Disclaimer: I do not own Naruto. I own nothing except the OCs. Naruto was created by Masashi Kishimoto. I made no money off this story.

Warning: OOC. HashiMada, TobiIzu, SasuNaru. Bakal ada MPREG. YAOI. BL. SLASH. Baca keterangan di chapter 1!


"Bagaimana dengan perpindahan?"

Madara bertanya pada Izuna ketika mereka memasuki sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat sementara untuk merawat mereka yang terluka dari klan Senju dan Uchiha. Seminggu telah berlalu sejak penyatuan kedua klan. Atas kesepakatan bersama, mereka setuju untuk pindah ke tempat baru yang netral sebagai tindakan meminimalisir apapun yang bisa menimbulkan pergesekan dari masing-masing klan. Hashirama mencetuskan ide untuk memanggil pemimpin dari organisasi mereka dengan Hokage sementara Madara memberi nama organisasi mereka dengan nama Konohagakure.

"Lancar. Belum ada masalah sampai sekarang. Semua dari klan kita dan klan Senju sudah memiliki sekaligus membangun rumah semua," lapor Izuna datar. Madara melirik adiknya. Dia ingat malam pertama ketika persetujuan dengan Senju terjadi. Izuna menanyainya.

"Kenapa setuju, Kak? Apa kakak tidak ingat bagaimana Senju membunuh orang dari klan kita?"

Madara menghela nafas, "Dan apa kau tidak ingat kalau kita juga melakukan hal yang sama? Kalau Hashirama bisa menawarkan persatuan, aku juga bisa melakukan hal yang sama. Lagipula..." Madara menatap sedih adiknya, "...apa kau tidak merasa lelah dengan perang ini, Izuna?"

"Lelah? Aku sudah kenal sejak aku bisa mengingat, apa—!"

"Itu maksudku. Kita sudah kenal perang sejak kita bisa mengingat dari usia balita. Aku tidak mau anakku atau anakmu nanti hidup di neraka seperti kita. Mengulangi kesakitan saat kehilangan saudara di usia belia." Madara membingkai wajah Izuna dengan kedua telapak tangannya. Tersenyum, ia melanjutkan, "Di atas semua itu, aku melakukannya untuk saudaraku satu-satunya. Aku tidak mau kehilanganmu, Izuna. Melanjutkan perang ini seumur hidupku...itu bisa kulakukan tapi... aku tidak tahu apa yang akan kulakukan jika aku kehilanganmu di perang ini..."

"Kakak..."

"Aku mau kau hidup lebih lama. Aku tidak mau memendekannya dengan mengirimmu ke medan perang dan sering menggunakan Mangekyou Sharingan. Aku tidak mau kau kehilangan cahaya seperti aku," Madara menutup matanya. Penglihatannya sangat buruk sekarang. Semuanya terlihat buram jika dia tidak menggunakan Mangekyou Sharingan. Dia nyaris buta. "Aku melakukannya untukmu, Adikku..."

Izuna menahan air mata dengan berkedip sebelum memeluk kakaknya erat. Menaruh dagu di bahu kanan Madara, ia berbisik, "Kau terlalu cemas, Kak..."

Madara tertawa kecil, balas memeluk lembut, "Itu sudah tugas seorang kakak."

"Izuna," Madara berhenti di tengah koridor, "Bagaimana denganmu?"

Ia ikut berhenti lalu menoleh ke kakaknya. Jika Izuna mengakui 'okay' itu berarti dia bohong sebab seluruh hidupnya digunakan membenci Senju. Namun, mengingat harapan Madara akan kehidupan Izuna, setidaknya dia bisa menyimpulkan, "Lumayan, jika melihat seminggu ini bekerja sama dengan Senju untuk membangun desa ini."

Madara tersenyum, "Aku bangga padamu," menepuk bahu Izuna pelan. "Pernahkah aku mengecewakanmu, Kak?" Izuna tersenyum senang atas pujian kakaknya. Itu tak pernah gagal untuk membuatnya senang sedari mereka kecil. Tapi, senyumnya meredup mengingat pembicaraan dalam klan.

"Bagaimana dengan keputusan para tetua?" Tanyanya serius. Madara membiarkan ekspresi pergi dari wajahnya. "Aku belum menemukan waktu tepat untuk memberitahu Hashirama. Tapi, aku yakin klan mereka akan memintanya melakukan hal yang sama." Mereka berjalan lagi bersama.

Walaupun sampai sekarang berjalan lancar, tetap ada beberapa kelompok dari Uchiha dan Senju yang ragu dengan persatuan ini. Mereka meminta Madara untuk melakukan permintaan mereka agar situasi lebih tenang. Permintaan tersebut membuat hati Madara tak menentu. Mereka menginginkan pengikatan antara seorang Senju dan seorang Uchiha dalam pernikahan. Secara umum, untuk menguatkan ikatan antara dua klan dengan sejarah panjang dalam perang. Secara politik, untuk jaminan dari persatuan kedua klan. Jika satu klan mencoba berkhianat, mereka mempunyai sandera dari klan tersebut. Para Tetua Uchiha mengambil keputusan ini bersama para Tetua Senju. Madara dan Izuna selalu sibuk dengan perpindahan sehingga mereka jarang ada di desa sementara Hashirama keseringan tinggal di desa karena dia mengatasi pemulihan para shinobi yang terluka sebagai ahli ninjutsu medis. Tobirama menggantikan kakaknya membantu klan mereka dalam perpindahan jadi seperti Uchiha bersaudara.

"Apa menurutmu kita berdua akan... menikah dengan seorang Senju?"

"Aku tidak akan bohong padamu, Izuna. Sangat besar kemungkinan untuk itu karena kita berdua berada di posisi strategis secara politik," mereka berhenti di sebuah pintu. Berbisik, "Sama seperti Hashirama dan Tobirama."

Madara mengetuk lalu suara Hashirama mempersilakan mereka masuk.

Uchiha bersaudara masuk ke sebuah ruangan paling ekslusif di gedung ini. Hal itu dikarenakan pasien di dalam tidak seperti shinobi lain. Hashirama menyambut mereka dengan senyum ramah. Dia duduk di sisi menghadap futon dimana remaja pirang berada. Futon lain berisikan remaja Uchiha yang sama-sama muncul di tengah peperangan. Kedua pasien mengenakan kimono putih sederhana. Tobirama duduk di belakang kakaknya.

"Bagaimana keadaan mereka?" Madara duduk menghadap futon yang ditempati remaja Uchiha sehingga berhadapan dengan Hashirama. Para Uchiha dan Senju memakai pakaian klan mereka masing-masing.

"Cakra mereka kembali normal. Jadi, mereka akan bangun dalam waktu dekat. Mungkin beberapa menit lagi, "jelas Hashirama. "Kami mengabari klan Uzumaki tapi tidak ada yang tahu tentang Uzumaki satu ini. Terutama rambut pirangnya, diragukan memang kalau dia seorang Uzumaki."

"Anak ini bilang rambutnya turunan dari ayahnya sementara ibunya berambut merah, "tambah Tobirama, "bisa dibilang ibunya yang Uzumaki."

"Dan Uchiha muda ini?" Hashirama bertanya pada Uchiha bersaudara

"Nihil. Tidak ada yang tahu dia. Namanya, Sasuke, tidak ada di Uchiha kami," ujar Madara. "Kami cuma tahu Sasuke dari Klan Sarutobi."

Hashirama menghela nafas, "Begitu."

Keempatnya diam dalam beberala saat sebelum Madara bertanya pada Hashirama, "Bagaimana dengan pemilihan Hokage?"

"Uh...itu.."

"Kakak terpilih menjadi Hokage," kata Tobirama. "Orang dari Hi no Kuni menyetujui hasil pemilihan warga."

Madara dan Izuna tetap diam. Itu sudah diprediksi jika mendengar rumor yang beredar, bahkan dari klan Uchiha. Mereka yakin Hashirama lebih bisa dipercaya dibanding Madara. Tak berarti Madara keberatan, dia justru setuju dengan pendapat orang tentang sifat dari teman masa kecilnya tersebut. Dia juga tidak pernah berambisi menjadi pemimpin. Dia melakukannya hanya untuk melindungi Izuna. Itu saja sudah lebih dari cukup untuknya jadi dia tak terlalu peduli jika memang Hashirama menjadi Hokage.

Perkataan selanjutnya dari Tobirama menarik Madara dari pemikiranya. Adik Hokage terdengar ragu, "Tapi... para tetua membuat keputusan sebagai jaminan ikatan klan kita."

"Jadi kalian sudah dengar tentang pernikahan?" Tanya Izuna.

Hashirama melihat mereka dengan bingung, "Pernikahan?"

Ketiganya bertukar pandang sebelum menjelaskan kepada Hashirama. Dia sabgat terkejut melebihi kata-kata! Kedua matanya terbelalak selagi ia menyuarakan keterkejutannya dengan satu kata, "APA?!?!"

"Hah! Apa?! Apa?!" Naruto mendadak duduk dengan panik, setengah sadar mengedarkan pandangan ke sekeliling. "Oh, cuma para kakek Hokage dan Madara..." Dia balik berbaring dan hendak tidur lagi tapi kejanggalan mulai masuk ke otaknya sebelum ia duduk lagi dengan siaga. Bertukar pandang dengan keempat orang ini seraya mengingat apa yanh terjadi sebelum ia kehilangan kesadaran.

"Kau bangun. Bagus," ujar Tobirama begitu Hashirama mendekati Naruto dan memeriksa dengan cepat.

Sementara itu Madara dan To Tobirama melirik ke Sasuke yang masih menutup mata. Madara berkata pada si remaja Uchiha, "Kenapa tidak kau berhenti saja berpura-pura tidur?"

Sasuke membuka matanya, melirik ke Naruto yang bernafas lega, "Sasuke!" Lalu mengarahkan pandangannya ke penghuni lain ruangan ini selagi Hashirama juga mengecek kestabilannya sebelum menyatakan mereka berdua sehat.

"Kalian harus beri penjelasan," Tobirama memulai, "Tidak ada satupun dari Uchiha atau Uzumaki yang menyatakan kalian keluarga mereka. Tak ada seorang pun yang mengenal kalian."

"Tidak mengejutkan," komentar Sasuke yang ikut duduk di futon.

"Jelaskan," pinta Izuna. Madara menambahkan, "Bagaimana kalian berdua tiba-tiba saja muncul di pertarungan?"

Hashirama mengambil sesuatu dari meja di sebelah kananya. Itu ada pelindung kepala Naruto. Senju ini bertanya, "Ini lambang Konohagakure. Bagaimana kau bisa memilikinya sementara desa ini baru kami dirikan seminggu lalu?"

Naruto menoleh ke arah Sasuke yang meliriknya sekilas sebelum menjawab Hashirama, "Aku tidak terlalu mengerti... tapi sepertinya Sasuke tahu lebih banyak soal ini..." Semua perhatian tertuju pads Sasuke. Naruto setengah berbisik, "Kita harus bilang pada mereka, Sasuke."

"Tidak. Itu bisa mengubah sejarah."

"Bukan sejarah yang bagus juga 'kan? Mungkin bisa berubah untuk masa depan yang lebih baik," ucap Naruto tersiksa. "Kita tak bisa melakukan ini sendirian. Kita butuh bantuan jika mereka bisa membantu kita kembali. Itachi pernah bilang kepadakù untuk tidak mencoba menanggung semuanya sendirian."

Sasuke bungkam. Menyebut Itachi adalah kelemahannya sebab mengingatkannya pada kata terakhir Itachi sebelum edo-tensei no jutsu terlepas. Itachi mengakui kesalahannya yaitu tidak melibatkan Sasuke. Tidak membiarkannya tahu situasi ketika masih ada kemungkinan Sasuke mungkin bisa mengubah keputusan orangtua mereka untuk menghentikan kudeta. Sasuke masih menimbang-nimbang baik dan buruknya ketika perut Naruto protes besar.

"Aah! Aku lapar!" Keluh Naruto.

Hashirama tertawa, "Tentu saja! Kalian tidak sadarkan diri selama seminggu penuh!

"Apa?!?" Kaget Naruto. Sasuke mnutup mata, "Aku akan menjelaskan analisisku tentang apa yang terjadi tapi biarkan kami makan dulu."

Naruto segera meminta, "Ada ramen?"

—000—

"Jadi, darimana sebaiknya kumulai?"

Sasuke bertanya setelah dia dan Naruto selesai makan. Posisi mereka masih sama dengan yang tadi. Izuna menyarankan, "Kenapa tidak mulai dari perkenalan? Kau seperti tahu nama kami semua meski si pirang Uzumaki tidak tahu namaku."

"Oh ya! Siapa namamu?" Naruto bertanya dengan memiringkan kepala.

Izuna melihat ke Naruto, "Tidak sopan menanyakan nama orang tanpa menyebutkan namamu dulu."

"Aku Naruto Uzumaki," jawab Naruto ringan, "Kau?"

"Namaku Izuna Uchiha, adik dari Madara Uchiha," ia bersidekap.

"Wow! Madara punya adik? Aku tidak pernah tahu itu!"

Madara jadi penasaran, "Oh. Apa memangnya yang kau ketahui tentang aku?" Dia tahu reputasinya sama terkenalnya dengan Hashirama. Lagipula semua orang tahu Izuna merupakan adiknya jika mereka tahu nama Madara. Jadi, bagaimana remaja pirang ini tahu Madara tapi tidak tahu Izuna sama sekali? Dia melihat Naruto buka mulut untuk menjawab tapi Sasuke mendahuluinya.

"Kami akan menjelaskan perihal itu juga. Sebelum itu, kalian semua harus membuka pikiran kalian karena apa yang akan kami ceritakan... bukanlah hal yang menyenangkan dan tragedi menyangkut kalian berempat. Percaya atau tidak itu terserah kalian. Jangan menginterupsi kami sampai kami selesai."

Keempat lelaki ini bertukar pandang sebelum Hashirama mengangguk, "Lanjutkan."

"Aku Sasuke Uchiha dan dia Naruto Uzumaki. Kami lahir di Konohagakure tapi bukan di masa ini melainkan beberapa dekade dari sekarang."

TBC


Makasih sudah mau baca! Tolong review ya kalo mau chapter selanjutnya!

Ophisss: Iya, yaoi. Romance cowok sama cowok.

kinciblubuk: Makasih semangatnya! review lagi yaaaa! Suka ga?

Rika san: Makasih pujiannya tapi aduh, maaf banget ya ini yaoi. Maaf kemaren gak kutulis gitu soalnya dari nama pairing HashiMada dan SasuNaru, kukira orang uda langsung tahu ini yaoi.

arinainuzuka02: review lagi ya!