Destiny Shape-Sifter and Witch
FIRST FF CROSSOVER HARRY POTTER X TWILIGHT (Breaking Dawn I)
Di Hogwarts saya mengambil setting di tahun ke-5. Disini juga akan ada karakter Jacob Black yang saya ambil dari film Twilight. Disini Jacob yang melarikan diri karena mendengar kabar kalau Bella menikah dengan Edward. Dia berlari hingga tanpa sadar sampai disebuah tempat yang sangat asing baginya, disitu lah takdirnya berubah. Membuatnya bertemu dengan belahan jiwanya.
Main pairing : Jacob Black X Harry Potter Slight Drarry (BoysLove)
Genre : Fantasy, Supranatural, Romance, Adventure.
Rated : T-M (For Save)
Warning : Typo(s), Gaje, Imprint, BL dan gak nyambung
-0-
Chapter 2
"Baiklah anak muda, siapa namamu?"
"Jacob Black, Sir" Jawab Jacob
'Black?' gumam Professor Dombledore
"Dari mana kau berasal nak? Aku tak pernah melihat Black sepertimu sebelumnya" tanya Prof. Dombledore, berusaha mencari tahu siapa anak muda didepannya ini.
"Forks, Inggris sir." Jacob menjawab sembari melihat-lihat ruangan..
-0-
Sekarang disinilah Jacob berada, di dalam sebuah menara yang berada jauh dari kastil utama.
Waktu menjelang pagi, seseorang mengetuk pintu Menara. Jacob beranjak membukakan pintu dan melihat seseorang itu, dan dia terkejut.
"Sedang apa kau disini?" tanya Jacob pada seseorang itu yang ternyata adalah Harry Potter.
"Aku diminta Prof. Dombledore untuk menjadi teman sekamarmu dan sekalian mengajarimu tentang sihir"
"Jadi benar ini sekolah sihir"
"Kan aku sudah beritahu dari awal!" Jengkel Harry
"Baiklah, Maafkan aku" Sesal Jacob
"Kalau begitu, sekarang bersiaplah . aku akan menunggumu di aula, kita akan sarapan bersama. Ucap Harry dan beranjak pergi menuju Aula.
Mendengar itu, Jacob beranjak menuju kamar mandi dan segera bersiap.
BIG HALL
Jacob berjalan menuju Harry yang sedang sarapan, "Lama sekali kau" ketus Harry
"Hei kenapa kau menjengkelkan sekali, ingat aku baru disini, aku tak mengerti tempat ini"
"Cepatlah duduk dan makan sarapanmu" Jacob duduk dan mulai menikmati sarapannya.
"Setelah selesai sarapan, pergilah menuju danau hitam belakang kastil. Aku menunggu disana." Ucap Harry pada Jacob.
"Kenapa dia suka sekali memerintah ku" ucap Jacob kesal, tapi tetap menyelesaikan sarapannya.
Jacob selesai dengan sarapannya, dan berjalan menuju belakang kastil. Selama perjalanannya menuju danau, berbagai pikiran muncul dibenaknya. Semua yang terjadi padanya selama di hogwarts sangat asing. Dia tidak kenal dengan daerah ini, namun semua pemikiran itu bisa menjadi peralihan baginya dari semua masalah tentang pernikahan Bella dengan Edward. Mungkin ada baiknya bagi dirinya untuk terdampar di 'dunia ini'.
"JACOB BLACK" suara teriakan mengagetkan Jacob dari lamunannya.
"Bisakah kau tidak mengagetkan ku dengan teriakan mu?" kesal Jacob
"Kau bodoh, berjalan sambil melamun" ejek Harry.
"Jangan menyebutku bodoh, Potter"geram Jacob
"Oke stop, sebaiknya kita mulai. Keluarkan tongkat sihirmu, Black." Jacob mengeluarkan tongkat sihirnya, Jacob bingung saat dia pertama kali mendapatkan tongkatnya ini. Kemarin dia dan Harry pergi ke Diagon alley, membeli peralatan sekolahnya dan Harry. Sebuah sinar keluar dari tongkat itu, perasaan hangat dan nyaman merembes seperti air hujan di tubuhnya saat menyentuh tongkat itu.
Harry pun kemarin mengungkapkan kebingungannya, mengapa seorang muggle bisa terpilih oleh tongkat sihir. Yang kemungkinan sangat mustahil bagi seorang muggle, kecuali dia merupakan seorang penyihir. mungkin ayah dan ibuku adalah penyihir.
"Baiklah, kita akan memulai dengan mantra yang sederhana. Aku akan beri satu mantra sederhana, ini mantra pemanggil 'Accio'. Cobalah ambil buku itu dengan mantra pemanggil berulang kali sampai kau bisa menguasainya." Ucap Harry sembari menunjuk buku yang dia letakkan di atas kursi.
"Cobalah bayangkan dan ucapkan mantranya, perlahan saja. Kita masih banyak waktu untuk latihan" Harry menjelaskan kepada Jacob, dan Jacob melakukan seperti yang di ucapkan Harry.
Hampir 15 menit Jacob mencoba mantra Accio, dan akhirnya berhasil di percobaan ke 25 kali. Jacob terlihat kehabisan napas dan seluruh tubuhnya basah oleh keringat. Harry yang melihat itu, otomatis menelan ludah karena baju yang di kenakan Jacob melekat rapat ditubuh penuh keringatnya "Seksi" tanpa sadar Harry mengucapkan kata itu pelan.
"Apa yang kau katakan, Potter?" tak disangka Jacob mendengarnya, tapi sepertinya dia kurang jelas mendengarnya.
"Ah bukan apa-apa. Masih bisa lanjut kah latihannya? Atau kau mau istirahat dulu? " tanya Harry pada Jacob
"Mungkin istirahat saja sebentar, hanya satu mantra saja bisa menguras banyak energiku." Jacob berkata sembari membaringkan tubuhnya di rumput depan danau hitam.
"Black, ada sesuatu yang menggangguku dari awal. Bolehkah aku bertanya?" Pinta Harry
"Tanyakan saja"
"Bagaimana bisa kau sampai disini? Dan apa yang menyebabkanmu lari dan berakhir disini?"
"Aku pun tidak tahu kenapa, yang ku tahu aku hanya berlari. Dan untuk pertanyaanmu yang kedua, apa harus ku jawab?"
"Kalau kau tidak mau ya sudah! Oh ya bisakah kau bertransformasi, aku ingin melihatnya."
"Yakin? Kau tidak akan takut kan?"
"Kau pikir aku siapa? Aku bahkan punya keluarga seorang Werewolf yang sama sepertimu. Aku Cuma ingin melihat saja perubahanmu"
"Oke, sebentar aku lepas pakaianku dulu."
"Kenapa harus dilepas?"
"Kalau tidk ku lepas, bajuku akan robek dan tidak bisa dipakai lagi."
"Oh begitu, tapi lebih baik biarkan saja. Nanti akan aku ubah sesuatu menjadi baju untuk kau pakai."
"Baiklah" dan Jacob bersiap untuk bertranformasi. Jacob menggeram, 2 detik kemudian Jacob berubah menjadi sosok serigala besar berbulu coklat kemerahan. Harry berjengit
Sosok serigala Jacob, berjalan mendekat ke arah Harry dan menundukkan tubuhnya agar Harry dapat menyentuhnya.
"Waw besar sekali, wujudmu berbeda sekali dengan Remus" Harry takjub, tangannya terulur mencoba untuk menyentuh buku-buku serigala Jacob.
Harry berjengit ketika tangannya menyentuh bulu serigala Jacob. "Kau hangat Black, dan matamu tidak seperti mata binatang. Matamu masih tetap mata manusia, coklat"
Harry diam sembari terus mengelus bulu serigala Jacob, Jacob yang mendapat perlakuan itu hanya menggeram halus menikmati.
SKIP TIME
JACOB POV
Latihan mantra hari ini berakhir, menurutku cara mengajar Harry mudah dimengerti, dan aku sangat terkejut ternyata aku mampu menggunakan sihir.
Aku berjalan menuju kamarku, sampai didepan sebuah lukisan seorang malaikat bersayap merah, mengucapkan kata kunci "Deas" aku masuk dan mendengar suara gaduh didapur, aku berjalan kesana dan melihat Harry bersama dengan makhluk pendek dan aneh disana.
"Apa yang kau lakukan Harry? Dan makhluk apa itu?" tanyaku pada Harry sebari menunjuk makhluk itu.
"Aku ingin mencoba membuat makan malam sendiri, aku juga ingin membuat sesuatu untuk merayakan hari pertama kau belajar sihir" jawabnya. "Ah perkenalkan Dobby, peri rumahku. Dia disini untuk membantuku."
"Kau tak perlu melakukan itu." Aku cukup kaget dengan niatnya.
"Tapi aku ingin, aku ingin mencoba membuat kue coklat untukmu, tapi aku tidak bisa" sedihnya.
"Baiklah aku akan membantumu, mintalah perimu untuk membersihkan ruang tamu." Akhirnya memutuskan untuk membantunya.
Setelah lama berkutat didapur, akhirnya makanan dan kue coklatnya sudah. Si Dobby sudah diminta pulang oleh Harry. Sebelum pulang Dobby telah menyiapkan meja makan, jadi kami hanya menaruh makanannya di atas meja.
"Kau mandilah duluan, aku mandi setelah kau" Perintahku padanya.
"Baiklah"
AUTHOR POV
15 menit, Harry selesai mandi dan berjalan keluar dari kamar mandi. Entah kenapa suasana tiba-tiba berubah. Jacob yang melihatnya sedikit kagum, Harry yang sehabis mandi terlihat cantik dan kulit tubuhnya yang putih susu bersinar dibawah cahaya lampu.
Jacob tersadar 'apa yang kupikirkan!'. Segera Jacob menuju kamar mandi, Harry yang melihat tingkah Jacob hanya mengedikkan bahu bingung.
-TO BE CONTINUED-
