemen miliknya sembari tersenyum menikmati kehidupannya yang tenang, sembari merenungi kegagalannya di masa lalu. ia menonton berita-berita di Televisi yang ada di kamar apartemen miliknya.
Naruto mulai heran kenapa ia mengambil kesempatan hidup yang ditawarkan Azazel, padahal ia tidak punya alasan untuk melindungi dunia baru sebelumnya. Teman tidak ada, keluarga tak punya, rakyat? Tempat ini bukan kekuasaannya. Naruto pun mulai menghubungi Azazel dengan SMS.
Di Grigori.
Terlihat Azazel yang sudah menyiapkan portal ke dunia manusia harus kaget mendengar deringan ponsel miliknya ketika sampai di pinggiran sungai tempat ia biasa memancing seorang diri.
"Hem??? Ah sudahlah."
Azazel lalu membuka SMSnya karena berasal dari Naruto, lalu disana tertulis pesan.
From Naruto to Azazel.
Azazel, aku mulai bosan bertarung tanpa ada alasan selain menuruti keinginanmu karena misi. Jika kau masih ingin aku menurutimu. Carikan aku istri. Seorang perempuan berambut hitam panjang berdada besar dan juga ceria sebagai calonku, jika ia monolak cari yang lain yang sekiranya memiliki ciri-ciri sama. Kuberi kau waktu satu tahun untuk mencarikan tipeku itu by.
Azazel yang melihat pesan dari Naruto hanya bisa swedrop dan tercengang dengan isi SMS dari Naruto.
"Pangke toh anak makin menjadi aja kelakuannya! Mana mungkin aku cariin jodoh buat elo sementara aku aja masih jomblo bujang kampreeeet!!!!!!!"
Azazel yang kesal dan emosi langsung melempar ponsel lipatnya ke sungai.
"Tidak ponselku!"
Azazel langsung menangis dipinggiran sungai karena ponsel lipat super langkanya itu rusak hanya karena SMS dari Naruto yang membuatnya emosi.
"Tunggu dulu, aku kenal cewe yang ada di dalam diskribsinya. Ya aku kenal satu orang yang mirip, malah sangat mirip, rambut hitam panjang beroppai dan energik. Ya dia salah satu Maou, hehe. Ahahaahahahahaha, sekarang hanya masalah bagaimana cara membujuk dia untuk mau menikahi Naruto, ahaahahahahaha!!!! Aku memang jenius Uhuk uhuk ! Sial."
Azazel yang sangat bersemangat dan tertawa penuh kemenangan ini harus rela keselek air liurnya sendiri dan mengumpat pelan sembari memancing untuk menghilangkan stresnya.
Sementara itu Vali terus terbang ke penjuru kota Kouh untuk mencari dan menantang Naruto kembali bertarung dengannya.
"Naruto!! kemana kau sialan!"
Sementara itu di apartemen murah.
Nampak pemuda berambut pirang bernama Naruto itu tengah duduk dengan nyaman menikmati acara berita di apartemen murah tersebut.
'Ada-ada saja kelakuan manusia baru.'
Ke esokan harinya.
Handphone lipat ditangan Naruto berdering, membuat Naruto menjadi penasaran dan menatap ke layar ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubunginya.
"Hallo."
"Oh Azazel, ada apa?"
"Oh jadi kau tahu siapa yang sesuai dengan tipeku, baguslah. Sekarang pertemukan aku dengannya."
Naruto kaget setelah mendengar jawaban Azazel.
"Apa! Tidak bisa, kenapa?"
Setelah bertanya pada Azazel, Naruto nampak terdiam saat pertanyaan dijawab.
"Katakan misi apa yang harus aku lakukan?"
"Baiklah aku mengerti. Pastikan kau menepati janjimu ketika aku sudah menyelesaikan misiku."
Naruto kemudian tersenyum sembari memutuskan telponnya dan mempersiapkan semua hal yang menurutnya penting lalu pergi dari apartemennya, ia berjalan santai menelusuri kota Kouh.
Bersambung
